Polres Wonosobo Bagikan Buku Saku Netralitas Polri Bagi Anggota

Polres Wonosobo membagikan buku saku Pedoman Netralitas Anggota Polri Dalam Pemilu 2024. Wakapolres Wonosobo, Kompol Andi Setiyo menyerahkan langsung buku saku tersebut kepada para Kapolsek jajaran usai apel pagi Senin (4/12) pagi.

Buku saku dibagikan kepada seluruh personel mulai dari para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat), Kepala Seksi (Kasi), Kepala Unit (Kanit) dan anggota baik perwira maupun bintara. Pembagian buku saku diawasi oleh Seksi Propam Polres Wonosobo.

Wakapolres Wonosobo menyampaikan bahwa buku saku Pedoman Netralitas Anggota Polri Dalam Pemilu 2024 dibagikan kepada seluruh personel Polres Wonosobo. Buku tersebut sebagai pedoman tentang netralitas Polri pada Pemilu 2024.

“Buku tersebut berisi pedoman netralitas Polri dalam tahapan Pemilu 2024. Ada 17 poin yang harus dimengerti dan dipahami seluruh personel Polri Polres Wonosobo,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan buku saku untuk anggota Polsek akan diserahkan melalui Kapolsek hari ini.

“Hari ini kami menyerahkan buku saku kepada para Kapolsek jajaran, buku-buku tersebut nantinya akan dibagikan kepada seluruh anggota Polsek,” lanjutnya.

Disampaikan bahwa dalam buku saku juga ada informasi tentang seluruh tahapan Pemilu 2024, pedoman Patroli Netralitas dan gaya berfoto yang diperbolehkan dan dilarang bagi anggota Polri.

Wakapolres berharap dengan buku saku yang sudah dibagikan ini, anggota yang melaksanakan pengamanan pemilu dapat membaca, memahami dan mempedomani sejumlah aturan yang ada.

“Dengan buku saku tersebut diharapkan menjadi pedoman personel dalam melaksanakan tugas. Sehingga tidak terjadi pelanggaran terkait netralitas Polri,” pungkas Wakapolres.

Polsek Mojotengah Amankan Sholawatan di Blederan

Wonosobo, 3 Desember 2023 – Polsek Mojotengah, Polres Wonosobo, Jawa Tengah, melaksanakan pengamanan kegiatan sholawat Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Pekalongan yang digelar di Lapangan Singalodra, Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, Sabtu (2/12) malam.

Kegiatan sholawat ini dihadiri oleh kurang lebih 5.000 jamaah dari berbagai daerah di Wonosobo dan sekitarnya. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB.

Dalam pengamanan kegiatan tersebut, Polsek Mojotengah menurunkan sebanyak 100 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Mojotengah, Polres Wonosobo, dan TNI serta Banser. Personel tersebut bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Mojotengah, AKP Sanyoto, mengatakan bahwa kegiatan sholawat ini berjalan dengan lancar dan aman. Hal ini berkat kerja sama yang baik antara aparat keamanan dengan panitia penyelenggara.

“Kegiatan sholawat ini berjalan dengan lancar dan aman. Hal ini berkat kerja sama yang baik antara aparat keamanan dengan panitia penyelenggara,” kata Kapolsek.

AKP Sanyoto menambahkan, pihaknya akan terus memberikan pengamanan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang digelar di wilayah hukumnya. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami akan terus memberikan pengamanan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan yang digelar di wilayah hukum kami. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya.

Polres Wonosobo Gelar Lomba Memasak Peringati Hari Ibu

Wonosobo, 2 Desember 2023 – Polres Wonosobo menggelar lomba memasak dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2023. Lomba ini diikuti oleh para Kabag, Kasat, dan Kapolsek jajaran.

Lomba memasak ini dilaksanakan di gedung serba guna Polres Wonosobo pada hari Sabtu (2/12/2023). Adapun menu yang dilombakan adalah nasi goreng dan bakmi godog.

“Lomba memasak ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2023. Kami ingin menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang kami kepada ibu-ibu di Polres Wonosobo,” ujar Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito.

Menurut Kapolres, lomba memasak ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para Kabag, Kasat, dan Kapolsek jajaran.

“Kami berharap lomba ini dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi para Kabag, Kasat, dan Kapolsek jajaran,” ujarnya.

Penilaian lomba memasak ini dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari Kapolres dan Wakapolres Wonosobo serta Ibu Totok yang merupakan salah satu warakawuri atau istri purnawirawan Polri yang telah lama menggeluti bidang kuliner.

Kapolres menambahkan, masing-masing peserta tidak diperbolehkan menggunakan bumbu instan maupun bahan yang sudah dimasak dari rumah.

“Seluruh peserta harus mempersiapkan bumbu dan bahan masakan di tempat lomba, tidak boleh membawa bahan dan bumbu yang sudah diiris dan dimasak di rumah, semua proses mulai dari meracik dan menghias hidangan dilakukan di sini,” ungkapnya.

Pada akhir lomba, juara I diraih oleh Polsek Kejajar. Juara II diraih oleh Polsek Selomerto. Juara III diraih oleh Sat Intelkam.Juara Harapan I Polsek Kalikajar, Juara Harapan II Sat Reskrim, Juara Harapan III Polsek Wonosobo. Tak hanya itu, Polsek Garung dan Polsek Wadaslintang juga meraih Juara Favorit.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh pemenang, seluruh peserta memiliki karakteristik dan cara memasak yang unik, ternyata lomba memasak ini bukan hanya tentang menghasilkan masakan yang lezat, tapi juga memupuk kekompakan dan kreativitas Kapolsek, Kabag dan Kasat dengan anggotanya,”

Selain itu, menurut Kapolres dengan diadakannya lomba ini, para bapak dapat merasakan dan merefleksikan satu dari sekian banyak tugas dan pengorbanan seorang ibu.

Tega Cabuli Anak Di Bawah Umur, Seorang Pemuda Dibekuk Polres Wonosobo

Seorang pemuda berinisial FUR (25) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, melakukan aksi bejat mencabuli anak di bawah umur. Tersangka kini telah dibekuk polisi.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Kuseni, menyebutkan, korban merupakan tetangga tersangka.

“Korban pencabulan masih berumur 4 tahun dan merupakan tetangga dari tersangka,” ujarnya.

Disebutkan, modus yang dilakukan pelaku, saat korban sedang bermain dengan temannya, dia menarik korban ke gang yang sepi. Selanjutnya pelaku melakukan aksi bejatnya dengan tangannya.

Menurut AKP Kuseni, kronologi kejadian, awalnya pada hari Rabu, tanggal 1 November 2023, kurang lebih pukul 16.30 WIB. Saat itu orangtua korban pulang bekerja, mendapat informasi dari neneknya, bahwa korban telah mendapat perlakuan cabul dari pelaku.

Selanjutnya, setelah bertemu dengan korban, ibu korban bertanya dan mendapatkan keterangan langsung, sewaktu bermain bersama dengan teman temannya telah ditarik tangannya menuju ke gang. Pelaku mendorong badan korban hingga menempel di tembok rumah warga.

Setelah itu pelaku jongkok di hadapan korban dan melakukan tindakan bejatnya dengan tangannya.

Korban kemudian langsung bergegas lari untuk pulang. Dalam perjalanan pulang, korban bertemu dengan nenek korban. Selanjutnya korban menerangkan tentang peristiwa yang dialami. Nenek korban kemudian menyampaikan kepada ibu korban.

Ibu korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Wonosobo, guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami mengamankan barang bukti satu potong baju rok terusan warna cokelat dan satu potong celana pendek warna putih bermotif yang dipakai korban saat kejadian,” ungkapnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku diancam pidana penjara paling singkat lima tahun, paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” terang dia.

Satgas Preemtif Lakukan Upaya Persuasif, Himbau Masyarakat Tak Menonton Latihan Tim Piala Dunia U-17 : dapat mengganggu Konsentrasi Pemain

SURAKARTA – Polda Jateng| Satgas Preemtif Ops Aman Bacuya Satgaspamwil Jateng melakukan peningkatan patroli di sekitar lokasi latihan tim peserta piala dunia, menyusul gelaran piala Dunia U-17 yang sudah menjejak ke babak final dan perebutan tempat ketiga, Keseluruhan pertandingan akan digelar di stadion Manahan, Surakarta

Timnas U-17 Mali akan bertanding melawan Argentina pada perebutan tempat ketiga yang akan dilaksanakan pada hari Jumat (1/12/2023) jam 19.00 wib. Sedangkan laga final, mempertemukan Timnas U-17 Perancis yang akan bertanding dengan Jerman pada Sabtu (2/12/2023) jam 19.00 wib.

Dipastikan, antusiasme masyarakat sangat tinggi, Panitia pertandingan menyebut tiket pertandingan final telah habis, saat ini tiket pertandingan yang tersisa adalah tiket pertandingan perebutan tempat ketiga, Itu pun dalam jumlah yang terbatas.

Terkait antusiasme masyarakat itu, Kasubsatgas Preemtif Ops Aman Bacuya Satgaspamwil Jateng, Kombespol Lafri Prasetyono Sik, meminta masyarakat untuk turut mendukung kesuksesan Piala Dunia dengan tidak mengganggu pemain yang akan bertanding.

” Caranya adalah tidak datang menonton tim yang sedang latihan, Sehingga mereka bisa berkonsentrasi penuh dalam menyerap instruksi pelatih,” kata KombesPol Lafri, Kamis (30/11/2023)

Untuk mengantisipasi hal itu, ungkapnya, Satgas Preemtif melakukan penjagaan di masing-masing tempat latihan dan juga menggerakkan Subsubsatgas Binmas untuk memberikan himbauan agar masyarakat tidak memaksakan diri menonton pemain yang tengah berlatih, himbauan yang diberikan pada masyarakat, disampaikan secara humanis dan persuasif

” Setiap tim punya jadwal latihan dengan lokasi yang berbeda-beda, personil satgas Preemtif standby satu jam sebelum pelaksanaan latihan dan melakukan pengamanan agar tim dapat berlatih dengan nyaman,” tuturnya.

KombesPol . Lafri juga mengatakan, selama pelaksanaan latihan, pihaknya juga berkoordinasi dengan tukang parkir di sekitar lokasi untuk mensterilkan tempat parkir sehingga kendaraan tim peserta dapat keluar masuk dengan lancar.

” Kegiatan penjagaan dan himbauan seperti ini akan terus dilakukan hingga pertandingan final selesai, diharapkan masyarakat tidak terlalu euforia menyambut tim peserta, Biarkan mereka berlatih dengan penuh konsentrasi sehingga mampu menampilkan kemampuan terbaiknya saat pertandingan,” tutupnya

Kapolsek Wadaslintang Kunjungi Purnawirawan Polri yang Sakit

Kapolsek Wadaslintang, Iptu Kasmin bersama anggota mengunjungi Rohman, purnawirawan Polri yang kini tengah sakit di rumahnya di Panerusan, Wadaslintang pada Kamis (30/11) pagi.

Kedatangan Kapolsek Wadaslintang dan anggotanya disambut hangat oleh Rohman dan keluarganya. Kapolsek menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya kepada purnawirawan Polri yang telah mengabdi kepada negara.

“Kami ingin memberikan semangat kepada pak Rohman agar segera sembuh,” ungkapnya.

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolsek dan anggotanya. Ia merasa senang dan terharu karena masih ada pihak yang peduli terhadap dirinya.

Menurut sang istri, Rohman sudah lama sakit dan tidak bisa beraktivitas. Usia lanjut dan sakit yang dideritanya membuat Rohman harus terbaring di tempat tidur sepanjang hari.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek dan anggotanya juga memberikan bantuan berupa sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban hidup Rohman dan keluarganya.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi pak Rohman dan keluarganya,” kata Kapolsek.

Kapolsek juga mendoakan agar keluarga saenantiasa diberikan kesehatan dalam merawat Rohman.

Satresnarkoba Polres Wonosobo Tangkap Pengedar Sabu 4 Gram Senilai 5 Juta rupiah

Seorang kurir sabu, berinisial WW (30), warga Makam Rembang Purbalingga, berhasil dibekuk tim Satuan Narkoba Polres Wonosobo di dekat lampu traffic light di depan Terminal Bus Sawangan Leksono. Kasat Narkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukoso, SH MH dalam gelar perkara di Mapolres setempat, Rabu (29/11), mengatakan penangkapan kurir narkoba tersebut terjadi pada Kamis (2/11/2023) sekitar pukul 14.30 WIB di tempat kejadian perkara (TKP).

“Penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat. Saat digeledah, ditemukan barang bukti 1 paket sabu yang dibungkus dalam plastik klip warna bening. Serpihan sabu warna putih tersebut masih dibungkus potongan tisu dan dilakban warna coklat,” ungkapnya.
Paket sabu tersebut, lanjut Kasat Narkoba, selanjutnya dimasukkan ke dalam bungkus rokok sampoena mild. Bungkus rokok berisi narkoba itu lalu dimasukkan saku depan jamper atau jaket warna hitam yang dipakai pelaku.

Dalam penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian, turut disita pula 1 buah handphone (HP) merk realme warna merah beserta simcardnya. Satu buah unit sepeda motor honda beat warna hitam Nopol : R-3326-JJ juga berhasil diamankan polisi.
Kurir narkoba tersebut mengaku mendapat barang haram dari seseorang asal Purwokerto. Sabu yang sudah ditanganya itu, rencananya akan diserahkan pada teman lainnya. Namun sebelum melakukan transaksi pelaku malah dicokok aparat kepolisian.

“Tersangka WW merupakan residivis tindak pidana narkotika pada tahun 2019 di wilayah hukum Polres Banyumas. Jadi pelaku sudah kerap berurusan dengan pihak berwajib karena alasan yang sama,” jelasnya.
Akibat perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 122 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pelaku terancam hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara dengan denda sedikitnya Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Polisi Sahabat Anak, Polsek Garung Terima Kunjungan 132 Anak TK Aisyiyah

Wonosobo – Polsek Garung, Polres Wonosobo, Jawa Tengah, melaksanakan program Polisi Sahabat Anak dengan menerima kunjungan dari 132 anak TK Aisyiyah Garung. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Polsek Garung, Selasa (28/11/2023).
Kegiatan ini dibuka oleh Kapolsek Garung, AKP Nur Wahyu Wibowo. Dalam sambutannya, AKP Nur Wahyu Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak dengan kepolisian.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak dengan kepolisian. Sehingga, mereka tidak takut dan merasa dekat dengan polisi,” kata AKP Nur Wahyu Wibowo.
Dalam kegiatan ini, anak-anak TK Aisyiyah Garung mendapatkan berbagai macam edukasi dari polisi. Di antaranya, pengenalan seragam polisi, alat-alat kepolisian, dan tugas-tugas polisi.
Selain itu, anak-anak juga diajak untuk bermain games dan bernyanyi bersama. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh keceriaan dan antusiasme dari anak-anak.
Salah satu anak TK Aisyiyah Garung mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Ia merasa semakin dekat dengan polisi.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Aisyiyah Garung menyampaikan apresiasinya kepada Polsek Garung yang telah melaksanakan kegiatan ini.
“Kami mengapresiasi Polsek Garung yang telah melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami,” kata beliau.
Kegiatan Polisi Sahabat Anak ini merupakan salah satu upaya Polsek Garung untuk meningkatkan kesadaran hukum dan keamanan masyarakat, khususnya anak-anak.

Tiket Final Piala Dunia FIFA U-17 Habis Terjual, Ini Pesan Polda Jateng Untuk Penonton

SURAKARTA – Polda Jateng |Laga final piala dunia FIFA U-17 pada hari Sabtu, 2 Desember 2023, di stadion Manahan dipastikan akan disaksikan banyak penonton, Hal ini didasarkan pada data jumlah tiket yang sudah sold out atau habis terjual.

Sekitar 17 ribu penonton diperkirakan akan membanjiri stadion, sesuai jumlah maksimal tiket yang disediakan panitia.

“Kapasitas stadion Manahan sekitar 20 ribu seat penonton. Berdasar keterangan panitia, tiket yang disediakan untuk pertandingan final sekitar 17 ribu. Semua sudah habis terjual atau terdistribusi,” kata Wakasatgas Ops Bacuya Pamwil Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio. S.ik, Selasa (28/11/2023)

Kombes. Dwi menambahkan, Polri sangat t menghargai antusiasme para penggemar sepak bola untuk menonton pertandingan final. Padahal, siapa tim yang lolos ke babak tersebut masih menunggu hasil laga semi final.

Dirinya lantas berpesan agar para penggemar bola Indonesia yang menonton laga final dapat menjaga ketertiban selama pertandingan.

“Pertandingan final nanti pasti juga akan dihadiri suporter dari luar negeri terutama negara finalis piala dunia U-17, Jadi saya berharap penonton lokal dari Indonesia dapat memberikan contoh dan kesan yang baik,” ungkapnya

Sementara itu Kasubsatgas Humas, KombesPol. Satake Bayu S, meminta agar penonton mematuhi aturan yang sudah ditetapkan FIFA maupun Kepolisian, Seperti tidak membawa spanduk yang berisi protes atau penghinaan pada negara tertentu dan tidak membawa benda berbahaya.

“Diharapkan juga, penonton hadir secara tertib, mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan tidak terpancing keributan,” jelasnya

Dirinya memastikan pengamanan laga final akan dilakukan dengan maksimal ditambah dengan pengamanan level VVIP karena menurut rencana, sejumlah pejabat penting akan menonton pertandingan final nantinya.

“Direncanakan sejumlah pejabat akan hadir termasuk presiden FIFA, Gianni Infantino, akan menonton langsung pertandingan final di Manahan. Sehingga ada pengamanan yang dilakukan akan lebih ketat dibanding biasanya,” tutup Kombespol Satake Bayu

Sosialisasi dan Penyuluhan Intoleransi, Perundungan dan Kekerasan Seksual di SD 2 Jengkol

Kepolisian Sektor Garung, Polres Wonosobo menggelar sosialisasi dan penyuluhan tentang intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual terhadap murid SD 2 Jengkol, Kecamatan Garung, pada Senin (28/11/2023).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 murid SD 2 Jengkol, terdiri dari kelas 3, 4, 5, dan 6. Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Kapolsek Garung, AKP Nur Wahyu Wibowo.

Dalam sosialisasinya, AKP Nur Wahyu Wibowo menjelaskan tentang pengertian, dampak, dan cara mencegah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual. Ia juga memberikan tips kepada murid-murid agar terhindar dari hal-hal tersebut.

“Intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual adalah hal-hal yang tidak boleh terjadi. Hal-hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif, baik bagi korban maupun pelaku,” kata AKP Nur Wahyu Wibowo.

“Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami tentang hal-hal tersebut dan mencegahnya,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SD 2 Jengkol menyambut baik kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman kepada murid-murid tentang intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

“Kami berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, murid-murid dapat lebih memahami tentang intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual. Sehingga, mereka dapat terhindar dari hal-hal tersebut,” kata Triyono.

Berikut adalah beberapa tips yang disampaikan oleh AKP Nur Wahyu Wibowo kepada murid-murid SD 2 Jengkol agar terhindar dari intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual:

  • Hargailah perbedaan. Setiap orang memiliki perbedaan, baik dari segi agama, suku, ras, maupun latar belakang sosial ekonomi. Hargailah perbedaan tersebut dan jangan pernah membeda-bedakan orang berdasarkan perbedaannya.
  • Berani mengatakan tidak. Jika kamu merasa tidak nyaman atau terancam dengan perilaku orang lain, beranilah untuk mengatakan tidak. Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain yang kamu percayai.
  • Laporkan kepada pihak yang berwenang. Jika kamu menjadi korban intoleransi, perundungan, atau kekerasan seksual, segera laporkan kepada pihak yang berwenang, seperti orang tua, guru, atau polisi.

Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada murid-murid SD 2 Jengkol tentang intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual. Sehingga, mereka dapat terhindar dari hal-hal tersebut dan menjadi generasi yang toleran, anti perundungan, dan anti kekerasan seksual.