Antisipasi Bahaya Intoleransi, Polsek Sukoharjo Tingkatkan Patroli Dialogis

Intoleransi adalah sikap abai atau rasa ketidakpedulian terhadap eksistensi orang lain, dimana sikap intoleransi seringkali tidak manusiawi sehingga memicu konflik dan kebencian atas sebuah perbedaan.

Mencegah berkembangnya sikap intoleransi di kalangan masyarakat Kabupaten Wonosobo, Bhabinkamtibmas Polres Wonosobo menggalakkan patroli dialogis untuk mensosialisasikan bahaya sikap intoleransi.

Dalam kegiatannya Bripka Dwi Ardianto bhabinkamtibmas Polsek Sukoharjo menghimbau kepada warga binaannya di Desa Sampih, Kecamatan Sukoharjo pada Rabu (22/2), agar senantiasa menjunjung sikap toleransi.

“Indonesia adalah negara dengan beraneka ragam budaya, suku, dan agama oleh sebab itu kita dalam bermasyarakat harus menjunjung tinggi sikap toleransi agar tidak terjadi perpecahan ataupun permusuhan terutama antar tetangga.” Ungkapnya

Mari kita bersama – sama untuk menjauhi sikap intoleransi dan mengedepankan toleransi agar bisa hidup rukun dalam bermasyarakat.

Pergi Mencari Ikan, Seorang Warga Selokromo Hilang Hanyut Terbawa Arus Sungai

Seorang warga Selokromo, Leksono, dilaporkan menghilang saat pergi menuju sungai pada Kamis, 27 April 2023. Korban tersebut diketahui keluar rumah berpamitan untuk pergi mencari ikan di Sungai Serayu.

Kapolsek Leksono, AKP Jumali Gala Briya, menuturkan bahwa pencarian oleh keluarga korban dan perangkat desa sudah dilakukan sejak hari Jumat (28/4) namun tidak ditemukan sehingga warga bersama dengan perangkat desa melaporkan kepada Polsek Leksono.

Setelah warga melaporkan, Polsek Leksono bersama dengan BPBD Wonosobo melakukan pencarian pada hari Jumat (28/4) hingga hari Sabtu (29/4)  namun belum membuahkan hasil.

Minggu (30/4) Polsek Leksono mendapatkan informasi tentang penemuan mayat di Waduk Mrican oleh BPBD Banjarnegara tepatnya di bagian penampungan sampah di Karangkemiri Rt 06 Rw 02 Kec. Wanadadi Kab. Banjarnegara oleh petugas sampah.

“Jenazah korban ditemukan tiga hari setelah dilaporkan menghilang, berhari – hari kami berusaha mencari hingga ada informasi bahwa jenazah ditemukan di Waduk Mrican,” ungkap Kapolsek Leksono.

Jenazah korban dievakuasi kemudian korban di bawa ke RSUD Kab. Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan Inafis Polres Banjarnegara selanjutkan korban diserahkan ke pihak Polsek Leksono dan keluarga korban untuk dibawa ke Wonosobo untuk dimakamkan di Desa Selokromo Kec. Leksono Kab. Wonosobo.

Kapolsek menuturkan, beberapa hari ini curah hujan di Wonosobo cukup tinggi sehingga arus sungai cukup deras sehingga sangat mudah untuk menghanyutkan benda apapun di pinggir sungai.

Polres Wonosobo Tingkatkan Patroli Malam Hari

Untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo khususnya malam hari, Polres Wonosobo terus meningkatkan  kegiatan patroli malam atau Blue Light Patrol (BLP) di lokasi- lokasi rawan terjadinya tindak kejahatan. Sabtu (29/4)  malam.

Kegiatan patroli kali ini Polres Wonosobo selain menyambangi lokasi – lokasi objek vital juga berpatroli di daerah yang rawan terjadi tindak kriminalitas.

Tak hanya itu petugas yang merupakan gabungan dari Satsamapta, Satlantas dan Piket Fungsi Polres Wonosobo  juga  memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama di malam hari.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak keluar sendiri saat malam hari dan pastikan dimanapun saat hendak memarkirkan kendaraan pastikan di tempat yang aman, untuk mencegah adanya curanmor.” Ungkap AKP Ramdani Kasat Samapta Polres Wonosobo

Selanjutnya petugas juga melakukan patroli di seputaran wilayah Wonosobo untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan diharapkan dengan kehadiran petugas Kepolisian dapat mengurangi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Curah Hujan Tinggi, Tanah Longsor Kembali Terjadi Memakan Korban Jiwa

Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Wonosobo selama beberapa hari ini mengakibatkan longsor Hujan lebat mengguyur Dsn. Derongisor Kel. Derongisor Kec. Mojotengah Kab. Wonosobo mengakibatkan Longsor pada Jumat (28/4) sore.

Kasat Samapta Polres Wonosobo, AKP Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd, dan Kapolsek Mojotengah, AKP Sanyoto mengatakan bahwa hujan deras yang berlangsung sejak sore hari sekira pukul 15.00 WIB membuat debit air semakin besar yang memberi tekanan pada tebing mengakibatkan longsor.

Kejadian tanah longsor tersebut di ketahui oleh Sdr. Sabar (34) yang sedang melakukan perjalanan menuju arah Derongisor. Sampai di TKP Sabar menjumpai tanah tebing longsor tinggi kurang lebih 15 meter panjang 20 meter menimpa badan jalan yang juga menimpa 3 pengendara sepeda motor. Dari ketiga sepeda motor tersebut dua diantaranya berhasil menyelamatkan diri sedangkan salah satu pengendara sepeda motor tersebut tertimpa tanah longsor dan tidak dapat diselamatkan.

Tanah longsoran juga menimpa 2 rumah dibawah jalan yang mengakibatkan rusak parah dan mengakibatkan 2 orang yang saat kejadian didalam rumah mengalami luka ringan.
Mengetahui kejadian tersebut Sdr. Sabar memberitahukan kepada masyarakat untuk dilaporkan ke Polsek Mojotengah, yang selanjutnya bersama tim dari BPBD Kab. Wonosobo , Polres Wonosobo dan instansi terkait lainnya melaksanakan evakuasi Korban yang meninggal dunia maupun yang luka ringan ke RSUD Wonosobo.

“Dari hasil evakuasi kami mendapati 3 korban, 2 korban mengalami luka ringan namun salah satu korban meninggal dunia. Kami sudah berusaha semampu kami dengan mendatangkan unit K9 Polres Wonosobo guna melacak korban yang tertimbun sayangnya saat kami evakuasi korban sudah meninggal dunia ” ucap AKP Ramdani.

Lebih lanjut Kasat Samapta berpesan kepada warga bahwa dengan curah hujan yang tinggi warga diharapkan lebih waspada terutama yang berkegiatan di daerah dekat tebing.

Polres Wonosobo Terus Tingkatkan Blue Light Patrol

Untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo khususnya malam hari, Polres Wonosobo terus meningkatkan  kegiatan patroli malam atau Blue Light Patrol (BLP) di lokasi- lokasi rawan terjadinya tindak kejahatan. Kamis (27/4) malam.

Kegiatan patroli kali ini Polres Wonosobo selain menyambangi lokasi – lokasi objek vital juga berpatroli di daerah yang rawan terjadi tindak kriminalitas.

 

Tak hanya itu petugas yang merupakan gabungan dari Satsamapta, Satlantas dan Piket Fungsi Polres Wonosobo  juga  memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama di malam hari.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak keluar sendiri saat malam hari dan pastikan dimanapun saat hendak memarkirkan kendaraan pastikan di tempat yang aman, untuk mencegah adanya curanmor.” Ungkap Bripka Adi Kanit Dalmas II Satsamapta

Selanjutnya petugas juga melakukan patroli di seputaran wilayah Wonosobo untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan diharapkan dengan kehadiran petugas Kepolisian dapat mengurangi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Polres Wonosobo Terus Tingkatkan Blue Light Patrol

Untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo khususnya malam hari, Polres Wonosobo terus meningkatkan  kegiatan patroli malam atau Blue Light Patrol (BLP) di lokasi- lokasi rawan terjadinya tindak kejahatan. Kamis (27/4) malam.

Kegiatan patroli kali ini Polres Wonosobo selain menyambangi lokasi – lokasi objek vital juga berpatroli di daerah yang rawan terjadi tindak kriminalitas.

Tak hanya itu petugas yang merupakan gabungan dari Satsamapta, Satlantas dan Piket Fungsi Polres Wonosobo  juga  memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama di malam hari.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak keluar sendiri saat malam hari dan pastikan dimanapun saat hendak memarkirkan kendaraan pastikan di tempat yang aman, untuk mencegah adanya curanmor.” Ungkap Bripka Adi Kanit Dalmas II Satsamapta

Selanjutnya petugas juga melakukan patroli di seputaran wilayah Wonosobo untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan diharapkan dengan kehadiran petugas Kepolisian dapat mengurangi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Kapolres Cek Jalur Alternatif, Antisipasi Arus Balik Lebaran

Jelang arus balik lebaran situasi arus lalu lintas di wilayah Wonosobo terutama di Simpang Pasar Kertek terus mengalami peningkatan.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K.,M.Si beserta PJU melakukan pengecekan jalur alternatif dan memastikan kondisi jalannya aman untuk dilalui para pemudik.

“Kita terus lakukan penyisiran dijalan- jalan, tidak hanya jalan protokol, namun jalan alternatif kita juga lakukan pengecekan, memastikan keamanan dan keselamatan para pemudik.” Ungkap Kapolres

Pihaknya menyebutkan jalan- jalan alternatif yang dimaksud antara lain adalah Jalan Lingkar Selatan (TMP Wiropati sampai dengan Selomerto, dam jlaan alternatif Kalikajar menuju Simpang Empat Selomerto.

Jalur alternatif saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan pemudik akan tetapi pihaknya tetap menghimbau agar selalu berhati- hati dikarenakan jalur alternatif terutama yang menghubungkan antara Kalikajar hingga Simpang Empat Selomerto masih terdapat jalan- jalan yang rusak dan berlubang.

“Jalan yang berlubang sudah kita beri tanda dengan menggunakan pilok putih agar terlihat oleh pengendara terutama saat turun hujan maupun malam hari, namun kita tetap menghimbau kepada pengendara/ pemudik untuk senantiasa berhati – hati.” Terangnya

Diakuinya, kapasitas jalan yang ada di Kabupaten Wonosobo semakin lama kian tidak mencukupi seiring penambahan jumlah kendaraan sehingga diperlukan pelebaran jalan atau pembangunan jalan baru. Terutama di Kertek. Setiap tahun menjadi problem utama selama arus mudik maupun balik.

 

Cek Jalur Alternatif PJU Polres Wonosobo Berikan Tanda Cat Di Jalan berlubang

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si. beserta PJU Polres Wonosobo terus menyisir dan mengecek kondisi jalur-jalur alternatif demi kenyamanan pemudik menjelang puncak arus balik Lebaran 1444 Hijriyah.

“Ini terus berjalan, kita sisir terus. Tidak hanya protokol, jalan-jalan akternatif kami cek juga,” kata Kapolres Wonosobo, Selasa (25/4).

Ia menyebutkan jalur-jalur alternatif yang dimaksud, antara lain Jalan lingkar selatan (TMP Wiropati sampai dengan Selomerto), jalan alternatif Kalikajar menuju simpang empat Selomerto.

Menurut dia, jalur alternative sudah bias dilalui oleh kendaraan pemudik akan tetapi tetap dihimbau agar selalu berhati-hati dikarenakan jalur alternative terutama jalur yang menghubungkan Kalikajar sampai dengan Simpang empat Selomerto banyak jalan yang rusak dan berlubang.

“jalan yang berlubang akan kita tandai dengan cat warna agar memudahkan para pemudik untuk menghindari “jebakan” tersebut,” katanya.

Saat ini, kata dia, tim dari PJU ini akan setiap hari melakukan patrol di jalur mudik maupun jalur wisata,” kata Eko Novan.

Diakuinya, kapasitas jalan yang ada di Kabupaten Wonosobo semakin lama kian tidak mencukupi seiring penambahan jumlah kendaraan sehingga diperlukan pelebaran jalan atau pembangunan jalan baru. Terutama di Kertek. Setiap tahun menjadi problem utama selama arus mudik maupun balik.

 

“untuk mengtasi penumpukan arus lalulintas di simpang Kertek akan diberlakukan buka tutup arus secara bergantian baik dari arah Temanggung, dari arah Purworejo maupun dari arah Kota Wonosobo.

Di akhir kesempatan Kapolres Wonosobo menyampaikan :masyarakat pemudik agar tetap sabar, personel kami dilapangan sebaik mungkin tanpa kenal lelah berikan pelayanan dengan buka tutup arus lalulintas di persimpangan Kertek ini.

Kapolres Turun Langsung Urai Kemacetan Di Simpang Kertek

Sudah menjadi rahasia umum para pemudik, setiap memasuki bulan lebaran ruas jalan Kertek-Wonosobo tepatnya di depan pasar Kertek merupakan satu di antara ruas jalan terpadat di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Memasuki H+2 lebaran pada Senin (24/4) mobilitas warga terpantau terus mengalami peningkatan. Mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Polres Wonosobo menambahkan personel untuk bersiaga dan melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalur Kertek- Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si pun turun langsung untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas di depan Pasar Kertek.

“Tadi pagi mulai pukul 06.00 Wib kami telah melakukan rekayasa arus lalu lintas tepatnya di Depan Pasar Kertek, yaitu dengan cara buka tutup arus.” Ungkapnya

Kapolres juga menambahkan kendaraan – kendaraan dari arah Purworejo menuju ke Banjarnegara akan diarahkan melalui jalur alternatif.

“Untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Pasar Kertek, kendaraan dari arah Purworejo menuju ke Banjarnegara kita arahkan melalui jalur alternatif dari Simpang Polsek Kalikajar melawati perempatan Kaliputih dan nantinya akan sampai di Selomerto kemudian langsung diarahkan ke Banjarnegara. Namun untuk kendaran seperti Sedan, Hiace, Alphard, dan kendaraan besar lainnya tetap kita arahkan melalui jalur utama.” Terangnya

Pihaknya juga terus berusaha meingkatkan kesadaran masyarakat pengguna jalan, melalui penyulahan rutin kepda masyarakat agar tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas yang dilapangan serta mematuhi peraturan lalu lintas untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas.

Polres Wonosobo Terjunkan Lebih Dari 200 Personil Untuk Pengamanan Festival Balon

Dalam rangka gelaran Kegiatan festival balon udara di wilayah Kab. Wonosobo dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023, Polres Wonosobo menyiagakan lebih dari 200 personel untuk mengamankan jalannya acara tersebut selama 8 hari.

Menurut Kabagops Polres Wonosobo, Kompol Harman R. Sitorus, meskipun giat tersebut hanya akan diikuti peserta lokal Wonosobo, namun akan menarik perhatian masyarakat luas mengingat metode baru dalam penerbangan balon udara dengan tetap mematuhi aturan dan tidak mengganggu lalu lintas udara seperti yang sebelumnya telah dikhawatirkan oleh masyarakat penerbangan.

“Kami Polres Wonosobo selalu memantau setiap balonnya untuk dipastikan balon yang akan terbang ditambatkan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Petugas pengamanan terdiri dari personel Polres Wonosobo dan sejumlah personel Polsek jajaran.

Beberapa tempat dipilih untuk menerbangkan balon tersebut diantaranya Lapangan Kembaran, Kec. Kalikajar, Lapangan Simbang, Kec. Kalikajar, Lapangan Karangluhur, Kec. Kertek, Lapangan Limbangan, Mudal, Kec. Mojotengah, Lapangan Gondang, Kec. Watumalang, Lapangan Bojasari, Kec. Kertek, Lapangan Don Bosco Kel. Sambek, Wonosobo, Lapangan Wringinanom, Kec. Kertek, dan Alun-alun Wonosobo.

“Mengingat banyaknya lokasi dan kegiatan tersebut bejalan selama 8 hari maka kami membagi anggota setiap lokasinya masing – masing sehingga kami berharap acara berjalan dengan lancar “ papar Kabagops.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan seperti balon yang tidak ditambatkan. Selain itu, agar tercipta situasi yang kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Wonosobo.