Satlantas Polres Wonosobo Gelar Apel Pemeriksaan Kelengkapan dalam Rangka Kesiapan Ops Ketupat Candi 2025

Dalam rangka memastikan kesiapan personel dan sarana operasional menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo menggelar apel pemeriksaan kelengkapan perorangan dan kendaraan dinas di halaman Polres Wonosobo, Jumat (14/3).

Apel pemeriksaan ini diikuti oleh sejumlah pejabat utama Satlantas Polres Wonosobo, antara lain Kaurbinops, Kanit Regident, Kanit Kamsel, Kanit Turjagwali, Kanit Gakkum, serta seluruh anggota Satlantas Polres Wonosobo.

Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, S.H., M.H., dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi Operasi Ketupat Candi 2025. “Kami melakukan pengecekan kelengkapan perorangan anggota, kesiapan kendaraan dinas, serta sarana dan prasarana operasional guna mendukung kelancaran rekayasa lalu lintas selama operasi berlangsung,” ujarnya.

Operasi Ketupat Candi merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Oleh karena itu, kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor kunci dalam memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

Dalam pemeriksaan ini, personel diperiksa kelengkapan administrasi seperti KTA, SIM dinas, serta atribut lainnya. Selain itu, kendaraan dinas juga dicek untuk memastikan kondisi prima dalam mendukung operasional pengamanan di lapangan.

Kegiatan ini selaras dengan dasar hukum yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, apel ini juga menjadi bagian dari rencana kerja Satlantas Polres Wonosobo tahun 2025.

Dengan apel ini, diharapkan seluruh personel Satlantas Polres Wonosobo dapat menjalankan tugas dengan optimal dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Candi 2025, demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

Selain itu, Satlantas Polres Wonosobo juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm bagi pengendara roda dua, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum bepergian. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan dan menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman selama arus mudik dan balik Lebaran.

 

Pererat Sinergi, Polres Wonosobo Gelar Buka Puasa Bersama Awak Media

Polres Wonosobo menggelar acara buka puasa Polri bersama media sebagai wujud Polri untuk masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di RM Kedai Jakarta pada Kamis (13/3/2025) ini menjadi ajang silaturahmi serta wujud komitmen Polri dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui media.
Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan dalam sambutannya menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara Polri dan media dapat terus terjalin dengan baik, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang terpercaya, khususnya terkait keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polres Wonosobo serta sejumlah awak media yang ada di Kabupaten Wonosobo. Selain buka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan mengenai peran media dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Wonosobo.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara Polres Wonosobo dan awak media dapat semakin erat, guna mendukung tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Satresnarkoba Polres Wonosobo Gelar Sosialisasi P4GN di SMP N 1 Kertek

Satresnarkoba Polres Wonosobo mengadakan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di SMP N 1 Kertek, Wonosobo, pada Senin, 10 Maret 2025. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Sosialisasi dihadiri oleh sekitar 50 siswa-siswi yang merupakan perwakilan dari setiap kelas di SMP N 1 Kertek. Sebagai pemateri, hadir BRIPKA Didik Robin P., S.E., yang menjabat sebagai Kaurmintu Satresnarkoba Polres Wonosobo, serta BRIPTU M. Fachruddin Hanafi, S.H., yang berperan sebagai operator.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP N 1 Kertek, yang mengapresiasi upaya Polres Wonosobo dalam menyelenggarakan sosialisasi ini. “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa-siswi bisa memahami bahaya narkoba dan dapat menjauhinya,” ujar Kepala Sekolah.

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini berfokus pada bahaya penyalahgunaan narkoba, bagaimana cara mengenali dan menghindari obat-obatan terlarang, serta dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh para pemateri, dengan berbagai pertanyaan seputar narkoba dan pengaruhnya terhadap generasi muda.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberantas narkoba di kalangan pelajar. “Kami ingin memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa tentang betapa pentingnya menjauhi narkoba. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Sosialisasi ini berlangsung dengan tertib dan lancar, serta mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah dan peserta. Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan serupa guna mencegah peredaran narkoba di kalangan remaja, terutama di lingkungan pendidikan.

Dengan kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin sadar akan bahaya narkoba dan menjadi garda terdepan dalam menjaga diri serta lingkungan dari ancaman narkotika.

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Narkotika Jenis Ganja, Sita Barang Bukti di Kamar Kost

Seorang pria berinisial SA (26), warga Wonosobo, diamankan Satresnarkoba Polres Wonosobo pada Selasa malam, 11 Maret 2025, petugas menemukan barang bukti ganja seberat 8,4 gram di kamar kostnya.
Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan narkotika di sekitar wilayah Wonosobo. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satresnarkoba Polres Wonosobo melakukan penyelidikan yang berujung pada penangkapan SA di kamar kostnya pada pukul 23.30 WIB.
Dalam penggeledahan, petugas menemukan sebuah tas selempang berwarna hitam yang berisi sebuah paket ganja yang dibungkus amplop putih dan dilakban, serta 48 butir obat Trihexyphenidyl kemasan 2 mg. Selain itu, Polisi juga menyita sejumlah barang lainnya seperti kertas linting rokok dan dua unit ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi narkotika.
“SA yang merupakan buruh harian lepas ini ditangkap dengan barang bukti ganja dan obat-obatan terlarang lainnya. Kami masih melakukan pengembangan kasus ini,” ungkap Kasatresnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso,.
SA yang kini berstatus sebagai tersangka, dijerat dengan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 436 Ayat (2) UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Polres Wonosobo juga berencana untuk memeriksa lebih lanjut tersangka dan sejumlah saksi terkait, serta mengirimkan barang bukti ke laboratorium forensik Polda Jawa Tengah untuk diuji. Penyidikan kasus ini akan terus dilakukan dengan melibatkan Kejaksaan Negeri Wonosobo untuk memastikan proses hukum berjalan dengan maksimal.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menekan peredaran narkotika di wilayah Wonosobo, yang selama ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Hasil ini juga menegaskan komitmen Polres Wonosobo dalam memerangi peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang yang meresahkan masyarakat.

Satreskrim Polres Wonosobo Bersama Dinas Perdagangan dan Meteorologi Lakukan Pengecekan Takaran ” Minyakita “.

WONOSOBO – Menyikapi maraknya pemberitaan terkait dugaan ketidaksesuaian takaran minyak goreng merek Minyakita yang beredar di dunia maya, Satreskrim Polres Wonosobo bersama Dinas Perdagangan dan Meteorologi Kabupaten Wonosobo melakukan pengecekan langsung terhadap produk tersebut.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kanit 2 Satreskrim Polres Wonosobo IPDA Andre Marco Julianto, S.Tr.K. dan dilaksanakan pada Rabu (21/3), guna memastikan bahwa takaran Minyakita yang beredar di pasaran sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Tim gabungan turun langsung ke sejumlah penjual distribusi dan pengecer di wilayah Wonosobo untuk melakukan penakaran ulang dan memastikan tidak ada indikasi kecurangan yang merugikan konsumen.

Kasatreskrim Polres Wonosobo menyatakan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan terhadap masyarakat agar mendapatkan produk sesuai dengan hak mereka. Sementara itu, pihak Dinas Perdagangan dan Meteorologi menegaskan bahwa produk yang tidak memenuhi standar akan ditindak lanjuti.

Hasil dari pengecekan ini tim gabungan mengambil 4 sampel, dari 4 sampel tersebut hanya 1 yang tidak memenuhi standar takaran yang ditentukan oleh Dinas Perdagangan dan Meteorologi. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan indikasi ketidaksesuaian takaran dalam produk minyak goreng tersebut.

Wujudkan Toleransi Antarumat Beragama, Kapolres Wonosobo Menyambangi Masjid Al-Mujahidin

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, menyambangi kegiatan tadarus Al-Qur’an di Masjid Al-Mujahidin Polres Wonosobo pada Selasa (11/3) malam. Kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang rutin digelar selama bulan suci Ramadan serta wujud nyata toleransi antarumat beragama.
Meskipun beragama Nasrani, Kapolres menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan yang dijalankan oleh anggotanya yang beragama Islam. Ia turut hadir untuk memberikan motivasi dan mempererat kebersamaan antara aparat kepolisian serta masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi semangat anggota dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. Kehadiran saya di sini sebagai bentuk dukungan dan toleransi, karena kebersamaan dan saling menghormati adalah kunci dalam menciptakan harmoni di tengah masyarakat,” ujar AKBP Donny Lumbantoruan
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka, mengingat maraknya aksi perang sarung yang belakangan terjadi.
Kami mengajak para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama saat malam hari. Mari kita jadikan bulan Ramadan ini bulan yang penuh berkah tanpa adanya aksi kekerasan seperti perang sarung.” ungkapnya
Dengan semangat toleransi dan persaudaraan, Kapolres berharap kegiatan seperti ini dapat semakin mempererat hubungan antarumat beragama serta menjaga situasi yang aman dan kondusif di Wonosobo, khususnya selama bulan Ramadan.

Bidhumas Polda Jateng Gelar Anev Bulanan Se- Eks Wil Kedu Di Polres Wonosobo

Bidhumas Polda Jawa Tengah melaksanakan Analisa dan Evaluasi Bulanan Kehumasan di Polres Wonosobo, Selasa (11/3). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kehumasan dari seluruh Polres se-Eks Wilayah Kedu.
Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyambut hangat kehadiran Tim Bidhumas Polda Jateng serta peserta dari berbagai Polres di wilayah Kedu.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, dalam arahannya menekankan pentingnya manajemen media.
“Media memiliki peranan strategis dalam menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap suatu organisasi, termasuk Polri. Oleh karena itu, kita harus mampu mengelola informasi dengan baik agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas dan akurat oleh masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jateng AKBP Eko Kurniawan menambahkan bahwa manajemen media yang efektif sangat diperlukan untuk memastikan komunikasi publik berjalan dengan baik.
“Manajemen media penting untuk mengelola komunikasi publik secara efektif. Jika manajemen media buruk, maka masyarakat akan lebih percaya pada hoaks daripada informasi resmi yang kita sampaikan,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengelolaan media digital, cara menangkal disinformasi, serta bagaimana cara menyampaikan informasi secara terbuka dan kredibel.
Diharapkan melalui kegiatan ini, jajaran kehumasan di wilayah hukum Polda Jateng semakin profesional dalam mengelola informasi dan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Polres Wonosobo Gagalkan Perang Sarung di Selomerto

Polres Wonosobo berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang terjadi di wilayah Kecamatan Selomerto. Dalam operasi yang dilakukan aparat kepolisian, sebanyak 31 anak diamankan beserta barang bukti berupa 18 sarung yang telah dimodifikasi dengan cara diikat pada kedua ujungnya agar lebih keras saat digunakan untuk saling memukul.

Kapolres Wonosobo melalui Kasatreskrim AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh anak yang diamankan telah dimintai keterangan dengan didampingi orang tua serta disaksikan oleh perangkat desa. “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja, untuk menjaga ketertiban selama bulan Ramadan. Ini adalah peringatan terakhir. Jika masih ada yang kedapatan melakukan perang sarung, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKP Arif Kristiawan.

Perang sarung yang kerap terjadi di bulan Ramadan dianggap dapat mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan luka-luka. Polres Wonosobo pun mengajak para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dengan adanya tindakan cepat dari pihak kepolisian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang, sehingga bulan suci Ramadan dapat dijalani dengan aman dan penuh ketenangan.

Ramadhan Penuh Berkah, Polres Wonosobo Berbagi Takjil untuk Sesama

Menyambut bulan suci Ramadhan, Polres Wonosobo menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, Jumat (7/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di depan Mapolres Wonosobo ini diprakarsai langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., dan diikuti oleh seluruh pejabat utama Polres serta pengurus Bhayangkari Cabang Wonosobo.

Dengan senyum ramah, Kapolres bersama jajarannya turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada pengendara yang melintas. Tidak hanya kepada pengendara motor dan mobil, takjil juga diberikan kepada pejalan kaki serta masyarakat sekitar yang tengah beraktivitas.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo terhadap masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. “Kami ingin berbagi berkah Ramadan dengan masyarakat. Semoga takjil ini bisa membantu mereka yang masih dalam perjalanan agar bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga. Banyak yang mengapresiasi aksi sosial ini sebagai bentuk kepedulian nyata dari kepolisian kepada masyarakat.

Selain membagikan takjil, momen ini juga dimanfaatkan oleh Kapolres dan anggotanya untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan berlalu lintas serta pentingnya menjaga ketertiban selama Ramadan.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Wonosobo berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah ini.

Peduli Ekonomi Rakyat, Polres Wonosobo Sediakan Sembako Murah

Dalam upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, Polres Wonosobo menggelar bazar pasar murah yang berlangsung di Puja Sera Jalan Mayor Muin Jumat (7/3). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang ingin mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kami ingin membantu masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kegiatan bazar pasar murah ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Polres Wonosobo, yang diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang guna membantu masyarakat yang membutuhkan.