Polsek Wonosobo Tinjau Lokasi Longsor di Kampung Ngedok, Warga Diminta Waspada

Wonosobo, (24/2) – Polsek Wonosobo langsung mendatangi lokasi kejadian tanah longsor yang terjadi di tebing setinggi sekitar 6 meter dengan panjang kurang lebih 8 meter di Kampung Ngedok, RT 003 RW 013, Kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan/Kabupaten Wonosobo.

Peristiwa yang terjadi akibat hujan deras tersebut mengakibatkan material longsoran menimpa dinding rumah milik Sdr. Ambyah. Rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan papan tidak mampu menahan derasnya dorongan tanah, sehingga mengalami kerusakan cukup parah.

Kapolsek Wonosobo beserta anggota segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban serta dampak yang ditimbulkan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pemilik rumah mengalami kerugian materi yang cukup besar.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara , petugas juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, Koramil Wonosobo dan perangkat desa setempat guna upaya penanganan lebih lanjut serta pencegahan longsor susulan.

Pihak kepolisian mengimbau warga yang tinggal di sekitar tebing atau daerah rawan longsor untuk lebih waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Dukung Program Ketahana Pangan, Personel Polsek Sukoharjo Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, personel Polsek Sukoharjo, Brigpol Dian Pramesdi  dan Briptu Muhammad Lukman, melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di Dusun Timbang, Desa Mergosari, Senin (24/2).

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan koordinasi dengan kelompok tani setempat. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang merupakan bagian dari program penanaman 1 juta hektar menunjukkan pertumbuhan yang baik. Hingga saat ini, proses pemupukan telah dilakukan sebanyak dua kali, yakni setelah 27 Hari Setelah Tanam (HST).

Program ini merupakan upaya Polri dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan kepada para petani. Diharapkan, dengan adanya sinergi antara aparat kepolisian dan kelompok tani, hasil panen dapat maksimal serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Sukoharjo.

Polsek Kepil Tanggap Darurat, Datangi TKP Tanah Longsor di Jl. Raya Wonosobo-Kaliangkrik

Wonosobo – Polsek Kepil bersama tim terkait bergerak cepat mendatangi lokasi tanah longsor yang terjadi di Jl. Raya Wonosobo-Kaliangkrik, tepatnya di Dusun Buluduwur, Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (22/2). Kejadian longsor ini diduga terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Material longsor berupa tanah dan batu yang  menutupi sebagian badan jalan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Kapolsek Kepil, AKP Harwoko, menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti BPBD Wonosobo untuk melakukan upaya pembersihan serta memastikan keamanan warga sekitar. “Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya longsor. Saat ini, petugas bersama warga setempat berupaya membersihkan material longsor agar lalu lintas kembali normal,” ujar AKP Harwoko. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan rawan longsor, mengingat curah hujan masih cukup tinggi. Tim gabungan terus berupaya melakukan pembersihan material longsor dan memasang tanda peringatan di sekitar lokasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati.

Personel Polsek Leksono Evakuasi Korban Tenggelam di Kolam Dusun Brahol

Personel Polsek Leksono mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan mengenai seorang warga yang ditemukan terapung di kolam di Dusun Brahol, Desa Durensawit, Kecamatan Leksono, pada Jumat (21/2) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kejadian bermula ketika Sdr. Purwito hendak memberikan pakan ikan di kolam tersebut dan melihat seorang pria dalam keadaan terapung. Menyadari hal itu, ia segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa setempat.
Menerima laporan dari perangkat desa, pihak keluarga korban beserta masyarakat segera mendatangi lokasi kejadian dan melaporkannya ke Polsek Leksono. Selanjutnya, korban dievakuasi oleh warga dan perangkat desa sebelum dibawa ke Puskesmas oleh pihak keluarga.
Kapolsek Leksono IPTU Tahdjudin menyamapikan, berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diketahui mengalami depresi sebelum kejadian.
“Saat proses evakuasi, korban masih dalam keadaan hidup dan langsung dirujuk ke Puskesmas Watumalang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.” ungkapnya
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan mental dan segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang guna penanganan yang cepat dan tepat.

Polres Wonosobo Amankan Pelaku Judi, Narkoba, dan Miras Jelang Ramadan 2025

Polda Jateng dan jajarannya sejak 20 Januari hingga 20 Februari 2025 telah melaksanakan operasi Cipta Kondisi Kamtibmas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Salah satu hasil operasi yang menonjol datang dari Polres Wonosobo, yang berhasil mengamankan dua pelaku judi, tiga kasus narkoba, delapan pasangan bukan suami istri, serta 15 pedagang minuman keras (miras).
Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., dalam konferensi pers pada Jumat, 21 Februari 2025, menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama Ramadan. “Di belakang saya ini adalah para tersangka dalam Kegiatan Cipta Kondisi. Dua orang terlibat judi online dan tiga orang terkait kasus narkoba. Sedangkan 15 pedagang miras tidak kami tahan, namun kami lakukan pembinaan. Adapun delapan pasangan bukan suami istri kami kembalikan ke keluarganya untuk dilakukan pembinaan,” ujar Kompol David.
Kasat Resnarkoba AKP Teguh Sukosso, S.H., mengungkap bahwa selama operasi, pihaknya berhasil mengungkap tiga kasus narkotika golongan I jenis sabu dengan total barang bukti 5,6 gram sabu. Ketiga tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres Wonosobo dan masih menjalani proses penyidikan.
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa dalam pengungkapan kasus judi online, pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka. “Kami juga melakukan razia di beberapa hotel, homestay, dan rumah kos di Kabupaten Wonosobo. Hasilnya, kami menemukan delapan pasangan bukan suami istri yang langsung kami tindak dengan pembinaan. Untuk kasus miras, kami berhasil menyita 249 botol miras berbagai merek serta 32 botol ciu dari 15 pedagang yang kini tengah dalam proses pembinaan,” ungkapnya.
Operasi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama setempat. Imam Masjid di lingkungan Mapolres Wonosobo, Budi Santoso, menyampaikan terima kasih kepada kepolisian yang telah menggelar operasi ini menjelang Ramadan. “Semoga langkah yang dilakukan kepolisian dapat membuat umat Muslim lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa. Selain itu, saya mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan agar terhindar dari maksiat sehingga Ramadan tahun ini penuh berkah,” ujarnya.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Polres Wonosobo memastikan akan terus melakukan patroli rutin dan razia di berbagai lokasi rawan, terutama dalam pemberantasan miras, narkoba, perjudian, dan tindakan asusila. “Kami akan terus melakukan razia di berbagai lokasi yang disinyalir menjadi tempat peredaran miras dan narkoba. Selain itu, kami juga mengawasi ketat peredaran narkoba di kalangan anak muda dan pelajar,” tegas Kompol David.
Selain itu, kepolisian juga menyoroti maraknya perjudian menjelang Lebaran, baik konvensional maupun online, yang kerap meresahkan masyarakat. Tindakan asusila yang bertentangan dengan norma agama dan sosial juga menjadi perhatian khusus. “Kami akan melakukan patroli rutin untuk memastikan tidak ada tindakan yang merusak moral, terutama di tempat-tempat umum dan lokasi rawan lainnya,” tambahnya.
Polres Wonosobo juga berkomitmen untuk memberantas premanisme yang sering meresahkan masyarakat, terutama di pasar, terminal, dan pusat keramaian. “Kami tidak akan memberi ruang bagi premanisme di Wonosobo. Jika ada yang mencoba mengganggu ketertiban, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Wakapolres.
Untuk menciptakan lingkungan yang aman selama Ramadan, Polres Wonosobo mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan. Warga diimbau segera melaporkan segala aktivitas mencurigakan atau tindakan kriminal kepada pihak kepolisian.
“Jika melihat atau mengalami gangguan keamanan, segera laporkan ke Polres atau Polsek terdekat, atau hubungi layanan darurat 110,” imbau Kompol David.
Dengan adanya operasi ini, diharapkan Ramadan dan Idul Fitri 2025 di Kabupaten Wonosobo dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat

Satlantas Polres Wonosobo Gelar Jumat Berkah dalam Rangka Operasi Keselamatan Candi 2025

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di depan Kantor Satpas SIM Wonosobo, Jumat, 21 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2025 yang dipimpin oleh KBO Satlantas Polres Wonosobo, Ipda Hariyanto, S.H.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas membagikan sejumlah paket makanan dan minuman kepada para pengguna jalan serta masyarakat sekitar. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu mendapat respons positif dari para pengendara yang melintas. Selain membagikan makanan, petugas juga menyampaikan imbauan keselamatan berkendara dan mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Kegiatan Jumat Berkah ini tidak hanya bertujuan untuk berbagi dengan sesama, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi keselamatan berlalu lintas dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2025,” ujar Ipda Hariyanto. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya.

Operasi Keselamatan Candi 2025 merupakan upaya kepolisian dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Fokus utama dari operasi ini adalah mengedukasi masyarakat terkait penggunaan helm, sabuk pengaman, larangan menggunakan ponsel saat berkendara, serta mematuhi rambu lalu lintas.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan ketertiban di jalan raya,” imbuh Ipda Hariyanto.

Kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan secara rutin oleh Satlantas Polres Wonosobo menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat. Dengan mengedepankan sisi empati, kepolisian berharap dapat lebih dekat dengan warga sekaligus membangun budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.

Operasi Keselamatan Candi 2025 akan terus berlanjut hingga beberapa pekan ke depan dengan berbagai kegiatan sosialisasi dan penindakan bagi pelanggar aturan lalu lintas. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi aturan demi kenyamanan dan keselamatan bersama di jalan raya.

Pria Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur Diamankan Polres Wonosobo

Seorang pria berinisial S (49), warga Kertek, ditangkap oleh pihak kepolisian setelah dilaporkan melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Kasus ini terungkap setelah korban, seorang anak laki-laki berinisial AF (14), mengungkapkan kepada pamannya, SE (50), bahwa ia telah menjadi korban tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh tersangka di rumahnya sendiri, sejak Januari 2024 hingga Januari 2025.
Menurut SE, pelaku telah melakukan perbuatan cabul tersebut sebanyak kurang lebih 20 kali. Awalnya, korban dipanggil oleh tersangka untuk membantu menstraples kardus snack makanan. Namun, di dalam rumah tersangka, korban dipaksa untuk melakukan tindakan yang sangat merugikan dirinya.
Pada hari Minggu, 5 Januari 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, korban menghubungi pelapor dan menyampaikan ketakutannya akan tindakan cabul yang akan dilakukan oleh tersangka. Dalam keadaan panik, korban meminta pelapor untuk segera datang ke rumah tersangka. Namun, sebelum pelapor tiba, korban kembali menghubungi dan menyatakan bahwa ia diajak keluar rumah oleh pelaku.
Merasa khawatir akan keselamatan korban, SE meminta bantuan warga setempat untuk melakukan penggrebekan. Sekitar pukul 22.30 WIB, pelapor dan beberapa warga mendatangi rumah tersangka. Di dalam rumah, mereka menemukan tersangka dan korban dalam keadaan berpakaian lengkap di dalam kamar. Saat ditanya tentang perbuatan cabulnya, tersangka membantah tuduhan tersebut. Untuk mencari perlindungan hukum, paman korban melaporkan kasus ini ke Polres Wonosobo untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kanit PPA Polres Wonosobo, Aiptu Kodirun, setelah menerima laporan dari pelapor terkait peristiwa perbuatan cabul terhadap anak tersebut, kemudian Unit IV/PPA Sat Reskrim Polres Wonosobo melakukan penyelidikan terhadap pelaku, mengumpulkan keterangan para saksi, dan melakukan penangkapan. Tersangka kini telah dibawa ke Polres Wonosobo untuk proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya tersangka diancam hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara sesuai dengan undang-undang perlindungan anak..
Aiptu Kodirun menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan pendidik, untuk lebih meningkatkan pengawasan serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak agar terhindar dari tindakan cabul maupun kenakalan remaja. “Peran orang tua dan keluarga sangat penting. Bangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka tidak ragu menceritakan masalah yang dihadapi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aiptu Kodirun menekankan pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah dan sosial. “Pastikan lingkungan sekolah dan tempat bermain anak aman dari potensi kejahatan seksual maupun pengaruh negatif. Tanamkan nilai-nilai moral serta sikap disiplin agar anak terhindar dari perilaku menyimpang,” tambahnya.
Polisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Jika menemukan atau mencurigai adanya tindakan mencurigakan yang dapat membahayakan anak-anak, segera laporkan ke pihak berwajib atau hubungi layanan pengaduan terdekat. “Ingat! Anak adalah generasi penerus bangsa. Lindungi mereka dari segala bentuk kejahatan dan pengaruh negatif,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap tindakan asusila yang dapat menimpa anak-anak, serta perlunya dukungan dan perlindungan bagi korban agar tidak mengalami trauma lebih lanjut. Mari bersama-sama kita edukasi dan lakukan pencegahan dini untuk melindungi generasi masa depan

Satlantas Polres Wonosobo Gelar Ramp Check dan Pemeriksaan Kesehatan Sopir di PT Tirta Investama

Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2025, Satlantas Polres Wonosobo bersama sejumlah instansi terkait menggelar giat ramp check kendaraan dan pemeriksaan kesehatan sopir di PT Tirta Investama Wonosobo, Rabu, 19 Februari 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh KBO Satlantas Polres Wonosobo, Ipda Hariyanto, S.H.

Turut hadir dalam giat tersebut Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonosobo beserta anggota Kamsel, Kabid Perhubungan Disperkinhub Wonosobo bersama anggota Dishub Kabupaten Wonosobo, perwakilan Jasa Raharja, serta Kasidokkes Polres Wonosobo beserta anggota. Kegiatan ini difokuskan pada pemeriksaan kelayakan kendaraan barang milik PT Tirta Investama (AQUA) dan kesehatan para sopir kendaraan ekspedisi.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memastikan kendaraan barang yang digunakan dalam angkutan ekspedisi AQUA layak jalan dan sopirnya dalam kondisi prima,” ujar Ipda Hariyanto di sela-sela kegiatan.

Ramp check meliputi pengecekan komponen vital kendaraan seperti sistem pengereman, kelengkapan lampu, ban, dan surat-surat kendaraan. Sementara itu, tim medis dari Polres Wonosobo melakukan pemeriksaan tekanan darah dan tes kesehatan lainnya untuk para sopir.

Kabid Perhubungan Disperkinhub Wonosobo menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berkendara menjelang hari raya Idul Fitri. “Dengan pengecekan kendaraan dan kesehatan sopir secara berkala, kami harap angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan, pihak Satlantas juga memberikan sosialisasi kepada para sopir terkait pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan sabuk pengaman, serta bahaya kelelahan saat mengemudi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Operasi Keselamatan Candi 2025 yang digelar serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. Satlantas Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan demi terciptanya kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman menjelang arus mudik Idul Fitri.

Dengan ramp check dan pemeriksaan kesehatan ini, diharapkan seluruh kendaraan ekspedisi yang beroperasi dari PT Tirta Investama Wonosobo dapat memenuhi standar keselamatan dan para sopirnya siap menjalankan tugas tanpa gangguan kesehatan.

 

Personel Polsek Wadaslintang Sosialisasikan Rekrutmen Polri di SMK Negeri 1 Wadaslintang

Anggota Polsek Wadaslintang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemasangan pamflet terkait rekrutmen penerimaan Akademi Kepolisian , Bintara, dan Tamtama Polri Tahun 2025 di SMK Negeri 1 Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para siswa mengenai persyaratan dan tahapan seleksi bagi calon anggota Polri. Dalam sosialisasi tersebut, petugas menjelaskan bahwa penerimaan Polri dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari pungutan liar.
Kapolsek Wadaslintang Iptu Anriastida menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk menjaring calon-calon anggota yang berintegritas dan berkualitas sejak dini.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi mengenai rekrutmen ini dapat tersampaikan dengan baik kepada para pelajar yang berminat bergabung dengan Polri. Pendaftaran ini terbuka untuk semua yang memenuhi persyaratan,” ujar Iptu Anriastida
Selain sosialisasi, anggota Polsek Wadaslintang juga memasang pamflet di beberapa titik strategis sekolah agar informasi terkait rekrutmen dapat dengan mudah diakses oleh para siswa.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk bergabung dengan Polri dan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Polres Wonosobo Gelar Upacara Serah Terima Jabatan Wakapolres dan Kasat Lantas

Polres Wonosobo melaksanakan upacara serah terima jabatan Wakapolres dan Kasat Lantas di halaman Mapolres Wonosobo pada Selasa (18/2). Upacara ini merupakan tindak lanjut dari surat telegram Kapolda Jawa Tengah yang menetapkan adanya pergantian pejabat di lingkungan Polres Wonosobo.
Dalam upacara tersebut, jabatan Wakapolres Wonosobo yang sebelumnya diemban oleh Kompol Rendi Johan Prasetyo, S.H., S.I.K., M.A.P. resmi diserahkan kepada Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H. Sementara itu, posisi Kasat Lantas Polres Wonosobo yang sebelumnya dijabat oleh AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K. kini diamanahkan kepada AKP Seno Hartanto, S.H., M.H.
Kapolres Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Wonosobo. Ia juga berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Mari kita lanjutkan tugas pengabdian ini dengan penuh dedikasi, profesional dan tanggung jawab. Apalagi sebentar lagi kita akan masuk bulan puasa dan perayaan Hari Idul Fitri dimana mobilitas masyarakat juga akan meningkat. Hal ini perlu perhatian khusus untuk bisa menjaga kesetabilan kamtibmas tetap kondusif.” Terangnya
Upacara serah terima jabatan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama dan seluruh personel Polres Wonosobo. Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan baru sebagai bentuk dukungan dalam menjalankan tugas mereka masing-masing.
Dengan adanya pergantian pejabat ini, diharapkan kinerja Polres Wonosobo semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.