Polres Wonosobo Tangkap Pengedar Sabu, Barang Bukti 1,1 Gram Diamanka

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayahnya dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Candi 2025. Seorang pria berinisial MM (29) warga Mojotengah, ditangkap pada Selasa, 4 Maret 2025 di depan pertigaan TPA Jlegong, Pagerkukuh, Wonosobo. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 1,1 gram sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di wilayah Wonosobo. Satresnarkoba Polres Wonosobo kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap tersangka MM.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu dalam plastik klip bening yang disembunyikan dalam bungkus makanan ringan. Selain itu, polisi juga menemukan bong (alat hisap), sedotan, pipet kaca, korek gas, serta sebuah ponsel Samsung A23 yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba. Polisi juga menyita kendaraan yang digunakan tersangka, yaitu Honda Vario berplat nomor lokal wonosobo

Saat ditangkap, tersangka sempat berusaha membuang sabu yang dibungkus tisu dan dilakban merah. Namun, petugas berhasil mengamankan barang bukti tersebut,”ujar AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H., Kasatresnarkoba Polres Wonosobo.

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Wonosobo. Polisi juga berencana mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Polres Wonosobo terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkotika. Operasi Pekat Candi 2025 akan terus digelar guna memberantas peredaran narkoba di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Wonosobo.

Polres Wonosobo Bagikan Takjil Gratis Secara Mobiling untuk Masyarakat

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Polres Wonosobo menggelar kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat , Kamis (6/3).Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini pembagian dilakukan secara mobiling, di mana petugas berkeliling untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan, pedagang kaki lima, hingga warga yang membutuhkan.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Sesama guna mendekatkan diri kepada masyarakat serta membantu mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Dengan cara mobiling ini, kami berharap lebih banyak warga yang terbantu,” ujar Kapolres

Petugas dari berbagai satuan dikerahkan untuk membagikan takjil di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Jalan Giri Margo, Pasar Induk, dan Jalan Resimen. Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dengan adanya aksi sosial ini, Polres Wonosobo berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menebarkan semangat kebersamaan di bulan penuh berkah ini.

Kebakaran di Mojotengah: Rumah Warga Ludes, Kerugian Capai Puluhan Juta

Mojotengah, Wonosobo – Kebakaran melanda sebuah rumah milik Sdr. Siti Ngaisah di Dusun Kongsi, RT 002 RW 003, Desa Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, pada saat keluarga sedang berbuka puasa, Rabu (5/3). Kejadian ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp. 70.000.000.

Kronologi kejadian bermula saat Sdr. Siti Ngaisah dan keluarganya tengah berbuka puasa, tiba-tiba listrik di rumah mereka padam. Anaknya kemudian pergi ke dapur untuk memeriksa situasi dan mendapati api sudah berkobar di bagian atap rumah. Upaya pemadaman dengan air dilakukan, namun api justru semakin membesar. Setelah memastikan bahwa kompor dan water heater tidak menjadi sumber kebakaran, anak korban segera keluar rumah dan meminta pertolongan warga sekitar.

Perangkat Desa Bumirejo yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan insiden ini ke BPBD Wonosobo. Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran bersama Polsek Mojotengah, Koramil Mojotengah, dan Damkar Wonosobo tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemadaman api.

Dampak dari kebakaran ini tidak hanya menghanguskan atap rumah Sdr. Siti Ngaisah, tetapi juga merambat ke bagian dapur rumah milik Sdr. Khulaimi dan Sdri. Musinah, yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian atapnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran. Sementara kebakaran tersebut diduga karena konsleting listrik hingga menyambar atap rumah, warga sekitar bergotong royong membantu membersihkan puing-puing rumah yang terdampak.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman guna menghindari insiden serupa di masa mendatang.

Polsek Sapuran Amankan 15 Pelaku Perang Sarung, Cegah Bentrokan Antar Remaja

Jajaran Polsek Sapuran berhasil mengamankan sejumlah remaja yang terlibat dalam aksi perang sarung di wilayah Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Kejadian ini terjadi pada Selasa (4/3), ketika sekelompok remaja berkumpul di jalanan dan mulai melakukan aksi saling serang menggunakan sarung yang telah dimodifikasi.
Kapolsek Sapuran, AKP Suryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang resah dengan aksi berbahaya tersebut. “Saat kami sedang melaksanakan patroli, kami mendapat laporan dan segera bergerak cepat. Petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan beberapa pelaku untuk mencegah bentrokan lebih lanjut,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, para remaja yang diamankan mayoritas masih berstatus pelajar. Mereka mengaku hanya ikut-ikutan tren tanpa menyadari bahaya dan dampak dari perbuatan tersebut. Saat ini, mereka telah dibawa ke Mapolsek Sapuran untuk didata dan diberikan pembinaan.
Polsek Sapuran mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. “Kami akan terus melakukan patroli rutin guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami juga berharap adanya peran aktif dari orang tua dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan,” tambah Kapolsek.
Dengan adanya langkah tegas dari kepolisian, diharapkan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi, dan para remaja bisa lebih mengisi waktu dengan kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi diri mereka dan lingkungan sekitar.

Polsek Leksono Evakuasi Tanah Longsor di Jl. Provinsi Ruas Sawangan – Kaliwiro, Lalu Lintas Lumpuh Total

Sebuah peristiwa tanah longsor terjadi di Jalan Provinsi ruas Sawangan – Kaliwiro, tepatnya sebelum TPK Dempes, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, sekitar pukul 17:45 WIB. Longsor yang membawa material berupa bebatuan dan tanah menutupi sebagian besar badan jalan, menyebabkan terhentinya aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan akses Sawangan menuju Kaliwiro lumpuh. Polisi dari Polsek Leksono, bersama dengan petugas Dinas Bina Marga, Damkar Wonosobo, Koramil Leksono, segera melakukan evakuasi untuk membersihkan material longsoran.
Beruntung, setelah sekitar dua jam, sekitar pukul 20:30 WIB, alat berat dari Dinas Bina Marga Wonosobo tiba di lokasi untuk membantu proses pembersihan. Selain itu, bantuan juga datang dari petugas Damkar Wonosobo, yang turut serta dalam penanganan longsoran tersebut.
Setelah dilakukan pembersihan secara intensif, material longsor berhasil diangkat, dan pada pukul 21:15 WIB, jalan tersebut dapat dilalui kembali oleh kendaraan. Lalu lintas perlahan kembali normal, meskipun para pengguna jalan diminta tetap berhati-hati mengingat kondisi jalan yang masih bisa terpengaruh cuaca ekstrem.
Kapolsek Leksono IPTU Tajudhin, menghimbau agar pengendara tetap waspada saat melintas di wilayah tersebut, mengingat kawasan ini rawan terjadinya longsor, terutama saat musim hujan.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan pihak berwenang dalam menangani bencana alam, serta kerja sama yang solid antara instansi terkait dalam menjaga kelancaran transportasi di wilayah Wonosobo.

Longsor Tutup Jalan di Pulosaren, Polsek Kepil dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

Wonosobo, Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo menyebabkan terjadinya tanah longsor di Jalan Provinsi ruas Sapuran – Kaliangkrik, tepatnya di Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo pada Jumat (28/2). Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan tertutup material longsoran, sehingga menghambat arus lalu lintas.
Mendapat laporan dari warga, Polsek Kepil bersama tim gabungan dari BPBD Wonosobo, TNI, relawan, serta masyarakat setempat segera melakukan evakuasi material longsor. Kapolsek Kepil, AKP Harwoko, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk memastikan jalur utama ini dapat segera dilalui kembali.
“Kami bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi begitu mendapat laporan. Saat ini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung agar jalan bisa kembali normal secepat mungkin,” ujar Kapolsek Kepil.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihak berwenang mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, mengingat potensi longsor susulan masih ada akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi.
Sementara itu, alat berat dari Damkar Wonosobo dan alat berat dari Dinas Bina Marga Wonosobo telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Masyarakat setempat juga turut membantu dengan peralatan seadanya. Diharapkan, akses jalan dapat kembali normal dalam waktu dekat agar aktivitas warga tidak terganggu.
Pemerintah daerah mengingatkan kepada seluruh warga, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, agar selalu waspada dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Antusiasme Masyarakat Terhadap Layanan Samsat Keliling

Wonosobo – Satlantas Polres Wonosobo terus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor dengan rutin menggelar layanan Samsat Keliling di berbagai wilayah Kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan serta menghindari keterlambatan pembayaran yang dapat berakibat denda.

Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, menjelaskan bahwa layanan Samsat Keliling ini dilaksanakan secara terjadwal di beberapa Kecamatan di wilayah Wonosobo. “Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dalam membayar pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat. Dengan layanan ini, kami berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan semakin meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Dengan adanya Samsat Keliling, masyarakat dapat menghemat waktu dan tenaga karena layanan ini hadir lebih dekat dengan mereka.

Dengan adanya Samsat Keliling ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan semakin meningkat, serta dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pajak yang dibayarkan.

Cegah Kemacetan dan Gangguan Keamanan, Polres Wonosobo Siagakan Personel di Pusat Perbelanjaan

Menjelang bulan suci Ramadan, kepadatan aktivitas masyarakat di sejumlah pusat perbelanjaan di Wonosobo meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga keamanan, Satlantas Polres Wonosobo mempertebal personel guna melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, seperti Pasar Induk Wonosobo dan Rita Pasar Raya.

Kapolres Wonosobo AKBP Dony Lumbarotuan menyatakan, peningkatan pengamanan ini dimulai pada Kamis, 27 Februari 2025. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan nyaman, serta pengendara yang melintas tetap dapat menikmati kelancaran arus lalu lintas,” ujarnya.

Selain pengaturan lalu lintas, Sat Intel dan Sat Reskrim Polres Wonosobo juga dikerahkan untuk melakukan pengamanan tertutup di lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian. Sementara itu, jajaran Polsek di wilayah Wonosobo mengintensifkan patroli guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

AKBP Dony menambahkan, pengamanan serupa akan terus dilakukan selama Ramadan. “Setelah pelaksanaan Operasi Ketupat Candi, kami akan mendirikan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif,” katanya.

Sebagai langkah preventif, Kapolres mengimbau masyarakat yang berbelanja agar tetap waspada terhadap barang bawaannya dan tidak membawa perhiasan mencolok yang berpotensi mengundang tindak kriminal. “Kami juga mengingatkan agar masyarakat memarkir kendaraan di tempat yang aman dan menggunakan kunci ganda untuk mencegah aksi pencurian,” tambahnya.

Bagi para pengendara, Polres Wonosobo mengingatkan pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak memarkir kendaraan sembarangan yang dapat menghambat kelancaran arus. “Kami harap masyarakat dapat bekerja sama dengan petugas di lapangan agar arus lalu lintas tetap lancar dan tertib,” ujar AKBP Dony.

Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa terganggu oleh kemacetan atau potensi gangguan keamanan di pusat-pusat perbelanjaan

Sambut Bulan Ramadan, Polres Wonosobo Gelar Bakti Sosial Presisi

Polres Wonosobo melaksanakan bakti sosial Polri Presisi bersama mahasiswa, Aliansi BEM, dan OKP dalam rangka menyambut bulan suci ramadan.
Sebanyak 250 paket sembako dibagikan kepada masyarakat di tiga titik yaitu di Jalan Soekarno hatta, Jalan T. Jogonegoro dan di Jalan Resimen atau depan Pasar Induk Wonosobo pada Kamis(27/2).
Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat.
“Bekerja sama dengan rekan-rekan mahasiswa, Aliansi BEM, dan OKP, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi cerminan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tinggi. Terlebih dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, yang penuh berkah dan ampunan,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan program prioritas Kapolri, khususnya dalam pemantapan kinerja pemeliharaan kamtibmas dan komunikasi publik, serta mendukung pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, bakti sosial ini juga merupakan implementasi dari Commander Wish Kapolda Jawa Tengah yang menekankan kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari kepedulian Polri kepada masyarakat, kegiatan bakti sosial ini tidak hanya dilakukan di Wonosobo, tetapi juga secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat sinergi antara Polri, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih harmonis.

Polsek Selomerto Amanaka Pelaku Curanmor

Aksi pencurian sepeda motor yang meresahkan warga Dusun Jetis, Desa Sumberwulan, Kecamatan Selomerto, akhirnya terbongkar. Polsek Selomerto, Polres Wonosobo, berhasil mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku, Aziz Firmansyah (24), warga Selomerto. Aziz diringkus pada 1 Februari 2025 setelah terbukti mencuri sepeda motor Suzuki Satria FU 150 berwarna hitam.
KBO Sat Reskrim Polres Wonosobo, Ipda Heru Tri Nur Sasongko, S.H., mengungkapkan bahwa pencurian terjadi pada Minggu, 26 Januari 2025 sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban, Taufik Khurrohman, baru saja memarkirkan sepeda motornya di gang dekat rumah. Beberapa jam kemudian, saat hendak mengambil kendaraan, ia terkejut mendapati motornya telah raib.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim dan SPKT Polsek Selomerto segera melakukan olah TKP dan penyelidikan mendalam. Berdasarkan keterangan korban, saksi, dan informasi dari masyarakat, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap Aziz. Modus yang digunakan pelaku adalah menuntun motor curian ke sebuah rumah kosong milik keluarganya.
“Pelaku kami jerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” ujar Ipda Heru Tri Nur Sasongko.
Menanggapi kasus ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan kendaraan mereka dalam kondisi aman. Beberapa langkah pencegahan yang disarankan untuk menghindari pencurian kendaraan, antara lain:
Parkir di Tempat Aman, Pilih lokasi parkir yang terang dan mudah diawasi.
Gunakan Kunci Ganda, Pastikan kendaraan terkunci dengan tambahan kunci ganda seperti gembok cakram atau rantai pengaman.
Pantau Keadaan Sekitar, Waspadai lingkungan sekitar, terutama jika meninggalkan kendaraan dalam waktu lama.
Laporkan Aktivitas Mencurigakan, Jika melihat tindakan mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian terdekat.
Polres Wonosobo menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Diharapkan peran aktif masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.