Pengalaman Menarik; TK Kemala Bhayangkari 88 Jelajahi Alat Dalmas

Anak-anak TK Kemala Bhayangkari 88 Wonosobo mengalami pengalaman yang luar biasa dengan mengunjungi Polres Wonosobo dan melihat secara langsung berbagai alat yang dimiliki oleh unit Dalmas Sat Samapta Polres Wonosobo pada Selasa (29/8). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang peran dan pentingnya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, lebih dari 50 siswa dari TK Kemala Bhayangkari 88 Wonosobo disambut hangat oleh petugas kepolisian di Polres Wonosobo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sejak usia dini, serta membangun hubungan yang positif antara polisi dan anak-anak.
Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai alat yang digunakan oleh Dalmas, unit kepolisian yang bertanggung jawab untuk mengendalikan kerusuhan, demonstrasi, dan situasi-situasi yang memerlukan penanganan khusus. Mereka dengan antusias melihat peralatan seperti tameng, helm pengaman, senjata, dan kelengkapan seragam yang digunakan oleh anggota unit Dalmas dalam menjalankan tugas-tugas mereka.
Kapolres Wonosobo, melalui Kasat Binmas, AKP Suwandi, mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan anak-anak pada peran penting kepolisian dalam melindungi masyarakat. Pihaknya juga berharap kunjungan ini dapat membantu menginspirasi generasi muda untuk menghargai dan mendukung kerja keras para petugas kepolisian.
Salah satu guru dari TK Kemala Bhayangkari 88, menyatakan rasa terima kasihnya atas kesempatan ini.
“Anak-anak sangat antusias dan senang bisa melihat alat-alat polisi secara langsung. Ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka dan akan membantu mereka memahami peran penting polisi dalam masyarakat,” ungkapnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi praktek langsung, anak-anak dapat melihat langsung tugas unit Dalmas saat mengendalikan masa.
“Pada kesempatan ini anak-anak berperan menjadi masa yang diamankan oleh petugas Dalmas, diharapkan pengalaman positif ini akan membentuk persepsi yang baik tentang kepolisian di benak anak-anak,” lanjut AKP Suwandi.
Dengan semangat baru dan pengetahuan yang diperoleh, anak-anak dari TK Kemala Bhayangkari 88 Wonosobo pulang dengan cerita-cerita seru tentang kunjungan mereka ke Polres Wonosobo dan kegembiraan dalam belajar tentang alat milik Dalmas. Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membentuk generasi yang mendukung dan menghormati peran kepolisian dalam masyarakat.

As SDM Ingatkan Pentingnya Peran Polwan Dalam Mengawal Pemilu Damai 2024

Jakarta. Asisten Kapolri bidang SDM (As SDM) Irjen. Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa peran polwan dalam pengamanan Pemilu damai 2024 sangatlah penting. Polwan akan memiliki porsi yang sama dengan polisi laki-laki dalam mengawal pesta demokrasi yang aman dan damai.

“Peran polwan sangat besar sama dengan laki-laki, kehadiran di tengah masyarakat, bhabinkamtibmas, di TPS,” ujar As SDM dalam sambutannya di diskusi HUT Polwan, Selasa (29/8/23).

Menelisik kembali Pemilu 2019, As SDM menyebut, polwan dalam menjaga keamanan dari tingkat Bhabinkamtibmas sangat diapresiasi. Jajaran polwan bekerja keras tanpa lelah dan takut mengawal serta menghadapi tantangan.

Lebih lanjut As SDM menuturkan, tak dipungkiri bahwa tahapan pilkada dan sengketa pemilu menjadi yang sangat memerlukan peran Polri. Sebab, dalam dua tahapan itu, relawan yang sangat militan rentan terjadi gesekan.

“Pembekalan pemilu ini temen-teman harus pahami agar selalu siap,” ungkapnya.

Tak lupa, Jenderal Bintang Dua ini mengingatkan pesan dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran selalu menambah dan menekankan kompetensi. Bahkan, As SDM memastikan selalu memberikan dukungan penuh kepada anggota yang ingin melanjutkan pendidikan di dalam ataupun luar negeri.

Dalam penekanan Jenderal Sigit, seluruh anggota harus memiliki kompetensi etik. Kemudian, yang kedua kompetensi teknis.

“Ketiga, kompetensi leadership. Meski perempuan harus bisa mimpin, baik itu diri sendiri, satuan kamu, sampe nanti kamu dikasih kesempatan mimpin seperti bu Ida Utari,” jelas As SDM.

Kapolda Jateng Gelar Silaturahmi Dengan Habib Luthfi bin Yahya

PEKALONGAN – Polda Jateng – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dan silaturahmi di kediaman Habib Luthfi bin Yahya, Senin (28/8/2023).

Dengan didampingi oleh PJU Polda Jateng kegiatan silaturahmi Kapolda Jateng disambut dengan hangat oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau sering disapa Habib Luthfi bin Yahya.

Kegiatan kunjungan tersebut dalam rangka persiapan Multaqo Sufi Al-Alamy atau Muktamar Sufi Internasional yang akan dihelat di Kota Pekalongan mulai 28 Agustus sampai dengan 1 September 2023 yang rencananya akan dibuka oleh presiden Ir. Joko Widodo.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, rangkaian kegiatan Multaqo Sufi Al Alamy tahun 2023 merupakan penyelenggaraan yang ke dua kalinya di Kota Pekalongan, ada 68 delegasi dari 40 negara akan hadir ke Kota Pekalongan.

“Pihak kepolisian dibantu dengan stakeholder terkait memastikan kesiapan pengamanan dalam rangka rangkaian kegiatan muktamar sufi internasional di wilayah Kota Pekalongan bisa berjalan dengan aman, baik, dan kondusif,” ujar Kombespol Satake Bayu Setianto.

Kabidhumas menambahkan dalam kegiatan silaturahmi ini Kapolda Jateng juga membahas beberapa agenda kedepan diantaranya proses pembangunan monumen Hoegeng yang dibangun di area Stadion Hoegeng Pekalongan, atas inisiasi dari jajaran Polda Jawa Tengah dan akan diresmikan 10 November nanti.

“Dalam kunjungannya bapak Kapolda meminta dukungan dengan dibangunnya Monumen Hoegeng di Kota Pekalongan, dimana sosok Jenderal Hoegeng ini merupakan tokoh legendaris yang memiliki jiwa patriotik, penuh kesederhanaan, jujur, berani, dan hal-hal positif lainnya dan harapannya bisa menginspirasi ketauladanan sosok Jenderal Hoegeng bagi kita dan generasi penerus bangsa,” pungkas Kabidhumas.

Ikut Serta dalam Wonosobo Night Fashion Carnival, Polres Wonosobo Usung Tema Polri Penjaga Perdaban

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, acara “Wonosobo Night Fashion Carnival” digelar dengan meriah di Wonosobo. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Polres Wonosobo yang turut tampil dengan kegiatan menarik di alun-alun Wonosobo Sabtu (26/8) malam.
Acara ini bertujuan untuk menggali dan menampilkan kreativitas serta keragaman budaya masyarakat Wonosobo melalui mode, fashion dan kostum yang unik dan menarik. Kurang lebih 87 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, seniman, komunitas maupun perancang busana tampil dengan berbagai kostum menarik, salah satu peserta yang turut tampil dalam acara ini adalah Polres Wonosobo.
Dengan mengusung tema Polri Pengawal Peradaban Budaya Indonesia dan kolaborasi antara anggota kepolisian, Polres Wonosobo menyajikan penampilan yang istimewa. Mereka mengenakan seragam dari berbagai kesatuan dan fungsi kepolisian, sembari memberikan pesan-pesan positif kepada masyarakat terkait pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi aktif Polres dalam acara “Wonosobo Night Fashion Carnival”. Ia berharap melalui penampilan ini, masyarakat dapat semakin mendekatkan diri dengan kepolisian dan merasakan bahwa kepolisian adalah bagian integral dari masyarakat yang selalu siap memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik.
”Selain mengenakan seragam dari berbagai fungsi, Polres Wonosobo juga menampilkan 2 anggota Polri dengan kostum yang terinspirasi dari berbagai suku dan budaya di Indonesia, dan ada anggota yang menarikan tarian sontoloyo atau lengger,” ungkap Kapolres.
Menurut Kapolres, hal ini merupakan perwujudan dari seniman yang polisi dan polisi yang seniman sebagai penjaga peradaban budaya bangsa. Pihaknya ingin memastikan generasi muda tidak kehilangan warisan luhur budaya bangsa. Tak hanya peragaan, personel Polres Wonosobo juga membagikan permen, balon dan brosur berisi pesan kamtibmas kepada masyarakat yang menonton.
“Polri bukan hanya sebagai pelindung, pengayom tapi juga sebagai penjaga perdaban dan pejuang kemanusiaan, melalui seni kami ingin lebih dekat dengan masyarakat,” lanjutnya.
Dengan keikutsertaan Polres Wonosobo turut memberikan warna baru dalam acara tahunan Wonosobo Night Fashion Canival, menjadikan momen ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan kesatuan di tengah masyarakat.

POLSEK WADASLINTANG AMANKAN GIAT KARNAVAL MERIAHKAN HUT RI KE-78 DI DUSUN JEBENGAN, DESA TRIMULYO

Anggota Polsek Wadaslintang telah melaksanakan pengamanan  dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-78 di Dusun Jebengan, Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang. Giat karnaval yang diadakan sebagai bagian dari perayaan HUT RI tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh ratusan warga masyarakat setempat.

 

Giat karnaval dimulai pada pukul 08.00 pagi di Lapangan Dusun Jebengan dan dilanjutkan dengan parade mengitari desa. Puluhan kelompok masyarakat ikut serta dalam karnaval ini, mengenakan kostum dan atribut yang beragam, serta menghias kendaraan mereka dengan ornamen-ornamen meriah.

 

Kapolsek Wadaslintang, Iptu Kasmin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel keamanan guna memastikan bahwa giat karnaval dapat berlangsung lancar dan aman bagi semua peserta dan penonton.

 

“Kami telah bekerja sama dengan pihak desa dan panitia untuk menyusun rencana pengamanan yang matang. Tujuan utama kami adalah untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya gangguan keamanan selama perayaan ini berlangsung,” ujarnya.

 

Tidak hanya memberikan pengamanan, anggota polsek juga membantu mengatur lalu lintas selama karnaval berlangsung. Beberapa ruas jalan di sekitar rute karnaval ditutup sementara untuk memberikan ruang bagi peserta karnaval. Hal ini dilakukan demi kelancaran pergerakan peserta dan untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.

 

Masyarakat setempat sangat mengapresiasi upaya anggota Polsek Wadaslintang dalam menjaga keamanan selama perayaan HUT RI dan giat karnaval ini. Mereka merasa lebih nyaman dan aman dalam merayakan moment bersejarah bagi bangsa ini. Kehadiran polisi yang terlihat aktif dan sigap turut serta dalam suasana karnaval turut menambah semarak perayaan.

 

Dengan berakhirnya karnaval, Polsek Wadaslintang juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, serta turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian negara, sejalan dengan semangat kemerdekaan yang telah diraih 78 tahun lalu.

Bhabinkamtibmas Garung Wonosobo Evakuasi ODGJ

Kapolsek Garung, AKP Nur Wahyu Wibowo, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Garung, Aipda Heri Supriyanto, Bhabinsa dan petugas dari Puskesmas Garung, melakukan tindakan heroik dengan berhasil mengevakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kampung Boralan, Garung.
Evakuasi tersebut dilakukan pada Jumat (25/8) siang. Diketahui DOGJ tersebut merupakan warga kampung tersebut yang pernah mendapatkan perawatan dari RSJ namun putus obat sejak 2020 lalu akibat pandemi covid.
Kondisi lingkungan yang sulit diakses dan keadaan ODGJ yang cenderung tidak kooperatif tidak membuat Aipda Heri Supriyanto dan tim menyerah. Dengan penuh kesabaran dan koordinasi yang baik antarinstansi, mereka berhasil mengevakuasi ODGJ tersebut dan membawanya ke Puskesmas Garung untuk mendapatkan penanganan medis awal.
“Dari Puskesmas, ODGJ tersebut selanjutnya diarahkan ke RSJ Magelang guna mendapatkan perawatan dan perhatian lebih lanjut sesuai dengan kebutuhannya,” ungkap Kapolsek Garung.
Kapolsek Garung, mengapresiasi kerja sama yang erat antarinstansi dalam penanganan kejadian ini. Ia juga menyampaikan harapannya agar masyarakat lebih peka terhadap kondisi sosial dan kesehatan warga di sekitarnya, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus seperti ODGJ.
Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan sektor kesehatan dalam menghadapi situasi yang sensitif. Hal ini juga mengingatkan kita tentang perlunya pemahaman dan empati terhadap kondisi mental seseorang, serta perlunya dukungan fasilitas kesehatan yang memadai untuk merawat mereka.

Bhayangkari Cabang Wonosobo Gelar Donor Darah dalam Rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-71

Bhayangkari Cabang Wonosobo menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari perayaan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari yang ke-71. Acara ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya donor darah.

 

Dalam acara yang diadakan di Gedung Serba Guna Polres Wonosobo pada Jumat (25/8) ini, para anggota Bhayangkari berkumpul untuk turut serta mendonorkan darahnya. Kegiatan donor darah dianggap sebagai bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap kesehatan dan kebutuhan darah di wilayah Kbaupaten Wonosobo.

 

Ketua Bhayangkari Cabang Wonosobo, Ny. Shanti Eko Novan , mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat Bhayangkari untuk turut berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat.

 

“Donor darah adalah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Dengan mendonorkan darah, kita dapat menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan,” ujarnya.

 

Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-71 diharapkan tidak hanya menjadi momen perayaan semata, tetapi juga sebagai kesempatan untuk semakin mempererat hubungan antara Bhayangkari, kepolisian, dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan positif seperti donor darah dan kegiatan sosial lainnya, Bhayangkari Cabang Wonosobo berupaya untuk memberikan dampak yang nyata dan positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo, Gerbang Polri dan ASEAN Jaga Kawasan dari Kejahatan Transnasional

Labuan Bajo – ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) ke-17 digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19-23 Agustus 2023. Acara yang dihadiri oleh 10 negara ASEAN, satu negara observer yaitu Timor Leste dan tiga negara mitra dialog yaitu China, Jepang dan Korea dibuka oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui virtual pada Senin, (21/8/2023).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan AMMTC ini penting dilakukan untuk memperkuat penanganan kejahatan transnasional di negara ASEAN. Selain itu, untuk kesiapan menghadapi tantangan global, maka negara ASEAN harus berkomitmen memberantas transnasional crime atau kejahatan lintas negara.

“Dengan kemajuan teknologi saat ini, kejahatan transnasional semakin masif dan dengan cara yang semakin kompleks. Sehingga, penanganannya juga harus adaptif, terutama tindak pidana terorisme, tindak pidana perdagangan manusia, dan tindak pidana narkotika,” ujar Jokowi.

Ditambahkan Presiden, negara ASEAN perlu membangun kerja sama berkelanjutan, pertukaran informasi, pemanfaatan teknologi, serta meningkatkan kapasitas dan profesionalitas aparat penegak hukum. Oleh karenanya, dalam AMMTC ke-17 diharapkan semua itu dapat disepakati bersama.

“Saya berharap dalam pertemuan ini dirumuskan akidah kerja sama yang responsif, yang berisi langkah-langkah strategis, sehingga dapat menjaga kawasan ASEAN yang aman, damai, dan sejahtera,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan penyelenggaraan AMMTC ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti semangat dari KTT ASEAN, yang beberapa waktu lalu dideklarasikan dan dilaksanakan di Labuan Bajo, dimana Presiden Jokowi sebagai Keketuaan.

“Kebetulan di AMMTC ini, Polri juga mendapatkan Keketuaan yang sama dan ini 10 tahun sekali untuk mendapatkan Keketuaan. Tentunya ini betul-betul akan kita manfaatkan untuk melaksanakan kerja sama dengan negara-negara ataupun kepolisian-kepolisian yang ada di ASEAN,” katanya.

Ia pun berharap pada penyelenggaraan AMMTC ini nantinya akan ada keputusan yang bisa dikerjasamakan terkait dengan pemberantasan kejahatan transnasional crime, yang dimana sempat disinggung Presiden Jokowi, salah satunya permasalahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kapolri yang juga menjadi Ketua AMMTC ini menyebut kerja sama yang akan dirumuskan nanti akan menjadi deklarasi yang bersejarah. Apalagi, penyelenggaraannya di Labuan Bajo, salah satu tempat yang saat ini menjadi wisata super prioritas.

“Kita mendapatkan kesepakatan kerja sama dalam rangka pemberantasan transnasional crime, dan juga tentunya sekaligus kita terus mengangkat Labuan Bajo sebagai wisata prioritas dan bisa dikenal oleh masyarakat dunia,” katanya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menambahkan, penyelenggaraan AMMTC ini juga akan diikuti oleh para Direktur Imigrasi ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN, dan delegasi lainnya. Total peserta kegiatan ini mencapai lebih dari 250 orang dengan membahas 10 isu prioritas transnasional crime, seperti kejahatan terorisme, kejahatan dunia maya, penyelundupan senjata, perdagangan satwa liar dan kayu ilegal, perdagangan obat-obatan terlarang, pencucian uang, kejahatan ekonomi internasional, pembajakan laut, penyelundupan manusia, dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam pembukaan acara ini, Sandi menuturkan, Kapolri menyebut walaupun berada di tengah tantangan global dan krisis dunia saat ini, sangat menggembirakan melihat berbagai kemajuan yang dinikmati oleh negara-negara di kawasan ASEAN. Namun penting untuk tetap waspada karena kejahatan transnasional terus menjadi ancaman bagi kawasan.

“Maka pertemuan tahunan AMMTC ini akan berfungsi sebagai platform bagi negara-negara ASEAN untuk menilai kemajuan dan kolaborasi masing-masing negara dalam mengatasi tantangan yang ada dan mengembangkan strategi praktis dan arah menghadapi tindakan masa depan,” ucapnya.

Kapolri, lanjut Sandi, mengharapkan draf deklarasi dalam upaya penanggulangan TPPO, terorisme dan penyelundupan senjata dan lainnya dapat disepakati oleh para menteri pada AMMTC. Jika hal tersebut terjadi, Sandi mengatakan, akan menjadi momentum yang tepat dalam pencapaian konkret dalam upaya menciptakan kawasan ASEAN yang aman, melalui peningkatan kerja sama dalam penanggulangan kejahatan lintas negara.

Hasilkan 4 Deklarasi

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan, dalam pertemuan AMMTC ke-17 yang digelar 21-22 Agustus menghasilkan 16 dokumen yang diantaranya adalah terdapat empat deklarasi, dimana tiga diantaranya inisiatif dari Pemerintah Indonesia.

“Kegiatan AMMTC ke-17 saat ini kita menghasilkan 16 dokumen berupa 4 deklarasi, di mana 3 merupakan inisiatif dari Indonesia dan 1 merupakan inisiatif dari Kamboja, 1 program kerja terkait penyelundupan manusia dan 5 pernyataan bersama dan 6 pedoman teknis,” kata Sandi dikutip Kamis, 24 Agustus 2023.

Deklarasi pertama yakni Deklarasi Labuan Bajo. Deklarasi ini tentang memajukan proses penegakan hukum dalam memerangi kejahatan transnasional.

Sandi menuturkan, hasil kesepakatan delegasi AMMTC terkait dengan penguatan kerja sama pemberantasan kejahatan lintas-negara dengan semakin efektif dan adaptif.

“Tentunya pesan yang ingin kami sampaikan dalam pertemuan kali ini adalah tidak boleh lagi ada pelaku yang dapat bersembunyi dari kejahatan yang telah dilakukan,” kata Jenderal Sigit.

Lebih lanjut, jenderal bintang 2 ini menuturkan, pesan yang ditekankan dalam delapan poin Deklarasi Labuan Bajo, tentang peningkatan kerja sama penegakan hukum dalam memberantas kejahatan transnasional.

Dijelaskan, deklarasi itu sebagai landasan untuk melakukan upaya konkret dalam melakukan kegiatan penegakan hukum kejahatan lintas negara.

“Seperti Police to Police, handling over, joint investigation dan mutual legal assistant. Kemudian meningkatkan pertukaran informasi yang cepat dan aman, meminta barang-barang yang terkait dengan kejahatan transnasional dan memfasilitasi pertukaran ahli dan personel dalam berbagai kegiatan kerja sama antar negara,” katanya.

Kedua deklarasi ASEAN, salah satu deklarasi yang diinisiasi Indonesia ini berisi kerja sama melindungi saksi dan korban kejahatan transnasional telah disetujui seluruh peserta.

“Jadi ini adalah komitmen kita bahwa masyarakat merupakan pihak yang dirugikan dari kejahatan tersebut dan kami berkomitmen untuk terus mengembangkan mekanisme perlindungan korban yang efektif dalam bentuk perlindungan fisik pengobatan, psikologis dan pemulihan sosial demi memulihkan hak-hak korban,” tuturnya.

Lebih dalam, sambung Sandi, deklarasi ketiga yakni deklarasi ASEAN tentang pengembangan kemampuan regional terkait peringatan dini dan respon dini atau early warning dan early respon, terkait dengan pencegahan dan penanggulangan radikalisai dan kekerasan berbasis ekstrimisme yang juga diinisiasi Indonesia.

Kemudian satu deklarasi lainnya, yang merupakan inisiatif Kamboja yaitu deklarasi ASEAN tentang pemberantasan penyelundupan senjata api. Deklarasi ini merupakan wujud komitmen ASEAN untuk pemberantasan penyelundupan senjata api melalui kerja sama dan pendekatan komprehensif mulai dari kampanye bahaya penyelundupan senjata api, pertukaran informasi dan berbagai upaya lainnya.

Kemudian selain deklarasi, dalam kegiatan ini juga telah dilakukan penandatanganan 6 MoU dengan negara-negara ASEAN yaitu Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam di bidang pencegahan dan pemberantasan kejahatan transnasional hingga pengembangan kapasitas.

“Kami juga melakukan dua bilateral meeting dengan Malaysia dan Jepang serta pertemuan khusus dengan empat negara yaitu Singapura, Laos, Cina, dan Vietnam terkait kerjasama penegakan hukum, pengembangan kapasitas, pertukaran teknologi dan kegiatan-kegiatan lain untuk meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan,” katanya.

Sandi mengatakan, beberapa hal yang disepakati dalam AMMTC menjadi awal baik untuk bersama-sama, terutama negara-negara ASEAN untuk memerangi dan memberantas transnasional crime ke depan.

“Sesuai dengan tema ASEAN, ‘ASEAN Matters: Epicentrum of Growth’, semoga AMMTC kali berkontribusi terhadap stabilitas kamtibmas dan perdamaian di kawasan ASEAN,” katanya.

Kegiatan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur diakhiri penyerahan Keketuaan AMMTC ke-18 dan Keketuaan ASEAN Senior Official Meeting On Transnational Crime (SOMTC) ke-24 tahun 2024 kepada negara Laos.

Wakil Bupati Pimpin Apel Gelar Satgas Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan di Polres Wonosobo

Guna memastikan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, apel gelar pasukan telah dilaksanakan di Polres Wonosobo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, yang turut hadir bersama Dandim 0707, Kepala BPBD, Kadin Lingkungan Hidup, Perhutani serta unsur-unsur terkait penanggulangan bencana.

Apel gelar pasukan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi wilayah dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran Wakil Bupati pada acara ini juga menggarisbawahi pentingnya kerjasama lintas sektor dan kesiapan bersama dalam menangani situasi darurat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah dan mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang dapat membahayakan lingkungan, telebih di musim kemarau panjang yang saat ini terjadi. Ia juga menekankan koordinasi yang efektif antara berbagai instansi terkait serta partisipasi aktif masyarakat dalam deteksi dini dan mitigasi risiko kebakaran.

Selain itu, dalam apel ini juga dilakukan pengecekan terhadap peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki oleh Polres Wonosobo, BPBD dan Damkar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa peralatan yang ada dalam kondisi siap pakai dan mampu mendukung upaya penanganan bencana dengan maksimal.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, juga memberikan penjelasan tentang peran aparat kepolisian dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan komitmen Polres Wonosobo siap siaga dalam penanganan maupun pencegahan bencana utamanya kebakaran.

“Melalui apel gelar pasukan ini, saya berharap koordinasi antarinstansi dan kesiapan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan semakin ditingkatkan, pemerintah daerah Wonosobo juga mengajak masyarakat untuk turut serta aktif dalam upaya pencegahan bencana dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ungkap Wakil Bupati.

Pihaknya juga mengajak generasi muda pecinta alam untuk mencegah kebakaran hutan saat mendaki gunung. Mengingat beberapa tahun lalu, terjadi kebakaran hutan di wilayah hutan gunung Sindoro.

Lebih lanjut Kapolres menekankan bahwa kegiatan ini memberikan pesan kuat bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, yang melibatkan berbagai pihak untuk menjaga keamanan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dengan adanya apel ini, diharapkan wilayah Wonosobo dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan di masa yang akan datang.

Peringati HUT RI Ke-78, Polres Wonosobo Laksanakan Tanam Pohon Serentak

Polres Wonosobo melaksanakan penanaman pohon di kawasan Taman Fatmawati Wonosobo pada Rabu (23/8) pagi. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini yang diinisiasi oleh Kapolri.

Kegiatan yang dipusatkan oleh Mabes Polri di Pulau rinca, Labuan Bajo ini juga diikuti oleh seluruh Polda, Polres hingga Polsek jajaran secara virtual. Menurut Kapolri, program ini dilaksanakan dalam rangka HUT RI dan sebagai wujud kepedulian serta kontribusi Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati, forkopimda, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhutani serta instansi terkait lainnya juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Polri khususnya Polres Wonosobo.

“Kami mengapresiasi program ini, meski menjadi daerah yang berlimpah air, namun apabila kita tidak menanam hari ini boleh jadi anak cucu kita akan kesulitan mendapatkan sumber air kelak,” ungkapnya.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional, tetapi juga sebagai komitmen Polri dalam menjaga keberlanjutan lingkungan demi generasi masa depan.

“Kami berharap dengan aksi nyata seperti ini, kita dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan sekitar kita, hari ini Polsek juga akan melakukan penanaman pohon bersamaan dengan kita di wilayah masing-masing,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres berharap dengan langkah konkret ini, Polres Wonosobo dapat memberikan contoh positif kepada masyarakat dalam mengambil bagian dalam pelestarian alam dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

Semangat “Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini” diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga bumi yang lebih hijau dan lestari.