Polres Wonosobo Sediakan 2 Ton Beras dan 1.200 Liter Minyak dalam Gerakan Pangan Murah

WONOSOBO — Polres Wonosobo menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Serentak di halaman Mapolres Wonosobo, Jumat(13/3), sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat sekitar yang datang untuk membeli paket bahan pokok yang dijual lebih murah dari harga pasaran.

Dalam kegiatan ini, Polres Wonosobo menyediakan sekitar 2 ton beras dan 1.200 liter minyak goreng yang dijual kepada masyarakat dengan harga subsidi. Warga terlihat memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan paket sembako tersebut.

Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas mengatakan, kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Semoga dengan diadakannya pasar murah ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata David.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan.

Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena harga beras dan minyak yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Polres Wonosobo berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dan warga.

Polres Wonosobo Dirikan 7 Pos Pengamanan untuk Operasi Ketupat Candi 2026

WONOSOBO — Polres Wonosobo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 pada kamis (12/3) sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut diikuti unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.

Apel dipimpin oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi lintas sektor dalam memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik masyarakat.

Bupati Afif Nurhidayat mengatakan, Kabupaten Wonosobo memiliki karakteristik tersendiri saat musim mudik Lebaran karena selain menjadi jalur penghubung antar daerah di Jawa Tengah, Wonosobo juga menjadi tujuan wisata, khususnya kawasan Dieng, yang setiap libur Lebaran mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Kabar Bantilan mengatakan pihaknya telah menyiapkan ratusan personel untuk mendukung pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Wonosobo.

“Kami menerjunkan sebanyak 394 personel yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan. Selain itu, kami juga mendirikan lima pos pengamanan, satu pos pelayanan, dan satu pos terpadu untuk memberikan pelayanan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran,” ujar Kasim.

Ia menambahkan, seluruh personel akan difokuskan pada pengamanan jalur mudik, kawasan wisata, serta pusat keramaian guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama libur Lebaran.

Ramadan Penuh Berkah, Polres Wonosobo Berbagi Takjil kepada Pengendara

Wonosobo — Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, jajaran Polres Wonosobo menggelar kegiatan pembagian puluhan paket takjil kepada masyarakat pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (11/3/2026) di Jalan Taman Makam Pahlawan, Wonosobo.

Aksi sosial ini menyasar pengendara roda dua, roda empat, hingga masyarakat yang melintas di sekitar lokasi menjelang waktu berbuka puasa. Personel Polres Wonosobo turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Momentum bulan suci Ramadan ini kami manfaatkan untuk berbagi kepada masyarakat. Semoga takjil yang kami bagikan dapat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu,” ujar AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan selama bulan Ramadan.

“Melalui kegiatan sederhana ini, kami berharap kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” tambahnya.

Masyarakat yang menerima takjil tampak antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut. Selain membantu para pengguna jalan yang belum sempat menyiapkan makanan berbuka, kegiatan ini juga menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan di tengah aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat

Tarawih Keliling dan Bakti Sosial Kapolres Bersama Forkopimda Wonosobo di Masjid As Saadah

Wonosobo – Kapolres Wonosobo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang dirangkaikan dengan bakti sosial di Masjid As Saadah, RT 09 RW 04, Dusun Pliyangan, Desa Sumberwulan, Kecamatan Selomerto, pada Rabu (11/03/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Wonosobo beserta jajaran, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang turut melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid As Saadah.

Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi antara unsur pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum kebersamaan dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan ibadah.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan Masjid As Saadah. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Perwakilan tokoh masyarakat Desa Sumberwulan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Tarawih Keliling dan bakti sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian dan kedekatan antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat.

Kegiatan Tarawih Keliling dan bakti sosial berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan tersebut diharapkan hubungan antara aparat pemerintah dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat suasana kebersamaan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Selama Ramadhan, Satresnarkoba Polres Wonosobo Berhasil Bongkar Tiga Kasus Narkobae

Wonosobo — Satresnarkoba Polres Wonosobo berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana narkotika dalam pelaksanaan Operasi Pekat Candi 2026. Operasi ini digelar sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat yang kerap meningkat menjelang dan selama bulan suci Ramadan, saat situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dinilai lebih rawan.

Dalam operasi tersebut, Satresnarkoba Polres Wonosobo berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kasatresnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukosso menyampaikan, dari tiga kasus yang berhasil diungkap tersebut petugas mengamankan barang bukti sabu dengan total berat bruto 6,99 gram. Menurutnya, pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Wonosobo dalam menekan peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi di tiga lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Wonosobo. Kasus pertama terjadi di wilayah Kecamatan Leksono, di mana petugas mengamankan seorang pria berinisial BSR (44) dan menemukan satu paket sabu dengan berat bruto 1,31 gram yang sempat dibuang di sekitar lokasi kejadian. Kasus kedua diungkap di Kecamatan Selomerto, dengan mengamankan seorang pria berinisial PR (43) beserta satu paket sabu seberat 1,38 gram yang disimpan di saku celana. Sementara itu, kasus ketiga terjadi di wilayah Kecamatan Sapuran, petugas menangkap seorang pria berinisial K (35) dan menemukan tiga paket sabu dengan total berat bruto 4,3 gram yang dimasukkan kedalam bungkus rokok dan disimpan dalam sebuah kardus.

AKP Teguh Sukosso menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Wonosobo dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

“Polres Wonosobo akan terus melakukan upaya penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dari narkoba,” ujarnya.

Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 di Trimulyo Wadaslintang, Perkuat Kolaborasi Bangun Desa

Wonosobo — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 resmi ditutup dalam sebuah upacara yang digelar di Lapangan Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan penutupan tersebut dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonosobo. Turut hadir pula sejumlah pejabat daerah, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program TMMD.

Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan fisik maupun nonfisik telah dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Desa Trimulyo dan sekitarnya.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin selama pelaksanaan TMMD.

“Program TMMD ini merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun wilayah pedesaan. Kami berharap hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan kemajuan daerah,” ujar AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Wonosobo akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Polri, khususnya Polres Wonosobo, siap mendukung setiap program pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang baik antara seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat, kami optimistis upaya percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Wonosobo dapat berjalan dengan optimal,” tambahnya.

Dengan ditutupnya TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026, diharapkan berbagai hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat serta menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan dan konektivitas wilayah di Kabupaten Wonosobo

Pengamanan Arus Mudik Dimatangkan, Tiga Polres Bahas Rekayasa Lalu Lintas

Wonosobo — Kepolisian Resor Wonosobo menggelar rapat koordinasi aglomerasi bersama Polres Temanggung dan Polres Banjarnegara dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Candi 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (10/3/2026) di Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan dan dihadiri sejumlah pejabat utama dari tiga wilayah, di antaranya Kabagops serta Kasat Lantas dari Polres Wonosobo, Polres Temanggung, dan Polres Banjarnegara.

Koordinasi lintas wilayah tersebut bertujuan memperkuat sinergi pengamanan arus lalu lintas, khususnya pada jalur yang menghubungkan ketiga kabupaten saat arus mudik dan libur Lebaran.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menegaskan pentingnya kolaborasi antarpolres dalam mengantisipasi potensi kemacetan di jalur penghubung tiga wilayah tersebut.

“Kita harus bersinergi untuk memecahkan potensi kemacetan di wilayah yang saling terhubung antara Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara. Komunikasi antarwilayah harus dilakukan sejak awal sebelum terjadi kepadatan lalu lintas,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Ia juga meminta seluruh jajaran memetakan titik-titik rawan kemacetan serta menyiapkan skema rekayasa lalu lintas seperti kantong parkir sementara maupun penutupan jalur apabila diperlukan.

Koordinasi tiga wilayah ini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama periode Operasi Ketupat Candi 2026.

Polres Wonosobo menegaskan bahwa komunikasi lintas wilayah akan terus dilakukan secara intensif guna memastikan arus kendaraan selama libur Lebaran tetap aman dan lancar, terutama pada jalur wisata menuju kawasan Dieng yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim libur.

Pihak kepolisian memastikan situasi hingga kegiatan rapat berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif.

Propam Polres Wonosobo Cek Kerapian dan Disiplin Anggota Menjelang Operasi Ketupat Candi 2026

WONOSOBO — Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Wonosobo menggelar kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktiblin) terhadap seluruh personel, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan internal kepolisian menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.

Pemeriksaan dilakukan di lingkungan Mapolres Wonosobo dengan menyasar sejumlah aspek kedisiplinan anggota, mulai dari kerapian seragam, sikap tampang, hingga kelengkapan identitas pribadi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran Propam Polres Wonosobo.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap personel berada dalam kondisi siap, baik secara fisik maupun sikap, sebelum terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri.

Kasi Propam Polres Wonosobo, IPDA Rahmad Sujaka, menegaskan bahwa kedisiplinan dan penampilan personel menjadi hal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kegiatan Gaktiblin ini kami laksanakan untuk memastikan seluruh personel Polres Wonosobo siap menghadapi pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Mulai dari kerapian, sikap tampang hingga kelengkapan identitas harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Kasi Propam Polres Wonosobo.

Ia menambahkan, kesiapan personel tidak hanya berkaitan dengan kemampuan operasional, tetapi juga mencerminkan profesionalitas institusi di hadapan masyarakat.

“Personel yang rapi, disiplin, dan berpenampilan baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh anggota berada dalam kondisi siap sebelum operasi pengamanan dimulai,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh personel Polres Wonosobo dapat menjaga kedisiplinan serta meningkatkan profesionalitas dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi 2026.

Kapolres Wonosobo Pastikan Kesiapan Pos Dieng hingga Terminal Mendolo Jelang Operasi Ketupat

Wonosobo — Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo melakukan pengecekan langsung ke sejumlah objek wisata dan pos pengamanan di wilayah Kabupaten Wonosobo, Minggu (9/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran.

Sejumlah lokasi wisata yang menjadi fokus pengecekan di antaranya kawasan Telaga Menjer dan Telaga Warna di wilayah dataran tinggi Dieng. Kedua destinasi tersebut diprediksi menjadi titik kunjungan wisatawan selama masa libur Idulfitri.

Selain objek wisata, Kapolres juga melakukan pemeriksaan kesiapan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang akan beroperasi selama Operasi Ketupat Candi 2026. Pengecekan meliputi Pos Pengamanan Dieng, Pos Pengamanan Gardu Pandang, Pos Pelayanan Terminal Mendolo, serta Pos Pelayanan Alun-Alun Wonosobo.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres memastikan kelengkapan fasilitas pos, kesiapan personel gabungan, serta sarana pendukung pelayanan masyarakat seperti ruang istirahat, layanan kesehatan, hingga pengaturan arus lalu lintas.

Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Wonosobo untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan Idulfitri dapat berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan siap beroperasi dengan baik. Mulai dari kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana, hingga koordinasi dengan instansi terkait, sehingga masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun berwisata di wilayah Wonosobo dapat merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolres Wonosobo.

Ia juga menambahkan bahwa kawasan wisata Dieng menjadi salah satu titik prioritas pengamanan mengingat tingginya minat wisatawan yang berkunjung saat libur panjang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan selama perjalanan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung,” tambahnya.

Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran, termasuk pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, serta destinasi wisata di wilayah Jawa Tengah.

Gerakan Tanam Jagung Nasional Digelar di Wonosobo, Kapolres Turun Langsung ke Lahan

WONOSOBO-Penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 digelar di Dusun Kwarasan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (7/3/2026) sore. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional dalam rangka mendukung swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Wonosobo M. Kasim Akbar Bantilan, Wakapolres Agustinus David Putraningtyas, para pejabat utama Polres Wonosobo, Kepala Dispaperkan Wonosobo Ir. Dwiyama, Kepala Gudang Bulog Sawangan Doddy Hendriansyah, Camat Sukoharjo Setiawan Nugroho, Kapolsek Sukoharjo AKP Slamet Riyanto, Danramil Sukoharjo Kapten Inf. Nurdiyana, serta Kepala Desa Sukoharjo Kabul Pradoyo bersama perwakilan KPH Kedu Utara, KPH Kedu Selatan, dan Gapoktan Sukoharjo.

Penanaman jagung dilakukan secara simbolis di lahan binaan Polri yang berada di wilayah Sukoharjo. Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam upaya meningkatkan produksi jagung di Kabupaten Wonosobo.

Pada saat yang sama, kegiatan tersebut juga terhubung secara virtual melalui zoom meeting dengan jajaran kepolisian di seluruh Indonesia yang dipimpin langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari gerakan tanam jagung serentak nasional.

Kapolres Wonosobo berharap kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara optimal sekaligus meningkatkan hasil panen jagung para petani. Dengan kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan mampu mendukung swasembada jagung serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.