Arus Wisata ke Dieng Ramai Lancar, Polres Wonosobo Pastikan Tak Ada Kemacetan

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan penggelaran personel di jalur wisata Dieng pada weekend, Sabtu (18/10/2025) pagi. Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan fokus pengaturan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan dan jalur menuju kawasan wisata.

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas terpantau ramai lancar, tanpa adanya kemacetan maupun antrean kendaraan. Personel Satlantas ditempatkan di beberapa lokasi strategis untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan wisatawan yang menuju ke Dataran Tinggi Dieng.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto, S.H., M.H. mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang berwisata ke Dieng. Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga etika saat di jalan.

“Kami mengingatkan agar pengendara tetap waspada, perhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan jangan lupa gunakan helm serta sabuk pengaman,” ujar AKP Seno.

Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan, dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan pelayanan cepat dan responsif.

Polres Wonosobo Gerak Cepat Tangani Pohon Tumbang di Jalur Wonosobo–Purworejo

Wonosobo – Petugas gabungan dari Polres Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, relawan SAR Sapuran, dan masyarakat setempat bergerak cepat menindaklanjuti laporan rumpun pohon bambu tumbang yang menutup sebagian ruas jalan raya Wonosobo–Purworejo, tepatnya di jalan Mangir, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, pada Kamis (16/10/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Peristiwa tersebut sempat menghambat arus lalu lintas. Kendaraan roda dua masih dapat melintas, sementara kendaraan roda empat harus bergantian dengan sistem buka-tutup. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan kendaraan dalam kejadian ini.

Setelah menerima laporan dari warga, petugas Polsek Sapuran bersama regu siaga bencana Polres Wonosobo segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan pembersihan material pohon tumbang. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong menggunakan alat manual seperti gergaji, cangkul, dan skop.

Berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat, jalur lalu lintas kembali normal dan aman dalam waktu singkat. Seluruh kegiatan penanganan berjalan dengan tertib dan lancar.

Polres Wonosobo mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu, serta segera melapor ke Call Center 110 apabila menemukan kejadian serupa di wilayah masing-masing.

TK Kemala Bhayangkari 88 Wonosobo Kunjungi Polres Wonosobo, Anak-Anak Antusias Kenal Tugas Polisi

Wonosobo – Suasana ceria tampak di halaman Polres Wonosobo pada Rabu (16/10/2025), saat puluhan siswa TK Kemala Bhayangkari 88 Wonosobo melakukan kunjungan edukatif ke Mapolres Wonosobo.

Kegiatan tersebut disambut dengan penuh kehangatan oleh personel Polres Wonosobo, khususnya dari Satuan Samapta (Sat Samapta) yang memperkenalkan berbagai peralatan dan perlengkapan tugas kepolisian kepada para peserta didik.

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal beragam perlengkapan kepolisian seperti tameng dalmas, tongkat T, kendaraan dinas patroli, alat komunikasi, serta perlengkapan pengamanan diri petugas. Petugas menjelaskan fungsi setiap alat dengan cara yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Wonosobo berupaya menumbuhkan pemahaman sejak dini kepada anak-anak tentang peran dan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Kegiatan juga menjadi sarana edukatif yang menyenangkan, membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak.

Suasana semakin meriah ketika anak-anak diberikan kesempatan menaiki kendaraan dinas Sat Samapta dan berfoto bersama anggota polisi. Canda tawa terdengar di seluruh area kegiatan, menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan.

Kunjungan edukatif ini diakhiri dengan foto bersama antara peserta didik, guru pendamping, dan personel Polres Wonosobo. Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

Unit Tipikor Satreskrim Polres Wonosobo Tangani Kasus Penyalahgunaan Tanah Kas Desa

Wonosobo – Unit III Tipikor Satreskrim Polres Wonosobo tengah menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pelepasan hak atas tanah kas desa di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dugaan penyimpangan ini berawal dari kegiatan tukar guling tanah kas desa yang dilakukan tanpa prosedur dan izin sah dari pemerintah daerah.

Dua orang berinisial WY dan S ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya diduga menyalahgunakan kewenangan dengan menyetujui proses tukar guling tanah kas desa, yang kemudian dikaplingkan dan dijual kepada masyarakat tanpa melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hasil penjualan tanah tersebut juga tidak dikelola sesuai prosedur yang berlaku. Penggunaan dana tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara administrasi maupun hukum.

Polres Wonosobo menegaskan bahwa proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berlandaskan asas keadilan. Penanganan perkara ini diharapkan menjadi pengingat bagi aparatur pemerintahan desa agar lebih berhati-hati dan tertib dalam mengelola aset serta keuangan desa.

“Kami berkomitmen untuk mengawal akuntabilitas dan tata kelola keuangan desa guna mencegah potensi penyimpangan di masa mendatang,” ujar Ksat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Personel Polsek Kepil Tertibkan Arus Lalu Lintas Usai Kecelakaan Tunggal

Wonosobo – Personel Polsek Kepil bersama masyarakat dan tim SAR bergerak cepat menangani kejadian kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Wonosobo–Kepil, tepatnya di Dusun Sirukem, Desa Beran, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, pada Senin (13/10/2025) sore.

Kejadian berawal saat sebuah kendaraan jenis minibus tergelincir dan masuk ke sungai akibat kondisi jalan yang licin. Setelah menerima laporan dari warga, personel Polsek Kepil segera mendatangi lokasi untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas (Turlalin) serta membantu proses evakuasi.

Bersama tim SAR dan warga sekitar, petugas berhasil mengevakuasi kendaraan menggunakan dua unit mobil offroad dan dua unit truk. Beruntung, pengemudi dan dua penumpang kendaraan tersebut dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka.

Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati, terutama pada jalur yang rawan licin saat cuaca hujan.

Berkat kerja sama yang solid antara aparat kepolisian, tim SAR, dan masyarakat, arus lalu lintas kembali normal dan situasi di lokasi dapat dikendalikan dengan aman serta tertib.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polres Wonosobo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Wonosobo Waspada Musim Pancaroba, Polres Gelar Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana

Wonosobo – Menghadapi periode pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan tahun 2025/2026 yang diprediksi berlangsung dari September hingga November 2025, Polres Wonosobo menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana di halaman Mapolres, Senin (13/10/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut dari informasi BMKG yang memperingatkan potensi meningkatnya bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung selama masa peralihan musim.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel serta koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana. “Perubahan cuaca ekstrem selama pancaroba bisa menimbulkan risiko tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh personel harus siap siaga, responsif, dan mengutamakan keselamatan warga,” tegasnya.

Kapolres juga memerintahkan sejumlah langkah antisipatif, antara lain menyiagakan Unit SAR beserta perlengkapan pendukung, menjalin koordinasi dengan BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah, serta melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Selain itu, personel di jajaran Polsek diminta aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan siap membantu evakuasi bila terjadi bencana.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama, sinergi, dan kepedulian semua pihak agar masyarakat terlindungi dari dampak bencana,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.

“Wonosobo merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap berbagai bencana alam seperti longsor dan banjir. Alhamdulillah, berkat sinergitas dan kolaborasi antar unsur terkait, potensi bencana yang ada bisa selalu diantisipasi dengan baik,” ujarnya.

Melalui apel gabungan ini, Kapolres berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wujud nyata kesiapan Polres Wonosobo dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat menghadapi musim pancaroba tahun ini.

Satsamapta Polres Wonosobo Intensifkan Patroli di Kawasan Wisata, Pastikan Liburan Aman dan Nyaman

WONOSOBO – Liburan akhir pekan di Wonosobo kini terasa makin aman.Satsamapta Polres Wonosobo tampak rutin melaksanakan patroli di berbagai kawasan wisata , Sabtu (11/10/2025).

Patroli tersebut menyasar titik-titik wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti Telaga Menjer hingga kawasan Dieng. Kegiatan ini bertujuan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Kasat Samapta Polres Wonosobo, AKP Nuryawan Eko Ramdani, menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan.

“Kami ingin memastikan pengunjung bisa berwisata dengan tenang. Personel melakukan pemantauan arus kendaraan, patroli di area wisata, serta memberikan imbauan agar pengunjung selalu waspada terhadap barang bawaan,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pedagang sekitar untuk mendengarkan aspirasi terkait keamanan di lokasi wisata.

“Pendekatan humanis jadi kunci. Polisi bukan hanya hadir ketika ada masalah, tapi juga menjadi bagian dari suasana aman dan nyaman bagi semua,” tambahnya.

Dalam patroli tersebut, petugas juga mengingatkan pengelola wisata agar tetap memperhatikan keselamatan pengunjung, termasuk area parkir, jalur evakuasi, dan kebersihan lingkungan.

Dengan patroli rutin ini, Polres Wonosobo berharap kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata pelayanan publik yang humanis. Karena di Wonosobo, liburan itu bukan hanya tentang pemandangan indah, tapi juga rasa aman yang sejuk seperti udaranya.

 

Ribuan Botol Miras Ilegal Dimusnahkan di Alun-Alun Wonosobo, Bukti Tegasnya Penegakan Perda

Ribuan Botol Miras Ilegal Dimusnahkan di Alun-Alun Wonosobo, Bukti Tegasnya Penegakan Perda

WONOSOBO – Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga ketertiban dan moral masyarakat, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran Forkopimda melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol (miras) ilegal, Jumat (10/10/2025) pagi, di Jl. Merdeka, kawasan Alun-Alun Wonosobo.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 08.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo dan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat. Suasana pagi di Alun-Alun mendadak semarak ketika tumpukan botol miras dari berbagai merek dimusnahkan secara simbolis, disaksikan masyarakat yang turut mendukung langkah tegas tersebut.
Dari hasil operasi gabungan penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) di wilayah Kabupaten Wonosobo, tim berhasil mengamankan 1.038 botol minuman beralkohol yang dijual secara ilegal di sejumlah toko, kafe, dan tempat hiburan malam.
Sekda Kabupaten Wonosobo dalam sambutannya menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menegakkan aturan serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif miras.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran miras ilegal di Wonosobo. Ini komitmen bersama untuk menjaga lingkungan yang aman, sehat, dan berakhlak,” tegasnya.
Para tokoh agama dan masyarakat pun menyambut baik kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah pemerintah dan aparat penegak hukum yang bersinergi dalam menciptakan Wonosobo yang bersih dari minuman beralkohol.
Dengan pemusnahan ribuan botol miras ini, diharapkan menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha agar tidak bermain-main dengan aturan, sekaligus menjadi pesan moral bagi masyarakat untuk bersama menjaga ketertiban dan nilai-nilai sosial yang menjadi ciri khas Wonosobo.

Polisi Tangkap Residivis Narkoba di Wonosobo dengan Barang Bukti Sabu

WONOSOBO – Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo menangkap seorang pria berinisial DH (44) di kawasan Jaraksari, Wonosobo, karena diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu. DH diketahui merupakan residivis kasus serupa yang pernah menjalani hukuman pada 2016.

Penangkapan dilakukan pada Jumat, 12 September 2025, sekitar pukul 19.30 WIB. Berdasarkan laporan masyarakat soal aktivitas peredaran sabu, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap DH di sebuah jalan di Kelurahan Jaraksari.

“Kami bergerak cepat menindaklanjuti informasi dari masyarakat dan berhasil mengamankan tersangka bersama barang bukti,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H., di Mapolres Wonosobo, Sabtu (13/9).

Dari tangan DH, polisi menyita satu paket sabu dengan berat bruto 0,6 gram yang dibungkus plastik klip bening, dimasukkan ke dalam sedotan bergaris merah, dililit lakban merah, dan disembunyikan dalam bungkus makanan ringan merek Garuda Rosta. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam beserta kartu SIM yang digunakan tersangka untuk memesan narkotika.

Menurut Teguh, tersangka memesan sabu melalui aplikasi WhatsApp dari seseorang berinisial S yang kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang). “Barang itu rencananya akan digunakan sendiri, namun belum sempat dikonsumsi, tersangka keburu ditangkap,” kata dia.

Teguh menegaskan pihaknya berkomitmen memberantas peredaran narkoba di Wonosobo. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba. Peran serta masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” ujarnya.

Kasat Resnarkoba itu juga mengingatkan bahaya narkoba bagi generasi muda. “Kami mengajak seluruh orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sekitar. Jangan beri ruang bagi para pengedar untuk merusak masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

DH dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun serta denda antara Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

Polres Wonosobo Tanam Jagung Serentak dan Gelar Gerakan Pangan Murah: Dukung Ketahanan Pangan 2025

WONOSOBO – Polres Wonosobo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada kuartal IV tahun 2025 ini, jajaran Polres Wonosobo melaksanakan penanaman jagung serentak di Desa Mergosari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata Polri dalam menjaga stabilitas pangan di daerah. Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat cadangan pangan masyarakat.
“Kami ingin memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan stabil. Dengan menanam jagung secara serentak, kita berharap hasil panen nanti bisa mendukung ketahanan pangan masyarakat Wonosobo,” ujar Kapolres.
Selain penanaman jagung, Polres Wonosobo juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak. Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga terjangkau.
Kepada Sekertariat Daerah Drs. One Andang Wardoyo, M.Si., mengapresiasi langkah Polres Wonosobo yang terus aktif mendukung program pemerintah. Menurutnya, sinergi antara aparat dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pokok.
“Gerakan seperti ini sangat membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Kami berterima kasih kepada Polres Wonosobo atas inisiatif dan kepeduliannya,” ujarnya.
Dengan kombinasi antara penanaman jagung serentak dan gerakan pangan murah, Polres Wonosobo berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi positif antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo.