Operasi Zebra Candi Dimulai 4 hingga 17 September 2023, Polres Wonosobo Laksanakan Gelar Pasukan

Polres Wonosobo – Sejumlah anggota Polres Wonosobo mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka operasi Zebra Candi 2023 yang dilaksanakan di halaman Polres Wonosobo. Apel yang dilaksanakan pada hari Senin, 4 September 2023 tersebut diikuti kurang lebih 145 peserta yang terdiri dari berbagai instansi samping seperti Dishub, Satpol PP maupun Kodim 0707/Wonosobo.
Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya dalam rangka Operasi Zebra Candi tahun 2023, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam arahan saat pelaksanaan apel Wakapolres Wonosobo Komisaris Polisi Andi Setiyo Wibowo, S. Si, S.I.K.,M.I.K menyampaikan bahwa dalam operasi kepolisian yang digelar selama 14 hari ini mengedepankan giat edukatif dan persuasif secara humanis didukung penegakan hukum lantas secara elektronik (statis & mobile) dan teguran simpatik dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Dalam Operasi kali ini penindakan dilakukan secara mobile maupun hunting dengan 80% dilakukan secara ETLE/ tilang elektronik.” Ungkapnya
Selain itu Operasi Zebra Candi 2023 yang dilaksanakan mulai tanggal 4 sampai 17 September 2023 ini sebagai pendukung untuk menciptakan kamseltibcarlantas menjelang penggelaran operasi Mantap Brata 2023-2024 sehingga pelaksanaan pemilu 2024 dapat berjalan dengan kondusif.
Lebih lanjut Wakapolres menekankan bahwa tujuan operasi adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas serta pelanggaran lalu lintas.
Diharapkan kepada seluruh stakeholder mampu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi baik secara taktis, teknis maupun strategis agar potensi pelanggaran, kemacetan serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi bisa diminimalisir sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang baik.

Kapolres bergerak, Ribuan Personil Gabungan dikerahkan atasi Kebakaran di Gunung sumbing.

WONOSOBO – Polda Jateng – Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, dan relawan menyisir kawasan kebakaran Gunung Sumbing, di Kabupaten Wonosobo untuk memastikan bahwa kebakaran yang terjadi, pada Jumat (1/9), telah padam.

Terjadi karhutla di kab. Wonosobo lokasi di lereng gunung Sumbing BKPH kedu utara Wonosobo petak 29 RPH Klesman tepatnya posisi koordinat di -7.3936ls, 110.06358BT.

Dalam keterangan nya Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu Setianto menjelaskan sebanyak 1.117 personil gabungan mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, Tagana maupun relawan bahu membahu dalam proses penanganan Karhutla di Lereng Gunung sumbing.

“Pemantauan titik api sampai dengan hari Sabtu (2/9/2023) pukul 17.51 Wib Nihil dan pada malam hari petugas akan kembali melaksanakan patroli guna antisipasi munculnya titik titik api ” kata Kabidhumas Kombespol Satake Bayu Setianto.

Kabidhumas menyampaikan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa dalam kebakaran tersebut, tim melakukan pendataan para pendaki untuk dilakukan penyelamatan.

Selanjutnya tim gabungan juga melakukan upaya untuk meminimalisir api agar tidak menyebar dan mendekat ke pemukiman penduduk.

“Petugas telah melaksanakan evakuasi, para pendaki telah sampai di basecamp dengan selamat, total sejumlah 88 pendaki yang teregristrasi di basecamp Lamuk, basecamp Bowongso dan basecamp dusun Garung,” katanya.

Lebih lanjut Kabid Humas menyampaikan bahwa semua jalur pendakian menuju Gunung Sumbing dilakukan penutupan sementara akibat kebakaran tersebut.

” Terhitung mulai Jumat (1/9) malam, seluruh jalur pendakian menuju Gunung Sumbing ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan” kata Kabid Humas.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada adanya kebakaran mengingat musim kemarau yang saat ini masih berlangsung.

“Kami mengimbau kepada para warga sekitar hutan agar melakukan upaya upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran, semua pihak jangan sembarangan dalam membuat api, untuk para pendaki bila sudah selesai apinya harus dimatikan dan benar-benar padam,” pungkas Kabidhumas

Kebakaran Lereng Gunung Sumbing, Para Pendaki Berhasil Dievakuasi

Polres Wonosobo bersama pemerintah daerah, Kodim 0707, BPBD, Basarnas, relawan potensi serta semua instansi terkait membentuk tim tanggap bencana sebagai tindak lanjut terjadinya kebakaran di lereng gunung Sumbing yang terjadi pada Jumat (1/9/23) sekitar pukul 17.30 Wib. Tim tersebut telah disiagakan di Basecamp Banyumudal.
Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa tim melakukan pendataan para pendaki untuk dilakukan penyelamatan. Kemudian selanjutnya tim gabungan juga melakukan upaya untuk meminimalisir api agar tidak menyebar dan mendekat ke pemukiman penduduk.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito menyampaikan hingga saat ini tim gabungan, relawan dan tambahan pasukan dari Brimob Polda Jateng masih berusaha melakukan penanganan kebakaran.
Menurut Kapolres, langkah pertama yg dilaksanakan adalah melakukan pendataan pendaki.
“Setelah didata, tim gabungan segera melakukan pencarian dan evakuasi para pendaki yang masih berada di gunung,” ungkap Kapolres. Sebelumnya, sebagian pendaki sudah berhasil turun ke basecamp.
Pagi ini (2/9) dilaporkan seluruh pendaki gunung Sumbing yang berjumlah 61 orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Selanjutnya hari ini tim gabungan akan menuju ke titik api untuk melakukan upaya pemadaman kembali.

Bripka Unutng Sambangi Warga, Himbau Bahaya Radikalisme

Bhabinkamtibmas Kepil, Bripka Untung, terus aktif dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga ketertiban masyarakat dan membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan warga masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Bripka Untung melakukan kunjungan ke sejumlah warga di desa Kepil dengan tujuan memberikan pesan kamtibmas untuk menghindari radikalisme yang dapat mengancam kedamaian di wilayah tersebut.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, Bripka Untung juga mendengarkan masukan, dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh warga seputar situasi keamanan di wilayah tersebut. Bripka Untung menjelaskan pentingnya kerja sama antara polisi dan masyarakat dalam menjaga kamtibmas yang kondusif.
“Saya datang ke sini untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga kedamaian dan menghindari radikalisme. Radikalisme dapat merusak hubungan harmonis antarwarga, dan kami di kepolisian siap untuk menjaga keamanan kita bersama,” kata Bripka Untung.
Selain itu, Bripka Untung juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi paham radikal yang dapat masuk ke dalam masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk saling berbagi informasi kepada kepolisian jika mengetahui adanya tanda-tanda aktivitas radikal di lingkungan sekitar.
“Kami akan terus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk ancaman, termasuk radikalisme. Tetapi kami juga membutuhkan bantuan dan kerja sama dari masyarakat untuk menjaga kamtibmas ini bersama-sama,” tambahnya.
Bripka Untung juga memberikan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi jika ada informasi yang perlu disampaikan kepada kepolisian.
Kunjungan Bripka Untung ke masyarakat Kepil ini merupakan salah satu upaya konkret dari kepolisian dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat serta menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Semoga pesan kamtibmas yang disampaikan dapat menjadi pemahaman bersama dan menghindarkan wilayah Kepil dari potensi ancaman radikalisme.

Polres Wonosobo Gelar Tasyakuran Dalam Rangka Hari Jadi Polwan Ke 75

Dalam rangka peringatan hari jadi ke – 75 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2023, Polwan Polres Wonosobo menggelar tasyakuran di Ruang Endradharmalaksana.

Kegiatan tasyakuran dipimpin oleh Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito dan dihadiri oleh Ketua beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Wonosobo serta seluruh Polwan Polres Wonosobo.

Acara ini merupakan wujud rasa syukur dan menjadi momen refleksi dan apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian anggota Polisi Wanita.

Kapolres Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Polwan yang telah bekerja keras dan mendedikasikan dirinya sebagai seorang Polisi Wanita. Ia juga mengingatkan agar seluruh Polwan tetap menjunjung tinggi kode etik dan menjalankan tugas dengan profesionalisme serta integritas yang tinggi.

Selain itu, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng  yang diserahkan kepada pakor polwan Aipda Lifiana dan pemotongan kue ulang tahun yang diserahkan kepada polwan termuda  yaitu Bripda Novia.

Perayaan Hari Jadi ke-75 Polisi Wanita ini adalah bukti nyata bahwa Polwan adalah aset berharga dalam penegakan hukum dan pelayanan masyarakat di Indonesia. Polwan siap mendukung pemilu damai, menuju Indonesia maju. Semoga semangat dan dedikasi Polwan terus membara dalam melindungi dan melayani masyarakat.

Atas dedikasi dan pengabdian terbaik, kini Irwasda Polda Jateng mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi

Brigjen Pol Drs. Untung Sudarto, Irwasda Polda Jateng sosok anggota Polri yang penuh dedikasi.

SEMARANG – POLDA JATENG – Dalam sebuah acara yang penuh khidmat, upacara laporan kenaikan pangkat di lingkungan Polda Jawa Tengah digelar di Ruang Kerja Kapolda Jateng. Upacara ini dipimpin oleh Inspektur Upacara Kapolda Jateng, Irjen Pol Drs. Ahmad Lutfhi, S.H., S.St.M.K. Kamis (31/8).

acara yang di hadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng beserta anggota Bhayangkari tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen institusi dalam menghargai pengabdian para anggota Polri.

Moment upacara kenaikan pangkat pengabdian bagi Brigjen Pol Drs. Untung Sudarto, yang menjabat sebagai Irwasda Polda Jateng merupakan hasil atas dedikasinya yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab menjadi anggota Polri.

Dalam sambutan nya, Kapolda Jateng, Irjen Pol Drs. Ahmad Lutfhi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi setiap pengabdian, dedikasi serta loyalitas anggota Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Upacara laporan kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi momen untuk menghargai pengabdian anggota Polri, tetapi juga komitmen Polri dalam terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tambah Kapolda Jateng.

Gelar Pelatihan DVI, Biddokkes Polda Jateng perkuat profesionalitas Polri dalam penanganan TKP

SEMARANG – Polda jateng – Biddokes Polda Jateng menggelar pelatihan identifikasi korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara atau sebut Disaster Victim Identification (DVI) yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan profesionalitas ketika menangani Tempat kejadian Perkara yang berhubungan dengan adanya korban Manusia, Kamis (31/8/2023)

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan pelatihan ini tidak hanya diikuti anggota Kepolisian namun juga perwakilan TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Kebakaran, pemangku kebijakan kebencanaan dan Seluruh Kasidokkes dan Kapoliklinik dari 40 Klinik Jajaran Polda Jateng.

Kapolda Jateng dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh personil Polri beserta stake holder terkait harus terus meningkatkan Profesionalitas dalam menangani kejadian yang tidak terduga, karena dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja serta mengakibatkan kerusakan, kerugian harta benda dan manusia,
Kapolda juga berharap kegiatan pelatihan DVI ini dapat meningkatkan kemampuan personel dalam menjalankan tugas-tugas DVI dan tugas operasional kedokteran kepolisian lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kabid Dokkes karena Biddokkes Polda Jateng menjadi Polda di Pulau Jawa yang pertama membuat pelatihan DVI.

Sementara itu Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry Purwanti menjelaskan DVI atau disaster victim identification adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban di tempat kejadian perkara yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum serta mengacu pada Interpol DVI Guideline.

Proses identifikasi melalui DVI merupakan tanggung jawab Polri yang diemban oleh fungsi Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) namun pada pelaksanaannya, Tim DVI Polri senatiasa bekerja dengan Instansi terkait.

“Tentunya dengan kegiatan Sosialisasi DVI pada fase pertama di TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang diadakan Polda Jateng, ke depannya dapat bekerjasama, berkoordinasi, dan berkolaborasi dengan baik antar stakeholder dan pihak terkait sehingga semua proses dapat berjalan dengan baik dan lancar,” imbuhnya.

Polda Jateng akan menggelar Operasi Zebra Candi 2023.

Latihan Pra Operasi Zebra Candi 2023 di lakukan menjelang Operasi mulai.

SEMARANG – Polda Jateng. Jajaran Polda Jateng akan menggelar Operasi Zebra Candi 2023 dengan mengedepankan fungsi Lalu Lintas sebagai leading sektor kegiatan Operasi.

Operasi Zebra Candi 2023 yang digelar selama dua pekan dimulai tanggal 4 s/d 17 September 2023 dengan mengedepankan giat edukatif dan persuasif secara humanis didukung penegakan hukum lantas secara elektronik (statis & mobile) dan teguran simpatik dalam rangka meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho dalam sambutannya saat menggelar pelatihan Pra Operasi Zebra Candi 2023 mengatakan kegiatan Operasi Zebra Candi sudah berkali-kali dilakukan dan setiap tahun dilaksanakan secara serentak dan pada tahun ini cara bertindak disesuaikan dengan situasi terkini yakni menjelang pelaksaaan Pemilu 2024.

“Artinya cara bertindak saat melakukan kegiatan Ops Zebra menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini jangan sampai menimbulkan kontra kepada masyarakat apalagi dalam rangkaian kegiatan Pemilu maupun Partai tertentu agar tidak berimbas ke ranah Politik,” kata Kombes Pol Agus Suryo Nugroho di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis 31 Agustus 2023.

Kombes Pol Agus Suryo Nugroho menegaskan tidak ada anggota polisi yang menggelar razia di jalan secara stasioner, penindakan dilakukan secara mobile maupun hunting dengan 80% dilakukan secara ETLE/ tilang elektronik.

“Dalam rangka mendukung Operasi ZEBRA Candi 2023 selain menggunakan Etle Statis, Etle Mobile dan penindakan secara manual, Polda Jawa Tengah dan jajaran akan menggunakan Etle Mobile Drone untuk memberikan efek jera kepada pelanggar lalu lintas di Wilayah Hukum Polda Jawa Tengah,” tegasnya.

Lanjut Dirlantas mengingatkan kepada jajaran bahwa Tujuan pelaksanaan Operasi Zebra yakni menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

“Jadi Operasi Zebra Candi yang digelar bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi wujud kecintaan Polri kepada Masyarakat sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas korban laka di jalan,” imbuhnya.

Mutasi Jabatan, 6 Perwira Polres Wonosobo Jalani Upacara Serah Terima Jabatan

Mutasi jabatan kembali terjadi di Polres Wonosobo, kali ini jabatan Kapolsek Kepil, Kapolsek Sapuran dan Kasat Binmas mengalami rotasi. Upacara serah terima jabatan dan pelantikan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, dilaksanakan pada Kamis (31/8) di ruang rapat Polres Wonosobo.

Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan, Kompol Mus Subadi yang semula menjabat sebagai Kapolsek Kepil saat ini dimutasikan ke bagian SDM sebagai perwira menengah dalam rangka persiapan purna tugas. Jabatan Kapolsek Kepil kini diduduki oleh Iptu Gunardi yang tadinya menjabat sebagai Wakapolsek Kepil. Kapolsek Sapuran, AKP Widodo dimutasikan ke Bagian Perencanaan dan digantikan Iptu Suryanto yang sebelumnya menjabat Kanit Idik I Sat Reskrim.

Selain itu, AKP Bambang yang tadinya menjabat sebagai Kasiwas kini menduduki jabatan Kasat Binmas menggantikan AKP Suwandi yang dimutasikan ke Bagian Perencanaan dalam rangka persiapan purna tugas.

“Kepada para pejabat baru, saya mengucapkan selamat dan sukses atas mutasi jabatan ini, semoga rekan-rekan senantiasa diberikan kelancaran dalam mengemban tugas dan jabatan baru,” papar Kapolres.

Pihaknya menambahkan mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi untuk penyegaran di tubuh Kepolisian. Kapolres juga berharap dengan adanya pergantian pejabat baru kinerja dan kerja sama yang sudah baik bisa ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya.

“Kepada pejabat lama, terimakasih atas dedikasi selama menjabat dan semoga apa yang telah dicapai dalam mengemban jabatan lama dapat dijadikan acuan pejabat baru dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Selain serah terima jabatan, dalam kesempatan tersebut Kapolres juga memberikan penghargaan kepada Bapak Waludin yang beberapa waktu lalu berjasa dalam kejadian balta hilang di Beran, Kepil.

“Pada kesempatan ini saya juga ingin memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Waludin yang telah menemukan serta mengevakuasi ananda Rafiski yang beberapa waktu lalu dilaporkan hilang,” jelas Kapolres.

Pihaknya berterimakasih atas kepekaan dan kepedulian Bapak Waludin. Lebih lanjut Kapolres berharap masyarakat dapat meneladani kepedulian dan kepekaan atas lingkungan sekitar yang telah ditunjukkan oleh Bapak Waludin.

Usai Pencarian Intensif, Anak Hilang di Desa Beran Kepil Akhirnya Ditemukan

Seorang anak yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain di depan rumah akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Tim gabungan dari Satuan Samapta Polres Wonosobo, Polsek Kepil, SAR, Banser Tanggap Bencana serta Koramil Kepil berhasil menemukan anak tersebut setelah melakukan pencarian intensif.
Anak yang berusia sekitar 2,5 tahun tersebut hilang pada hari Senin (28/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Ibu dari anak tersebut mengungkapkan bahwa dia terakhir kali dilihat bermain di depan rumah mereka. Kemudian sang ibu masuk ke rumah untuk makan, namun saat hendak memanggil anaknya untuk masuk ke rumah, anak tersebut sudah tidak ada di tempat.
Pihak kepolisian segera merespon laporan hilangnya anak tersebut dengan menggerakkan tim pencarian gabungan. Pencarian dilakukan di sekitar area tempat anak terakhir kali terlihat, serta di kawasan lahan Perhutani Sirukem, Beran, Kepil yang berdekatan dengan rumah korban.
Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menuturkan bahwa pencarian intensif dilakukan hingga pukul 24.00 Wib oleh tim gabungan dengan melibatkan anjing pelacak dari Polres Wonosobo dan Polres Purbalingga namun tidak membuahkan hasil. Rencananya pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya.
“Rencananya pencarian akan dilanjutkan pagi tadi, namun alhamdulillah korban sudah ditemukan oleh Bapak Waludin, seorang petani rumput warga desa Krajan Kidul, Beran,” jelas Kapolres.
Menurut Waludin, korban ditemukan di lahan Perhutani blok D sirukem, Beran, Kepil. Selanjutnya korban dibawa ke puskesmas Kepil 1 untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut dan hasilnya korban dinyatakan sehat.
Atas kejadian ini, pihak keluarga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Polsek Kepil, Polres Wonosobo, SAR dan semua pihak yang terlibat dalam pencarian anak mereka.
Lebih lanjut Kapolres juga mengimbau kepada para orangtua untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anak mereka saat bermain di luar rumah, serta memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya yang mungkin terjadi.