Dukung Program Pemerintah, Polres Wonosobo Pastikan Dapur MBG Siap Beroperasi

Wonosobo – Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Bapak Prabowo Subianto, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., bersama Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Wonosobo, meninjau kesiapan Gedung dan Dapur MBG di lingkungan Polsek Kertek pada Sabtu (25/10/2025).

Peninjauan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan fasilitas dapur yang akan digunakan dalam mendukung program penyediaan makanan bergizi bagi siswa-siswi sekolah di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan terhadap area kerja karyawan, ruang penerimaan bahan baku, ruang penyimpanan, serta area pengolahan makanan. Tak hanya itu, tim juga memeriksa peralatan kebersihan, perlengkapan makan, dan kendaraan distribusi, guna memastikan seluruh sarana dapur siap digunakan secara aman dan higienis.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan gizi, kesehatan, dan konsentrasi belajar anak-anak Indonesia, khususnya di daerah. Polres Wonosobo melalui kegiatan ini turut memberikan dukungan penuh agar pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran.

Kegiatan peninjauan berlangsung dalam suasana humanis dan penuh kekeluargaan, menunjukkan komitmen Polres Wonosobo dan Bhayangkari dalam mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan kesiapan dapur dan sarana pendukung yang baik, diharapkan program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan sukses, serta memberi manfaat nyata bagi para siswa-siswi penerima manfaat.

Laporan Masuk ke Call Center 110, Polres Wonosobo Gerak Cepat Amankan Pelaku Pencurian

WONOSOBO – Polres Wonosobo dengan sigap menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 terkait adanya tindak pidana pencurian di wilayah hukumnya, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 18.48 WIB.

Laporan tersebut berasal dari seorang warga Wonosobo yang melaporkan adanya aksi pencurian kotak amal di Mushola belakang SD Negeri 1 Wonosobo, tepatnya di belakang Kantor Kodim 0707 Wonosobo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator 110 segera meneruskan informasi kepada petugas piket SPKT Polres Wonosobo untuk dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Tak lama berselang, personel SPKT tiba di lokasi dan mendapati terduga pelaku tengah diamankan oleh warga sekitar.

Petugas kemudian mengamankan terduga pelaku dari kerumunan massa dan membawanya ke Mapolres Wonosobo guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya, terduga pelaku diserahkan kepada Unit Reskrim untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kegiatan penanganan cepat ini merupakan wujud responsif Polres Wonosobo dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110, yang berfungsi sebagai sarana pengaduan dan penanganan cepat terhadap gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP M. KASIM AKBAR BANTILAN, S.I.K., M.M menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan dengan melapor melalui kanal resmi kepolisian. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melapor ke Call Center 110 jika mengetahui adanya tindak pidana atau gangguan kamtibmas di sekitarnya,” tegas Kapolres.

Tim Gabungan Cek Harga dan Stok Beras di Pasar-Pasar Wonosobo

WONOSOBO – Tim Satgas Pengendalian Harga Beras melaksanakan kegiatan pengecekan harga dan ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Wonosobo pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan harga beras tetap stabil serta menjamin stok beras yang cukup bagi kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan terdiri dari Koordinator Satgas Pengendalian Harga Beras Polda Jawa Tengah, personel Polres Wonosobo, DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, serta pihak Bulog Wonosobo.

Tim turun langsung menyambangi sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa stok beras di pasaran masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya harga yang melebihi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Wonosobo, Etika Hayati, SP, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi harga beras di Wonosobo masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

“Berdasarkan pengecekan di lapangan, harga beras premium berada di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.900 per kilogram, sedangkan untuk beras jenis SPHP dijual sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram,” jelasnya.

Tim Satgas merekomendasikan agar kegiatan pemantauan dilakukan secara rutin untuk menjaga kestabilan harga, memastikan ketersediaan stok, serta menjamin agar harga beras tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari para pedagang maupun masyarakat setempat.

Apel Ojol Kamtibmas, Polres Wonosobo Ajak Pengemudi Ojek Online Jadi Mitra Strategis Jaga Keamanan

Wonosobo – Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas ojek online, Polres Wonosobo menggelar Apel Ojol Kamtibmas pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi inisiatif luar biasa dalam membangun kolaborasi bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Wonosobo.

Apel yang diikuti oleh jajaran Polres Wonosobo dan komunitas ojek online ini menegaskan bahwa para pengemudi ojol bukan hanya mitra ekonomi masyarakat, tetapi juga merupakan mata dan telinga di jalanan yang berperan penting dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.
Dalam arahannya, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Kabar Bantilan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengemudi ojek online atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendukung mobilitas masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian rakyat.
“Rekan-rekan ojek online bukan hanya mitra ekonomi masyarakat, tetapi juga mata dan telinga di jalanan. Setiap hari rekan – rekan ojol berada di lapangan, melihat situasi, bertemu banyak orang, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Posisi ini menjadikan rekan – rekan ojol sebagai mitra strategis polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.” Ujar Kapolres
Selain itu, Polri juga mengingatkan pentingnya disiplin, keselamatan, dan ketertiban di jalan. Para pengemudi ojol diharapkan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
“Mari kita tunjukkan bahwa komunitas ojek online adalah pekerja profesional yang tertib lalu lintas, santun, dan peduli terhadap keselamatan. Ingat, keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi juga tanggung jawab kita bersama.” Tambahnya

Apel Ojol Kamtibmas diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kesadaran hukum, dan memperkuat semangat kebersamaan antara Polri dan komunitas ojek online. Sinergi ini diharapkan dapat menjadikan komunitas ojol di Wonosobo sebagai duta keselamatan, pelopor ketertiban, sekaligus mitra strategis Polri dalam menjaga Wonosobo tetap aman, tertib, dan damai.

Apel Akbar Kebangsaan Buruh, Polres Wonosobo Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan

Wonosobo – Polres Wonosobo menggelar Apel Akbar Kebangsaan Buruh pada Kamis (23/10/2025) pagi di halaman Mapolres Wonosobo. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat utama, personel Polres Wonosobo, serta perwakilan buruh dari berbagai wilayah di Kabupaten Wonosobo.

Dalam amanatnya, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama untuk memperkuat persatuan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong di antara seluruh elemen bangsa, termasuk kaum buruh yang merupakan garda terdepan penggerak ekonomi nasional.

Beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para buruh atas dedikasi dan kerja keras yang telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Rekan-rekan buruh adalah tulang punggung pembangunan. Melalui kerja keras dan semangat pantang menyerah, saudara-saudara turut mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi daerah,” ucap Kapolres dalam amanatnya.

Kapolres juga menekankan pentingnya menyalurkan aspirasi secara tertib, santun, dan berlandaskan hukum, karena buruh sejati bukan hanya pekerja keras, melainkan juga warga negara yang cinta damai dan taat aturan.

Dalam kesempatan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, termasuk memastikan keamanan kegiatan industri dan ketenagakerjaan agar produktivitas tetap berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, Kapolres Wonosobo menekankan pentingnya sinergi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan menuju kesejahteraan bersama.

Apel ini menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk memperkuat tekad menjaga persaudaraan, persatuan, dan kedamaian dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, demi Indonesia yang maju dan sejahtera.

Respon Cepat Tim Siaga Bencana Polres Wonosobo Tangani Tanah Longsor di Mojotengah

WONOSOBO – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo sejak Selasa malam (21/10/2025) memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Munggang, Desa Derongisor, Kecamatan Mojotengah, Rabu (22/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.15 WIB. Longsoran tanah menimpa dua rumah warga dan menyebabkan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp100 juta.
Peristiwa terjadi yang mengakibatkan tanah menimpa rumah milik Mustofa, warga RT 01 RW 02 Dusun Munggang, Desa Derongisor, Kecamatan Mojotengah. Tebing yang longsor akibat tanah jenuh air menghantam bagian belakang rumah hingga tembok jebol dan material tanah masuk ke dalam rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Mendapat laporan dari warga, Polsek Mojotengah segera berkoordinasi dan meneruskan informasi kepada Regu Siaga Bencana Alam (Bencal) Polres Wonosobo. Tim gabungan dari Polres Wonosobo menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, pengamanan area rawan, serta pembersihan material longsoran agar akses warga kembali aman.
Kapolsek Mojotengah menjelaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam menangani bencana alam di wilayah rawan longsor, khususnya di musim penghujan.
“Begitu laporan masuk, tim langsung diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah longsor susulan. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda pergerakan tanah,” ujarnya.
Saat ini, pihak pemerintah desa bersama aparat masih melakukan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Wonosobo.

Asah Kesiapsiagaan, Polres Wonosobo Gelar Latihan Menembak Personel Raimas

Wonosobo – Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel, Ton Raimas Sat Samapta Polres Wonosobo melaksanakan latihan menembak senjata laras licin (flashball) di Lapangan Wonolelo, Kecamatan Wonosobo, pada Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan kemampuan (Binlat) bagi anggota yang bertugas di lapangan, khususnya personel Raimas yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pada situasi tertentu.

Latihan menembak tersebut dilaksanakan dengan pengawasan ketat oleh instruktur dari Sat Samapta Polres Wonosobo, didampingi oleh personel yang berpengalaman di bidang senjata api. Sebelum pelaksanaan, peserta terlebih dahulu mengikuti apel pengecekan personel, pemeriksaan senjata, serta pengarahan tentang prosedur keamanan dan teknik dasar menembak.

Selama latihan berlangsung, seluruh personel tampak antusias dan disiplin mengikuti setiap instruksi. Fokus utama latihan ini bukan sekadar ketepatan menembak, melainkan juga peningkatan ketenangan, kontrol diri, dan penerapan prinsip keamanan (safety first) saat menggunakan senjata api.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Di akhir latihan, dilakukan evaluasi hasil tembakan untuk menilai kemampuan individu sekaligus menjadi bahan pembinaan ke depan.

Melalui latihan ini, diharapkan para personel Ton Raimas semakin terampil, profesional, dan siap menjalankan tugas pengamanan di berbagai situasi, serta senantiasa menjunjung tinggi prinsip presisi, humanis, dan bertanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Polres Wonosobo Gelar Pelatihan Identifikasi Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

 

Polres Wonosobo menggelar kegiatan Forum Belajar Bersama dengan tema “Pelatihan Petugas Identifikasi Jagung” pada Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Aula Endra Dharmalaksana Polres Wonosobo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H. dan diikuti oleh para Bhabinkamtibmas dari Polsek jajaran, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutannya, Kompol Agustinus David menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan personel dalam menggunakan aplikasi FASIH, yaitu aplikasi pencatatan dan pelaporan data yang dikembangkan oleh BPS. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai sarana pendataan program pemerintah, khususnya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional pada komoditas jagung.

“Data yang valid dan terintegrasi sangat penting dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis fakta, baik di bidang kamtibmas, pelayanan publik, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Kompol Agustinus David dalam sambutannya.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara Polres Wonosobo dan BPS merupakan langkah penting untuk mewujudkan data statistik yang akurat dan dapat dipercaya, sehingga mampu menjadi dasar pembangunan daerah berbasis data.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Wonosobo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama BPS dan Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada bidang ketahanan pangan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para petugas di lapangan dapat memahami tata cara input data, penggunaan fitur-fitur dalam aplikasi FASIH, serta pentingnya validasi data dalam mendukung akurasi statistik nasional,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Tim Statistik Produksi BPS Kabupaten Wonosobo, Agus Raharjo, SST., turut memberikan materi teknis tentang cara pengisian dan pendataan mandiri melalui aplikasi FASIH.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan identifikasi lahan jagung oleh Polri, sebagai upaya memperkuat koordinasi dan validasi data di tingkat lapangan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan BPS dan Polres Wonosobo dapat semakin bersinergi dalam menciptakan data yang kredibel guna mendukung program pemerintah dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Petugas Gabungan Respon Cepat Kecelakaan Kerja Tersengat Listrik di Wonosobo

Wonosobo – Personel Polsek Wonosobo bersama petugas gabungan dari Polres Wonosobo, TNI Koramil 01 Wonosobo, Damkar, dan PLN Wonosobo merespons cepat laporan adanya kejadian kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja di salah satu toko di Jalan A. Yani, Kelurahan Wonosobo Timur, Kecamatan Wonosobo, pada Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 11.55 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi saat seorang pekerja tengah melakukan pengecatan bagian bangunan toko. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik aktif saat berdiri dari posisi duduk, hingga mengakibatkan letupan kecil dan korban terpental di atas kanopi kaca setinggi sekitar tujuh meter.

Melihat kejadian tersebut, rekan kerja dan saksi segera memberikan pertolongan serta menghubungi pihak kepolisian. Tak lama kemudian, dua personel piket Polsek Wonosobo bersama petugas gabungan dari SPKT Polres Wonosobo, TNI, Damkar, dan PLN tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Korban kemudian segera dievakuasi ke RSUD Wonosobo untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar cukup serius akibat sengatan listrik.

Selain melakukan olah tempat kejadian dan pencatatan keterangan saksi, petugas juga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memastikan keamanan aliran listrik di sekitar lokasi guna mencegah insiden serupa.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat, terutama para pekerja konstruksi, agar selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja saat beraktivitas di dekat instalasi listrik, serta memastikan seluruh peralatan dan area kerja dalam kondisi aman sebelum digunakan.

Kegiatan penanganan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi cepat antarinstansi di lapangan.

Ciptakan Lingkungan Belajar Aman, Polisi Ajak Siswa MI Ma’arif Stop Bullying di Sekolah

WONOSOBO – Dalam upaya mencegah tindakan perundungan (bullying) sejak dini, Bhabinkamtibmas Polsek Kalikajar Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada para pelajar di MI Ma’arif Dusun Bulusari, Desa Karangduwur, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB ini dihadiri oleh Aiptu Budi Santoso selaku Bhabinkamtibmas Desa Wonosari dan Brigadir Danang S selaku Bhabinkamtibmas Desa Maduretno. Keduanya memberikan edukasi kepada seluruh siswa dan siswi MI Ma’arif mengenai bahaya bullying, dampak hukum yang dapat menjerat pelaku, serta cara mencegah dan menanggulangi perundungan di lingkungan sekolah.

Sebanyak 64 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, serta 8 guru pendamping, turut mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut dengan antusias. Para siswa diajak berinteraksi melalui tanya jawab ringan dan contoh-contoh situasi sehari-hari agar lebih memahami pentingnya saling menghormati dan menjaga perasaan teman.

Menurut Aiptu Budi Santoso, kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk menanamkan nilai empati dan disiplin sejak dini, agar anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang saling menghargai satu sama lain.

“Bullying bisa berdampak panjang pada psikologis anak. Karena itu, kami ingin mengingatkan siswa agar tidak melakukan hal-hal yang bisa menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal,” ujarnya.

Dengan adanya penyuluhan ini, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang telah hadir dan memberikan pemahaman tentang bahaya bullying. Diharapkan, kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.