Upacara Pasrah Tampi Panji dalam rangka memperingati Hari Jadi Wonosobo yang ke-198

Upacara Pasrah Tampi Panji dalam rangka memperingati Hari Jadi Wonosobo yang ke-198 pada hari Senin (3/7). Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta Forkopimca dari 15 Kecamatan di Kabupaten Wonosobo yang hadir untuk merayakan momen bersejarah ini.

Upacara dimulai pada pukul 08.00 pagi dengan penghormatan kepada para tamu undangan yang hadir. Pendopo dipenuhi oleh tamu yang mengenakan pakaian adat jawa serta Prosesi Pasrah Tampi Panji-Panji dumatheng Forkopimca dari 15 kecamatan.

Acara dibuka dengan prosesi Pasrah Tampi Panji dumatheng Forkopimca dari 15 Kecamatan . Sejumlah panji berwarna-warni yang melambangkan keberagaman dan kekayaan budaya Wonosobo dibawa oleh perwakilan masyarakat, tokoh adat, dan pemuda-pemudi dengan khidmat. Mereka berbaris secara teratur menuju Pendopo.

” Pada kesempatan kali ini, mari kita selalu bersama-sama mendukung upacara penyerahan bendera yang akan dilaksanakan di 15 (lima belas) kecamatan tersebut. Seperti Panji dan Pusoko merupakan suatu hal yang berarti dan penting, karena dapat menjadi alat yang baik bagi Pemerintah atau masyarakat, dan juga merupakan pilihan sejarah bagi pemerintah Kabupaten Wonosobo, merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah” ungkap Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag.

Bupati H. Afif Nurhidayat, S.Ag. menjadi yang pertama memegang dan memasukkan panji tersebut ke dalam tiang yang telah disediakan. Dalam momen tersebut, terdapat simbolisme penyerahan tanggung jawab dan harapan untuk masa depan Wonosobo yang lebih baik. Setelah itu, panji-panji lainnya juga dipasangkan secara berurutan oleh perwakilan instansi yang ada di Wonosobo.

Pendeta Setiaji Wiratmoko Memberikan Apresiasi kepada Sipropam Polres Wonosobo atas Penanganan Aduan yang Cepat, Tepat, dan Transparan

Wonosobo, 2 Juli 2023 – Pendeta Setiaji Wiratmoko memberikan apresiasi yang tulus kepada Sipropam (Sistem Pengaduan Masyarakat) Polres Wonosobo atas kerja mereka yang luar biasa dalam menerima aduan masyarakat dan menyelesaikan aduan dengan cepat, tepat, dan transparan. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya polres dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Pendeta Setiaji Wiratmoko, yang juga merupakan tokoh masyarakat yang aktif dalam memperjuangkan keadilan sosial, menyampaikan apresiasinya kepada Sipropam Polres Wonosobo. Dalam pernyataannya, Pendeta Setiaji mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Polres Wonosobo dalam menerima aduan masyarakat dan menyelesaikan aduan dengan cepat, tepat, dan transparan. Ini adalah contoh yang baik bagi institusi lainnya untuk mengikuti dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

APRESIASI DAN CATATAN DI BALIK LAYANAN ADUAN PELANGGARAN PERSONEL POLRI

Selain dilakukan dalam cakupan internal, keterlibatan
masyarakat terus didorong untuk turut mengawasi kinerja
dan melaporkan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Keterbukaan Polri dalam merangkul masyarakat dan
menghadirkan kanal pengaduan berkualitas diapresiasi
publik untuk meningkatkan profesionalitas Polri_

Salah satu komitmen
Kepolisian Republik
Indonesia (Polri) utuk terus meningkatkan profesionalitas anggotanya dilakukan dengan pengawasan yang ketat. Dalam struktur resmi kelembagaan Polri, unsur pengawas dan pembantu pimpinan yang bertanggung jawab terhadap tugas penting ini adalah Divisi Profesi dan Pengamanan (Divisi Propam).

Sebagai ujung tombak dalam pengawasan etik dan disiplin personel Polri, Divisi Propam
tentulah menjadi etalase dalam
membentuk budaya profesional
Polri. Fungsi untuk membina
serta mengadakan pertanggungjawaban dan pengamanan
internal menjadi amanat yang
penuh tantangan bagi Divisi
Propam untuk menjaga marwah Polri.

Komitmen Divisi Propam untuk terus bangkit berbenah tak lain berangkat dari banyak evaluasi dan pembelajaran berharga pada masa lampau.

Kini, dengan semangat untuk menguatkan profesionalitas dan
kualitas sumber daya manusia anggota Polri, pembenahan di berbagai lini dilakukan oleh Divisi Propam.
Selain penguatan internal,
hal yang juga dinilai penting adalah dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat, guna bersama-sama dapat mengawasi kinerja dan profesionalitas yang ditunjukkan oleh personel Polri.

Pelibatan publik ini
tak lain juga menjadi bentuk transparansi agar terus mendorong kepercayaan publik pada Divisi Propam dan institusi Polri keseluruhan yang kini
melaju pada kondisi yang semakin membaik.

Jumlah personel Polri yang mencapai lebih 500.000 dan
tersebar di seluruh wilayah sampai desa-desa, tentu ada keterbatasan jika pengawasan hanya dengan mengandalkan
fungsi pengawasan internal.

Andil besar publik menjadi sangat penting dalam pengawasan
ini. Hal ini sekaligus menjadi potret kebersamaan masyarakat dan Polri untuk dapat saling
membangun ke arah yang lebih positif.
Ruang untuk menampung beragam laporan dari masyarakat terhadap tindakan pelanggaran anggota Polri dibuka
oleh Divisi Propam melalui berbagai kanal pengaduan.

Selain
mendatangi langsung kantor polisi, mengirimkan surat, kini
layanan aduan Divisi Propam
juga telah banyak berinovasi dengan pemanfaatan teknologi digital.
Polri bahkan kini telah
membuat akses layanan Pengaduan Masyarakat (Dumas) dalam kanal digital secara lebih
terintegrasi. Layanan pengaduan terintegrasi ini dapat diakses melalui aplikasi digital
”Presisi” yang di dalamnya memuat fitur Dumas Presisi.

Dumas Presisi ini merupakan kanal daring pengaduan masya rakat atas perilaku dan tindakan anggota Polri yang melakukan pelanggaran terkait manajerial, disiplin dan kode etik
serta penyelidikan dan penyidikan.

Termasuk dengan memanfaatkan layanan komunikasi Whatsapp Pelayanan Aduan
(Yanduan) Divisi Propam. Pemanfaatan Whatsapp Yanduan yang dapat diakses hanya dengan nomor 0812-1010-6700 ini diharapkan lebih memudahkan dan populer di banyak kalangan
masyarakat sehingga pemanfaatannya lebih efektif.

A p re s i a s i

Upaya Polri, khususnya Divisi Propam, untuk meneguhkan komitmen membuka akses
seluas-luasnya bagi publik untuk turut berperan mengawasi
profesionalitas personel mendapat apresiasi dari publik. Hal
itu tergambarkan dari hasil jajak pendapat oleh Litbang Ko m p a s kepada 1.00 responden nasional pada pertengahan Juni 2023.

Hasil survei merekam, ada sekitar 35,8 persen responden yang mengaku pernah menggunakan layanan pengaduan masyarakat untuk melaporkan pelanggaran oleh anggota Polisi. Berdasarkan pengalaman responden tersebut, sebagian besar pengaduan dilakukan dengan mendatangi langsung kantor polisi (46,5 persen).
Sementara ada sekitar 36,4 persen responden lainnya, lebih memilih memanfaatkan aplikasi digital pengaduan
masyarakat. Dalam proporsi lebih kecil, sekitar satu dari se-
puluh responden memilih bersurat dan menggunakan Whatsapp untuk membuat pengaduan.

Secara garis besar, kualitas pelayanan aduan masyarakat
yang dihadirkan oleh Divisi Propam melalui berbagai kanal tersebut diapresiasi publik.
Responden yang mengaku pernah memiliki pengalaman dalam mengakses layanan pengaduan menyatakan puas, baik
saat proses penerimaan laporan, penanganan pengaduan, hingga tahap akhir penyelesaian pengaduan dilakukan.
Setidaknya delapan dari sepuluh responden puas ketika laporan pengaduan yang disampaikan diterima dengan baik oleh layanan pengaduan.

Lalu
pada tahap lebih lanjut,
sekalipun sedikit berkurang, tingkat kepuasan pelayanan pada proses penanganan pengaduan masih tinggi di angka
70,4 persen.

Pada tahap penyelesaian
pengaduan, mayoritas responden masih menunjukkan kepuasannya sekalipun secara proporsi kembali berkurang menjadi tiga per lima bagian. Pada
proses akhir ini, terselesaikan tidaknya pengaduan yang dilakukan serta kadar yang dapat diukur pada hasil yang memenuhi harapan, memang lebih
bergantung pada sisi subyektif masyarakat yang mengadu. Sementara terkait kualitas, dari sisi respons pelayanan aduan, dinilai positif oleh tak kurang dari sekitar empat per lima
bagian responden.

Layanan
pengaduan yang diakses dari
aplikasi digital ataupun kanal Whatsapp dinilai yang paling responsif. Layanan kanal digital
memang memungkinkan bagi
pelapor untuk berkomunikasi
dua arah secara efektif guna mendapatkan keterbaruan informasi terkait tindak lanjut
yang berjalan.
Sejalan dengan itu, dalam hal
kualitas transparansi yang dihadirkan, sebanyak 64,3 persen
responden yang mengakses layanan merasakan bahwa proses pelayanan aduan masyarakat sangat terbuka. Aplikasi digital
dan datang langsung ke kantor polisi menjadi kanal pengaduan
yang sejauh ini dinilai responden paling transparan.

Citra Polri Lebih lanjut, keterbukaan Polri, khususnya Divisi Propam, dalam merangkul masyarakat
luas dan menghadirkan kanal-kanal pengaduan yang berkualitas tersebut secara langsung mampu memberikan
dampak positif terhadap wajah
institusi. Pelayanan aduan masyarakat yang dinilai positif selayaknya pula menjadi perwajahan nyata lembaga kepolisian
di mata publik.

Hasil jajak pendapat merekam kepuasan atas pelayanan yang diterima saat melakukan pengaduan masyarakat Divisi
Propam akan berkonsekuensi
positif terhadap citra lembaga Polri yang terbangun di mata
publik.

Dalam kondisi
responden sebelum mengakses layanan aduan masyarakat, hanya sekitar 48,9 persen yang memandang citra Polri baik. Namun, setelah responden tersebut memiliki pengalaman
langsung berhadapan pada proses pelayanan aduan masyarakat dari berbagai kanal yang
tersedia, ada sekitar 74,4 persen
responden yang menyatakan
bahwa citra Polri baik.

Kenaikan signifikan, lebih dari 25 persen citra positif bagi lembaga Polri tentu menjadi catatan penting. Pelayanan
aduan masyarakat yang dihadirkan sejatinya bukan hanya
sebagai sarana membangun keterlibatan aktif publik.

Dalam konteks yang lebih luas, pelayanan aduan tersebut
menjadi perwajahan dan tolak ukur paling dekat atas kinerja
Polri yang ditunjukkan kepada masyarakat. Lewat kualitas pelayanan aduan ini pula kepercayaan publik terhadap institusi
Polri dapat dipupuk dan bertumbuh kian subur.

Peningkatan citra positif Polri ini juga terkonfirmasi dari
survei periodik Ko m p a s pada periode Mei 2023. Angka citra
lembaga Polri meningkat 11,7
persen menjadi 61,6 persen dari periode survei sebelumnya, pada Januari 2023. Segenap capaian positif ini tentu belum
menjadi akhir dan perlu terus konsisten untuk ditingkatkan.

Meski demikian, sejumlah catatan perbaikan masih perlu
ditingkatkan Polri dalam merespons layanan aduan masyarakat. Hasil jajak pendapat mencatat, masih ada 39 persen
responden yang belum puas terhadap penyelesaian aduan.
Demikian pula dengan proses transparansi pengaduan. Satu
dari empat responden menyatakan belum puas terhadap
transparansi selama proses pengaduan berlangsung.

Ada banyak tantangan besar di waktu mendatang yang akan
terus menagih komitmen Polri,
untuk dapat melindungi, mengayomi dan hadir memenuhi harapan publik. Kepercayaan masyarakat yang terbangun itu
akan menjadi modal untuk
menghidupkan optimisme dan
tanggung jawab bersama dalam
membangun cita-cita Polri yang
”Presisi” atau Prediktif,
Responsibilitas, Transparansi,
dan Berkeadilan.

Peringati Hari Bhayangkara Ke- 77, Polres Wonosobo Gelar Tasyakuran

Polres Wonosobo menggelar tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke – 77 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2023. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh personel Polres Wonosobo beserta bhayangkari dan perwakilan purnawirawan Polri.

 

Kegiatan tasyakuran yang digelar di Gedung Serbaguna Polres Wonosobo berlangsung khidmat dengan dipimpin doa oleh Bapak K.H. Son Haji.

 

Tasyakuran ini merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur atas terbentuknya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat selama ini. Acara ini juga menjadi momen refleksi dan apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian anggota Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Wonosobo.

 

Wakapolres Wonosobo Kompol Andi Setiyo Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Polri yang telah bekerja keras dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Wonosobo. Ia juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap menjunjung tinggi kode etik dan menjalankan tugas dengan profesionalisme serta integritas yang tinggi.

 

“Dalam momen Hari Bhayangkara ini saya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi yang setinggi- tingginya kepada seluruh personel Polres Wonosobo dan saya berharap kita semua dapat selalu menjunjung tinggi profesionalisme untuk mewujudkan Polri yang Presisi.” Ungkapnya

 

Selain itu, dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada personel tertua yaitu Kompol Mus Subadi selaku Kapolsek Kepil dan pemotongan kue ulang tahun yang diserahkan kepada anggota termuda  yaitu Bripda Evin Wahyu Hidayat selaku anggota Satsamapta.

Polres Wonosobo Gelar Upacara Ziarah Makam Pahlawan Di TMP Wiropati

Wonosobo – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77, Polres Wonosobo melaksanakan upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan Wiropati, Wonosobo. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si., dan diikuti oleh Para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, anggota Polres Wonosobo, serta Bhayangkari. Jumat (30/6) pagi.

Upacara ziarah dimulai pada pukul 08.00 WIB. Para peserta upacara tampil dengan seragam lengkap dan disiplin. Dalam suasana khidmat, dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan yang terletak di Taman Makam Pahlawan Wiropati. Dalam suasana hening, Kapolres Wonosobo, PJU, para Kapolsek, anggota Polres Wonosobo, dan Bhayangkari secara bergantian melemparkan bunga sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang memperjuangkan kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si., menyampaikan pentingnya mengenang jasa para pahlawan dan menegaskan komitmen Polres Wonosobo dalam melindungi dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Beliau juga mengajak seluruh anggota Polres Wonosobo untuk terus meningkatkan kinerja serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan anggota Polres Wonosobo serta masyarakat yang hadir. Ziarah Taman Makam Pahlawan merupakan momen penting untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kebebasan dan kedaulatan bangsa.

Hari Bhayangkara yang ke-77 ini menjadi momentum bagi Polres Wonosobo untuk meningkatkan pelayanan dan pengabdian yang lebih baik kepada masyarakat. Semoga semangat Bhayangkara terus terjaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Wonosobo.

Polres Wonosobo Gelar Sholat Idul Adha Di Halaman Mapolres Wonosobo

Wonosobo – Suasana khidmat terasa di halaman Mapolres Wonosobo ketika anggota Polres beserta keluarga melaksanakan sholat Idul Adha. Acara ini diselenggarakan dengan menghadirkan Ustadz Kamaludin sebagai imam dan AKP Nurhasan, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polres Wonosobo sebagai khotib. Kamis (29/6) pagi.

Pada pagi hari yang cerah, anggota Polres Wonosobo dan keluarga berkumpul di halaman Mapolres untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Dalam suasana yang khidmat, Ustadz Kamaludin memimpin jalannya sholat sebagai imam, sementara AKP Nurhasan, S.H., M.H., memberikan khutbah sebagai khotib.

Dalam khutbahnya, AKP Nurhasan, S.H., M.H., menyampaikan pesan-pesan Islami yang mengajak seluruh umat Muslim untuk merenungkan makna kurban. Ia menekankan pentingnya pengorbanan, keikhlasan, dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Kasat Intelkam Polres Wonosobo ini juga mengajak anggota Polres dan keluarganya untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keimanan dan berperan aktif dalam membantu sesama. Ia menekankan pentingnya semangat saling berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Ustadz Kamaludin, sebagai imam sholat, mengajak seluruh jamaah untuk menghayati setiap rukun dan gerakan sholat. Ia memberikan pengarahan agar jamaah dapat mengambil hikmah dari setiap ibadah yang dilaksanakan, termasuk sholat Idul Adha.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.H., juga turut hadir dalam sholat Idul Adha di halaman Mapolres Wonosobo. Beliau menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh anggota Polres Wonosobo beserta keluarga.

Melalui kegiatan ini, Polres Wonosobo berupaya memperkuat ikatan silaturahmi dan kebersamaan antara anggota Polres dan keluarga dalam suasana keagamaan. Selain itu, sholat Idul Adha di halaman Mapolres juga menjadi ajang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan keimanan yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

Polres Wonosobo mengapresiasi partisipasi dan kehadiran seluruh anggota Polres dan keluarga dalam melaksanakan sholat Idul Adha. Semoga semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam beribadah ini terus terjaga dan menjadi inspirasi dalam melaksanakan tugas untuk masyarakat Wonosobo.

 

Polres Wonosobo Qurban 11 Sapi Dan 21 Kambing Pada Tahun Ini

Polres Wonosobo turut merayakan hari raya Idul Adha dengan melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Sebanyak 11 ekor sapi dan 21 ekor kambing diserahkan kepada petugas untuk dilakukan penyembelihan yang dilaksanakan di pelataran lapangan tenis Polres Wonosobo. Sebelumnya, personel Polres Wonosobo beserta keluarga juga melaksanakan sholat Idul Adha di halaman Mapolres. Kamis (29/6) pagi.

Dalam suasana khidmat, personel Polres Wonosobo, beserta keluarga, berkumpul di halaman Mapolres Wonosobo untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat.

Kemudian, hewan-hewan qurban yang telah disiapkan sebelumnya dengan cermat dan terjaga kesehatannya, diantar ke pelataran lapangan tenis Polres Wonosobo untuk dilakukan penyembelihan oleh petugas yang telah ditunjuk. Penyembelihan hewan qurban dilakukan dengan proses yang sesuai dengan tata cara yang telah ditetapkan, dengan mengutamakan kebersihan dan kehalalan daging yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si., mengungkapkan pentingnya semangat berbagi dan kebersamaan dalam perayaan Idul Adha. Ia juga mengajak seluruh anggota Polres Wonosobo untuk mengambil hikmah dari peristiwa kurban, yaitu semangat pengorbanan dan keikhlasan dalam berbuat kebaikan.

Penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban ini merupakan wujud kepedulian Polres Wonosobo terhadap masyarakat sekitar dan untuk meringankan beban mereka yang membutuhkan. Daging qurban yang telah disalurkan akan dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, fakir, dan dhuafa di sekitar wilayah Wonosobo.

Dalam kesempatan ini, Polres Wonosobo juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim. Semoga semangat kurban ini menginspirasi kita untuk lebih mengedepankan sikap saling berbagi, tolong-menolong, dan kepedulian terhadap sesama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Polres Wonosobo Laksanakan Pengamanan Sholat Idul Adha Di Alun – Alun Wonosobo

Dalam rangka menjaga kelancaran dan keamanan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1444 H pada hari Rabu (28/6), Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan di Alun-Alun Kota Wonosobo. Dengan melibatkan puluhan personel kepolisian, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi umat Muslim yang melaksanakan ibadah di tempat tersebut.

Sejak pagi hari, personel Polres Wonosobo yang dilengkapi dengan perlengkapan keamanan standar telah dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar Alun-Alun. Pengalihan arus dan pengaturan parkir dilakukan dengan tertib untuk mengantisipasi kemacetan dan memastikan kelancaran akses menuju tempat ibadah.

Selain pengaturan lalu lintas, personel kepolisian juga menjaga ketertiban di dalam Alun-Alun. Area sekitar tempat sholat diperketat pengawasannya guna mencegah hal-hal yang dapat mengganggu khusyuknya umat Muslim.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si., mengungkapkan, “Kami telah mengambil langkah-langkah yang komprehensif untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Muslim yang melaksanakan sholat Idul Adha di Alun-Alun. Personel kami telah dilatih dengan baik dan siap untuk mengatasi segala kemungkinan yang timbul.”

Selama pelaksanaan sholat Idul Adha, polisi juga melakukan patroli keamanan di sekitar Alun-Alun dan titik-titik strategis lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi ancaman atau gangguan keamanan yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Polisi juga bekerja sama dengan petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan dan keindahan tempat ibadah.

Masyarakat Wonosobo juga turut berperan aktif dalam menjaga keamanan selama pelaksanaan sholat Idul Adha. Mereka diminta untuk melaporkan segala hal yang mencurigakan atau mengganggu ketertiban kepada petugas keamanan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Wonosobo juga mengucapkan selamat hari raya Idul Adha kepada umat Muslim di Wonosobo. Ia berharap semangat kebersamaan dan kerukunan akan terus terjaga di tengah perayaan yang penuh makna ini.

Dengan upaya pengamanan yang ketat dan kerjasama yang baik antara polisi, masyarakat, dan pihak terkait, pelaksanaan sholat Idul Adha di Alun-Alun Wonosobo berlangsung dengan sukses dan terasa khidmat.

Personel Polres Wonosobo Amankan Audiensi Pedagang Pasar Sapuran Di Gedung DPRD Wonosobo

Wonosobo – Polres Wonosobo berhasil mengamankan jalannya audiensi antara perwakilan pedagang Pasar Sapuran dengan pihak terkait di ruang Banggar Sekretariat DPRD Kabupaten Wonosobo. Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan keluhan dan tuntutan permasalahan yang dihadapi oleh para pedagang di Pasar Sapuran. Senin (26/7) siang.

Audiensi yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini berlangsung dengan lancar dan tertib. Beberapa perwakilan yang hadir antara lain Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, Drs. Azis Nuri Haryono; Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo, Wahyu Nugroho, S.Sos; anggota DPRD Kabupaten Wonosobo; Kasatpol PP Kabupaten Wonosobo, Drs. Sumekto Hendro Kustanto; Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo, Drs. Bagyo Sarastono, M.Si; serta perwakilan dari LSM Gerak Merdeka dan Koordinator Pedagang Pasar Sapuran.

Dalam penyampaian keluhan dan tuntutan permasalahan, perwakilan pedagang Pasar Sapuran mengungkapkan beberapa poin penting. Mereka meminta pemerintah untuk segera membongkar bangunan liar di luar pasar yang telah merugikan mereka. Selain itu, mereka juga menyoroti pelanggaran aturan terkait sewa menyewa, jual beli kios, dan los yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Perwakilan pedagang juga meminta agar pedagang lama dapat kembali ditempatkan sesuai lokasinya sebelum pembangunan, dengan memperhatikan zonasi yang berlaku. Mereka juga meminta penempatan pedagang pada los yang memiliki luasan yang manusiawi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keluhan terkait drainase pasar yang kurang baik juga disampaikan, karena sering terjadi banjir saat hujan deras.

Selain itu, perwakilan pedagang meminta dukungan DPRD Kabupaten Wonosobo untuk mempercepat penerbitan abonemen pedagang agar mereka dapat memiliki izin resmi untuk berjualan. Mereka juga mendukung proses hukum yang sedang berlangsung terkait pungutan liar yang merugikan mereka, dan meminta agar pelaku dapat diusut tuntas dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Menanggapi keluhan dan tuntutan permasalahan yang disampaikan, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo memberikan beberapa tanggapan. Mereka menjelaskan bahwa telah dilakukan sosialisasi kepada pedagang Pasar Sapuran sebanyak 750 orang selama 3 hari pada bulan Februari 2023 terkait penataan pasca peresmian. Terkait revitalisasi, terjadi pengurangan luasan los sebanyak 25% dari luasan semula.

Dalam hal pembangunan los yang melanggar aturan, Dinas Perdagangan telah melakukan investigasi dan koordinasi dengan Satpol PP, dan akan segera dilakukan pembongkaran setelah sebelumnya telah diberikan peringatan baik secara lisan maupun tertulis. Terkait penempatan pedagang, pihak pemerintah telah menetapkan sistem zonasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dinas Perdagangan juga berjanji akan mengkaji ulang permasalahan drainase pasar dan akan melakukan perbaikan yang diperlukan. Terkait proses hukum yang sedang berjalan, mereka meminta LSM dan perwakilan pedagang untuk melaporkan bukti-bukti atau data terkait jual beli kios di Pasar Sapuran kepada pihak berwajib.

Dalam tanggapannya, anggota DPRD Kabupaten Wonosobo menyatakan bahwa para pedagang harus menerima penataan yang telah dilakukan oleh pemerintah, mengingat tempat yang disediakan sudah sesuai dengan perencanaan pembangunan. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas umum agar tidak digunakan untuk berjualan pedagang kaki lima.

Anggota DPRD Kabupaten Wonosobo berjanji akan meninjau langsung ke Pasar Sapuran untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pedagang. Mereka juga menyatakan komitmen untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam waktu dekat dengan dukungan dari Komisi B dan C DPRD Kabupaten Wonosobo.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penyelesaian permasalahan di Pasar Sapuran, dan diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai solusi yang baik demi kesejahteraan pedagang dan masyarakat Wonosobo secara keseluruhan.

25 Siswa Latja SPN Polda Jateng Dilepas Polres Wonosobo Kembali Ke Ksatrian

Wonosobo – Polres Wonosobo menggelar upacara pelepasan siswa Latihan Kerja (Latja) SPN (Sekolah Polisi Negara) Polda Jawa Tengah di halaman Mapolres Wonosobo. Upacara ini sebagai bentuk penghargaan dan perpisahan kepada siswa Latja yang telah menyelesaikan masa pelatihan mereka. Wakapolres Wonosobo, Kompol Andi Setiyo Wibowo, bertindak sebagai pimpinan upacara dan membacakan sambutan dari Kapolres Wonosobo. Senin (26/6) siang.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh sekitar 25 siswa Latja yang telah melalui proses pelatihan intensif di SPN Polda Jawa Tengah. Mereka mengikuti program pelatihan yang mencakup berbagai aspek kepolisian, seperti pengetahuan hukum, taktik dan teknik polisi, penanganan kejahatan, dan pelayanan masyarakat. Setelah menyelesaikan latihan mereka, para siswa Latja ini akan kembali ke Polres Wonosobo untuk mengabdi sebagai anggota kepolisian.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakapolres Wonosobo, Kapolres Wonosobo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para siswa Latja atas dedikasi, semangat, dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan selama masa pelatihan. Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang tinggi dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Saudara-saudara telah melewati pelatihan yang intensif dan menuntut. Kini saatnya untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam melaksanakan tugas sebagai anggota kepolisian yang bertanggung jawab,” kata Kapolres Wonosobo dalam sambutannya.

Selain itu, Kapolres Wonosobo juga memberikan pesan kepada siswa Latja untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam menghadapi tugas-tugas yang semakin kompleks dan dinamis di masa depan. Ia berharap bahwa para siswa Latja ini dapat menjadi polisi yang handal, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Acara pelepasan ini juga menjadi momen penting bagi Polres Wonosobo untuk memperkuat hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat. Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas anggota kepolisian guna memberikan pelayanan yang terbaik dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Wonosobo.