Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Cek Kulitas Sanitasi Di Desa

Dalam rangka meningkatkan kebersihan dan kesehatan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Leksono Aipda Parito bersama Bhabinsa dan perangkat desa, melakukan pengecekan rumah-rumah yang belum memiliki fasilitas jamban sesuai dengan ketentuan di Desa Besani, Kecamatan Leksono.

Pengecekan ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memastikan bahwa seluruh warga di wilayah setempat memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang layak dan memenuhi standar kesehatan. Ketentuan ini diimplementasikan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang dapat disebabkan oleh kondisi sanitasi yang tidak memadai.

Kegiatan yang dilakukan secara kolaborasi dimana Bhabinkamtibmas dan perangkat desa berkumpul untuk berkoordinasi dan menyusun strategi dalam pengecekan rumah warga. Daftar rumah yang belum memiliki jamban telah disiapkan sebelumnya oleh tim survei dari dinas kesehatan setempat.

Tim kemudian bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan untuk memulai pengecekan. Dalam setiap kunjungan, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa memberikan sosialisasi tentang pentingnya memiliki jamban bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Selain itu, mereka juga memberikan informasi tentang program bantuan pemerintah yang dapat membantu warga membangun jamban di rumah mereka.

Selama proses pengecekan, ditemukan beberapa rumah yang belum memiliki jamban atau memiliki jamban yang tidak memenuhi standar. Warga yang terkena program pengecekan tersebut akan diberikan waktu untuk segera memperbaiki kondisi sanitasi di rumah mereka. Bhabinkamtibmas dan perangkat desa juga siap membantu dalam proses pemenuhan persyaratan pembangunan jamban jika diperlukan.

Aipda Parito menyampaikan, “Ini adalah bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah daerah dan memastikan bahwa hak setiap warga untuk hidup sehat terpenuhi. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak desa dan dinas kesehatan untuk memantau perkembangan dan memastikan implementasi program ini berjalan lancar.”

Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah setempat untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan memperkuat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Melalui kerja sama yang erat antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang bersih dan sehat bagi seluruh warga.

TNI-Polri Bersinergi Lakukan Pengamanan Sedayu Bersholawat

Personel Polsek Sapuran melaksanakan kegiatan pengamanan Sedayu Bersholawat pada Senin (31/7) malam, dalam rangka peresmian Masjid Al Hidayah Sedayu bertempat di halaman Masjid bersama Habib Abdullah Al-Habsyi dari Pekalongan.

 

Kegiatan pengamanan Sedayu Bersholawat dipimpin langsung oleh Kapolsek Sapuran AKP Widodo. Dalam pengamanan selain anggota Polri juga dibantu personil TNI dari Koramil Sapuran.

 

AKP Widodo mengatakan bahwa kegiatan pengamanan desa ini merupakan bagian dari upaya Polsek Sapuran untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, dengan ikut serta dalam acara bersholawat, diharapkan ikatan antara polisi dan warga semakin erat.

 

“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjaga keamanan wilayah. Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari dukungan kami terhadap kegiatan keagamaan masyarakat,” ujarnya

 

Selain mengamankan acara, anggota polisi juga turut berpartisipasi aktif dalam acara bersholawat tersebut. Dengan bersama-sama bernyanyi dan bersholawat, suasana kebersamaan tercipta antara polisi dan masyarakat.

 

Hadirnya Polsek Sapuran dalam acara keagamaan ini mendapatkan apresiasi positif dari warga desa Sedayu. Mereka merasa senang dan terhormat atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh aparat kepolisian.

 

“Sangat menyenangkan melihat polisi ikut bergabung dengan kami dalam acara bersholawat. Semoga kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut untuk mempererat hubungan kami dengan polisi,” ujar salah satu warga desa Sedayu

SEMARANG – Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap Narkotika jenis Sabu total seberat 5 Kilogram

Semarang-Polda Jawa tengah. Kasus pertama, pada Kamis (27/7/2023), petugas Ditresnarkoba Polda Jateng melakukan penangkapan terhadap 2 tersangka, yakni AD dan S di Desa Kramat, Kec Dempet Kab Demak.

Setelah dilakukan penggeledahan polisi menemukan barang bukti 1 kg sabu.

Setelah dilakukan interogasi dan penggeledahan polisi menemukan barang bukti paket sabu, timbangan, kartu ATM, Handphone dan lainnya.

“Dari penangkapan kedua tersangka, diperoleh keterangan jika mereka menerima paket sabu dari seseorang berinisial Y (DPO),” ungkap Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luhfi di Mapolda Jateng, Senin (31/7/2023).

Awalnya pada Selasa 25 Juli 2023, Y menghubungi AD dan S untuk meminta agar rumah AD maupun S dijadikan pertemuan antara Y dengan temannya.

Dijelaskan, pada Rabu 26 Juli 2023 sesuai dengan penjelasan Y, kedua tersangka bertemu dengan Y yang saat itu membawa koper, lalu ketika koper di buka ternyata isinya pakaian yang didalamnya ada 4 paket sabu.

Kemudian Y memberikan 4 paket sabu yang dibungkus kaos warna hitam, yang selanjutnya kedua tersangka mengkonsumsi sedikit paket sabu sebagai tester keaslian sabu. Selanjutnya Y pergi dan 4 paket sabu dibawa pulang disimpan oleh AD di rumahnya.

Para tersangka dikenakan Pasal 132 ayat (1) UU RI N0 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

Untuk kasus kedua, Ditresnarkoba Polda Jateng berhasil menyita barang bukti sabu seberat 4 kg.

Bermula polisi mendapatkan informasi dari masyarakat adanya jaringan penyalahgunaan sabu di kapal Darma Kartika 7 pelabuhan Tanjungmas Semarang.

“Tim opsnal Ditresnarkoba Polda Jateng mengamankan seseorang yang diduga membawa narkoba jenis sabu seberat 4 kg yang merupakan jaringan malaysia, pontianak,” kata Luhfi.

Rencana paket tersebut akan dibawa ke Bali. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi berhasil menangkap I Y N alias RN di dalam Kapal Dharma Kartika 7 jurusan Pontianak – Semarang.

Setelah petugas melakukan interogasi, IYN menerima paket sabu tersebut dari AP (DPO).

Awalnya I Y N diajak oleh AP (DPO) ke Pontianak dengan tujuan membawa paket sabu dari Pontianak ke Bali dengan dijanjikan upah akan dibantu biaya pernikahan.

Selanjutnya I Y N bersama AP (DPO) langsung berangkat dari Bali (Bandara I Gusti Ngurah Rai) menggunakan pesawat Super Air Jet jam 17.00 WITA sampai di JKT (Bandara Soetta) Sabtu 00.15 WIB
(transit).

Pada 31 Juli 2023 sekira jam 03.30 WIB, saat I Y N akan turun dari kapal Dharma Kartika 7 ditangkap oleh petugas.

Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 4 paket besar sabu yang disamarkan dengan pakaian.

” I Y N mengakui jika tujuan ke Pontianak adalah membawa paket sabu dari Pontianak ke Bali dengan dijanjikan upah akan dibantu biaya pernikahan oleh AP (DPO),” jelasnya.

Atas perbuatannya tersangka INY disangkakan Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika

LATIHAN BERSAMA POLDA JATENG , KODAM IV DIPONEGORO SERTA PEMPROV JATENG DALAM RANGKA PENANGGULANGAN GANGGUAN KEAMANAN INTENSITAS TINGGI TERHADAP VIP SELAMA TAHAPAN PEMILU 2024

Semarang – Polda Jawa Tengah – Suasana mencekam terjadi di kawasan Simpang lima kota Semarang. Ratusan pengunjuk rasa tak dikenal memenuhi kawasan tersebut dan bahkan melakukan aksi anarkis pada Senin (31/7/2023).

Massa melakukan aksi provokasi sehingga pengguna jalan menjadi ketakutan dan memilih menghindar dari kawasan Simpang Lima.

Tepat di depan Hotel Louis Kienne, massa membakar dan meledakkan sebuah mobil, sekitar pukul 08.30 wib

Aksi massa ini akhirnya terhenti ketika pasukan dari Polda Jawa Tengah dan Kodam IV / Diponegoro melakukan penindakan secara terukur. Dibantu satpol PP, personel Polda dan Kodam juga melakukan pengamanan beberapa obyek vital kota Semarang yang diperkirakan menjadi target rusuh massa.

Sejumlah provokator aksi ditangkap, Petugas pun memberikan pertolongan pada seorang peserta aksi yang terluka dalam aksi anarkis itu

Tak hanya itu, tiga helikopter juga diterjunkan untuk mengevakuasi seorang tokoh VIP tepat di atas roof top hotel Louis Keinne.

Aksi mencekam yang terlihat nyata tersebut merupakan bagian dari Latihan Penanggulangan Gangguan Keamanan Berintensitas Tinggi Terhadap VIP Selama Tahapan Pemilu 2024, yang digelar Polda Jateng bersama Kodam IV / Diponegoro dan Pemprov Jateng di Kawasan Simpang Lima Kota Semarang.

Terkait kegiatan itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan latihan ini penting untuk digelar menjelang pemilu khususnya dalam mengamankan tokoh Very Important Person (VIP) dalam situasi kritis atau chaos.

“Hari ini Polda Jateng, Kodam IV Diponegoro dan Pemprov Jateng menggelar latihan gabungan dalam rangka pengamanan dan penanggulangan terkait dengan VIP selama pentahapan pemilu 2024,” tutur Kapolda.

Kapolda menyebut latihan itu dilakukan guna menyamakan persepsi dan SOP serta meningkatkan profesionalisme dalam rangka pengamanan pentahapan pemilu terutama menghadapi gangguan keamanan berintensitas tinggi.

“Selain itu juga sebagai wujud sinergitas TNI Polri dan Pemerintah Propinsi Jateng guna suksesnya Pemilu Serentak 2024,” lanjut Kapolda.

Kegiatan itu diikuti sebanyak 1598 personil gabungan TNI Polri dan Pemprov Jateng. Dalam latihan disimulasikan berbagai tahapan pengamanan yang dilakukan guna menghadapi peningkatan eskalasi gangguan keamanan.

Kapolda menerangkan, SOP bersama ini untuk memangkas adanya birokrasi manakala diwilayah kita terjadi adanya eskalasi kontijensi. Melalui latihan ini kita uji SOP bersama antara Polda Jateng Kodam IV Diponegoro dan Pemerintah Propinsi.

Sementara Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono menyebut simulasi yang diperagakan dalam latihan ini adalah contoh kecil dari penanganan yang dilakukan oleh TNI Polri bila terjadi gangguan keamanan berintesitas tinggi.

“Sinergitas antara TNI Polri dan Pemerintah Daerah di Jawa Tengah sudah dilakukan sejak lama. Tidak ada tentara kerja sendiri, polisi kerja sendiri, pemerintah kerja sendiri, semua bersinergi dalam menghadapi permasalahan di lapangan,” ujarnya.

Dirinya berharap seluruh tahap pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan sehingga sitkamtibmas di Jawa Tengah dapat terjaga.

“Kita berharap pemilu nanti tidak ada kendala dan semua masyarakat dapat menerima dengan ikhlas apapun hasilnya,” tandas Pangdam.

Sekda Propinsi Jateng, Sumarno, menambahkan, dirinya dirinya mengapresiasi kesiapan TNI Polri untuk menjaga sitkamtibmas di wilayah Jawa Tengah.

Dirinya berharap gangguan keamanan sebagaimana yang disimulasikan dalam latihan tidak sampai terjadi di wilayah Jawa Tengah.

“Tadi kita lihat kesiapan yang dilakukan dalam simulasi sangat luar biasa. Kita berharap situasi ganggungan kamtibmas seperti yang disimulasikan tidak terjadi di Jawa Tengah. Kita semua ingin pemilu di Jateng aman dan lancar,” ungkapnya.

“Untuk itu kita berupaya melakukan berbagai langkah antisipasi agar situasi tetap sejuk dan kondusif,” pungkas Sumarno

Merdi Dusun Pucung Pandak, Dihadiri Bupati Hingga Kapolsek Selomerto

Kapolsek Selomerto, AKP Agus Priyono, menghadiri upacara merdi dusun Pucung Pandak Selomerto. Kehadirannya dalam acara ini memberikan semangat baru bagi warga setempat yang sedang merayakan acara adat tersebut.

Acara tersebut merupakan bagian dari tradisi lama masyarakat Dusun Pucung Pandak, yang diadakan setiap tahun untuk memperingati sejarah panjang dan kekayaan budaya daerah tersebut. Kehadiran Kapolsek Selomerto menunjukkan dukungan dari kepolisian terhadap tradisi dan budaya lokal.

Pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap upaya warga Dusun Pucung Pandak dalam melestarikan adat dan budaya daerah. Dia juga menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Selomerto.

“Tradisi dan budaya kita adalah warisan yang tak ternilai harganya. Saya sangat bangga melihat semangat dan komitmen dari masyarakat Dusun Pucung Pandak dalam melestarikan warisan luhur ini,” ungkapnya.

Kegiatan merdi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya Bupati Wonosobo, jajaran forkopimcam, Nafa Urbach sebagai tokoh pemerhati budaya serta beberapa tokoh masyarakat Selomerto.

“Saya mengajak seluruh warga Selomerto untuk terus bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” pungkasnya.

64 Calon Satpam Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Gada Pratama Polda Jateng

Diklat Satpam BUJP Gada Pratama Polres Wonosobo resmi dibuka pada Rabu (26/7) pagi di aula Yayasan Karya Bakti Don Bosco. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kasibinlat Dirbinmas Polda Jateng, Kompol Dewi Indah Sri Utami, S.H., S.I.K.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Kasat Binmas dan staf, serta 64 peserta diklat yang terdiri dari 62 peserta laki-laki dan 2 peserta perempuan. Saat sambutan, Kompol Dewi berpesan kepada para peserta untuk bersungguh-sungguh dalam diklat ini.

“Ikuti dan jalani pendidikan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh bisa dipelajari dan nantinya bisa diimplementasikan dalam tugas,” ungkapnya.

Pendidikan dan pelatihan ini, lanjutnya, pada dasarnya merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketrampilan dan cara bertindak baik perorangan maupun kelompok terutama yang berkaitan dengan pengamanan fisik dalam rangka pengamanan swakarsa di lingkungan kerja.

“Satpam berperan sebagai pengamanan swakarsa dan sekaligus sebagai mitra kepolisian dalam pengamanan wilayah di tempat kerja masing-masing,” lanjutnya.

Pihaknya juga menyatakan diklat satpam yang digelar ini merupakan kerja sama antara Dirbinmas Polda Jateng dengan BUJP PT. Prasetya Aman Sentosa yang bertugas membentuk satpam yang terampil dan profesional dalam pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut Kasat Binmas menjelaskan bahwa selama 2 minggu ke depan, para peserta diklat akan dibekali dengan berbagai ketrampilan dasar untuk menjadi satpam yang handal.

“Para peserta diklat akan dilatih untuk menghadapi situasi kerja di lapangan dengan berbagai ilmu dan ketrampilan,” ungkap AKP Suwandi.

Pihaknya berpesan agar para peserta diklat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh supaya ilmu yang didapat bisa dengan maksimal diterapkan dalam tugas ke depan. (mega hms)

Polres Wonosobo Evakuasi Jenazah Pria di Selokan

Warga Sumberan, Wonosobo digemparkan dengan penemuan jenazah soerang laki-laki yang tergeletak di selokan air Sumberan Barat pada Kamis (27/7) malam.

Dua saksi yang menemukan keberadaan jenazah kemudian menghubungi piket SPKT Polsek Wonosobo. Setelah dievakuasi dan dilakukan identifikasi terhadap jenazah, korban diketahui adalah S, seorang pria 51 tahun warga Jaraksari Wonosobo.

Menurut keterangan Dokter di IGD RSUD KRT. Setjonegoro, korban mengalami luka di pelipis kiri dan bahu sebelah kiri. Kapolsek Wonosobo saat mendatangi lokasi kejadian menuturkan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil identifikasi tim Inafis Polres Wonsoobo dan Dokter dari IGD RSUD , tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban, korban meninggal murni kecelakaan,” ungkap AKP Samsudin.

Hal tersebut dibenarkan dengan adanya keterangan saksi lain yang sempat bertemu dengan korban pada siang hari yang sudah berjalan dengan sempoyongan menuju selokan air Sumberan.
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga korban. Menurut AKP Samsudin keluarga korban telah menerima kematian korban dan tidak akan menuntut proses hukum. (mega hms)

POLDA JATENG AJAK MASYARAKAT TURUT SERTA SUKSESKAN PEMILU 2024 DENGAN CEGAH PENYEBARAN HOAX

POLDA JATENG – KOTA SEMARANG | Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mengajak masyarakat untuk turut berperan serta mencegah penyebaran berita bohong (hoax) di media sosial (medsos). Hal ini dapat dilakukan dengan senantiasa bijak dalam bermedia sosial terutama menjelang Pemilu serentak 2024.

Demikian penuturan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto dalam sebuah keterangan di Mapolda Jateng pada Jumat (28/7/2023) siang. Dirinya mengatakan, penyebaran berita bohong lebih mudah dicegah apabila masyarakat turut bijak dalam mempergunakan medsos.

“Untuk itu kami himbau agar masyarakat bisa menyaring setiap informasi yang didapatkan di media sosial sebelum meneruskan atau membagikan” katanya.

Sebagai sosok yang dekat dengan awak media, Kombes Pol Satake Bayu juga berharap agar media juga berperan dengan memberikan pemberitaan dan literasi guna mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial terutama pada masa Pilkada serentak 2024.

“Dengan demikian melalui sinergitas bersama awak media diharapkan juga mampu menciptakan cooling system di tengah masyarakat untuk menjaga harkamtibmas di setiap pentahapan Pemilu 2024,” jelasnya.

Kabidhumas menambahkan, Polda Jateng sendiri juga terus melakukan patroli cyber pada media sosial untuk mengantisipasi dan menangkal berita hoax, ujaran kebencian dan sara yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kamtibmas.

Kepolisian tidak segan untuk menindak tegas para pihak yang dengan sengaja turut menyebarkan berita bohong yang berpotensi mengganggu harkamtibmas di Jawa Tengah.

“Mari bersama-sama kita ciptakan suasana yang sejuk, aman dan damai di tengah masyarakat guna suksesnya Pemilu Serentak 2024,” pungkasnya.

Berikan Rasa Aman, Ratusan Personel Polisi Amankan Wonosobo Bersholawat

Ratusan personel Polres Wonosobo diturunkan untuk melakukan pengamanan kegiatan Wonosobo Bersholawat dalam rangka Hari Ulang Tahun Wonosobo yang ke 198 tahun.
Kegiatan yang digelar pada Kamis malam (27/7) di Alun – Alun Wonosobo tersebut dihadiri oleh ribuan penonton, tidak hanya dari wilayah Wonosobo saja namun beberapa penonton bersal dari luar kota seperti Kebumen, Temanggung, dan Banjarnegara.
Dalam kesempatannya Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito menyampaikan 240 personel kepolisian diturunkan untuk bertugas menjaga keamanan di sekitar lokasi acara dan area sekitar.
“Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir dalam acara Wonosobo Bersolawat ini. Pengamanan dilakukan tidak hanya di area acara utama tetapi juga di jalur-jalur yang mungkin menjadi jalur penghubung para peserta.” Ungkapnya
Selain mengamankan area acara, petugas kepolisian juga berperan dalam mengatur lalu lintas sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan yang dapat mengganggu kelancaran acara. Pengalihan arus lalu lintas juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama acara berlangsung.
Acara Wonosobo Bersolawat bersama Habib Syeh bin Abdul Qodir Assegaf ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Berbagai kegiatan seperti pembacaan sholawat, tausiyah agama, dan hiburan islami dihadirkan untuk menyemarakkan acara.

Satreskrim Polres Wonosobo Ungkap Kasus Pencabulan Oleh Kakek 69 Tahun

Wonosobo – Polres Wonosobo menggelar press release pada hari Kamis (26/7) untuk mengungkap kasus yang menggemparkan warga setempat, dimana seorang kakek diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Tersangka yang terlibat dalam kasus ini, AR (69) didakwa dengan tindakan cabul terhadap korban berulangkali.

Press release yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Kuseni, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kasus ini mencuat setelah korban memberanikan diri untuk melaporkan kejadian mengerikan yang dialaminya. Kejadian terakhir dilaporkan terjadi pada bulan Mei 2023, di mana korban berada di rumahnya sendiri ketika terlapor, AR datang dan melakukan perbuatan cabul terhadapnya.

Berdasarkan keterangan korban, tersangka diduga menggunakan bujuk rayu dengan menyebut korban cantik dan menyatakan bahwa dirinya menyukai korban. Kemudian, tersangka melakukan perbuatan cabulnya kepada korban.

Kasat Reskrim AKP Kuseni, S.H., M.H., menekankan bahwa pihak kepolisian bersikap tegas dalam menangani kasus ini dan menjaga kerahasiaan identitas korban untuk melindungi privasinya. Tersangka AR dijerat dengan Pasal 82 UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU No.1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Kasat Reskrim juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan proaktif dalam melaporkan kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak, karena laporan tersebut sangat penting untuk memastikan kasus seperti ini dapat ditangani dengan cepat dan adil oleh aparat penegak hukum.

Polres Wonosobo menegaskan komitmen pihak kepolisian dalam melindungi hak-hak anak dan menjamin keamanan mereka dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. Semua pihak diminta untuk sama-sama turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.

Akhir dari press release ini, Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk tetap percaya pada proses hukum yang berlangsung dan memberikan dukungan penuh agar keadilan dapat terwujud.