Polda Jateng Siapkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kekeringan di Musim Kemarau

POLDA JAWA TENGAH – Kondisi cuaca kemarau yang berdampak pada kekeringan dan potensi kebakaran lahan, disikapi Polda Jateng dengan melakukan pemetaan daerah yang beresiko kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu Polda Jateng juga menyiapkan berbagai bantuan sosial kemanusiaan bagi warga di daerah yang mengalami kesulitan air atau kekeringan lahan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat memimpin apel pagi di Mapolda setempat meminta seluruh polres memetakan daerah-daerah yang mengalami kesulitan air dan segera menerjunkan bantuan bagi kawasan tersebut.

“Akan digelar berbagai operasi kemanusiaan serta pemberian bantuan sosial untuk warga yang terdampak kekeringan. Segera lakukan pemberian bantuan air bersih untuk masyarakat,” kata Kapolda, Senin pagi (7/8/2023)

Kapolda juga menyebut langkah-langkah diatas adalah aksi yang ditunggu masyarakat dan salah satu bentuk cooling system menjelang Pemilu 2024.

Selain itu, dirinya meminta jajaran untuk aktif berkoordinasi dan melakukan aksi nyata untuk mengantisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan.

“Lakukan lapor cepat temu cepat. Begitu ada kejadian kebakaran, kehadiran Polri wajib ada di lokasi. Silahkan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di wilayahnya,” tegasnya.

Sebelas Personel Satres Narkoba Polres Wonosobo Terima Penghargaan

Sebanyak sebelas personel Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo menerima penghargaan atas prestasi ungkap kasus narkotika dengan barang bukti berupa sabu seberat 101,51 gram. Pemberian piagam penghargaan tersebut dilaksanakan pada Senin (7/8) pagi di halaman Mapolres setempat.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, memberikan penghargaan tersebut secara langsung kepada para personel yang telah menunjukan prestasi dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Wonosobo. Penghargaan merupakan wujud apresiasi atas dedikasi dan prestasi yang telah diraih dalam penegakan hukum dan penindakan kasus narkotika di Wonosobo

“Saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan Satres Narkoba yang beberapa waktu lalu berhasil menggagalkan peredaran narkotika dengan barang bukti yang cukup besar,” ungkap Kapolres.

Tindakan tegas dan profesional yang dilakukan Satres Narkoba yang berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar tersebut telah menyelamatkan banyak nyawa dan masa depan generasi muda.

Kasatres Narkoba, AKP Teguh Sukosso, mengungkapkan bahwa pengharaan ini akan menjadi dorongan besar khususnya bagi anggota Satres Narkoba untuk terus berkomitmen memberantas peredaran narkoba di Wonosobo.

Lebih lanjut Kapolres berharap adanya penghargaan ini menjadi motivasi dan dukungan untuk personel Polres Wonosobo dalam menjalankan tugas melindungi dan melayani masyarakat.

“Semoga dengan adanya penghargaan ini upaya pemeberantasan narkotika di wilayah Wonosobo semakin terbantu dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya Polri dalam melindungi dan mengayomi masyarakat dari ancaman peredaran narkoba,” tandas Kapolres.

Kapolda Sumbar pastikan Anggotanya tidak ada yang Pijak Tempat Ibadah di Mesjid Raya Sumbar

Sumbar – Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH memastikan bahwa anggotanya tidak ada melakukan penginjakan tempat ibadah shalat di Mesjid Raya Sumbar.

Hal tersebut disampaikan Irjen Pol Suharyono, usai melakukan peninjauan tempat berkumpul dan istirahat bagi masyarakat pendemo asal Pigogah Patibubur, Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (5/9).

Terkait dengan video viral personel masuk ke area suci masjid raya, Kapolda Sumbar bersama dengan pengurus Mesjid Raya Sumbar menyampaikan kalau yang digunakan oleh masyarakat untuk tidur bukan area suci tempat shalat, melainkan aula yang memang digunakan sebagai tempat bertemunya atau pelaksanaan kegiatan oleh Pemprov. Bahkan, masyarakat yang masuk kesana juga dengan sandal dan alas kaki.

“Simpang siur terkait dengan nginjek nginjek tempat ibadah sudah saya jelaskan bahwa itu adalah lantai dasar dan bukan tempat ibadah,” katanya menjelaskan.

Sama halnya yang disampaikan oleh Pengurus Harian Mesjid Raya Sumbar, Rizardi Maarif, bahwa lokasi dibawah Mesjid merupakan sebuah aula untuk perkumpulan.

“Jadi kita menaruh mereka (masyarakat) tidur di lantai saja kan gak bagus juga, makanya kita kasih karpet. Jadi bukan tempat sholat, itu tempat pertemuan,” terangnya.

Sebelumnya, Irjen Pol Suharyono menjelaskan bahwa hari ini Polda Sumbar telah mengamankan kepulangan masyarakat Pigogah Nagari Air Bangis yang sudah 6 hari melaksanakan unjuk rasa di Kota Padang.

“Kegiatan ini berlangsung dengan aman dan terkendali, semua masyarakat yang tidur dan menginap sementara di masjid raya sudah kita pulang kan dan di kawal oleh PJR, Brimob, Samapta dan kita pastikan aman sampai ke Pasaman Barat,” ujarnya.(*)

Bhabinkamtibmas Gandeng Masyarakat Cegah Bahaya Radikalisme, Terorisme dan Intoleransi

Polres Wonosobo telah meningkatkan patroli dialogis sebagai upaya untuk mengantisipasi dan menanggulangi bahaya radikalisme, terorisme, dan intoleransi di wilayah Kabupaten Wonosobo. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanggulangan potensi ancaman yang dapat membahayakan keamanan dan stabilitas masyarakat.

 

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito mengatakan bahwa patroli dialogis menjadi salah satu instrumen efektif dalam membangun hubungan yang harmonis dan memperkuat sinergi dengan masyarakat.

 

“Patroli dialogis bukan hanya sekadar patroli keamanan, tetapi juga sarana untuk berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan warga. Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui penguatan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat.” Ungkapnya

 

Dalam patroli dialogis, polisi tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, tetapi juga melakukan edukasi tentang bahaya radikalisme, terorisme, dan intoleransi. Penyuluhan akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan agar masyarakat semakin paham dan sadar akan pentingnya menjaga kerukunan serta melawan segala bentuk tindakan radikalisme yang dapat mengancam kedamaian.

 

Kapolres juga menegaskan bahwa peran aktif masyarakat dalam melaporkan potensi ancaman atau perilaku yang mencurigakan sangat dibutuhkan.

“Peran serta aktif warga dalam memberikan informasi kepada pihak kepolisian merupakan langkah konkrit dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar,” tambahnya.

 

Kepolisian juga bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas-komunitas lokal untuk memperkuat pendekatan preventif. Dengan berkolaborasi, diharapkan pesan-pesan moderat dan toleransi dapat lebih mudah disampaikan dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

*Jaringan Pengeboman Polsek Astanaanyar Dibongkar Densus 88, 5 Tersangka Diamankan

fSURAKARTA – POLDA JATENG – Densus 88 Mabes Polri berhasil membongkar jaringan teroris yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, pada 7 Desember 2022 lalu.

Pengungkapan ini, digelar dalam konferensi pers yang dipimpin Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, di Mapolresta Surakarta, Jumat (4/8/2023).

Dalam kesempatan itu, Jenderal bintang satu tersebut didampingi PPID Densus 88 Kombes Aswin Azhar Siregar, Kapolresta Surakarta Kombes Iwan Saktiadi serta pengamat terorisme Islah Bahrawi

“Ada lima tersangka telah diamankan dan tengah diperiksa oleh Densus 88. Mereka merupakan jaringan kelompok yang melakukan bom bunuh di Polsek Astana Anyar,” kata Ahmad Ramadhan

Kelima tersangka tersebut, lanjut dia, berinisial S, AS alias AM, TN, PS, AG, dan R.

Terkait kronologi penangkapan para tersangka, Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa tersangka S ditangkap pada 1 Agustus 2023 sekitar pukul 16.00 wib

“Selanjutnya tim Densus melakukan penggeledahan di rumah S yang berlokasi di Banyudono Boyolali,” tuturnya.

Dari hasil pengembangan, Densus kemudian melakukan sejumlah penegakan hukum atau penangkapan terhadap empat tersangka lain pada tanggal 2 dan 3 Agustus di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali.

“Tersangka R ditangkap terakhir. Dia merupakan istri dari AG. Ditangkap pada tanggal 3 Agustus di Boyolali,” terangnya

Selama operasi, kata Ahmad Ramadhan, tim Densus 88 berhasil menyita beberapa barang bukti penting, termasuk peralatan elektronik, bahan-bahan kimia, dan alat-alat yang digunakan dalam merakit bahan peledak.

Sementara itu, PPID Densus 88, Kombes Aswin Azhar Siregar menyebut Densus 88 akan melakukan interogasi terhadap para tersangka dan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang bukti yang telah disita.

“Selain itu juga akan dilakukan pemetaan jaringan teroris dan melanjutkan penegakan hukum terhadap tersangka lain yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar,” tegasnya

Dukung Program ODF, Bhabinkamtibmas Leksono Bongkar Jamban Tidak Sehat

Bhabinkamtibmas desa Jonggolsari Leksono, Bripka Yuda Timor, ikut serta membongkar jamban dalam rangka kegiatan verifikasi ODF (Open Devucation Free pada Jumat (4/8).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dengan tim verifikasi dari tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Menurut Bripka Yuda, kegiatan pembongkaran jamban tak sehat ini dilakukan sebagai langkah menuju daerah bebas kemiskinan.

“Seperti yang kita ketahui, bahwa salah satu indikator daerah miskin adalah adanya praktik yang tidak sehat seperti jamban yang dibangun di atas kolam ikan dan sebagainya,” ungkap Bripka Yuda.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Wonosobo meluncurkan program ODF atau Open Devucation Free atau stop buang air besar sembarangan sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang timbul karena kebiasaan tidak sehat tersebut.

“Tinja yang dikonsumsi oleh ikan akan mengandung bakteri patogen yang tidak bisa dicerna oleh ikan tersebut sehingga akan membahayakan bila ikan tersebut dikonsumsi manusia,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Polsek Leksono melakukan pendampingan dan mendukung penuh proses pembongkaran jamban tidak sehat di wilayah Kecamatan Leksono.

“Kami siap mendampingi dan selalu mendukung langkah yang diambil oleh pemerintah kecamatan Leksono maupun pemkab Wonosobo untuk menuju Wonosobo yang lebih sehat,” pungkasnya.

Trek Ujian Praktik SIM Berubah, Dirlantas Polda Jateng : “Masyarakat Lebih Mudah Lulus Ujian Praktik”

POLDA JATENG – KOTA SEMARANG | Polda Jateng menerapkan perubahan materi pengujian SIM C bagi masyarakat. Perubahan tersebut dilaksanakan secara serentak mulai malam tadi di seluruh Satpas SIM di jajaran Polda Jateng.

Hal tersebut disampaikan Dirlantas Kombes Pol Agus Suryo Nugroho saat mengunjungi Satpas SIM Polrestabes Semarang di Komplek Kota Lama, Kota Semarang pada Kamis (3/8/2023) malam.

“Saat ini seluruh jajaran Lalu Lintas di Jawa Tengah melakukan perubahan sistem pengujian praktik SIM yang serentak dilakukan mulai hari ini. Semoga dengan perubahan ini masyarakat akan lebih mudah dalam praktik ujian SIM,” ujarnya.

Adapun perubahan yang dilakukan yaitu lintasan ujian praktik menjadi sebuah sirkuit yang mengakomodir materi ujian praktik dengan ukuran yang sudah diperlebar dan tanpa materi Zigzag test atau sialom test.

“Untuk lintasan yang berbentuk angka 8 diganti dengan lintasan yang membentuk huruf S dan ukuran juga diperlebar dari ukuran lama 1,5 meter menjadi 2,5 meter kali lebar kendaraan,” jelasnya.

Selanjutnya untuk uji pengereman, panjang lintasan menjadi 20 meter dan jarak antar patok menjadi 2,5 meter. Pada uji U-Turn, melewati lintasan sepanjang 10 meter, dengan lebar tikungan belok 2 meter dan jarak antar patok menjadi 3 meter.

Sementara dalam uji huruf S, panjang lintasan sepanjang 35 meter. Untuk uji reaksi rem menghindar melintasi trek sepanjang 24 meter yang terdiri dari trek lurus sepanjang 16 meter, lintasan menghindar sepanjang 4 meter dan jarak antar patok 3 meter.

Dalam kunjungan tersebut Dirlantas turut mencoba langsung trek ujian praktik yang baru. Hasilnya, trek dapat lebih mudah dilalui namun tetap membutuhkan keterampilan dan kemahiran dalam berkendara.

“Ujian praktik cukup mudah pasti lulus, (bagi pemohon SIM) juga diberi waktu khusus untuk latihan,” kata Agus.

Terkait perubahan materi ujian praktik SIM diseluruh jajaran Polda Jateng, Kabidhumas Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengungkapkan bahwa perubahan tersebut menindaklanjuti perintah Kapolri untuk meninjau materi ujian praktik sebagai syarat bagi warga untuk mendapatkan SIM.

Dirinya berharap perubahan tersebut makin mempermudah kelulusan warga masyarakat yang mengikuti ujian praktik SIM.

“Masyarakat dihimbau tetap berlatih meningkatkan ketrampilan berkendara. Nanti juga ada waktu khusus untuk latihan. Jadi jangan ragu atau was was saat akan mengikuti ujian SIM,” tandas Kabidhumas.

HUT ke-75, Polwan Polres Wonosobo Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Polwan Republik Indonesia, Bhayangkari Cabang Wonosobo menyelenggarakan acara olahraga bersama di halaman Mapolres Wonosobo pada Jumat (4/8). Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polwan dan Bhayangkari serta mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga.

Kemeriahan perayaan HUT Polwan ke-75 dirasakan oleh seluruh anggota Polres Wonosobo. Dengan semangat kebersamaan, para personel Polres Wonosobo berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh Bhayangkari Cabang Wonosobo. Acara olahraga ini diikuti oleh seluruh anggota Polwan dan anggota Bhayangkari serta personel Polres Wonosobo.

Kegiatan olahraga bersama tersebut meliputi senam aerobik dan berbagai permainan ketangkasan yang cukup menyenangkan. Suasana semakin meriah dengan adanya door prize menarik yang disiapkan oleh panitia acara. Seluruh peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat, semakin menguatkan semangat kebersamaan antara Polwan dan Bhayangkari.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menyampaikan ucapan selamat HUT Polwan ke-75 kepada seluruh anggota Polwan di jajaran Polres Wonosobo. Ia juga berterima kasih kepada Bhayangkari Cabang Wonosobo yang telah menyelenggarakan acara olahraga bersama ini dengan sangat baik.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan dapat dijadikan motivasi dalam melaksanakan tugas serta pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.

Ketua Bhayangkari Cabang Wonosobo, Ny. Shanti Eko Novan, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme seluruh anggota dalam acara ini.

“Melalui olahraga bersama, kita dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sekaligus mempererat rasa persaudaraan antara Polwan dan Bhayangkari,” katanya.

Acara olahraga bersama dalam rangka HUT Polwan ke-75 ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus dipertahankan dan dijadikan momen untuk meningkatkan kebersamaan dan kekompakan antara Polwan dan Bhayangkari dalam mendukung tugas-tugas kepolisian serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Perayaan HUT Polwan ke-75 ini juga mencerminkan semangat profesionalisme dan dedikasi wanita-wanita anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Semoga semangat ini terus terjaga dan semakin menginspirasi generasi-generasi Polwan mendatang.

Uluran Tangan Jenderal Sigit Kepada Mahasiswa Korban Jeratan Kabel Optik

Jakarta. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menaruh perhatian atas peristiwa kecelakaan yang menimpa Sultan Rif’at Alfatih. Beberapa hari lalu, kabel optik menjerat di leher Sultan yang menyebabkan tidak bisa berbicara, makan dan minum, hingga susah bernafas.

Rasa simpati Jenderal Sigit atas peristiwa itu membuatnya memerintahkan jajaran Kedokteran dan Kesehatan Polri (Dokkes Polri) serta Polres Jakarta Selatan (Jaksel) turun tangan memberikan bantuan. Bahkan, Polri akan memfasilitasi pengobatan Sultan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hal itu pun ditindaklanjuti Bidang Dokkes Polda Metro Jaya dan Kapolres Jaksel Kombes. Pol. Ade Ary.

Tim Dokkes dan Polres Jaksel menyambangi kediaman Sultan di Bintaro pagi ini (3/8/23). Mereka melakukan pengecekan untuk membantu proses pemulihan mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut.

Dengan gerakan tangan, Sultan menyatakan hanya bisa nyaman berbaring telentang saat tidur. Bahkan, sang ayah, Fatih (49), menceritakan bahwa Sultan kerap tersedak saat makan dan minum.

Tim Dokkes pun menanyakan kepada ayah Sultan apa saja yang dikeluhkan usai peristiwa tersebut. Dengan menyambut baik bantuan dari jajaran kepolisian, ayah Sultan menjelaskannya dan berharap bantuan dari Kapolri ini bisa membantu anaknya pulih seperti sedia kala.

Fatih juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran atas bantuan yang diberikan kepada anaknya. Ia berharap, bantuan ini dapat sangat membantu Sultan lebih semangat, kembali pulih, dan bisa melanjutkan kuliahnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolri, kemudian kepada Pak Kapolda, dan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang sudah beratensi kepada kami, kepada anak kami khususnya, Sultan Rif’at Alfatih. Kami betul-betul respek dan terima kasih yang luar biasa. Mudah-mudahan atensi Pak Kapolri dan Pak Kapolda bisa membuat anak saya lebih semangat, lebih sehat, dan kembali pulih untuk bisa melanjutkan masa-masa emasnya berkuliah,” jelas Fatih.

Untuk diketahui, Sultan merupakan korban kecelakaan motor di Jalan Antasari, Jaksel, pada 5 Januari 2023. Ia terjerat kabel optik yang menggelantung dan mengenai lehernya.

Akibatnya, Sultan mengalami trauma laring dan kini tidak bisa mengeluarkan suara, menelan, dan kesulitan bernafas. Remaja 21 tahun itu akhirnya menjalani perawatan jalan dan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Polres Wonosobo Gelar Penyuluhan Kesehatan Bagi Anggota

Sebagai langkah pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan anggota Polri, Polres Wonosobo menggelar penyluhan kesehatan yang dilaksanakan pada Selasa (1/8) pagi.

Acara yang berlangsung di gedung serbaguna Polres Wonosobo tersebut dihadiri oleh Dokter penyakit dalam RSUD KRT. Setjonegoro, Dr. Arlyn Yuanita, Sp. PD., staf BPJS, Ketua dan pengurus PP Polri, pejabat utama Polres serta ratusan anggota Polres Wonosobo.

Kapolres Wonosobo melalui Kabag SDM, Kompol Deni Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digelar sebagai langkah untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan kepada para anggota Polri.

“Seringkali karena kesibukan kerja sebagai anggota Polri kita melupakan kesehatan, dalam kegiatan ini anggota Polri kembali diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik,” ungkap Kompol Deni.

Dalam materi yang disampaikan, Dr. Arlyn memaparkan sejumlah tips untuk menghindari penyakit tidak menular diantaranya adalah berhenti merokok, menghindari stres, memberlakukan pola makan sehat dan lain sebagainya. Pihaknya juga mengajak di sela kesibukan sebagai anggota Polri untuk menyempatkan waktu untuk berolahraga ringan.

“Jadi selain berolahraga, menjaga pola makan juga wajib dilakukan sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit, jangan sampai karena sibuk bekerja makan jadi asal-asalan,” jelas Dr. Arlyn.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Polri memahami klasifikasi penyakit menular dan tidak menular serta dapat menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.