Anggota Kurang Rapi Langsung Ditegur Saat Gaktiplin di Polres Wonosobo

Wonosobo — Personel Polres Wonosobo mengikuti kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiplin) yang dilaksanakan oleh Bidpropam Polda Jawa Tengah pada Kamis(12/2). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk pengawasan internal guna memastikan kedisiplinan serta profesionalisme anggota Polri tetap terjaga.

Dalam kegiatan itu, tim Propam Polda Jateng melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada seluruh personel. Pemeriksaan meliputi kelengkapan kendaraan dinas maupun pribadi beserta surat-suratnya, surat nyata diri seperti KTA, KTP dan identitas lainnya, hingga pemeriksaan sikap tampang anggota. Selain itu, dilakukan pula tes urine guna memastikan personel bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa anggota yang kedapatan kurang rapi, seperti rambut yang sudah melebihi ketentuan. Terhadap personel tersebut, petugas memberikan teguran langsung di tempat sebagai bentuk pembinaan agar segera menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Sementara itu, untuk pemeriksaan urine, seluruh personel yang menjalani tes dinyatakan negatif.

Kasi Propam Polres Wonosobo, Ipda Rahmad Sujaka, mengatakan bahwa kegiatan Gaktiplin merupakan agenda rutin sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.

“Gaktiplin ini merupakan upaya pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Wonosobo tetap disiplin, profesional, serta mematuhi aturan yang berlaku, baik dalam administrasi, sikap tampang, maupun perilaku,” ujar Ipda Rahmad Sujaka.

Ia menegaskan, teguran yang diberikan kepada anggota yang kurang rapi merupakan langkah pembinaan agar personel selalu menjaga penampilan sebagai aparat penegak hukum.

“Kami ingin seluruh anggota menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, mulai dari kerapian, kelengkapan administrasi, hingga perilaku sehari-hari. Untuk hasil tes urine, alhamdulillah seluruhnya negatif, ini menunjukkan komitmen anggota dalam menjaga integritas dan menjauhi narkoba,” tegasnya.

Melalui kegiatan Gaktiplin dari Propam Polda Jateng ini, diharapkan kedisiplinan dan tanggung jawab personel Polres Wonosobo semakin meningkat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga.

Satlantas Polres Wonosobo Gelar Rampcheck Bus di Terminal Mendolo, 3 Kendaraan Dinyatakan Laik Jalan

WONOSOBO – Satlantas Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan rampcheck atau pemeriksaan kelaikan kendaraan bus dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Selasa (10/2/2026). Kegiatan digelar di Terminal Tipe A Mendolo, Wonosobo, dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

Rampcheck dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kendaraan angkutan umum, khususnya bus, memenuhi standar keselamatan dan kelaikan jalan sebelum beroperasi mengangkut penumpang.

Dalam pemeriksaan, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman, lampu penerangan, ban, hingga perlengkapan keselamatan. Selain itu, kelengkapan administrasi seperti surat-surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi juga turut diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan terhadap enam kendaraan bus, tidak ditemukan bus yang dinyatakan tidak laik jalan. Sebanyak tiga bus dinyatakan laik jalan dan langsung diberikan stiker sebagai tanda telah lolos rampcheck. Sementara tiga bus lainnya dinyatakan laik jalan dengan catatan dan diberikan peringatan untuk segera melakukan perbaikan pada sejumlah temuan teknis.

Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan, khususnya pada angkutan umum.

“Melalui kegiatan rampcheck ini, kami ingin memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi umum,” ujarnya.

Operasi Keselamatan Candi 2026 sendiri menitikberatkan pada pendekatan preventif dan edukatif guna membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan rampcheck di Terminal Mendolo, situasi berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Ketahanan Pangan Diperkuat, Polsek Watumalang Tanam Jagung di Dusun Pagentan

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Polsek Watumalang melaksanakan kegiatan penanaman jagung Kuartal IV pada Selasa (10/2/2026) di lahan Poktan/KWT Mekar Mandiri, Dusun Pagentan, Desa Wonokampir, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan dipimpin Kanit Binmas Polsek Watumalang Aipda Agus Murdoko bersama para Bhabinkamtibmas, yakni Briptu Afit selaku BBKTM Desa Wonokampir, BBKTM Desa Bumiroso, BBKTM Desa Kuripan, dan BBKTM Desa Limbangan. Penanaman jagung turut didampingi PPL Kecamatan Watumalang Suratno serta Ketua Poktan/KWT Mekar Mandiri Ny. Sahidah beserta anggota.

Penanaman dilakukan di lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi dengan menggunakan bibit jagung hibrida jenis Maxxi-2 sebanyak 3 kilogram.

Kapolsek Watumalang melalui Kanit Binmas Aipda Agus Murdoko berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta membantu menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kecamatan Watumalang.

Melalui Sobo Wargo, Polres Wonosobo Dorong Partisipasi Warga Jaga Keamanan Desa

Wonosobo — Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan bersama jajaran pejabat utama Polres Wonosobo menggelar kegiatan Polres Sobo Wargo di Desa Karanganyar, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo pada Selasa(10/2). Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian dan masyarakat untuk membahas isu keamanan dan ketertiban.

Dalam sesi sambung rasa, salah satu warga, Ketut Ismiyo, menyoroti persoalan kenakalan remaja serta maraknya pencurian kendaraan bermotor. Menanggapi hal tersebut, kepolisian menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja memerlukan keterlibatan bersama keluarga, masyarakat, dan aparat, terutama menjelang momentum tertentu yang rawan memicu aktivitas negatif. Sementara terkait curanmor, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan pengamanan kendaraan serta segera melapor melalui layanan darurat kepolisian 110.

Selain dialog, Polres Wonosobo juga menyampaikan sosialisasi rekrutmen Polri melalui jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Kepolisian turut memberikan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, mulai dari pengenalan jenis-jenis narkoba, ciri penyalahgunaan, hingga pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam upaya pencegahan sejak dini.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menegaskan bahwa pendekatan dialogis menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Kami ingin mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga. Keamanan tidak bisa dijaga sendiri oleh polisi, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” kata Kapolres.

Melalui kegiatan Sobo Wargo, Polres Wonosobo berharap terbangun komunikasi dua arah yang berkelanjutan antara kepolisian dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Cegah Kecelakaan Sejak Usia Sekolah, Polisi Edukasi Tertib Lalu Lintas di SMA Takhassus Al-Qur’an

Kasubsatgas Dikmas Lantas, Ipda Imam Santoso, S.H., melaksanakan kegiatan pendidikan kemasyarakatan (Dikmas) serta sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pelajar tingkat SMP dan SMA di SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo, Senin (10/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 yang bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar terkait pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta bersikap disiplin dan patuh di jalan raya dalam berkendara.

Dalam sosialisasi tersebut, Ipda Imam Santoso menyampaikan sejumlah materi, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, etika berkendara yang aman, hingga risiko dan dampak pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Ia menekankan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibekali kesadaran berlalu lintas sejak usia dini agar dapat membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab saat berada di jalan raya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar dapat memahami pentingnya tertib berlalu lintas, tidak ugal-ugalan di jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain,” ujar Ipda Imam Santoso.

Ia juga berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapannya, ilmu yang diberikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia pelajar,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa serta pihak sekolah, yang menyambut baik upaya kepolisian dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Propam Polres Wonosobo Laksanakan Gaktiblin untuk Penegakan Disiplin

WONOSOBO — Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Penegakan, Ketertiban, dan Disiplin (Gaktiblin) terhadap personel Polres Wonosobo Selasa (10/02/2026), sebagai upaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan Gaktiblin dilaksanakan di halaman Mapolres Wonosobo dengan sasaran seluruh personel. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh meliputi sikap tampang, kerapian seragam dinas, kelengkapan identitas diri, surat-surat kendaraan dinas maupun pribadi, serta kelengkapan administrasi lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Sie Propam melakukan pengecekan secara teliti guna memastikan seluruh personel mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. Personel yang ditemukan tidak memenuhi ketentuan diberikan teguran dan pembinaan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.

Kegiatan Gaktiblin ini bertujuan untuk menegakkan disiplin internal serta membentuk karakter personel yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui pelaksanaan Gaktiblin secara rutin, Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Wonosobo Kenalkan Budaya Tertib Berlalu Lintas ke Anak TK

Wonosobo — Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Wonosobo melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Polantas Mengajar kepada siswa-siswi TK Bhayangkari 88 Wonosobo, Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di TK Bhayangkari 88 Wonosobo tersebut bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan budaya membaca kepada anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Wonosobo memberikan materi dasar tertib berlalu lintas dengan metode edukatif dan menyenangkan, seperti pengenalan rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang aman, serta pentingnya disiplin di jalan raya.

Selain itu, siswa-siswi juga diajak mengenal budaya membaca melalui kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Wonosobo. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis buku bacaan anak, sekaligus melakukan praktik membaca secara langsung dengan pendampingan dari petugas.

Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, mengatakan bahwa kegiatan Polantas Mengajar merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun karakter generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus membangun minat baca anak-anak. Harapannya, ke depan mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, cerdas, dan peduli terhadap keselamatan,” ujarnya.

AKP Seno Hartanto menambahkan, kegiatan Polantas Mengajar akan dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sepekan sebagai bentuk komitmen Polres Wonosobo dalam mendukung pendidikan dan keselamatan anak.

Polres Wonosobo berharap melalui kegiatan ini, pesan keselamatan berlalu lintas dapat tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program literasi anak di Kabupaten Wonosobo.

Dukung Gerakan Indonesia Asri, Polres Wonosobo Laksanakan Kurvey di Mapolres

Wonosobo — Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan kurvey atau kerja bakti di lingkungan Mapolres Wonosobo sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia melalui Gerakan Indonesia Asri (aman, sehat, resik, dan indah).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh personel Polres Wonosobo dan difokuskan pada pembersihan area perkantoran, halaman, serta fasilitas pelayanan masyarakat. Kurvey dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran personel terhadap pentingnya kebersihan dan kerapian lingkungan.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi kepolisian dalam mendukung program nasional serta membangun budaya hidup bersih di lingkungan kerja.
“Melalui kegiatan kurvey ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran seluruh personel agar selalu menjaga kebersihan, karena lingkungan yang bersih akan menunjang kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan kurvey juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kedisiplinan personel. Polres Wonosobo berharap, semangat Gerakan Indonesia Asri dapat terus diterapkan, tidak hanya di lingkungan kepolisian, tetapi juga di tengah masyarakat luas.

Hilang Kontak dengan Keluarga, Remaja Kertek Berhasil Ditemukan Polisi

Wonosobo — Unit Reskrim Polsek Kertek bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus seorang remaja yang dilaporkan hilang. Remaja berinisial NZ (18), warga Kecamatan Kertek, ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat hilang kontak dengan keluarga.

NZ diketahui meninggalkan rumah pada Kamis, 25 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Kepergiannya tidak diketahui oleh anggota keluarga maupun warga sekitar. Namun sebelum pergi, NZ meninggalkan sepucuk surat pamitan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, pihak keluarga kehilangan kontak dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kertek.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kertek melakukan serangkaian penyelidikan dan penelusuran berdasarkan keterangan dari pihak keluarga. Dari hasil pendalaman, petugas memperoleh informasi bahwa NZ berada di luar wilayah Kabupaten Wonosobo.

Tim gabungan Reskrim Polsek Kertek dan Tim Resmob Polres Wonosobo kemudian bergerak menuju lokasi yang dimaksud dan berkoordinasi dengan Polsek Godong, Polres Grobogan. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah NZ berhasil ditemukan pada Kamis, 5 Februari 2026, di sebuah rumah kos di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

“Korban berhasil kami temukan dalam kondisi selamat, dan proses penanganan kami lakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif,” kata Kapolsek Kertek AKP Sutono.

Petugas selanjutnya memastikan kondisi fisik dan psikologis NZ dalam keadaan baik. Pada Jumat, 6 Februari 2026, NZ kemudian dibawa kembali ke Wonosobo dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan komunikasi dengan anak-anak serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi peristiwa serupa agar dapat segera ditangani.

Sempat Hilang Sejak Selasa, Pemuda 20 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Telaga Menjer

Wonosobo — Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia di perairan Telaga Menjer, Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Sabtu pagi, 7 Februari 2026. Korban diketahui berinisial DP (20), warga setempat.

Kapolsek Garung AKP Nur Wahyu Wibowo, S.H., menjelaskan bahwa laporan penemuan mayat diterima pihak kepolisian sekitar pukul 09.10 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Garung bersama Piket SPKT Polres Wonosobo langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Begitu menerima informasi dari perangkat desa, petugas segera bergerak ke TKP untuk melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi. Proses evakuasi melibatkan Basarnas Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, aparat kecamatan, perangkat desa, serta warga setempat,” ujar AKP Bowo.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas medis Puskesmas 1 Garung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Diagnosa sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam disertai hipotermia,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban berpamitan kepada temannya pada Selasa malam, 3 Februari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, untuk memancing di Telaga Menjer. Namun hingga keesokan harinya korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian di sekitar telaga, namun korban belum ditemukan.

Korban baru ditemukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi mengapung di tepi timur Telaga Menjer. Selanjutnya, kepala desa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Garung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama pada kondisi cuaca dingin dan berkabut, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.