Waka SPN Polda Jateng Tinjau Siswa Latihan Kerja di Polres Wonosobo

Sebanyak 24 siswa Bintara Polri dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng menjalani latihan kerja di Polres Wonosobo sejak Senin (13/11/2023) lalu. Sesuai rencana para siswa Bintara Polri tersebut akan melaksanakan latihan kerja selama satu bulan ke depan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Waka SPN Polda Jateng, AKBP Abdul Waras, melaksanakan kunjungan ke Mapolres Wonosobo pada Rabu (23/11).

“Kami berharap para siswa berlatih dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi di lapangan terutama dalam tugas kewilayahan,” ungkap Waka SPN.

Dalam sambutannya, Waka SPN Polda Jateng menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan latihan kerja siswa SPN Polda Jateng di Polres Wonosobo.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menyambut baik kunjungan Waka SPN bersama rombongan. Pihaknya siap memperkenalkan cara bertindak dan menghadapi berbagai tantangan dalam bertugas di lapangan.

“Meski hanya satu bulan, namun kami akan memaksimalkan latihan kerja ini. Sehingga para siswa dapat membawa pulang ilmu-ilmu yang penting dalam bertugas kelak,” ungkap Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, WakaSPN Polda Jateng juga memberikan arahan kepada siswa SPN Polda Jateng yang melaksanakan latihan kerja di Polres Wonosobo. Ia berpesan agar siswa SPN Polda Jateng dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menambah pengetahuan serta keterampilan.

“Siswa SPN Polda Jateng harus memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menambah pengetahuan serta keterampilan,” kata Waka SPN Polda Jateng.

Kapolres menjelaskan, setiap harinya para siswa terbagi menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan latihan kerja. Mereka ditugaskan untuk belajar dan berlatih di masing-masing fungsi setiap harinya.

“Para siswa kita kenalkan tugas-tugas kepolisian pada setiap bagian dan satuan fungsi. Agar nantinya setelah lulus pendidikan sudah siap apabila di tempatkan pada fungsi manapun,” pungkas Kapolres.

Gelar Sosialisasi Tertib Lalu Lintas, Satlantas Wonosobo Beri Hadiah Bagi Masyarakat yang Tertib

Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo menggelar sosialisasi tertib lalu lintas di Jalan Tumenggung Jogonegoro, Selasa (21/11/2023). Sosialisasi ini menyasar 100 orang pengguna jalan baik roda 4 maupun roda 2.

Kasatlantas Polres Wonosobo, Iptu Edi Nugroho, mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Ia mengingatkan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, seperti menggunakan helm saat berkendara sepeda motor, menggunakan sabuk pengaman jika berkendara mobil, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan.

“Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari pelanggaran seperti penggunaan handphone saat mengemudi, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang, serta melanggar batas kecepatan yang ditetapkan,” kata Iptu Edi.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas Satlantas juga membagikan hadiah kepada pengendara yang sudah tertib berlalu lintas. Hadiah yang diberikan tersebut sebagai apresiasi atas ketertiban masyarakat pengguna jalan.

Selain itu, Satlantas Polres Wonosobo bekerja sama dengan UPPD Kabupaten Wonosobo dan Jasa Raharja menyediakan loket untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Petugas mengimbau kepada masyarakat yang pajak kendaraannya telat untuk segera membayarnya. Sejumlah 12 pengguna jalan terpantau membayarkan pajaknya di loket yang telah disediakan.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sehingga dapat mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Wonosobo,” kata Iptu Edi.

Sosialisasi ini mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak masyarakat yang mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

140 Pelajar dari SMP 2 Kalikajar Ikuti Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Kekerasan dan Bullying di Polres Wonosobo

Sebanyak 140 pelajar dari SMP 2 Kalikajar mengikuti sosialisasi pencegahan tindak kekerasan dan bullying di gedung serba guna Mapolres setempat pada Selasa (21/11) pagi. Kegiatan tersebut digelar Polres Wonosobo bekerja sama dengan SMP 2 Kalikajar.

Kapolres Wonosobo melalui Kasat Binmas, AKP Bambang, menuturkan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya tindak pidana kekerasan dan bullying.

“Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar para pelajar dapat memahami tentang apa itu tindak pidana kekerasan dan bullying, serta apa saja akibat yang ditimbulkannya,” ujar AKP Bambang.

Pada kesempatan tersebut, para pelajar juga diberikan materi tentang cara mencegah tindak pidana kekerasan dan bullying. Materi tersebut disampaikan oleh Unit PPA Satreskrim, Aipda Andi Irawan.

Aipda Andi Irawan menyampaikan bahwa tindak pidana kekerasan dan bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, para pelajar perlu mengetahui cara untuk mencegahnya.

Aipda Andi Irawan menyampaikan bahwa tindak pidana kekerasan dan bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, para pelajar perlu mengetahui cara untuk mencegahnya.

“Oleh karena itu, para pelajar harus waspada dan berani melaporkan kepada pihak sekolah jika melihat atau mengalami tindak pidana kekerasan dan bullying,” ungkap Aipda Andi.

Sosialisasi tersebut disambut baik oleh para pelajar. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang bahaya tindak pidana kekerasan dan bullying. Di akhir sosialisasi, mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber seputar tindak pidana kekerasan dan bullying.

Lebih lanjut, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya tindak pidana kekerasan dan bullying, serta cara untuk mencegahnya.

Wakasatgas Pamwil Ops Aman Bacuya 2023; Ribuan Personel Kepolisian Siap Amankan 16 Besar Piala Dunia U-17 di Manahan

SURAKARTA – Polda Jateng|Stadion Manahan bersiap menjadi arena bagi dua pertandingan babak 16 Besar Piala Dunia U-17. Timnas Jepang, Ekuador, Spanyol dan Brasil akan menjalani laga hidup mati untuk menjalani laga penentuan menuju perempat final pada Senin (20/11/2023)

Brasil akan bertanding lawan Ekuador pada pukul 15.30 WIB, sedangkan Spanyol akan melawan Jepang pada pukul 19.00 WIB

Terkait pengamanan pertandingan, Polda Jawa Tengah melakukan apel konsolidasi di Mapolresta Surakarta yang diikuti 1300 personel, Kegiatan dipimpin Wakasatgaspamwil yang di jabat Direktur Kriminal Khusus Kombes Pol Dwi Subagio, Sik pada Senin pagi (20/11/2023)

Dalam kegiatan itu, tampak pula sejumlah anjing dari tim K-9 yang akan ditugaskan untuk melacak bahan peledak dan benda berbahaya sebelum pertandingan dimulai

Kombespol. Dwi Subagio, mengungkapkan pihaknya melakukan persiapan dini agar pengamanan pertandingan dapat betul-betul berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

“Sedangkan para personel yang melakukan pengamanan, mempunyai tugas masing-masing seperti pengamanan, pemeriksaan, penjagaan dan patroli perimeter stadion, pengamanan area publik serta area khusus,” kata Kombes Dwi.

“Para personel bergeser ke stadion Manahan setelah melaksanakan apel untuk menempati pos yang sudah ditentukan,” terangnya

Sementara itu dalam keterangan nya, Kasubsatgas Humas yang di jabat Kabid Humas Kombespol. Satake Bayu mengatakan bahwa pertandingan babak 16 besar merupakan laga yang sangat menarik sehingga penonton yang hadir di stadion kemungkinan bertambah.

“Pertandingan yang digelar melibatkan dua negara yang mempunyai tradisi sepakbola yang sangat bagus yaitu Spanyol dan Brasil, Jadi kemungkinan ada peningkatan jumlah penonton,” tandasnya

Dirinya meminta peran serta dan doa masyarakat agar gelaran laga 16 besar yang dilaksanakan di stadion Manahan dapat berjalan lancar sesuai harapan.

“Mohon dukungan dan doa semoga semua berjalan lancar baik dari sisi pelaksanaan pertandingan maupun keamanan, Kita semua berharap yang terbaik karena pelaksanaan piala dunia U-17 ini membawa nama harum Indonesia di level internasional,” Pungkas Kabid Humas.

Resmi Berganti, AKP Darianto Jabat Kabagops Polres Wonosobo

Polres Wonosobo menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bagian Operasional (Kabagops) di ruang rapat Polres Wonosobo, Senin (20/11). Dalam upacara tersebut, Kompol Harman R. Sitorus yang sebelumnya menjabat Kabagops digantikan oleh AKP Darianto.

Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan didampingi Wakapolres Kompol Andi Setiyo, serta dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo, Kapolsek jajaran, dan perwakilan personel Polres Wonosobo.

Dalam sambutannya, Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dan wajar dalam dinamika organisasi. Hal ini dilakukan untuk pengembangan karir dan peningkatan kinerja.

“Kepada pejabat lama, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kabagops Polres Wonosobo selama kurang lebih satu setengah tahun ini. Saya berharap, di tempat tugas yang baru, Kompol Harman dapat terus mengembangkan karier dan meraih kesuksesan,” kata Kapolres Wonosobo.

Kepada pejabat baru, Kapolres Wonosobo mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Ia berharap, AKP Darianto dapat segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang baru.

“Kepada pejabat baru, saya berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab yang baru. Saya juga berharap, AKP Darianto dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang sudah dicapai oleh pejabat lama,” lanjutnya.

Kompol Harman akan menjabat sebagai Kaurbinplin Subbidprovos Bidpropam Polda Jateng. Sedangkan AKP Darianto sebelumnya menjabat Kasubagdalops Bagops polres Banjarnegara.

Usai upacara sertijab, dilanjutkan dengan acara pisah sambut antara pejabat lama dan pejabat baru. Acara tersebut berlangsung dengan penuh keakraban.

Sat Lantas Polres Wonosobo Tindak 43 Pengendara Knalpot Brong

Wonosobo – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan penindakan knalpot brong pada hari Sabtu, 18 November 2023. Pelaksanaan penindakan tersebut dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Wonosobo IPTU Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K.

Kegiatan penindakan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Jalan Bhayangkara tepatnya di depan Kantor Satpas dan Jalan A Yani tepatnya di depan Pos Plaza Induk Satlantas. Dalam kegiatan tersebut, petugas Satlantas menghentikan dan memeriksa kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas Satlantas menemukan sebanyak 43 kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot brong. Petugas kemudian memberikan surat tilang kepada para pengendara tersebut.

Kasat Lantas Polres Wonosobo IPTU Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K. mengatakan bahwa kegiatan penindakan knalpot brong tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketertiban dan keamanan berlalu lintas. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Knalpot brong merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Suara knalpot brong yang bising dapat mengganggu konsentrasi pengendara lain, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan,” kata IPTU Edi Nugroho.

IPTU Edi Nugroho mengimbau kepada seluruh pengendara sepeda motor untuk menggunakan knalpot yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penggunaan knalpot yang sesuai standar dapat membantu meningkatkan keselamatan dalam berlalu lintas.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara sepeda motor untuk menggunakan knalpot yang sesuai standar. Knalpot yang sesuai standar tidak hanya aman, tetapi juga tidak mengganggu pengguna jalan lain,” pungkas IPTU Edi Nugroho.

Polsek Sapuran Gelar Penyuluhan Kenakalan Remaja dan Bullying di MTS Ma’arif Sapuran

Wonosobo  – Polsek Sapuran menggelar penyuluhan dan pembinaan kepada siswa MTS Ma’arif Sapuran, Jumat (17/11/2023). Kegiatan ini diikuti oleh 495 siswa siswi MTS Ma’arif Sapuran. Kegiatan penyuluhan tersebut diisi dengan materi tentang kenakalan remaja dan bullying di sekolah. Materi disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Sapuran, AIPDA Sandi, bersama dua anggota lainnya, Bripka Arif dan Briptu Dwi. Dalam materinya, AIPDA Sandi menyampaikan bahwa kenakalan remaja merupakan perbuatan yang melanggar norma-norma sosial, agama, dan hukum yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor keluarga, lingkungan, dan media massa.

“Kenakalan remaja dapat berdampak negatif bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” kata AIPDA Sandi.

AIPDA Sandi juga menyampaikan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan martabat korban. Bullying dapat terjadi di lingkungan sekolah, tempat kerja, atau di tempat-tempat umum lainnya.

“Bullying dapat berdampak negatif bagi korban, seperti rasa takut, cemas, dan rendah diri,” kata AIPDA Sandi.

AIPDA Sandi mengimbau kepada para siswa untuk menjauhi kenakalan remaja dan bullying. Ia juga mengajak para siswa untuk aktif melaporkan kasus kenakalan remaja dan bullying kepada pihak berwenang.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dari kenakalan remaja dan bullying,” kata AIPDA Sandi.

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut disambut baik oleh para siswa. Mereka mengaku mendapatkan banyak informasi baru tentang kenakalan remaja dan bullying.

“Saya jadi tahu apa itu kenakalan remaja dan bullying,” kata salah satu siswa, Angga.

“Saya juga jadi tahu apa saja dampak negatif dari kenakalan remaja dan bullying,” kata siswa lainnya, Rara.

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut merupakan salah satu upaya Polsek Sapuran untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja dan bullying di kalangan pelajar

Sosialisasi Anti Bullying dan Kekerasan Seksual, Kanit Binmas Polsek Mojotengah Ajak Siswa Berani Lapor Bila Jadi Korban

Kampanye anti bullying dan kekerasa seksual terus digelorakan Polres Wonsoobo di sekolah-sekolah. Seperti yang dilakukan Aiptu Budi, Kanit Binmas Polsek Mojotengah pada Jumat (17/11) pagi.

Aiptu Budi dan Briptu Wiguna melaksanakan sosialisasi di SD N 1 Slukatan Mojotengah. Di hadapan kurang lebih 60 siswa, Aiptu Budi menjelaskan pengertian bullying dan kekerasan seksual, serta dampak negatif yang ditimbulkannya. Ia juga memberikan tips kepada siswa-siswi untuk mencegah bullying dan kekerasan seksual.

“Bullying adalah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap orang lain yang lebih lemah. Kekerasan seksual adalah tindakan yang bersifat seksual yang dilakukan terhadap seseorang tanpa persetujuan korban,” kata Aiptu Budi.

“Dampak negatif bullying dan kekerasan seksual sangat besar, baik bagi korban maupun pelaku. Korban bullying dan kekerasan seksual bisa mengalami trauma, depresi, bahkan sampai bunuh diri. Pelaku bullying dan kekerasan seksual juga bisa mendapat hukuman pidana,” lanjutnya.

Aiptu Budi juga mengingatkan kepada siswa-siswi untuk berani melapor jika menjadi korban bullying atau kekerasan seksual. Ia mengimbau kepada siswa-siswi untuk menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua, guru, atau teman yang dipercaya.

“Jangan takut untuk melapor jika menjadi korban bullying atau kekerasan seksual. Laporkan kepada orang yang kamu percaya,” kata Aiptu Budi.

Sosialisasi ini disambut baik oleh siswa-siswi SD N 1 Slukatan. Mereka mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang bullying dan kekerasan seksual.

Kepala Sekolah SD N 1 Slukatan, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual.

Lebih lanjut pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual serta berani melapor jika menjadi korban bullying atau kekerasan seksual.

Dukung Program Pemerinah, Polres Wonosobo Gelar Tanam Pohon

Polres Wonosobo menggelar tanam pohon bersama forkopimda dan OPD Kabupaten Wonosobo pada Rabu (15/11) pagi. Kegiatan yang dihadiri juga oleh Wakil Bupari Wonosobo tersebut dilaksanakan di lahan kosong milik Polsek Sapuran.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menuturkan bahwa kegiatan penanaman sepuluh juta pohon bersama Polri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) digelar secara serentak.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memelihara ekosistem lingkungan hidup dan mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi,” ungkap Kapolres.

Pihaknya menambahkan setelah penanaman ini, 200 bibit pohon jati dan mahoni yang ditanam tersebut nantinya akan terus mendapatkan perawatan oleh Polsek Sapuran dan Polres Wonosobo.

Sementara itu Wakil Bupati Wonosobo, M. Albar, menyambut baik kegiatan yang digelar Polri tersebut. Menurutnya kegiatan menanam pohon akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan alam di Wonosobo.

AKBP Eko Novan berharap penanaman pohon ini menjadi upaya dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca yang ekstrim saat ini.

“Selain menjaga lingkungan, kami berharap melalui kegiatan menanam pohon ini juga bisa menjaga kekompakan dan sinergi kami dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat utamanya masyarakat Wonosobo,” pungkas Kapolres.

Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Ekuador, Timnas U-17 Panama Berlatih di Tengah Hujan Deras Dengan Pengawalan Polri

Kota Surakarta – Polda Jateng|Tim Satgas Preemtif Operasi Aman Bacuya 2023 Polda Jateng mengamankan sesi latihan yang digelar oleh Timnas U-17 Panama di Stadion Kotabarat, Solo. Latihan tetap digelar meski cuaca di sekitar lokasi diguyur hujan deras pada Selasa (14/11/2023) malam.

Timnas U-17 Panama datang ke Stadion Kotabarat pada pukul 18.30 WIB. Latihan dimulai pada pukul 19.00 WIB, padahal sesaat sebelumnya hujan deras mulai mengguyur area sekitar lapangan latihan.

Latihan digelar selama kurang lebih 1 jam, Selanjutnya pada pukul 20.30 WIB, timnas U-17 Panama kembali ke Hotel Alila dengan pengawalan Polri untuk beristirahat.

Sebagai salah satu peserta yang tergabung dalam Grup A, Timnas Panama dijadwalkan bertanding melawan Ekuador di Stadion Manahan Solo pada hari Kamis (16/11/2023) malam pukul 19.00. Dua pertandingan sebelumnya mereka ikuti di Stadion Gelora Bung Karno, Surabaya.

Dari dua pertandingan tersebut Timnas Panama baru meraih 1 poin berkat hasil imbang 1-1 saat melawan Timnas U-17 Indonesia. Sebelumnya, Timnas Panama menelan kekalahan 2-0 dari Maroko.

Pertandingan di Stadion Manahan sendiri akan menjadi laga ‘Hidup-Mati’ bagi Timnas Panama yang wajib memenangkan pertandingan. Mereka akan lolos ke babak 16 besar, dengan catatan laga Indonesia v.s. Maroko yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno di saat yang sama meraih hasil imbang dan unggul selisih gol dari Maroko.