Bhabinkamtibmas Polsek Kepil Beri Pesan Inspiratif Saat Jadi Irup di SDN Randusari

Bhabinkamtibmas Polsek Kepil, Aipda Nur Rohman, menjadi inspektur upacara di SD Negeri Randusari, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Senin (27/11/2023).

Dalam amanatnya, Aipda Nur Rohman menyampaikan pesan-pesan menginspirasi kepada anak-anak. Ia mengajak anak-anak untuk menjadi generasi muda yang berprestasi, berintegritas, dan cinta tanah air.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, kalian harus berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik. Kalian juga harus berintegritas, yaitu jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Selain itu, kalian juga harus cinta tanah air, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” kata Aipda Nur Rohman.

Ia juga mengajak anak-anak untuk rajin belajar dan berlatih. Dengan belajar dan berlatih, anak-anak akan menjadi pintar dan memiliki keterampilan.

“Rajin belajar dan berlatih adalah kunci kesuksesan. Oleh karena itu, jangan malas belajar dan berlatih. Kalian harus memiliki tekad yang kuat untuk meraih cita-cita,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Aipda Nur Rohman juga berpesan supaya anak-anak dapaat menghindari tindakan kekerasan dan bullying.

“Seperti yang kita ketahui, belakangan viral tindakan bullying sesama pelajar di sekolah, bullying maupun tindakan kekerasan adalah hal yang harus kita perangi ebrsama. Baik bagi korban maupun pelaku, tindakan bullying hanya menimbulkan kerugian,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SD Negeri Randusari, menyampaikan terima kasih kepada Polsek Kepil khususnya Aipda Nur Rohman yang telah menjadi inspektur upacara di sekolahnya.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas di sekolah kami. Amanatanya sangat menginspirasi anak-anak. Kami berharap anak-anak akan menjadi generasi muda yang berprestasi, berintegritas, dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Lalai Menggunakan Tungku Api, Sebuah Rumah Milik Warga Warangan Kecamatan Kepil Dilahap Api

Polsek Kepil Polres Wonosobo memberikan respon cepat dalam menanggapi kebakaran hebat yang melanda sebuah rumah di Dusun Garung, Desa Warangan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Insiden tragis ini terjadi pada hari Sabtu (25/11) sekitar pukul 11.30 WIB.
Ketika menerima laporan tentang kebakaran, petugas dari Polsek Kepil segera bergegas menuju lokasi dan langsung melakukan evakuasi penduduk sekitar. Kapolsek Kepil, IPTU Gunardi, memimpin operasi evakuasi dengan koordinasi yang baik bersama petugas SAR Kecamatan Kepil.
“Dengan sigapnya respons dari tim kami, kita berhasil mengamankan warga sekitar dan mencegah kebakaran menyebar ke rumah-rumah lainnya,” kata IPTU Gunardi dalam keterangannya kepada media.
Diduga penyebab dari kebakaran tersebut akibat kelalaian dari pemilik rumah yang lupa mematikan tungku api sehingga terjadi kebakaran.
Api yang membumbung tinggi membuat pemadaman kebakaran bekerja keras untuk memadamkan api. Meskipun sulit dikendalikan, upaya bersama antara Polsek Kepil dan SAR Kecamatan Kepil berhasil meminimalkan kerusakan yang dapat terjadi di sekitar area kejadian.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun rumah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut, diduga penyebab dari kebakaran tersebut akibat kelalaian dari pemilik rumah yang lupa mematikan tungku api sehingga terjadi kebakaran.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran. Polsek Kepil dan instansi terkait mengingatkan agar masyarakat selalu mematuhi aturan keamanan dan melaporkan potensi bahaya segera untuk mencegah kejadian serupa.

Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman, Polsek Kepil Laksanakan Penyuluhan Kepada Siswa SMP Negeri 2 Kepil

Polsek Kepil turut serta dalam upaya pencegahan perilaku penyimpangan, kenakalan remaja, dan bullying dengan menggelar kegiatan penyuluhan di SMP Negeri 2 Kepil pada hari Jumat (24/11). Kegiatan ini diikuti sebanayak 230 siswa-siswi dan merupakan bagian dari program Polres Wonosobo yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif perilaku menyimpang di kalangan remaja.

Kegiatan dimulai dengan sambutan Kapolsek Kepil, Iptu Gunardi, yang menegaskan peran penting polisi sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. “Pencegahan adalah kunci utama, dan melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMP N 2 Kepil tentang bahaya kenakalan remaja dan bullying serta cara menghindarinya,” ujar Iptu Gunardi.

Kapolsek Kepil memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk kenakalan remaja, faktor pemicu, serta konsekuensi hukum yang dapat dihadapi oleh pelaku. Materi tersebut disajikan secara interaktif agar siswa dapat lebih mudah memahami dan meresapi informasi yang disampaikan.

Sesi berikutnya fokus pada isu bullying, baik fisik maupun verbal, yang seringkali menjadi masalah di lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok, di mana mereka dapat berbagi pengalaman, pemikiran, dan solusi terkait isu bullying.

Selain penyuluhan langsung kepada siswa, kapolsek Kepil juga melibatkan para guru dan staf sekolah dalam sesi khusus. Hal ini bertujuan untuk membangun kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

AKP Budi Santoso menekankan pentingnya peran bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif anak-anak. “Kami tidak hanya ingin memberikan informasi, tetapi juga berusaha membangun hubungan yang baik antara polisi, sekolah, dan masyarakat. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga generasi muda dari ancaman kenakalan remaja dan bullying,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam menciptakan kesadaran dan perubahan perilaku positif di kalangan siswa SMP N 2 Kepil serta lingkungan sekitarnya.

Polda Jateng jelaskan penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa di Tiga Kabupaten

Kota Semarang – Polda Jateng|Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) secara intensif menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan kepala desa di tiga kabupaten yaitu : Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang didapat berdasarkan aduan masyarakat pada 12 April 2023.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Dwi Subagio dalam sebuah konferensi pers di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng pada Jumat, (24/11/2023) pagi.

Atas laporan pengaduan itu, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi di beberapa desa dan pemotongan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jateng yang diterima oleh desa selama tahun anggaran 2020 dan 2021.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa kepala desa, Tim Pengelola Kegiatan (TPK), dan pihak ketiga yang terlibat dalam program Bankeu Provinsi Jateng,” ungkap Kombes Dwi Subagio.

Dugaan korupsi yang dilakukan, lanjutnya, juga mencakup modus operandi yang dilakukan oleh penyedia jasa ketiga, serta dugaan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 13 orang, termasuk pihak swasta dan instansi pemerintah, serta mengumpulkan dokumen terkait sebagai alat bukti.

“Pihak-pihak yang sudah di ambil keterangan sebanyak 13 orang, Dokumen yang diperoleh sementara ini, yaitu fotocopy laporan pertanggungjawaban (LPJ), daftar penerima bantuan keuangan (Bankeu) Gubernur Jateng,” katanya.

Meskipun 13 orang yang di ambil keterangan nya termasuk pihak swasta dan instansi pemerintah, belum ada kepala desa yang diperiksa, Kombes Dwi Subagio menegaskan bahwa penanganan kasus ini sudah berjalan sejak bulan April 2023 dan tidak ada unsur politik dalam penanganan kasus tersebut.

” Dari 13 orang itu pihak yang terkait, ada pihak swasta dan instansi, untuk kades belum. Kami tegaskan kegiatan kami dimulai sejak bulan April 2023 dan tidak ada kaitannya dengan masalah Pemilu,” ujarnya.

Diungkapkan pula bahwa penyelidikan ini masih dalam tahap awal, namun Polda Jawa Tengah memastikan bahwa mereka akan terus mengusut tuntas kasus ini untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas dalam penggunaan dana desa.

“Kami berupaya membantu dan mendukung program yang dikeluarkan provinsi dan kabupaten bahkan kepala desa. Kami berupaya pembangunan ini bisa berjalan sesuai spesifikasi,”

Dirinya juga menegaskan komitmen Polda Jawa Tengah untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan korupsi ini demi menjaga integritas pemerintahan daerah, terutama dalam pengelolaan dana desa untuk mencegah praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Polda Jateng selidiki dugaan korupsi Dana Desa di Tiga Kabupaten: Penyelidikan sejak bulan April 2023

Kota Semarang – Polda Jateng|Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) secara intensif menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan kepala desa di tiga kabupaten yaitu : Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang didapat berdasarkan aduan masyarakat pada 12 April 2023.

Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Dwi Subagio dalam sebuah konferensi pers di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng pada Jumat, (24/11/2023) pagi.

Atas laporan pengaduan itu, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi di beberapa desa dan pemotongan dana Bantuan Provinsi (Banprov) Jateng yang diterima oleh desa selama tahun anggaran 2020 dan 2021.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa kepala desa, Tim Pengelola Kegiatan (TPK), dan pihak ketiga yang terlibat dalam program Bankeu Provinsi Jateng,” ungkap Kombes Dwi Subagio.

Dugaan korupsi yang dilakukan, lanjutnya, juga mencakup modus operandi yang dilakukan oleh penyedia jasa ketiga, serta dugaan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 13 orang, termasuk pihak swasta dan instansi pemerintah, serta mengumpulkan dokumen terkait sebagai alat bukti.

“Pihak-pihak yang sudah di ambil keterangan sebanyak 13 orang, Dokumen yang diperoleh sementara ini, yaitu fotocopy laporan pertanggungjawaban (LPJ), daftar penerima bantuan keuangan (Bankeu) Gubernur Jateng,” katanya.

Meskipun 13 orang yang di ambil keterangan nya termasuk pihak swasta dan instansi pemerintah, belum ada kepala desa yang diperiksa, Kombes Dwi Subagio menegaskan bahwa penanganan kasus ini sudah berjalan sejak bulan April 2023 dan tidak ada unsur politik dalam penanganan kasus tersebut.

” Dari 13 orang itu pihak yang terkait, ada pihak swasta dan instansi, untuk kades belum. Kami tegaskan kegiatan kami dimulai sejak bulan April 2023 dan tidak ada kaitannya dengan masalah Pemilu,” ujarnya.

Diungkapkan pula bahwa penyelidikan ini masih dalam tahap awal, namun Polda Jawa Tengah memastikan bahwa mereka akan terus mengusut tuntas kasus ini untuk memastikan keadilan dan akuntabilitas dalam penggunaan dana desa.

“Kami berupaya membantu dan mendukung program yang dikeluarkan provinsi dan kabupaten bahkan kepala desa. Kami berupaya pembangunan ini bisa berjalan sesuai spesifikasi,”

Dirinya juga menegaskan komitmen Polda Jawa Tengah untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan korupsi ini demi menjaga integritas pemerintahan daerah, terutama dalam pengelolaan dana desa untuk mencegah praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Gotong Royong Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan BPBD Bantu Korban Kebakaran di Dusun Tracap

Bhabinkamtibmas Polsek Kaliwiro Polres Wonosobo, Bripka Kunjono bersama Babinsa Koramil Kaliwiro, mendampingi BPBD Kabupaten Wonosobo menyerahkan bantuan semen kepada korban kebakaran di Dusun Tracap, Jumat (24/11/2023).

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (14/11/2023) malam tersebut menghanguskan satu unit rumah milik Sudarwanto. Dalam kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo menyampaikan bahwa bantuan semen tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap korban kebakaran. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu korban untuk membangun kembali rumahnya yang terbakar,” ujarnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Kaliwiro, Bripka Kunjono menyampaikan bahwa pihaknya turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa Sudarwanto.

“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Bapak Sudarwanto. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Bapak Sudarwanto,” katanya.

Sudarwanto, korban kebakaran, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut sangat berarti baginya dan keluarganya.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga. Semoga bantuan ini dapat membantu kami untuk kembali membangun rumah kami,” kata Sudarwanto.

Waka SPN Polda Jateng Tinjau Siswa Latihan Kerja di Polres Wonosobo

Sebanyak 24 siswa Bintara Polri dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng menjalani latihan kerja di Polres Wonosobo sejak Senin (13/11/2023) lalu. Sesuai rencana para siswa Bintara Polri tersebut akan melaksanakan latihan kerja selama satu bulan ke depan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Waka SPN Polda Jateng, AKBP Abdul Waras, melaksanakan kunjungan ke Mapolres Wonosobo pada Rabu (23/11).

“Kami berharap para siswa berlatih dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi di lapangan terutama dalam tugas kewilayahan,” ungkap Waka SPN.

Dalam sambutannya, Waka SPN Polda Jateng menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan latihan kerja siswa SPN Polda Jateng di Polres Wonosobo.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menyambut baik kunjungan Waka SPN bersama rombongan. Pihaknya siap memperkenalkan cara bertindak dan menghadapi berbagai tantangan dalam bertugas di lapangan.

“Meski hanya satu bulan, namun kami akan memaksimalkan latihan kerja ini. Sehingga para siswa dapat membawa pulang ilmu-ilmu yang penting dalam bertugas kelak,” ungkap Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, WakaSPN Polda Jateng juga memberikan arahan kepada siswa SPN Polda Jateng yang melaksanakan latihan kerja di Polres Wonosobo. Ia berpesan agar siswa SPN Polda Jateng dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menambah pengetahuan serta keterampilan.

“Siswa SPN Polda Jateng harus memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menambah pengetahuan serta keterampilan,” kata Waka SPN Polda Jateng.

Kapolres menjelaskan, setiap harinya para siswa terbagi menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan latihan kerja. Mereka ditugaskan untuk belajar dan berlatih di masing-masing fungsi setiap harinya.

“Para siswa kita kenalkan tugas-tugas kepolisian pada setiap bagian dan satuan fungsi. Agar nantinya setelah lulus pendidikan sudah siap apabila di tempatkan pada fungsi manapun,” pungkas Kapolres.

Gelar Sosialisasi Tertib Lalu Lintas, Satlantas Wonosobo Beri Hadiah Bagi Masyarakat yang Tertib

Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo menggelar sosialisasi tertib lalu lintas di Jalan Tumenggung Jogonegoro, Selasa (21/11/2023). Sosialisasi ini menyasar 100 orang pengguna jalan baik roda 4 maupun roda 2.

Kasatlantas Polres Wonosobo, Iptu Edi Nugroho, mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Ia mengingatkan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, seperti menggunakan helm saat berkendara sepeda motor, menggunakan sabuk pengaman jika berkendara mobil, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan.

“Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari pelanggaran seperti penggunaan handphone saat mengemudi, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang, serta melanggar batas kecepatan yang ditetapkan,” kata Iptu Edi.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas Satlantas juga membagikan hadiah kepada pengendara yang sudah tertib berlalu lintas. Hadiah yang diberikan tersebut sebagai apresiasi atas ketertiban masyarakat pengguna jalan.

Selain itu, Satlantas Polres Wonosobo bekerja sama dengan UPPD Kabupaten Wonosobo dan Jasa Raharja menyediakan loket untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Petugas mengimbau kepada masyarakat yang pajak kendaraannya telat untuk segera membayarnya. Sejumlah 12 pengguna jalan terpantau membayarkan pajaknya di loket yang telah disediakan.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sehingga dapat mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Wonosobo,” kata Iptu Edi.

Sosialisasi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak masyarakat yang mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

140 Pelajar dari SMP 2 Kalikajar Ikuti Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Kekerasan dan Bullying di Polres Wonosobo

Sebanyak 140 pelajar dari SMP 2 Kalikajar mengikuti sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan bullying di gedung serba guna Mapolres setempat pada Selasa (21/11) pagi. Kegiatan tersebut digelar Polres Wonosobo bekerja sama dengan SMP 2 Kalikajar.

Kapolres Wonosobo melalui Kasat Binmas, AKP Bambang, menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya tindak pidana kekerasan dan bullying.

“Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar para pelajar dapat memahami tentang apa itu tindak pidana kekerasan dan bullying, serta apa saja akibat yang ditimbulkannya,” ujar AKP Bambang.

Pada kesempatan tersebut, para pelajar juga diberikan materi tentang cara mencegah tindak pidana kekerasan dan bullying. Materi tersebut disampaikan oleh Unit PPA Satreskrim, Aipda Andi Irawan.

Aipda Andi Irawan menyampaikan bahwa tindak pidana kekerasan dan bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, para pelajar perlu mengetahui cara untuk mencegahnya.

Aipda Andi Irawan menyampaikan bahwa tindak pidana kekerasan dan bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, para pelajar perlu mengetahui cara untuk mencegahnya.

“Oleh karena itu, para pelajar harus waspada dan berani melaporkan kepada pihak sekolah jika melihat atau mengalami tindak pidana kekerasan dan bullying,” ungkap Aipda Andi.

Sosialisasi tersebut disambut baik oleh para pelajar. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang bahaya tindak pidana kekerasan dan bullying. Di akhir sosialisasi, mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber seputar tindak pidana kekerasan dan bullying.

Lebih lanjut, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya tindak pidana kekerasan dan bullying, serta cara untuk mencegahnya.

Wakasatgas Pamwil Ops Aman Bacuya 2023; Ribuan Personel Kepolisian Siap Amankan 16 Besar Piala Dunia U-17 di Manahan

SURAKARTA – Polda Jateng|Stadion Manahan bersiap menjadi arena bagi dua pertandingan babak 16 Besar Piala Dunia U-17. Timnas Jepang, Ekuador, Spanyol dan Brasil akan menjalani laga hidup mati untuk menjalani laga penentuan menuju perempat final pada Senin (20/11/2023)

Brasil akan bertanding lawan Ekuador pada pukul 15.30 WIB, sedangkan Spanyol akan melawan Jepang pada pukul 19.00 WIB

Terkait pengamanan pertandingan, Polda Jawa Tengah melakukan apel konsolidasi di Mapolresta Surakarta yang diikuti 1300 personel, Kegiatan dipimpin Wakasatgaspamwil yang di jabat Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Dwi Subagio, Sik pada Senin pagi (20/11/2023)

Dalam kegiatan itu, tampak pula sejumlah anjing dari tim K-9 yang akan ditugaskan untuk melacak bahan peledak dan benda berbahaya sebelum pertandingan dimulai

Kombespol. Dwi Subagio, mengungkapkan pihaknya melakukan persiapan dini agar pengamanan pertandingan dapat betul-betul berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

“Sedangkan para personel yang melakukan pengamanan, mempunyai tugas masing-masing seperti pengamanan, pemeriksaan, penjagaan dan patroli perimeter stadion, pengamanan area publik serta area khusus,” kata Kombes Dwi.

“Para personel bergeser ke stadion Manahan setelah melaksanakan apel untuk menempati pos yang sudah ditentukan,” terangnya

Sementara itu dalam keterangan nya, Kasubsatgas Humas yang di jabat Kabid Humas Kombespol. Satake Bayu mengatakan bahwa pertandingan babak 16 besar merupakan laga yang sangat menarik sehingga penonton yang hadir di stadion kemungkinan bertambah.

“Pertandingan yang digelar melibatkan dua negara yang mempunyai tradisi sepakbola yang sangat bagus yaitu Spanyol dan Brasil, Jadi kemungkinan ada peningkatan jumlah penonton,” tandasnya

Dirinya meminta peran serta dan doa masyarakat agar gelaran laga 16 besar yang dilaksanakan di stadion Manahan dapat berjalan lancar sesuai harapan.

“Mohon dukungan dan doa semoga semua berjalan lancar baik dari sisi pelaksanaan pertandingan maupun keamanan, Kita semua berharap yang terbaik karena pelaksanaan piala dunia U-17 ini membawa nama harum Indonesia di level internasional,” Pungkas Kabid Humas.