Kasus Bullying Jadi Atensi Polres Wonosobo Inisiasi Rapat Lintas Sektoral

Wonosobo – Polres Wonosobo menggelar rapat koordinasi pascakejadian bullying yang melibatkan pelajar di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Kasatintelkam, Kasatreskrim, Kasatbinmas Polres Wonosobo, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait dan pihak sekolah yang terdampak. Rabu (26/7).

Rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Polres Wonosobo ini dihadiri berbagai pihak terkait seperti DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Disdikpora Wonosobo, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Upipa turut hadir dan berkontribusi dalam mencari solusi untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan. Langkah preventif dan pendampingan sosial menjadi fokus dalam rapat tersebut untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh pelajar.

Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mencari solusi dalam menangani kasus bullying yang telah terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Sapuran. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan pemangku kepentingan terkait, karena bullying dapat berdampak negatif pada psikologis korban dan menciptakan lingkungan sekolah yang tidak kondusif.

Dalam pembukaan kegiatan, Kasatbinmas Polres Wonosobo, AKP Suwandi, menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, Kapolres Wonosobo menegaskan pentingnya menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan tuntas sehingga rapat koordinasi ini diinisiasi. Kedua, pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita dan video kejadian bullying di media sosial, terutama yang melibatkan anak didik, agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Lebih lanjut, AKP Suwandi juga menyampaikan bahwa Polres Wonosobo memiliki lima konselor yang sudah memiliki sertifikat dalam menangani kasus seperti ini, tidak hanya di lingkup kepolisian tetapi juga untuk masyarakat secara umum. Konselor-konselor ini nantinya akan menjadi bagian dari upaya preventif dan pendampingan sosial untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan.

Hasil rapat menyepakati untuk membentuk tim pemetaan yang terdiri dari Disdikpora Wonosobo, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, DPPKBPPPA, Upipa, dan Polres Wonosobo. Tim ini bertugas untuk melakukan pemetaan sekolah-sekolah yang dianggap rawan terjadinya bullying, tindak kekerasan, atau tindak pidana, serta identifikasi pelajar yang berisiko, meskipun bersekolah di lingkungan yang dianggap aman. Selanjutnya, tim ini akan mengambil langkah-langkah preventif terpadu, seperti bimbingan dan konseling serta pendampingan sosial, untuk mengatasi masalah ini.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menangani masalah bullying di sekolah dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh pelajar di Kecamatan Sapuran. Semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk bekerja sama dan menjaga keamanan serta kesejahteraan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ibu Iin Khusani Mariah, M.P.H., selaku perwakilan DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah cepat dan tanggap dari Polres Wonosobo dalam menangani kasus bullying yang melibatkan pelajar di wilayah tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Ibu Iin menyampaikan pujian atas tindakan proaktif yang diambil oleh pihak kepolisian dalam menangani kasus tersebut, serta upaya kolaboratif dalam mengadakan rapat koordinasi lintas sektoral.

Kasus bullying yang melibatkan pelajar di Kecamatan Sapuran telah menjadi sorotan banyak pihak dan menimbulkan keprihatinan di masyarakat. Namun, dengan adanya respon cepat dari Polres Wonosobo, kasus ini berhasil ditangani secara efisien dan tepat waktu, sehingga korban dan tersangka mendapatkan perlindungan dan penanganan yang sesuai.

Ibu Iin Khusani Mariah juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menangani permasalahan yang melibatkan anak-anak dan remaja. Dalam hal ini, DPPKBPPPA berkomitmen untuk turut mendukung upaya pencegahan dan penanganan kasus bullying di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Apresiasi ini juga diiringi oleh harapan dari DPPKBPPPA agar langkah-langkah penanganan kasus bullying dan upaya pencegahan yang telah diinisiasi oleh Polres Wonosobo dan pihak terkait dapat berlanjut dan terus ditingkatkan. Dengan kerjasama yang solid dan sinergi yang baik antarinstansi, diharapkan kasus bullying dapat diminimalisir atau bahkan dihindari di masa mendatang.

DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo pun siap memberikan dukungan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang optimal bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Wonosobo. Semua pihak diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga dan melindungi hak-hak anak sebagai aset berharga bangsa.

Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Blora, Wakapolri : Sebagai Sarana Cooling System Menjelang Tahun Politik

Blora – Polda Jateng – Wakapolri, Komjen Pol Agus Andrianto melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Blora. Dalam kunjungan yang dilaksanakan sejak Selasa (25/7/2023), Komjen Agus meninjau pembangunan RS Bhayangkara serta menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan bagi warga setempat.

Komjen Agus menuturkan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan di Blora, dilaksanakan sebagai sarana cooling system menjelang kontestasi politik pada tahun 2024.

“Kontestasi politik yang tahapan-tahapannya sudah dilaksanakan saat ini, berpotensi untuk meningkatkan suhu kamtibmas. Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk mendinginkan situasi adalah menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan untuk masyarakat,” ungkap Komjen Agus saat membagikan paket sembako bagi masyarakat kurang mampu di Mapolres Blora, Rabu (26/7/2023).

Dirinya juga mengajak masyarakat Blora untuk banyak berkiprah di lembaga pemerintahan termasuk TNI dan Polri. Menurutnya, Kabupaten Blora sudah menunjukkan potensi warganya, dimana beberapa putra daerah setempat mampu menjadi pejabat penting di sejumlah instansi pemerintahan.

“Beberapa sudah masuk ke berbagai institusi pendidikan seperti Akpol maupun Akademi TNI. Namun beberapa tahun sempat terjadi kekosongan. Untuk itu saya mengajak agar warga lebih giat belajar dan berani tampil di level yang lebih tinggi,” ungkap jenderal bintang tiga yang juga kelahiran Blora 56 tahun silam itu.

Berdasar catatan, kunjungan petinggi Polri itu di Kabupaten Blora dan sekitarnya itu mendapat simpati luar biasa dari masyarakat.

Pada kegiatan bakti sosial, ribuan paket sembako dibagikan. Sejumlah kursi roda dan santunan juga diberikan pada para penyandang difabel.

Sedangkan pada kegiatan bakti kesehatan yang digelar, ribuan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

Diantaranya, pengobatan gratis yang diikuti 1.000 orang, khitanan massal yang diikuti 122 anak, pemeriksaan gigi yang diikuti 50 orang, vaksinasi yang diikuti 500 orang, penanganan stunting yang diikuti 41 anak, pemeriksaan ibu hamil yang diikuti 11 orang serta layanan Fisioterapy yang diikuti 50 orang.

Kegiatan lain yang juga diadakan adalah pemeriksaan pra kesehatan bagi calon peserta seleksi polri sejumlah 215 orang serta pembagian bingkisan bagi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk 23 orang.

Lebih lanjut, Komjen Agus mengajak seluruh pemerintah termasuk Polri untuk menjaga stabilitas ekonomi dan membentengi masyarakat dari ancaman inflasi .

“Saya juga meminta para pejabat khususnya kepolisian untuk turut membantu meningkatkan ketahanan pangan dan taraf ekonomi masyarakat,” kata Komjen Agus.

“Tindak tegas segala bentuk penyimpangan yang merugikan masyarakat. Jaga kepercayaan publik, sehingga kita dapat mengawal setiap program pemerintah yang pada dasarnya dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya

Bila Handphone terkena serangan Malware, lakukan langkah ini.

SEMARANG – Polda Jateng – Bagi kamu para pengguna Smartphone, khususnya perangkat Android, perlu berhati-hati.

Pasalnya, ada perangkat lunak berbahaya Malicious software atau Malware yang bisa nge Hack ponsel pengguna. Software berbahaya ini berpotensi meretas dan mencuri data di HP

Terkait hal tersebut, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Stevanus Satake Bayu mengatakan, jika seseorang sudah menjadi korban serangan Malware, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

Pertama, jangan terburu mematikan (turn off) perangkat yang terinfeksi. “Segera putuskan koneksi internet pada perangkat dengan membuat perangkat menjadi mode pesawat. Jangan sekali-kali menghubungkan perangkat dengan koneksi wifi, karena akan membuka celah kerentanan yang dapat diakses oleh pelaku,” ungkap Kabidhumas, Rabu (26/7/2023).

Selanjutnya, segera lepas SIM card yang terpasang pada perangkat yang terinfeksi.

“Pindahkan SIM Card pada perangkat lain yang masih fresh (kosong/baru) untuk tetap dapat menghubungi (menggunakan panggilan GSM) ke pihak bank, e-commerce, e-wallet, dan lainnya,” ujar Kabidhumas.

Menurutnya, hal itu untuk melakukan pemblokiran akun sementara, serta menghubungi beberapa kolega terdekat guna membantu menyebarkan informasi (membuat status) bahwa saat ini terjadi gangguan pada perangkat milik korban dan meminta untuk sementara dikeluarkan dari grup guna menghindari penyebaran malware ke pihak lain, serta meminta untuk tidak menanggapi permintaan yang diluar kebiasaan korban (pinjam uang, minta uang, minta pulsa).

“Segera ambil alih akun Whatsapp yang terhack dengan melakukan Login pada perangkat baru dgn Sim card terpasang,” lanjutnya.

Kemudian, lakukan penggantian Password pada akun email, Medsos, e-commerce, perbankan dari perangkat baru.

“Lakukan backup data-data penting ke komputer, antara lain, contact, foto, video, dokumen baik yang berada di perangkat yang terinfeksi maupun di memory card,” tambahnya.

Apabila sudah dibackup, sambungnya, lakukan factory reset (reset ke pengaturan pabrik) terhadap perangkat yang terinfeksi. Untuk memory card lakukan format ulang melalui komputer, sehingga perangkat dan memory card kembali bersih.

“Apabila masih akan tetap menggunakan perangkat yang terinfeksi sebelumnya, lakukan restore data,” sebutnya.

Jelang HUT RI, pPersonel Polsek Kertek Latih Peserta Paskibraka

Menjelang peringatan HUT RI ke-78 bulan Agustus mendatang, personel Polsek Kertek, Aipda Nanang dan Bripka Indra melatih pasukan Paskibra Kecamatan Kertek pada Selasa (25/7) siang di lapangan desa Karangluhur.
Aipda Nanang menuturkan bahwa 45 peserta Paskibra ini berasal dari berbagai SMA di Kertek.
“45 pelajar ini merupakan yang terpilih dan lolos seleksi Paskibra Kecamatan Kertek dan sejak bulan Juni lalu sudah mulai berlatih,” ungkapnya.
Tidak hanya anggota Polsek Kertek, sejumlah anggota Koramil kertek diketahui juga melatih pasukan Paskibra tersebut.
Aipda Nanang menambahkan bahwa latihan dilaksanakan seminggu tiga kali hingga Agustus mendatang. Selain latihan fisik dan gerakan dasar baris berbaris, pihaknya juga menanamkan disiplin saat berlatih.
Dirinya berharap dengan latihan rutin ini pasukan Paskibra Kecamatan Kertek bisa memberikan penampilan yang maksimal pada Upacara peringatan Kemerdekaan RI di Kecamatan Kertek mendatang.

Satbinmas Berikan Sosialisasi Di SMK N 1 Wonosobo

Personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Wonosobo aktif memberikan sosialisasi tentang bahaya kenakalan remaja kepada siswa SMK N 1 Wonosobo. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para remaja akan potensi bahaya yang mungkin mereka hadapi dalam menghadapi tantangan kehidupan di era modern.

 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di SMK N 1 Wonosobo, personel Satbinmas secara interaktif mengajak siswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi. Dalam sosialisasi ini, remaja diajak untuk lebih peka dan mengenali tanda-tanda awal perilaku kenakalan yang dapat merugikan diri mereka sendiri dan juga lingkungan sekitar.

 

Kasat Binmas Polres Wonosobo AKP Suwandi, menyatakan, “Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi para remaja di daerah ini. Kami berharap dengan pengetahuan yang diberikan oleh personel Satbinmas, para siswa dapat lebih mewaspadai segala potensi bahaya yang mengancam dan mengambil keputusan yang bijaksana dalam menghadapi masalah.”

 

Selama sosialisasi, beberapa bahaya kenakalan remaja yang menjadi fokus adalah penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perundungan (bullying), dan tawuran antar pelajar. Personel Satbinmas juga memberikan informasi tentang dampak negatif dari setiap perilaku tersebut, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental, hukum, dan sosial.

Personel Polsek Kertek Latih Paskibra Kecamatan Kertek

Menjelang peringatan HUT RI ke-78 bulan Agustus mendatang, personel Polsek Kertek, Aipda Nanang dan Bripka Indra melatih pasukan Paskibra Kecamatan Kertek pada Selasa (25/7) siang di lapangan desa Karangluhur.

Aipda Nanang menuturkan bahwa 45 peserta Paskibra ini berasal dari berbagai SMA di Kertek.

“45 pelajar ini merupakan yang terpilih dan lolos seleksi Paskibra Kecamatan Kertek dan sejak bulan Juni lalu sudah mulai berlatih,” ungkapnya.

Tidak hanya anggota Polsek Kertek, sejumlah anggota Koramil kertek diketahui juga melatih pasukan Paskibra tersebut.

Aipda Nanang menambahkan bahwa latihan dilaksanakan seminggu tiga kali hingga Agustus mendatang. Selain latihan fisik dan gerakan dasar baris berbaris, pihaknya juga menanamkan disiplin saat berlatih.

Dirinya berharap dengan latihan rutin ini pasukan Paskibra Kecamatan Kertek bisa memberikan penampilan yang maksimal pada Upacara peringatan Kemerdekaan RI di Kecamatan Kertek mendatang.

DIBUKA KAPOLDA, 726 REMAJA IKUTI PENDIDIKAN BINTARA POLRI DI SPN POLDA JATENG

Banyumas, Polda Jateng – Sebanyak 726 orang remaja mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri Polda Jawa Tengah gelombang ll tahun anggaran 2023, yang dilaksanakan di SPN Purwokerto. Secara resmi, pendidikan tersebut dibuka langsung Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi pada Selasa (25/7/2023).

Irjen Ahmad Luthfi dalam sambutannya menyebut para remaja tersebut akan dilatih selama lima bulan dengan materi pendidikan yang meliputi latihan fisik serta pengetahuan teknis dan taktis dasar kepolisian.

Dirinya meminta para remaja mengikuti pendidikan secara serius karena mereka merupakan hasil saringan dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri beberapa waktu lalu.

“Menjadi peserta didik merupakan sukses awal, tentunya berkat kerja keras serta dukungan dan doa restu orang tua beserta keluarga. Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dengan sebaik-baiknya,” ungkap Kapolda membacakan amanat Kalemdiklat Polri.

Disebutkannya pada gelombang ll tahun anggaran 2023 ini, Polri secara nasional melaksanakan pendidikan secara serentak yang dipusatkan di SPN masing-masing Polda, Sepolwan, Pusdik Polair dan Pusdik Brimob Polri.

“Jumlah total 15.429 orang siswa yang mengikuti pendidikan dasar kepolisian di seluruh Indonesia,” jelas Kapolda

“Adapun rinciannya, 12.580 orang mengikuti pendidikan bintara tugas umum, 500 orang Bintara Brimob, 100 orang Bintara Polair, 649 Bintara Polwan, 1500 orang tamtama Brimob dan 100 orang tamtama Polair,” rincinya

Para peserta didik, tutur Kapolda, akan disiapkan secara maksimal untuk menjadi sumber daya yang unggul. Mereka akan disiapkan maksimal untuk turut terlibat dalam mengamankan sejumlah agenda nasional.

“Termasuk pengamanan pemilu tahun 2024, yang tahapannya sudah dimulai pada tahun ini,” pungkasnya

Polres Wonosobo Kerahkan 500 Personel Amankan Acara Puncak Hari Ulang Tahun Wonosobo ke-198 Tahun

Polres Wonosobo menugaskan kurang lebih 500 personel untuk mengamankan acara puncak Hari Ulang Tahun Wonosobo yang ke-198 tahun pada Senin (24/7) malam. Pentas musik yang digelar di Alun-alun Wonosobo tersebut akan dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi nasional diantaranya Denny Caknan.
Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, memimpin langsung pengamanan yang melibatkan personel dari berbagai instansi terkait. Menurut Kapolres, puncak acara malam ini diperkirakan akan dipadati ribuan penonton sehingga jumlah personel pengamanan juga harus ditambah.
“Demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menonton, kami menambah personel pengamanan dari Brimob Polda Jateng sebanyak 60 personel,” ungkap Kapolres.
Dirinya menjelaskan, masing-masing personel Brimob maupun personel Polres Wonosobo telah ditempatkan di berbagai titik mulai dari ring 1 hingga di sejumlah kantong parkir yang tersebar di sekitar alun-alun.
“Selain mengamankan jalannya acara, kami juga memberlakukan aturan untuk penonton untuk menghindari desak-desakan, penonton laki-laki dan perempuan nantinya akan dipisah,” lanjutnya.
Hal tersebut menurut Kapolres dilakukan untuk mengurangi potensi desak-desakan yang bisa memicu kriminalitas maupun penonton pingsan. Sedangkan untuk penonton yang membawa keluarga atau anak kecil disatukan di bagian penonton perempuan.
“Kami sudah menempatkan petugas di berbagai titik di alun-alun, sehingga sbeelum memasuki lapangan penonton akan diarahkan,” jelas Kapolres.
Lebih lanjut saat pelaksanaan apel konsolidasi, Kapolres mengapresiasi aman dan lancarnya pentas musik yang berakhir kurang lebih pukul 24.00 Wib tersebut. Pihaknya menyebut hal tersebut tidak akan terwujud tanpa kerja sama dari berbagai elemen.
“Terimakasih atas kerja sama dari Polri TNI maupun instansi terkait, kami juga mengapresiasi ketertiban masyarakat Wonosobo sehingga puncak HUT Wonosobo bisa terlaksana dengan meriah, aman dan damai,” pungkas Kapolres.

Sepanjang Operasi Patuh 2023, Polda Jateng Tilang Ratusan ribu Pelanggar Lalulintas

SEMARANG, POLDA JATENG – Operasi Patuh Candi 2023 telah digelar Polda Jateng sejak tanggal 10 hingga 23 Juli 2023 lalu. Dalam kurun waktu tersebut, jajaran Polda Jateng dan Polres jajaran melaksanakan ratusan kegiatan sosialisasi keselamatan berlalulintas hingga penegakan hukum di jalan raya.

“Operasi Patuh Candi menitik beratkan kampanye untuk mengurangi fatalitas korban laka dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas,” kata Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (24/7/2023).

“Meski begitu, penindakan terhadap para pengguna jalan yang melanggar tetap dilaksanakan, namun tidak ada razia stasioner,” tambahnya

Selama dua pekan kegiatan operasi, Kabidhumas menerangkan bahwa jajaran Polda Jateng mencatat pelanggaran lalu lintas sejumlah 235.342 kejadian.

Dari jumlah tersebut, 73.342 pelanggar mendapat sanksi teguran, sedangkan 161.480 pelanggar ditilang.

“Rinciannya, 25.029 pelanggar ditilang secara manual, 19.517 pelanggar ditilang melalui ETLE statis dan 116.934 pelanggar ditilang melalui ETLE mobile. Dari data ini dapat diketahui bahwa mayoritas penindakan dilakukan melalui sarana ETLE baik statis maupun mobile,” rincinya

Adapun jenis pelanggaran yang mendominasi, ujar Kabidhumas, adalah pengendara yang tidak memakai helm, tidak memakai sabuk pengaman, melebihi batas kecepatan dan knalpot yang tidak standard.

Dibanding tahun 2022, lanjut Kabidhumas, penindakan pada pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh 2023 meningkatkan drastis.

Diungkapkannya, pada tahun 2022, pengguna jalan yang ditilang manual berjumlah 1.205 pelanggar, ditilang melalui ETLE statis sejumlah 9.482 pelanggar dan ditilang melalui ETLE mobile berjumlah 95.833 pelanggar. Sedangkan pelanggar lalu lintas yang mendapat sanksi teguran berjumlah 64.082 pelanggar.

“Jadi, dibanding tahun 2022, tren pelanggaran yang dicatat pada Operasi Patuh Candi tahun ini meningkat sekitar 100 persen,” terang Kabidhumas

Ditambahkannya, selama operasi Patuh Candi 2023, Polda Jateng juga mencatat terjadi 692 kejadian laka lantas dengan rincian 30 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat dan 849 orang luka ringan.

“Sedangkan kerugian materi secara total akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp2.214.300.000,-,” jelasnya

Jumlah laka lantas yang tercatat pada Operasi Patuh Candi tahun 2023 ini, kata Kabidhumas, meningkat tiga persen dibanding kejadian selama Operasi Patuh Candi pada tahun 2022.

“Pada tahun 2022, selama Operasi Patuh Candi terjadi 669 kejadian laka lantas dengan 21 korban meninggal dunia, 15 luka berat, dan 812 luka ringan. Jadi pada tahun 2023 tercatat ada tren kenaikan tiga persen,” paparnya

Meski Operasi Patuh Candi usai digelar, Kabidhumas menghimbau masyarakat agar terus meningkatkan etika berkendara dan patuh pada aturan lalu lintas.

“Faktor terbesar penyebab laka lantas adalah human error atau kesalahan manusia, Etika berlalu lintas yang baik dan kewaspadaan warga saat berkendara, berdampak pada turunnya jumlah laka lantas di jalan,” tegasnya.

“Untuk itu Polda Jateng terus mengajak warga untuk meningkatkan kepatuhan pada aturan-aturan berlalu lintas,” himbaunya

Satlantas Polres Wonosobo Merilis Penindakan Selama Operasi Patuh 2023

Wonosobo – Operasi Patuh Candi 2023 yang digelar oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo telah berhasil menindak sebanyak 1.811 pelanggaran selama 14 hari pelaksanaan, mulai dari tanggal 10 hingga 23 Juli 2023. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas, sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran di wilayah Wonosobo.

Dari total 1.811 pelanggaran yang ditindak, rincian penindakannya adalah sebagai berikut:

  1. 1.000 pelanggaran dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE): Teknologi ETLE berperan penting dalam mendeteksi dan menindak pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik strategis di kota. Sistem ini memungkinkan identifikasi pelanggaran, seperti melanggar lampu merah, pelanggaran lajur, dan kecepatan melebihi batas maksimum.
  2. 526 penindakan dengan tilang manual: Tilang manual dilakukan oleh petugas polisi lalu lintas secara langsung dengan mencatat pelanggaran yang terjadi dan memberikan surat tilang kepada pelanggar. Jenis pelanggaran yang ditindak dengan tilang manual umumnya melibatkan pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, atau tidak memiliki dokumen kendaraan.
  3. 285 teguran: Teguran diberikan kepada pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas ringan atau masih dalam kategori kesalahan minor yang tidak memerlukan proses tilang. Teguran tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pengendara agar lebih mematuhi peraturan lalu lintas dan menjadi pengingat untuk tidak mengulangi pelanggaran di masa mendatang.

Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Ragil Irawan, S.H., menyatakan kepuasannya atas hasil operasi ini. “Operasi Patuh Candi 2023 ini telah memberikan dampak positif dalam menciptakan disiplin berlalu lintas di wilayah Wonosobo. Kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas guna melindungi masyarakat serta mengurangi angka kecelakaan,” ujar AKP Ragil.

Operasi Patuh Candi yang telah berjalan dengan sukses ini merupakan bagian dari upaya Polres Wonosobo untuk mewujudkan tata tertib berlalu lintas yang baik dan mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas. Diharapkan, kesadaran dan kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas akan terus meningkat, sehingga keamanan berlalu lintas di wilayah Wonosobo semakin terjaga dengan baik.