Polres Wonosobo Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2024, Fokus pada Pengamanan Nataru dan Pilkada

Polres Wonosobo melaksanakan upacara gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2024 di Alun-Alun Wonosobo, Jumat (20/12/2024). Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, yang membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto terkait persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam amanatnya, Presiden menegaskan pentingnya kesiapan aparat dalam mengamankan perayaan Nataru yang kerap menjadi momen penting bagi masyarakat. “Nataru di depan mata. Saudara akan sibuk, Saudara akan capek, jadi laksanakan tugas pengamanan dengan baik,” ujar Presiden dalam pesan yang disampaikan sebelumnya saat Apel Kasatwil Polri.

Operasi Lilin Candi 2024 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, melibatkan 141.605 personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai stakeholder. Di tingkat nasional, Polri mengerahkan 75.447 personel, sementara TNI menurunkan 13.826 personel dan tambahan perbantuan hingga total 80.856 personel.

Bupati Afif Nurhidayat juga menyoroti pentingnya antisipasi potensi gangguan selama Nataru, termasuk pengamanan rangkaian Pilkada Serentak yang masih berlangsung. “Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 21 dan 28 Desember, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025. Kami berharap seluruh pihak dapat waspada terhadap potensi kerawanan di jalur mudik, lokasi wisata, dan tempat ibadah,” tegasnya.

Pengamanan Maksimal di Tempat Ibadah dan Objek Wisata
Polri menyiapkan 2.794 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu di berbagai titik strategis, termasuk gereja, terminal, stasiun, pelabuhan, dan lokasi wisata. Selain itu, sterilisasi tempat ibadah menjadi prioritas utama guna mencegah aksi terorisme selama perayaan Natal.

“Kami juga mengajak ormas keagamaan untuk terlibat dalam pengamanan guna meningkatkan toleransi antarumat beragama,” tambah Kapolres Wonosobo.

Fokus pada Bencana Alam dan Distribusi Logistik
Selain pengamanan, upaya antisipasi bencana alam juga menjadi perhatian. Polri bekerja sama dengan TNI, BMKG, dan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan tim tanggap darurat. Monitoring ketersediaan pangan dan BBM juga dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi selama libur panjang.

Upacara di Alun-Alun Wonosobo ini menjadi wujud nyata kesiapan aparat untuk mengawal keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menyambut Nataru. Diharapkan, perayaan tahun ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh suka cita.

Ungkap Kasus Narkoba, Polres Wonosobo Amankan GS dengan Barang Bukti Sabu

Satresnarkoba Polres Wonosobo kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Kali ini, seorang pria berinisial GS (33), warga Kertek, ditangkap atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu dengan total berat bruto 1,2 gram. Penangkapan dilakukan pada Jumat, 13 Desember 2024 di kawasan Pasar Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.
Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut.

“Menindaklanjuti laporan itu, tim segera melakukan penyelidikan. Pada Jumat sekitar pukul 10.30 WIB, petugas berhasil meringkus tersangka di jalan sebelah Pasar Reco. Saat penggeledahan, kami menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang disembunyikan dengan cara unik di dalam kemasan bekas es krim,” ujar AKP Teguh Sukosso.

Dari tangan tersangka, petugas menyita dua paket sabu yang dibungkus plastik klip bening dengan kode A dan B. Masing-masing paket dilapisi potongan tisu yang dilakban cokelat dan dimasukkan ke dalam potongan sedotan plastik. Barang haram tersebut disimpan di saku depan celana pendek berwarna cokelat yang dikenakan tersangka saat penangkapan.

Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan barang bukti tambahan berupa satu unit ponsel merek Oppo berwarna biru tua kombinasi hitam serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria F115 berwarna biru muda. Selanjutnya, tersangka dan seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Menurut keterangan awal dari tersangka, sabu tersebut ia beli untuk dikonsumsi sendiri. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan keterlibatan jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

AKP Teguh Sukosso menegaskan bahwa Polres Wonosobo akan terus gencar melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di wilayah hukumnya.
“Kami berkomitmen penuh dalam mencegah peredaran narkotika, baik melalui penyuluhan di tengah masyarakat maupun melalui tindakan tegas terhadap para pelaku. Harapannya, Wonosobo dapat menjadi daerah yang benar-benar bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tegas AKP Teguh.

Atas perbuatannya, GS dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal tersebut mengatur tindak pidana kepemilikan, penyimpanan, penguasaan, atau penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada kegiatan mencurigakan terkait narkotika di lingkungan sekitarnya. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci penting untuk mewujudkan Wonosobo zero narkotika,” pungkas AKP Teguh Sukosso.

Sinergi Polsek, Koramil, dan RPB-SAR Kaliwiro Perbaiki Jalan Longsor di Medono

Jalan penghubung Kaliwiro-Wadaslintang via Medono/Tirip di Dusun Medono RT 10 RW 03, Desa Medono, Kecamatan Kaliwiro, menjadi perhatian serius setelah pergerakan tanah akibat intensitas hujan tinggi terus terjadi. Pada Selasa (17/12/2024), Polsek Kaliwiro bersama Koramil, RPB-SAR Kaliwiro, dan DPUPR bergotong royong melaksanakan perbaikan jalan sementara untuk memastikan akses warga tetap terbuka, meskipun dengan keterbatasan.

Kapolsek Kaliwiro, Iptu Susanto, menjelaskan bahwa perbaikan ini dilakukan untuk meminimalkan dampak pergerakan tanah yang semakin parah. “Kegiatan difokuskan pada penutupan rekahan tanah dan perataan jalan yang amblas menggunakan pasir batu. Tahapan dilanjutkan dengan pemadatan dan pemasangan bronjong keesokan harinya,” ujarnya.

Namun, kondisi jalan masih jauh dari stabil. Pergerakan tanah terpantau terus berlangsung, sehingga kendaraan roda empat sering terjebak saat melintas. Kapolsek mengimbau warga untuk berhati-hati. “Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan berat di jalur ini. Pemantauan terus dilakukan agar kondisi jalan tetap terkendali,” tambahnya.

Selain itu, DPUPR bersama tim gabungan berencana menyiapkan solusi jangka panjang untuk menanggulangi kerusakan akibat labilnya tanah di kawasan tersebut. Untuk sementara, akses jalan diharapkan bisa tetap berfungsi meski hanya secara terbatas.

Perbaikan ini adalah bukti nyata sinergi lintas instansi di Kaliwiro dalam menjaga aksesibilitas warga. Warga setempat juga turut mendukung upaya ini dengan membantu tenaga dan material demi mempercepat proses pemulihan.

Kasat Lantas Polres Wonosobo Cek Kesiapan Anggota untuk Libur Nataru dan Operasi Lilin Candi 2024

Dalam rangka persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Operasi Lilin Candi 2024, Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Edy Nugroho, melakukan pengecekan kelengkapan perorangan anggota Satlantas Polres Wonosobo. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (17/12/2024) pukul 06.00 WIB di halaman Mapolres Wonosobo.

Pengecekan tersebut bertujuan memastikan kesiapan maksimal anggota dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat, terutama di jalur wisata Dieng yang menjadi salah satu titik utama arus wisatawan. Selain itu, persiapan ini juga untuk mengantisipasi potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Kabupaten Wonosobo.

“Sebelumnya, kami telah melaksanakan survei lokasi untuk menentukan titik penempatan anggota, memetakan area rawan macet dan rawan kecelakaan, serta berkoordinasi dengan dinas terkait. Hari ini, kami mengecek kesiapan perlengkapan perorangan anggota, seperti surat-surat diri, sikap tampang, dan atribut penting seperti lampu kedip, borgol, tongkat, serta jas hujan,” ungkap AKP Edy Nugroho.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan perlengkapan menghadapi cuaca yang tidak menentu. “Kabupaten Wonosobo dikenal dengan curah hujan tinggi. Jas hujan dan sepatu boot wajib digunakan saat hujan. Pastikan lampu kedip berfungsi untuk menambah visibilitas, dan siapkan baterai cadangan,” tambahnya.

Selain pengecekan atribut, kendaraan dinas maupun pribadi yang digunakan untuk mobilisasi anggota turut diperiksa. Dalam kegiatan ini, seluruh anggota dinyatakan siap bertugas. Bahkan, beberapa anggota telah mempersiapkan pakaian ganti dalam tas plastik untuk mengantisipasi kondisi pakaian basah akibat hujan atau keringat.

“Persiapan seperti ini sangat diperlukan. Meski sudah memakai jas hujan, tetap ada risiko pakaian basah karena rembesan atau keringat. Dengan kesiapan yang matang, kami berharap pelaksanaan libur Nataru dapat berjalan lancar, masyarakat merasa aman, dan seluruh anggota tetap sehat,” tutup AKP Edy Nugroho.

Operasi Lilin Candi 2024 yang digelar serentak di seluruh Indonesia diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Wonosobo yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Kasat Lantas Polres Wonosobo Cek Kesiapan Anggota untuk Libur Nataru dan Operasi Lilin Candi 2024

Dalam rangka persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Operasi Lilin Candi 2024, Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Edy Nugroho, melakukan pengecekan kelengkapan perorangan anggota Satlantas Polres Wonosobo. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (17/12/2024) pukul 06.00 WIB di halaman Mapolres Wonosobo.
Pengecekan tersebut bertujuan memastikan kesiapan maksimal anggota dalam menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat, terutama di jalur wisata Dieng yang menjadi salah satu titik utama arus wisatawan. Selain itu, persiapan ini juga untuk mengantisipasi potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, serta kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Kabupaten Wonosobo.
“Sebelumnya, kami telah melaksanakan survei lokasi untuk menentukan titik penempatan anggota, memetakan area rawan macet dan rawan kecelakaan, serta berkoordinasi dengan dinas terkait. Hari ini, kami mengecek kesiapan perlengkapan perorangan anggota, seperti surat-surat diri, sikap tampang, dan atribut penting seperti lampu kedip, borgol, tongkat, serta jas hujan,” ungkap AKP Edy Nugroho.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dan perlengkapan menghadapi cuaca yang tidak menentu. “Kabupaten Wonosobo dikenal dengan curah hujan tinggi. Jas hujan dan sepatu boot wajib digunakan saat hujan. Pastikan lampu kedip berfungsi untuk menambah visibilitas, dan siapkan baterai cadangan,” tambahnya.
Selain pengecekan atribut, kendaraan dinas maupun pribadi yang digunakan untuk mobilisasi anggota turut diperiksa. Dalam kegiatan ini, seluruh anggota dinyatakan siap bertugas. Bahkan, beberapa anggota telah mempersiapkan pakaian ganti dalam tas plastik untuk mengantisipasi kondisi pakaian basah akibat hujan atau keringat.
“Persiapan seperti ini sangat diperlukan. Meski sudah memakai jas hujan, tetap ada risiko pakaian basah karena rembesan atau keringat. Dengan kesiapan yang matang, kami berharap pelaksanaan libur Nataru dapat berjalan lancar, masyarakat merasa aman, dan seluruh anggota tetap sehat,” tutup AKP Edy Nugroho.
Operasi Lilin Candi 2024 yang digelar serentak di seluruh Indonesia diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Wonosobo yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Cegah Tindak Terorisme, Polres Wonosobo Rutin Patroli dan Sambangi Gereja

Polres Wonosobo rutin melaksanakan patroli di sejumlah Gereja di Kabupaten Wonosobo menjelang perayaan Natal dan tahun Baru. Hal ini dilaksanakan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beribadah.

Kaur Bin Ops Sat Samapta Polres Wonosobo, Iptu Sudigdo, menerangkan, bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut adalah untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan serta memastikan menjelang Nataru situasi Kabupaten Wonosobo aman dan kondusif.

“Tujuannya agar gereja tetap dalam kondisi kondusif hingga tahun baru 2025 mendatang. Dan secara umum diharapkan kabupaten Wonosobo tetap aman kondusif,” ujar Iptu Sudigdo, Minggu (15/12/2024).

KBO Sat Samapta menambahkan, dalam patroli ini petugas juga memberikan imbauan kepada petugas keamanan gereja dan para warga agar mereka melapor jika ada sesuatu yang mencurigakan.

“Masyarakat diharapkan agar tetap tingkatkan kewaspadaan menjelang giat Natal. Apabila ada orang yang mencurigakan atau apapun yang mencurigakan segera laporkan ke polsek terdekat atau polres, bisa juga melalui Call Center Polri 110 dan WhatsApp aduan Polres Wonosobo,”lanjutnya.

Lebih lanjut, Iptu Sudigdo menjelaskan, tak hanya personel Dalmas yang rutin melaksanakan patroli gereja, kegiatan serupa juga dilaksanakan personel Polsek jajaran setiap Minggu.

“Melalui kegiatan ini, besar harapan kami Nataru tahun ini berjalan aman, lancar dan kondusif. Karena itulah giat patroli ke depan akan terus ditingkatkan,” tandasnya.

Polres Wonosobo Tunjukkan Kesiapsiagaan dalam Apel dan Gladi Simulasi Bencana Gempa

Gelaran Apel Kesiapsiagaan Bencana Sabtu pagi, 14 Desember 2024, di Lapangan Desa Tambi, Kecamatan Kejajar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dan gempa bumi, yang semakin sering terjadi di Indonesia.

Dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, apel ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari BPBD Jawa Tengah, Forkopimca Kejajar, hingga relawan bencana dari berbagai penjuru kabupaten. Suasana penuh semangat terlihat saat barisan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, hingga relawan BPBD berjejer rapi di lapangan yang berada di bawah kaki Gunung Sindoro.

Polres Wonosobo Berperan Aktif
Sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Wonosobo turut menunjukkan kesiapsiagaannya dalam kegiatan ini. Pasukan Sat Samapta Polres Wonosobo, tim yang terdiri dari personel kepolisian berseragam lengkap terlihat sigap dalam barisan apel juga menggelar berbagai peralatan khusus SAR yang dimiliki oleh Polres Wonosobo. Polres Wonosobo juga memberikan dukungan penuh dalam gladi simulasi bencana dengan memastikan kelancaran koordinasi antarinstansi serta membantu edukasi prosedur evakuasi kepada masyarakat.

Kapolres Wonosobo melalui Kapolsek Kejajar AKP Abror menyatakan bahwa keikutsertaan Polres dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. “Kami tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga siap membantu masyarakat dalam situasi darurat. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan bencana,” ujarnya.

Pemeriksaan Peralatan dan Gladi Simulasi Gempa
Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan peralatan penanggulangan bencana. Sekda bersama Kepala BPBD Wonosobo dan perwakilan BPBD Jawa Tengah memeriksa satu per satu kelengkapan alat, mulai dari tenda darurat, kendaraan evakuasi, hingga peralatan komunikasi. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kesiapan peralatan saat terjadi bencana sesungguhnya.

Pada sesi berikutnya, para peserta mengikuti Gladi Kesiapsiagaan Bencana yang digelar di GOR Desa Tambi. Dalam simulasi ini, peserta diajarkan langkah-langkah penyelamatan dan evakuasi korban gempa bumi. Tak hanya teori, gladi ini juga mempraktikkan penanganan langsung di lapangan, lengkap dengan skenario reruntuhan bangunan dan penyelamatan korban menggunakan alat berat.

Kasat Pol PP Wonosobo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi antusiasme para peserta. “Simulasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan respons cepat semua pihak saat bencana benar-benar terjadi,” katanya.

Kepala BPBD Wonosobo juga menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemerintah untuk membangun budaya tanggap bencana. “Kami berharap, setiap elemen masyarakat memahami perannya masing-masing sehingga tercipta koordinasi yang baik saat situasi darurat,” ungkapnya.

Keterlibatan Polres Wonosobo dalam apel dan gladi ini menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kolaborasi seperti ini tidak hanya menjadi pengingat akan potensi ancaman bencana, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi situasi darurat.

Polsek Sapuran Evakuasi Pria di Wonosobo yang Ditemukan Meninggal Membusuk di Kamar Tidur

Seorang pria berinisial TA (50), warga Dusun Cengang, Desa Sedayu, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Jumat (13/12/2024) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi hampir membusuk.

Informasi ini pertama kali diterima oleh pihak kepolisian dari Saksi 1 yang menghubungi Piket SPKT Polsek Sapuran untuk melaporkan penemuan tersebut. Saksi 1 mengungkapkan bahwa salah satu warga di lingkungannya ditemukan telah meninggal dunia di kamar tidur rumahnya.

Kapolsek Sapuran, AKP Suryanto, bersama unit Reskrim, Bhabinkamtibmas Desa Sedayu, serta Tim Identifikasi Polres Wonosobo, segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, korban ditemukan terbaring di atas kasur di dalam kamar tidurnya. Tim medis dari Puskesmas Sapuran turut dipanggil untuk membantu pemeriksaan.

“Menurut keterangan Saksi 1 dan Saksi 2, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut dan tidak memiliki keluarga. Terakhir kali korban terlihat pada Rabu (11/12/2024) sekitar pukul 10.00 WIB saat baru pulang memancing di sungai. Saat itu, korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kurang sehat. Setelahnya, korban tidak lagi terlihat beraktivitas di sekitar rumah,” jelas Kapolsek Sapuran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dan tim identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari kondisi jenazah yang telah membusuk, diperkirakan korban telah meninggal dunia selama tiga hari sebelum ditemukan.

Keluarga korban menerima kematian tersebut sebagai musibah dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan otopsi lebih lanjut. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

Polres Wonosobo Perketat Keamanan Jelang Libur Akhir Tahun, Dua Tersangka Narkotika Ditangkap

Menyambut libur Natal dan Tahun Baru, Polres Wonosobo mengambil langkah strategis untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Dengan menggandeng pengamanan swakarsa di berbagai tingkatan, Polres Wonosobo memastikan situasi tetap terkendali di tengah lonjakan aktivitas yang kerap terjadi selama libur panjang.

Sebagai daerah wisata yang dikenal sebagai Negeri di Atas Awan, Kabupaten Wonosobo menjadi destinasi favorit bagi wisatawan. Hal ini memicu peningkatan signifikan pada arus lalu lintas, khususnya di kawasan wisata seperti Dieng. Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Edi Nugroho, menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata, pelaku usaha, hingga juru parkir. “Kami sudah menambah personel di titik-titik rawan untuk meminimalkan potensi gangguan arus lalu lintas. Ini langkah konkret yang kami lakukan demi kenyamanan masyarakat,” ujar AKP Edi.

Selain pengamanan lalu lintas, Polres Wonosobo melalui Satreskrim dan Satresnarkoba juga mengintensifkan kegiatan kring serse untuk mencegah kejahatan. Patroli dan kegiatan sambang desa juga ditingkatkan, melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga keamanan wilayah melalui pengamanan swakarsa.

Pengungkapan Kasus Narkotika di Wonolelo
Komitmen Polres Wonosobo dalam menjaga ketertiban membuahkan hasil dengan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di Desa Wonolelo, Kecamatan Wonosobo. Berdasarkan laporan masyarakat, Satresnarkoba yang dipimpin oleh AKP Teguh Sukosso berhasil menangkap dua tersangka, EA (34) dan M (34), warga Kabupaten Banjarnegara, pada Rabu (11/12) pukul 15.05 WIB. Penangkapan dilakukan di sebuah bangunan bekas yang menjadi lokasi transaksi mereka.
Petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya: satu paket sabu dalam plastik klip bening seberat 0,7 gram, Potongan sedotan dan tisu, Bekas bungkus kopi sachet dan dua Ponsel merk Redmi dan Xiaomi.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku membeli narkotika tersebut secara patungan dan berencana menggunakannya bersama. Kini, mereka ditahan di Mapolres Wonosobo untuk proses hukum lebih lanjut. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
“Pengungkapan ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk menjaga keamanan masyarakat, terutama menjelang libur panjang. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung upaya kepolisian dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan,” ujar AKP Teguh Sukosso.

Dengan berbagai langkah antisipatif ini, Polres Wonosobo berharap situasi tetap kondusif selama libur Natal dan Tahun Baru. Keamanan di destinasi wisata unggulan seperti Dieng pun dipastikan tetap terjaga, memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan maupun warga setempat.

Polsek Selomerto Terima Kunjungan Dari RA Masyitoh Al Munawaroh

Anggota Polsek Selomerto melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak dengan menerima kunjungan dari anak-anak RA Masyitoh Al Munawaroh yang terletak di Dusun Tawangsari, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto pada Kamis (12/12). Kegiatan ini dihadiri oleh 26 anak-anak bersama guru dan wali murid.

Dalam kesempatan tersebut, dua anggota Polsek Selomerto, AIPDA Agung Ari Fianto dan BRIPKA Untung, menyambut para siswa dengan ramah. Mereka memberikan materi mengenai tugas-tugas Kepolisian serta pengenalan lingkungan sekitar Kantor Polsek Selomerto. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia kepolisian kepada anak-anak sejak dini, agar mereka dapat lebih memahami peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aipda Agung menyampikan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan antara polisi dengan masyarakat, khususnya anak-anak, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya peran kepolisian dalam kehidupan sehari-hari.

“Polsek Selomerto akan terus melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak sebagai bagian dari upaya untuk mempererat hubungan yang lebih baik antara polisi dan masyarakat, sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda tentang tugas dan tanggung jawab aparat penegak hukum.” Ungkap AIPDA Agung