Polres Wonosobo Laksanakan Jumat Bersih Cegah Berkembangnya Nyamuk Demam Berdarah

Polres Wonosobo – Untuk menjaga dan memelihara kebersihan di lingkungan masyarakat, segenap personil Polres Wonosobo menggelar kerja bakti bersih–bersih di sejumlah tempat di lingkungan Mapolres Wonosobo dan asrama.

Kerja bakti bersih bersih di lingkungan Mako Polres Wonosobo di Pimpin Kasiwas Polres Wonosobo AKP Bambang AS, pihaknya melaksanakan kegiatan kerja bakti di lingkungan Mako untuk mencegah berkembangnya Nyamuk demam berdarah. Jumat (06/01/2023).

“Dalam kerja bakti ini, anggota menggunakan peralatan sekop, arit, dan alat lainnya” kata Kasiwas. kegiatan kurvey di bagi menjadi tiga grup yang menyasar sampah juga bak-bak penampungan air ataupun tempat yang berpotensi jadi tempat berkembang biaknya nyamuk baik di seputaran mako, asrama polres maupun lingkungan sekitar mako.

“Diharapkan setiap ruang kerja, kamar mandi serta lingkungan Mako tetap bersih dan indah serta jadi sehat dan nyaman karena bebas dari nyamuk demam berdarah,” kata AKP Bambang AS.

Rasa saling memiliki dan peduli terhadap lingkungan, terutama tempat kerja merupakan suatu kewajiban, karena dengan bersih, membuat kita betah dan nyaman pada saat dinas.” pungkas Kasiwas.

Kapolres Wonosobo Pimpin Upacara Pelepasan 3 Personel Purna Tugas, 47 Personel Terima Reward

Sejumlah 3 personel Polres Wonosobo menjalani upacara purna tugas pada Kamis (5/1/2023) di halaman Mapolres Wonosobo. Dua orang anggota Polri dan 1 anggota yang purna tugas periode1 Oktober hingga 1 Januari dilepas dengan prosesi pedang pora.
Tiga anggota Polres Wonosobo tersebut adalah Kompol Muhroji, Ipda Ngahadi dan Penata Dwi Yatno.
Upacara pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan. Dalam sambutannya, Kapolres mengungkapkan bahwa seluruh darma bhakti dan dedikasi selama bertugas sebagai anggota Polri maupun PNS Polri akan dijadikan teladan untuk anggota Polri yang masih aktif.
“Terimakasih kepada rekan-rekan purnawirawan Polri maupun purnawirawan PNS atas kinerja dan kebersamaan selama ini di kepolisian, kami akan terus belajar dari kinerja rekan-rekan,” ungkap Kapolres.
Selain upacara pelepasan purna tugas, sejumlah 47 personel Polres Wonosobo juga menerima reward karena prestasi dalam kinerja. 6 personel Bagian Perencanaan mendapat pengharagan karena dedikasi tinggi dalam merencanakan dan mengendalikan program dan anggaran sehingga Polres Wonosobo mendapatkan nilai akuntabilitas sangat baik. 2 personel Regident Satlantas mendapat reward dalam ungkap kasus kendaraan diduga hasil curanmor, 3 personel bhabinkamtibmas mendapatkan reward karena keaktifan pelaporan aplikasi Binmas Operasional Sistem, 3 personel mendapat reward karena keaktifan dalam pelaporan aplikasi Sistem Operasi Terpadu. Dan 29 personel Satreskrim serta 4 personel yang bertugas di pos Kertek mendapatkan penghargaan quick respon dan ungkap kasus pencopetan yang terjadi di alun-alun Jumat, 30 Desember lalu.
“Kami juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada 47 personel yang telah berprestasi dalam berbagai bidang dan turut memperbaiki citra Polri serta kepercayaan masyarakat,” ungkap Kapolres.
Dirinya berharap dengan pemberian reward ini, menjadi semangat untuk personel Polres Wonosobo yang lainnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan melayani masyarakat dengan hati.
“Jadikan ini cambuk dan penyemangat untuk terus melayani masyarakat dengan hati, saya yakin masih banyak sekali anggota Polri khususnya Polres Wonosobo yang bekerja dengan sepenuh hati melayani masyarakat serta menorehkan prestasi,” lanjutnya.
Upacara ditutup dengan pelepasan para purna Bhayangkara diarak menggunakan dokar.
Kapolres menambahkan bahwa tradisi pedang pora ini juga sebagai wujud penghargaan setinggi-tingginya institusi Polri kepada para purnawirawan atas jasa dan tugas selama berdinas.
Lebih lanjut, Kapolres berharap silaturahmi yang telah terjalin dengan Polres Wonosobo tidak terputus meski masa dinas sudah usai.
“Selamat memasuki masa purna bhakti dengan penuh kebahagiaan dan kesehatan bersama keluarga, semoga keakraban dan silaturahmi di antara kita tetap terjalin dengan baik,” pungkas Kapolres.

Polres Wonosobo Evakuasi Banjir Akibat Tanggul Jebol di Kasiran

Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo Rabu (4/1/2023) sore, sejumlah rumah di Kasiran, Jaraksari, Wonosobo terendam banjir karena tanggul irigasi jebol.
Kapolres Wonosobo melalui Kasat Samapta, AKP Nuryawan Eko Ramdani, saat melaksankaan evakuasi di lokasi kejadian menuturkan bahwa tanggul irigasi jebol akibat hujan deras yang terjadi sejak siang hari.
“Kurang lebih pukul 16.00 Wib sesaat setelah kejadian, kami langsung mendatangi TKP untuk mengevakuasi warga dan melakukan pembersihan material akibat banjir,” ungkap Kasat Samapta.
Pihaknya menuturkan bahwa terdapat kurang lebih 26 rumah yang menjadi korban banjir akibat tanggul jebol ini. Namun pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.
“Terdapat 26 rumah yang mengalami kebanjiran, kerugian diperkirakan mencapai 200 juta rupiah,” lanjutnya.


Dari keterangan warga, kejadian bermula saat hujan deras tidak kunjung reda dan pada pukul 15.30 Wib terdengar suara benturan tembok yang cukup keras berasal dari belakang PT. Dewi Pengayom Bangsa.
“Saat itu diketahui tembok tanggul irigasi di belakang PT. sudah ambruk dan air langsung meluber menggenangi bangunan serta merembet ke sejumlah rumah warga,” ungkap AKP Ramdani.
Personel Dalmas yang mendatangi TKP langsung mengevakuasi warga dan sejumlah barang dari rumah korban dan bahu membahu bersama masyarakat membersihkan sisa-sisa material longsor.
Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, saat mendatangi TKP juga sempat menyambangi dapur darurat yang langsung didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang mengungsi.
Pihaknya berharap dengan adanya kolaborasi antara Polres, BPBD, warga dan sejumlah instansi terkait dapat mempercepat proses evakuasi maupun pembersihan material tanggul yang longsor.

Sat Lantas Polres Wonosobo Laksanakan Patroli Malam Cegah Kerawanan

Polres Wonosobo – Untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan
kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo khususnya malam hari, Polres Wonosobo
terus meningkatkan kegiatan Blue Light Patrol (BLP) di lokasi- lokasi
rawan terjadinya tindak kejahatan. Rabu (03/01)Malam
Kegiatan BLP kali ini anggota Satlantas selain menyambangi Bank – bank yang
ada diwilayah Wonosobo, dalam kesempatan ini Bripka Eko Bayu bersama Brigadir
Galih A juga melakukan patroli di area obvit seperti sdi klenteng Hok Hoo Bio.
Tak hanya itu Anggota Satlantas juga menghimbau agar petugas keamanan
tidak berjaga sendiri, minimal 2 (dua) orang agar bisa menjadi body sistem dan
bisa mengurangi resiko terhadap penyerangan oleh orang yang tidak di kenal
mengingat Bank dan lokasi obvit rawan terjadi tindak kejahatan.
Sebelum meninggalkan lokasi anggota Satlantas kembali mengingatkan kepada
petugas keamanan apabila hendak istirahat atau ke toilet agar dilakukan secara
bergantian sehingga selalu ada petugas yang standby menjaga kemanan di sekitar
lokasi.

Kapolres Wonosobo Hadiri Khaul dan Mujahadah Di Ponpes Al Falah Ds Kongsi Kec Mojotengah

WONOSOBO, Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si. menghadiri Khoul dan Mujahadah dalam rangka Khoul ke-6 Al-maghfurlah K.H. Djalaludin (ayah kandung pendiri ponpes Al-Falah) dan Mujahadah Dzikrul Ghofilin oleh K.H. Agus Sabuth Panoto Projo, dari Ploso Kab. Kediri. Selasa, (03/01/23).

Acara tersebut dihadiri Kasubdit Kontra Ideologi, Dit Cegah Densus 88 A/T Mabes Polri, Kombes Pol Bogiek Sugiyarto, S.H, S.I.K, M.H., Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag,, Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, M.M., K.H. Nuril Arifin (Pandanaran, Semarang), K.H. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) dari Peloso, Kediri, H. Agus Ferry Husnul Ma’ab (Gus Ferry), Ketum PGN dari Semarang, Gus Iwan, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Wonosobo, Muhammad Ulil Al-Bab Djalaluddin, Pengasuh Ponpes As-Asy’ariah, Khairullah Almuthjaba, (Gus Itab), Para Ulama dan Tokoh Agama Kab. Wonosobo, Pju Polres Wonosobo, dan dihadiri oleh jamaah kurang lebih 300 orang.

Bupati Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan “Bersama sama kita melaksanakan pengajian, hujan membawa berkah, atas nama pribadi pemerintah kabupaten Wonosobo malam hari ini ikut berbahagia kita dipertemukan oleh ALLAH SWT dengan saudara saudari sekalian”.

“Pancasila merupakan hal yang menyatukan bangsa, suku dan perbedaan di indonesia, indonesia mendapat warisan oleh IR. Soekarno dengan hasil indonesia yang aman dan tentram termasuk kabupaten Wonosobo, Alhamdulilah dengan pancasila kita bisa gotong royong. Memasuki tahun 2023 mari mewujudkan Kab. Wonosobo yang sejahtera dan mewujudkan Kab. Wonosobo yang maju”, tutup Bupati.

Pada kesempatan berikutnya Kasubdit Kontra Ideologi, Dit Cegah Densus 88 A/T Mabes Polri, Kombes Pol Bogiek Sugiyarto, S.H, S.I.K, M.H. membacakan pesan dari Kadensus 88 A/T, “Saya menyambut baik kegiatan ini karena wahana ini juga memberi manfaat dan masuhat kehidupan di masyarakat. Pondok pesantren tidak kalah pentingnya dalam bidang pendidikan.

Saya ingin mengajak masyarakat wonosobo untuk menuju islam yang maju sehingga bangsa Indonesia tetap damai dan sejahtera”.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si. menyampaikan pesan kamtibmas mengajak para tokoh agama, ulama dan masyarakat untuk bersama sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah kabupaten Wonosobo.

Kegiatan dilanjutkan Tausiah oleh K.H. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth) yang disambut antusias oleh semua jamaah yang hadir.

52 Personel Polres Wonosobo Naik Pangkat pada Hari Ini

Polres Wonosobo – Diawal Tahun 2023, Kepolisian Resot Wonosobo menggelar upacara Korp Raport kenaikan pangkat periode 1 Januari 2023 bertempat di halaman Mapolres Wonosobo, tanggal, 2 Januari 2023.

 

Dalam upacara tersebut, Kapolres Wonosobo AKBP EKO NOVAN PRASETYOPUSPITO, S.I.K., M.Si. bertindak selaku Inspektur upacara dan dihadiri oleh waka Polres, para PJU Polres para Kapolsek jajaran dan anggota Polres Wonosobo.

 

Dalam sambutanya, Kapolres mengucapakan selamat dan bangga kepada personel polres yang naik pangkat.

” Saya merasa bangga dan selamat kepada personil yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi, atas dedikasi dan loyalitasnya kepada institusi Polri, serta kami ucapkan rasa syukur bagi personil yang naik pangkat” Kata Kapolres.

 

Kapolres berpesan pada anggota yang naik pangkat, dengan menyandang pangkat baru untuk bisa meningkatkan kinerja serta meningkatkan kemampuan profesinolisme menuju transfortasi Polri yang Presisi.

 

“Kenaikan pangkat ini jangan dilihat hanya berubah pangkat dari satu tingkat lebih tinggi tapi ini merupakan suatu tantangan, dorongan, motivasi dalam melayani masyarakat dengan lebih baik dan ikhlas serta turun langsung ke lapangan ” Ujar Kapolres.

 

Kapolres menambahkan tugas ke depan lebih berat dan tidak mudah  sehingga diperlukan kerja sama dan solidasi dalam rangka membangun institusi kepolisian agar bisa melayani masyarakat lebih baik lagi.

 

Mengakhiri sambutannya, Dalam acara Korp Raport kenaikan pangkat periode 1 Januari 2023 tersebut ada 52 personil yang pangkatnya dinaikan setingkat lebih tinggi terdiri : AKP ke Kompol reguler 1 personil, IPTU ke AKP 5 personil, IPDA ke IPTU  4 Personil, AIPDA ke AIPTU 10 personil,Bripka ke AIPDA 14 Personil Brigadir ke Bripka 6 personil, Briptu ke Brigadir 7 personil, Bripda ke Briptu 4 personil serta AKP ke Kompol pengabdian 1 personil.

Polres Wonosobo Ungkap Kasus Copet Terbesar di Alun-alun Wonosobo

Wonosobo – Polres Wonosobo berhasil mengungkap sindikat tukang copet yang beraksi di event panggung hiburan Gebyar akhir tahun di Alun-alun Wonosobo. Jumat (30/12/22)

Komplotan ini dalam melakukan aksinya secara berkelompok dan menjadi dua tim. Kepala Seksi Humas Polres Wonosobo AKP Slamet Prihatin mengatakan sindikat itu beranggotakan dua belas orang yang masing-masing tim beranggotakan enam orang, di tim satu yaitu AS (30) tahun, DM (35), RS (23), AF (22), AL (26) dan AM (27) menggunakan unit KBM Daihatsu Sigra, Warna Abu-Abu Metalic, No. Pol: L 1817 KG, sedangkan di tim dua beranggotakan MIM (20), HST (25), MS (45), FHP (30), MF (23)dan SL (47) tahun menggunakan unit KBM Toyota Calya, Warna Putih, No. Pol: L 1443 GG.

Penangkapan sindikat itu berawal dari seorang warga yang kehilangan telepon selulernya di alun-alun wonosobo saat menikmati panggung hiburan.

Dari pelapor diperoleh keterangan saat pelapor menonton di sebelah utara pohon beringin tengah alun-alun kemudian tepat di sebelah kiri pelapor ada sekitar tiga orang dengan ciri-ciri mengenakan pakaian hitam dan yang lain memakai jaket berwarna abu-abu yang menabrak pelapor dari depan dengan cara membelakangi pelapor lalu mengambil HP pelapor yang berada di sebelah saku celana sebelah kanan bagian depan kemudian pelaku tersebut lari dan pelapor sempat mengejar dan menangkap pelaku tersebut namun setelah pelapor cek tidak ada HP milik pelapor kemudian melaporkan peristiwa yang yang di alaminya ke pos pelayanan polisi yang berada di sebelah selatan alun-alun.

Berbekal laporan dari masyarakat tersebut, anggota Sat Reskrim yang berada di lokasi langsung melakukan pelacakan. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan anggota berhasil menangkap beberapa pelaku di beberapa tempat kurang dari dua jam yang merupakan sindikat dari Surabaya jawa Timur.

Tim berhasil menangkap 12 pelaku berikut barang bukti HP sejumlah 50 unit berbagai merk dan type berikut tiga unit kendaraan mobil rental yang digunakan oleh komplotan pelaku.

 

Atas tindakannya, komplotan copet ini dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman pidana maksimal 9 tahun.

 

Polres Wonosobo Evakuasi Koper Misterius

Polres Wonosobo bersama tim Gegana Brimob Polda Jateng mengevakuasi sebuah koper misterius yang berada di Jl. A. Yani nomor 168 pada Senin (26/12) malam.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari pemilik Kedai 168 terkait koper misterius tersebut pada pukul 18.45 Wib.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut kami langsung menuju ke lokasi, tepatnya di trotoar di depan sebuah Kedai Jl. A. Yani 168 Wonosobo,” ungkapnya.

Kemudian kata Kapolres, pihaknya langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi dan menjauhkan masyarakat dari lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tim Gegana dari Banyumas kemudian memeriksa koper tersebut dan tidak ditemukan benda mencurigakan seperti bahan peledan dan sebagainya,” lanjut Kapolres.

Lebih lanjut diketahui bahwa koper tersebut diturunkan oleh Bus Sinar Jaya yang menurunkan penumpang di lokasi tersebut pada pukul 18.00 Wib. Menurut pengakuan kondektur bus, terdapat 4 penumpang dan diperintahkan untuk menurunkan seluruh koper di bagasi.

“Belakangan diketahui bahwa keempat penumpang tersebut tidak mengenal koper abu-abu tersebut kemudian koper tersebut ditinggalkan begitu saja di lokasi,” ungkap Kapolres.

Dari hasil penyelidikan, diketahui koper tersebut merupakan milik seorang perempuan warga Burat, Kepil yang juga menjadi penumpang bus tersebut.

Saat dikonfirmasi, M, mengakui bahwa koper tersebut merupakan miliknya yang disangka hilang saat dirinya turun di Plaza Wonosobo.

“Didampingi petugas dari Gegana, pemilik koper sudah membuka dan memeriksa isi koper, adapun isi koper tersebut adalah beberapa baju milik saudara M dan pakaian anak,” pungkas Kapolres Wonosobo.

Kapolres Wonosobo Terjun Langsung Merekayasa lalu Lintas Di Simpang kertek

Wonosobo – Kapolres Wonosobo terjun langsung bersama anggota membuat rekayasa lalu lintas di simpang empat kertek Kabupaten Wonosobo. Minggu, (25/12/22).

 

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mencegah terjadi kemacetan , di karenakan padatnya kendaraan yang melintas di persimpangan dari arah Wonosobo, dari arah Purworejo saupun dari arah Temanggung.

 

AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si. menuturkan dirinya terjun langsung bersama anggota melakukan rekayasa lalu lintas ini dengan memberikan barikade jalan dan menempatkan barrier dan policeline di jalan yang biasa digunakan oleh angkot dan Bus ngetem di sekitar persimpangan.

 

Rekayasa ini mungkin sedikit merepotkan bagi awak angkutan umum yang terbiasa mangkal di sekitar jalan tersebut, akan tetapi hal ini demi kebaikan dan kelancaran arus lalu lintas. Bus dan angkot dihimbau agar ngetem di terminal pasar yang sudah ada sehingga tidak terjadi penyempitan jalur, lanjut Kapolres.

 

“mohon maaf jika sedikit merepotkan karena hal ini demi kelancaran arus lalu lintas dan kepentingan bersama, karena jika sampai terjadi kemacetan dampaknya akan lebih berefek juga dpada masyarakat terutama pengguna jalan”, jelasnya.

 

Di samping itu Kapolres juga memberikan bingkisan berupa Al Quran kepada para timer yang ada disekitar persimpangan Kertek. AKBP Eko Novan berpesan kepada para timer agar membantu Kepolisian dalam mengatur angkot dan Bus yang ngetem sembarangan.

 

Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Wonosobo Laksanakan Ops Lilin Candi 2022

Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan dalam Operasi Lilin Candi 2022 jelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2023. Apel gelar pasukan dilaksanakan di alun-alun Kabupaten Wonosobo, Kamis (22/12/2022).

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Wonosobo, H. Arif Hidayat, S. Ag., yang juga turut dihadiri oleh Forkopimda, personel dari Polres, Kodim 0707, Dishub, Satpol PP dan sejumlah organisasi masyarakat.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan, Bupati menyampaikan bahwa Perayaan Natal dan Tahun Baru oleh masyarakat secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan pergantian tahun di tempat-tempat wisata, yang akan meningkatkan aktivitas pada pusat keramaian.

“Peningkatan aktivitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas, dan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Bupati.

Meski pemerintah memberikan kelonggaran dalam momen Natal dan Tahun Baru ini, namun Bupati tetap menghimbau masyarakat untuk menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.

Operasi Lilin Candi 2021 akan dilaksanakan selama 11 hari, mulai dari tanggal 23 Desember 2022 sampai dengan tanggal 2 Januari 2023. Operasi ini akan dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan secara humanis, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Sementara itu, Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M. Si., menyampaikan bahwa dalam rangka menciptakan suasana kondisif dalam perayaan Natal dan Tahun Baru, personel Polres akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan sejumlah gereja. Beberapa pos tersebut antara lain pos pelayanan di alun-alu Wonosobo, pos pengamanan di simpang tiga Dieng dan pos pengamanan di simpang empat Kertek.

“Selain di pospam yang sudah disiapkan, kami juga menempatkan personel Polres Wonosobo di setiap gereja Kabupaten Wonosobo guna memberi kenyamanan dan rasa aman saat masyarakat melaksanakan ibadah Natal nanti,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Bupati juga menghimbau kepada personel yang akan melaksanakan pengamanan Nataru agar selalu menjaga sinergitas dan keselamatan diri.

“Jadikan tugas pengamanan ini sebagai ladang ibadah itu sendiri, jaga soliditas dan sinergitas antar instansi dan utamakan keselamatan serta kesehatan dalam melaksanakan tugas,” lanjut Bupati.

Kapolres menambahkan, usai pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2022, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan akan terus dilaksanakan hingga 9 Januar 2023. Dengan berbagai upaya pencegahan dan pengamanan, pihaknya berharap perayaan Natal dan tahun baru di Kabupaten Wonosobo dapat berjalan dengan nyaman dan kondusif.

“Selamat menjalankan tugas dengan semangat dan ikhlas untuk seluruh personel Polri, TNI, Dishub, Satpol maupun ormas-ormas dan selamat merayakan Natal dengan khidmat dan menyambut tahun baru dengan sukacita untuk masyarakat Wonosobo,” pungkas Bupati.