Ciptakan Ruang Aman Bagi Anak, Polwan Polres Wonosobo Gelar Kegiatan Rise and Speak

WONOSOBO – Polwan Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk Rise and Speak bersama siswa-siswi SD Al Madina Wonosobo, Selasa (26/8/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-77 yang diperingati tahun 2025 ini. Melalui kegiatan tersebut, Polwan ingin lebih dekat dengan anak-anak sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat.

Program Rise and Speak bertujuan menumbuhkan keberanian anak-anak dalam berpendapat serta membekali mereka dengan pemahaman tentang pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak. Gerakan ini mengajak setiap orang untuk bangkit dari diam, berani bersuara, serta saling mendukung dalam mencegah segala bentuk kekerasan maupun perundungan

Dalam kegiatan tersebut, Polwan Polres Wonosobo memberikan materi interaktif hingga diskusi ringan yang melibatkan para siswa. Harapannya, anak-anak dapat belajar sejak dini untuk tidak takut menyampaikan pendapat, melawan tindakan tidak adil, dan menjaga lingkungan sekolah agar tetap ramah serta aman.

“Kami ingin mengajarkan kepada adik-adik bahwa suara mereka penting. Anak-anak harus berani berbicara ketika mengalami atau melihat ketidakadilan, agar tidak ada lagi yang merasa sendirian,” ujar Senior Polwan, Aiptu Lifi

Selain itu, siswa-siswi juga diberikan pengetahuan terkait tugas dan fungsi kepolisian. Masing-masing Polwan dari berbagai satuan fungsi bergantian memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan perannya, mulai dari fungsi lalu lintas, reskrim, hingga binmas. Hal ini dilakukan agar anak-anak lebih mengenal keberagaman tugas polisi yang tidak hanya menindak kejahatan, tetapi juga melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat

Sebelum mengakhiri kegiatan, Polwan juga menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan tanpa ada perundungan atau diskriminasi.

Bhayangkari Wonosobo Gandeng 6 Instansi, Bareng-Bareng Wujudkan Program Peduli Sesama

Wonosobo – Bhayangkari Cabang Wonosobo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan kepedulian sosial. Pada Selasa (26/8/2025), Bhayangkari bersama enam instansi pemerintah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo.

Kerja sama ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, DPPKBPPPA, BPBD, serta Klinik Pratama Polres Wonosobo. Tujuannya adalah memperkuat sinergi dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan, hingga kesiapsiagaan bencana.

Dalam sambutannya, Ketua Bhayangkari Cabang Wonosobo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak. “Melalui kerja sama ini, kami berharap bisa lebih dekat dengan masyarakat dan bersama-sama memberikan manfaat nyata, baik dalam hal kesehatan, pelayanan administrasi, hingga menjaga lingkungan dan keselamatan,” ujarnya.

Perjanjian kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, namun juga menegaskan semangat kolaborasi. Ke depan, diharapkan setiap program yang dijalankan dapat langsung dirasakan manfaatnya, baik oleh anggota Bhayangkari, keluarga besar Polres, maupun warga Wonosobo secara umum.

Kehadiran berbagai instansi dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga adalah kunci keberhasilan dalam membangun masyarakat yang sehat, tertib, dan sejahtera.

Polres Wonosobo Tangkap Dua Residivis Narkoba, Amankan Sabu Siap Konsumsi

Wonosobo – Satresnarkoba Polres Wonosobo kembali menggagalkan peredaran narkotika. Dua pria berinisial NN (32) dan NH (29), warga Wonosobo, ditangkap polisi saat hendak mengonsumsi sabu di rumah NN pada Senin dini hari, 28 Juli 2025.

Keduanya diamankan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait maraknya penyalahgunaan narkotika di wilayah Wonosobo. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu seberat 0,6 gram yang dibungkus plastik klip bening, serta seperangkat alat hisap (bong), pipet kaca berisi sisa sabu, korek api, hingga dua unit telepon genggam milik para tersangka.

Kapolres Wonosobo AKBP melalui Kasat Narkoba AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H. menjelaskan, NN dan NH sebelumnya telah mengonsumsi sabu bersama. Setelah habis, keduanya patungan untuk membeli sabu lagi. “Belum sempat dikonsumsi bersama, mereka sudah berhasil kami amankan,” ujarnya.

Selain barang bukti sabu, polisi juga menyita jaket hitam, potongan lakban, kertas linting, serta sepeda motor milik salah satu tersangka. Saat ini kedua pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Kasus ini menegaskan komitmen Polres Wonosobo dalam memberantas peredaran narkotika. Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” tambah Kasat Narkoba Polres Wonosobo.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta, serta maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp8 miliar.

Polisi juga mengungkapkan, NN dan NH bukan orang baru dalam kasus narkotika. Pada 2022 lalu, keduanya pernah terjerat perkara serupa di Polres Wonosobo.

Forum Belajar Bersama: Personel Polres Wonosobo Dalami PP Nomor 60 Tahun 2017

WONOSOBO – Polres Wonosobo melalui Satuan Intelkam menggelar kegiatan Forum Belajar Bersama dengan materi sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perizinan Kegiatan, pada Senin, 25 Agustus 2025, bertempat di Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo.

Kegiatan ini diikuti oleh gabungan personel dari berbagai satuan fungsi serta perwakilan polsek jajaran Polres Wonosobo.

Kasubagdalpres SDM Polres Wonosobo, AKP Sugeng Hartanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman terkait tata cara perizinan kegiatan, sehingga setiap personel mampu memberikan pelayanan yang sesuai aturan dan prosedur.

“Forum belajar bersama ini menjadi sarana peningkatan pengetahuan bagi personel, sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat memberikan pemahaman yang tepat kepada pihak yang mengajukan izin kegiatan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, jajaran Sat Intelkam Polres Wonosobo memaparkan secara rinci prosedur pengajuan izin, kelengkapan dokumen yang diperlukan, serta mekanisme koordinasi antarunit. Selain itu, juga dilakukan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap aturan yang berlaku.

Kegiatan diakhiri dengan penekanan bahwa sinergi antar-satuan dan polsek jajaran sangat diperlukan guna mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam bidang perizinan kegiatan.

Polres Wonosobo Gelar Simulasi Penanganan Unjuk Rasa, Libatkan 300 Personel

Wonosobo – Polres Wonosobo menggelar latihan simulasi penanganan unjuk rasa, mulai dari aksi damai hingga potensi kericuhan, Jumat (22/8/2025) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo dengan melibatkan 300 personel.

Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program rutin pengendalian massa yang digelar setiap Senin dan Kamis. “Hari ini kita melaksanakan simulasi langsung di lapangan, sebagai bentuk antisipasi bila sewaktu-waktu ada penyampaian aspirasi masyarakat di Wonosobo. Dengan latihan ini, anggota lebih terampil dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, digambarkan massa menuntut pengembalian aset negara yang dikuasai perorangan dan menolak kenaikan pajak. Tahapan pengamanan dimulai dari penerimaan aspirasi warga dengan pengamanan dalmas awal yang mengedepankan negosiasi. Saat situasi memanas, kendaraan Armored Water Cannon (AWC) dikerahkan bersama dengan dalmas lanjut yang menggunakan peralatan lengkap untuk mengurai massa, dibantu pasukan K9 Sat Samapta. Tim Raimas kemudian melakukan penyisiran untuk membubarkan kerumunan.

Kapolres menambahkan, selain latihan dalmas, Polres Wonosobo juga rutin mengadakan pelatihan internal dan menghadirkan pakar dari luar guna meningkatkan kompetensi personel sesuai bidangnya. “Dengan pembekalan yang sesuai SOP, kami berharap kinerja anggota semakin profesional dan masyarakat merasakan rasa aman serta nyaman,” tegasnya.

Ditegur karena Bonceng Wanita Lain, SS Nekat Ancam Istri Pakai Pisau

WONOSOBO – Satuan Reserse Kriminal  Polres Wonosobo mengamankan seorang pria berinisial SS (51) atas dugaan tindak pengancaman terhadap istrinya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi di Wilayah Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.

 

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika korban menegur pelaku yang kedapatan berboncengan dengan seorang wanita lain. Teguran tersebut memicu emosi SS hingga terjadi adu mulut.

 

“Pelaku emosi karena ditegur istrinya, kemudian mengancam dengan mengatakan ‘breng-brengan sisan’ (tarung sekalian). Situasi semakin memanas setelah anak-anak mereka juga ikut mengomentari cekcok tersebut,” ungkap AKP Kristiawan dalam konferensi pers, Jumat (22/8/2025).

 

Dalam kondisi marah, lanjut Kristiawan, pelaku berlari ke dapur dan mengambil sebilah pisau bergagang biru. Dengan posisi menghujam dan melangkah ke arah istrinya. “Aksi itu membuat korban dan anak-anaknya ketakutan hingga berlari keluar rumah,” katanya.

 

Warga yang mengetahui keributan tersebut kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Unit Jatanras bersama petugas piket dan anggota SPKT segera mendatangi lokasi dan mendapati rumah korban sudah ramai warga. “Pelaku berhasil diamankan di lokasi dan langsung dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kristiawan.

 

Saat ini, SS masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Wonosobo. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku saat melakukan ancaman. Dan atas perbuatannya, SS dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun.

Mahasiswa Kedokteran di Wonosobo Jadi Korban Penganiayaan, Pelaku Dibekuk Polisi

WONOSOBO – Satreskrim Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang pria berinisial AA terkait kasus dugaan penganiayaan di kawasan kota Wonosobo pada Rabu (23/7/2025) malam, terhadap seorang Mahasiswa Kedokteran.

Kasus bermula ketika korban EP diajak makan oleh saksi 1 usai pulang jaga di RSUD Wonosobo. Setelah makan dan membeli kopi, keduanya sempat berkeliling sebelum akhirnya kembali menuju kos korban. Namun, di perjalanan, keduanya dicegat oleh pelaku yang diketahui cemburu karena kedekatan korban dengan saksi 1.

Pelaku sempat memarahi korban dan menarik kerah bajunya. Saat korban berusaha menjelaskan, pelaku justru memukul wajah korban hingga terjatuh di trotoar dan sempat tidak sadarkan diri. Korban kemudian melarikan diri ke kos untuk menyelamatkan diri.
Dalam konferensi pers pada Kamis (21/8/2025), Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan menjelaskan, kronologi kejadian sesuai dengan laporan korban.
“Saat korban EP mencoba mendekati pelaku AA dan saksi 1 untuk menjelaskan, tiba-tiba pelaku langsung memukul sekali ke arah muka korban hingga mengenai hidung dan bibir atas. Korban sempat blank dan jatuh tersungkur.” Terangnya
Korban yang mengalami luka di wajah kemudian melapor ke Polres Wonosobo didampingi seorang saksi, dan langsung dibawa ke RSUD Wonosobo untuk mendapatkan perawatan medis. Tidak lama berselang, petugas berhasil mengamankan pelaku AA untuk diproses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP atau Pasal 351 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau 2 tahun 8 bulan.

Kapolres Wonosobo Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Ajak Personel Lebih Humanis dan Profesional

Wonosobo – Polres Wonosobo menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Juang Polri, yang dilaksanakan di halaman Mapolres Wonosobo pada Kamis, 21 Agustus 2025. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., serta diikuti oleh para pejabat utama, personel Polres, perwakilan polsek jajaran, dan ASN Polri.

Dengan suasana khidmat, upacara diawali dengan penghormatan pasukan, pembacaan doa, hingga amanat Kapolres. Dalam amanatnya, Kapolres menekankan pentingnya menjadikan momentum Hari Juang Polri sebagai pengingat akan jati diri Bhayangkara sejati, yang senantiasa berjuang dan mengabdi untuk kepentingan bangsa serta masyarakat.

“Semangat juang Polri harus selalu hidup dalam diri kita. Tugas yang kita emban bukan sekadar rutinitas, melainkan pengabdian. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata, pelayanan tulus, dan integritas yang tinggi,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme, serta selalu hadir di tengah masyarakat dengan sikap humanis. Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan Polri yang dicintai rakyat.

Peringatan Hari Juang Polri tahun ini menjadi pengingat bahwa setiap personel Polri adalah pejuang di masanya. Bukan lagi dengan senjata, namun dengan pelayanan, keikhlasan, dan kerja keras demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Polsek Watumalang Salurkan 2,5 Ton Beras SPHP untuk Warga

WONOSOBO – Personel Polsek Watumalang melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat. Sebanyak 2.500 kilogram beras didistribusikan dari gudang Bulog ke Polsek Watumalang untuk kemudian disalurkan ke warga.

 

Beras subsidi pemerintah tersebut dibagikan kepada masyarakat di tiga desa, yakni Desa Gondang, Kalidesel, dan Wonoroto. Warga dapat membeli beras SPHP dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran, sehingga diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan sehari-hari.

 

Kapolsek Watumalang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. “Dengan adanya penyaluran beras murah ini, kami harap warga dapat terbantu dan kebutuhan pangan pokok tetap tercukupi,” ujarnya.

 

Masyarakat pun menyambut baik program tersebut. Kehadiran beras subsidi ini dianggap membantu terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang sering terjadi.

Kapolres Apresiasi Kreativitas Warga dalam Karnaval Kampung Merdeka

WONOSOBO – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan bersama jajaran hadir langsung dalam kegiatan penilaian Lomba Hias Kampung dan Lomba Tradisional yang digelar di Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, Wonosobo, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan yang diinisiasi warga ini berlangsung meriah dengan menampilkan kreativitas masyarakat dalam menghias lingkungan kampung serta mempertahankan kearifan lokal melalui berbagai permainan tradisional. Kehadiran Kapolres Wonosobo menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap semangat gotong royong serta rasa nasionalisme warga Desa Sojokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengapresiasi antusiasme masyarakat yang kompak menyemarakkan peringatan kemerdekaan melalui kegiatan positif.
“Tradisi seperti ini perlu terus dijaga, karena selain mempererat kebersamaan, juga menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ungkapnya.

Masyarakat tampak antusias menyambut kedatangan Kapolres, sekaligus menjadikan kegiatan lomba lebih semarak. Lomba Hias Kampung dan Lomba Tradisional ini diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kreativitas, serta melestarikan budaya lokal di tengah perayaan kemerdekaan.