Sat Res Narkoba Polresta Cilacap Tangkap 2 Gembong Bandar Obat Terlarang dan Amankan 320ribu Butir Obat Berbahaya

Humas Polresta Cilacap – Polresta Cilacap menangkap H S (33) dan A H (37) karena diduga mengedarkan obat obatan terlarang. Polisi turut mengamankan 320 ribu butir pil warna putih dengan kandungan ibu proven, acetaminoven, dan casrisoprodol.

“Kami bekerjasama dengan bea cukai berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 320 ribu pil dan ini masuk kedalam golongan 1 narkotika” Ujar Kapolresta Cilacap Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto, S.I.K., M.Si

Kombes Pol Fannky mengatakan pelaku menggunakan modus menjual obat obatan melalui jasa pengiriman. “Oleh karena itu kita bekerjasama dengan beacukai untuk memeriksa barang barang yang dicurigai dan mencurigakan”

Kapolresta Cilacap menyampaikan pesan penting kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba dan obat-obatan berbahaya. Tindakan tegas seperti ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat serta memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan terkait narkotika dan obat-obatan terlarang. Polresta Cilacap tetap berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari bahaya peredaran obat-obatan terlarang.

Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika Juncto pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati

Tragedi Ambrolnya Jembatan Kaca di Limpakuwus, Polresta Banyumas Tetapkan Pengelola Jadi Tersangka

Kepolisian Resor Kota Banyumas menetapkan pengelola objek wisata jembatan kaca “The Geong” hutan Pinus Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Banyumas, sebagai tersangka atas musibah ambrolnya wahana jembatan kaca yang menyababkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainya luka-luka.

“Kami telah menetapkan pengelola jembatan kaca yang berinisial ES (63) warga Kelurahan Karangpucung, Kec. Purwokerto Selatan, Kab. Banyumas, sebagai tersangka”, kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, SIK, MH, saat konferensi pers di pendopo Polresta Banyumas, Senin (30/10/23).

Kapolresta menjelaskan kronologi kejadian tersebut pada hari Rabu (25/10/23) sekira pukul 10.00 wib, terdapat rombongan 11 orang dari Cilacap yang berkunjung di wahana jembatan kaca The Geong komplek objek wisata hutan pinus Limpakuwus Sumbang.

Dijelaskan rombongan usai berswafoto kemudian berjalan diatas jembatan kaca menuju pintu keluar. Pada saat 4 orang terakhir melewati jembatan menuju pintu keluar seketika kaca jembatan pecah.

“Kaca lantai jembatan pecah sehingga menyebabkan 2 orang terperosok dan tergantung di besi landasan kaca yang pecah serta 2 orang jatuh ke dasar tanah dan satu diantaranya diketahui meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit”, kata Kapolresta.

Kapolresta menyebutkan, dari kejadian tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 saksi dan pihak pengelola yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia juga menyebutkan hasil pemeriksan Bidlabfor Polda Jateng bahwa penyebab pecahnya kaca pada wahana jembatan kaca “The Geong” dikarenakan pembagian beban pada struktur pilar penyangga tidak berfungsi secara optimal sehingga pada saat dialui akan menimbulkan lendutan, keretakan dan pecahnya kaca disertai suara ledakan.

“Jadi tersangka ini sebagai pengelola wahana jembatan kaca lalai dalam mengelola, dimana pengelola menggunakan tempered glass second yang tidak standar, tidak memiliki ijin, tidak ada SOP, tidak ada uji kelayakan dan informasi himbauan peringatan keselamatan”, kata Kapolresta.

Diketahui, tersangka ES juga memiliki 3 wahana yang sama diantaranya berada di objek wisata hutan pinus Limpakuwus Kec. Sumbang, objek wisata Baturraden dan objek wisata di Guci Kab. Tegal dan sekarang semuanya sudah ditutup.

“Atas peristiwa tersebut, tersangka dikenakan pasal 359 KUHP Subsider Pasal 360 Ayat (1) KUHP karena kelalaian yang menyebabkan matinya seseorang/ menyebababkan orang luka berat dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara”, ungkap Kapolresta.

Sementara itu, ahli kontruksi dari Unsoed Purwokerto, Dr. Ir. Nor Intang Setyo Hermanto, S.T, M.T, menerangkan bahwa kaca yang dipasang di jembatan kaca tersebut menggunakan jenis tempered dengan ketebalan 12 mm.

“Jenis kaca ini sebenarnya kaca yang kuat, namun semua kaca rawan pecah dan kekuatannya tergantung ketebalan dan beban. Untuk standar, kekuatan dan keamanan sebaiknya menggunakan kaca jenis tempered minimal dua lapis dan bisa dilakukan minimal 12 mm sebanyak dua lapis”, ungkapnya.

Disisi lain, ahli hukum pidana Prof. Dr. Hibnu Nugroho, SH, M. Hum, menerangkan bahwa berdasarkan fakta-fakta yang disampaikan penyidik dalam pemeriksaan saksi-saksi serta alat bukti lain ada perbuatan pidana yang terjadi karena unsur kelalaian serta tidak adanya informasi himbauan kepada pengunjung, tidak ada aspek keselamatan, fasilitas tidak memadai, tidak ada uji kelayakan sebelum digunakan dan standar keselamatan.

“Terhadap ES adalah orang yang paling bertanggung jawab, dengan adanya kejadian pecahnya kaca yang mengakibatkan meninggalnya orang/ mengakibatkan luka berat dapat disangka dengan Pasal 359 KUHP Subsider Pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 (lima) tahun”, paparnya.

Monitoring dan Evaluasi, Biro Kerma Mabes Polri Kunjungi Polres Wonosobo

Tim Biro Kerma KL Sops Mabes Polri berkunjung ke Polres Wonosobo dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kerjasama dengan kementerian Lembaga dan Non Kementerian Lembaga yang bertempat di ruang rapat Endradharma Laksana.
Kedatangan Tim Monev Biro Kerma KL Sops Mabes Polri yang dipimpin oleh Kabag Monev Ro Kerma KL Sops Mabes Polres Kombespol Sihar M. Manurung, S.H. dan disambut langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan berserta pejabat utama Polres Wonosobo.
Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menyampaikan kedatangan tim Monitoring dan Evaluasi dari Mabes Polri tersebut untuk memberikan arahan dan mengecek sejauh mana kerja sama yang dilaksanakan Polres Wonosobo beserta polres jajaran eks wilayah Kedu dengan kementerian Lembaga dan Non Kementerian Lembaga.
“Kedatangan Tim Biro Kerma KL.Sops Polri untuk meninjau pelaksanaan kerjasama antar lembaga yang selama ini dilaksanakan oleh Polres Wonosobo dan Polres jajaran eks wilayah Kedu,” ujar Kapolres Wonosobo.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kabagops eks wilayah Kedu beserta Kasubbag Kerma, Kasat Samapta, Kasat Lantas dan Kasi Hukum Polres se eks wilayah Kedu.
Kabag Monev menuturkan dalam pelaksanaan Monev ada beberapa poin yang menjadi atensi dan harus segera ditindaklanjuti.
“Naskah kerja sama wajib disosialisasikan kepada seluruh fungsi dan satker masing-masing, yang ke dua kerja sama dilaksanakan oleh fungsi terkait, dan yang terakhir perjanjian kerjasama dilaksanakan secara bersama-sama dengan pihak mitra atau masing- masing pihak,” ungkapnya.

Bangun Kedekatan Dengan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Gelorakan Pemilu Damai

Tahapan- tahapan pemilu saat ini sudah dimulai, mengantisipasi hal tesebut Polres Wonosobo melalui bhabinkamtibmas menyambangi warga binaanya untuk mensosialisasikan tentang pemilu damai.

Tindakan ini bertujuan untuk membangun kedekatan dengan warga, menjalin komunikasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat.

Kunjungan Bhabinkamtibmas ke warga ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam memastikan kelancaran dan keamanan pemilihan umum yang akan segera dilaksanakan. Pemilihan umum adalah momen penting dalam kehidupan demokrasi sebuah negara, dan Polri bertekad untuk menjaga keamanan serta memastikan semua warga dapat berpartisipasi tanpa rasa takut atau tekanan.

Saat melakukan kunjungan door-to-door, Bhabinkamtibmas memberikan informasi kepada warga tentang hak dan kewajiban mereka dalam pemilihan umum. Mereka juga memberikan pengertian tentang betapa pentingnya menjalani pemilu secara damai dan tanpa kekerasan. Bhabinkamtibmas menekankan pentingnya menghormati perbedaan pendapat politik dan menyelesaikan konflik melalui jalur yang sah dan demokratis.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memberikan nomor kontak darurat yang dapat dihubungi oleh warga jika ada situasi atau insiden yang memerlukan intervensi aparat keamanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan respons cepat dari pihak berwenang dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pemilu.

Kapolda Ajak Mahasiswa Ciptakan Cooling System Selama Pemilu

SEMARANG – Polda Jawa Tengah menggandeng berbagai komponen masyarakat untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang sejuk selama tahapan pemilu 2024. Di tingkat intelektual, Polda Jateng melibatkan pelajar yang tergabung dalam Cipayung Plus Jateng untuk mencegah konflik selama pelaksanaan Pemilu 2024 berlangsung. Oleh karena itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Colling System Cipayung Plus Jateng. Hal itu disampaikan Kapolda usai menghadiri Refleksi Sumpah Pemuda & Deklarasi Rumah Kebangsaan Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, di Balairung Astina UTC Hotel Semarang, Sabtu (28/10/2023). Sebagai informasi, ada tujuh organisasi mahasiswa yang bernaung di Cipayung Plus Jateng, meliputi HMI, PMII, IMM, PMKRI, GMKI, KAMMI dan GMNI yang mengikuti kegiatan bersama Polda Jateng tersebut.

Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan pertemuan bersama rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jateng melakukan aksi Deklarasi Pemilu Damai di sela-sela acara Refleksi Sumpah Pemuda & Deklarasi Rumah Kebangsaan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah itu.

Tak hanya Deklarasi Pemilu Damai saja, Kapolda Jateng langsung membentuk Satgas Cooling System yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan suasana sejuk dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

“Di sisi lain (Deklarasi Pemilu Damai), adik-adik ini kita jadikan Satgas Colling System Polda Jawa Tengah. Satgas ini dia mempunyai rumah-rumah kebangsaan di masing-masing kabupaten kota Jawa Tengah. Tugasnya membantu Polri dalam rangka mendinginkan permasalahan pemilu,” ujar Kapolda Jateng, Sabtu siang.

Terkait Satgas Cooling System ini, Ahmad Luthfi menjelaskan, rekan-rekan mahasiswa tersebut bisa berkolaborasi melalui kegiatan yang berkaitan dengan pendinginan situasi di tengah masyarakat selama pelaksanaan Pemilu.

“Mereka bisa ikut kegiatan yang menyejukan masyarakat. Dia mendinginkan, dia memberikan imbauan, dia juga dalam membantu tugas kepolisian. Sehingga pemilu di wilayahnya setiap kabupaten kota mengizinkan kegiatan-kegiatan pelajar,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan dari pengurus GMNI Jateng, Amir Mahmud menuturkan mendukung Polda Jateng dalam pembentukan rumah kebangsaan di setiap kabupaten/kota di Jateng. Pasalnya, ia menilai langkah tersebut sangat bagus sebagai miniatur bernegara. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong terbentuknya rumah kebangsaan di setiap kabupaten/kota di Jateng.

“Dengan adanya itu, kami berharap Jawa Tengah menjadi barometer contoh bernegara, terkhusus untuk kawan-kawan Cipayung Plus se- Indonesia,” kata Amir.

Polres Wonosobo Berhasil Redam Bentrok Antar 2 Desa di Kepil

Polres Wonosobo mendatangi lokasi bentrokan antar warga desa yang terjadi di jalan alternatif Wonosobo-Magelang, atau tepatnya di area pasar Desa Randusari Kecamatan Kepil, Sabtu, 28 Oktober 2023 malam.

Diduga bentrokan tersebut dipicu oleh perkelahian yang terjadi saat acara dangdutan disalah satu desa di wilayah Kecamatan Kepil.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan langsung terjun ke lokasi saat mengetahui adanya bentrokan tersebut. Pihaknya juga menerjunkan personelnya untuk mencegah bentrokan semakin parah.

“Selain menerjunkan anggota, mediasi juga telah dilakukan untuk meredam kedua belah pihak,” ungkap Kapolres.

Akibat bentrokan tersebut, arus lalu lintas dari arah Wonosobo menuju Magelang maupun sebaliknya sempat tersendat.

Beruntung, pihak kepolisian yang sigap melerai bentrokan membuat situasi kembali kondusif dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah massa berhasil diredam dan bersedia kembali ke rumah masing-masing, kami juga memerintahkan anggota untuk mengawal massa kembali agar tidak terjadi bentrok susulan,” lanjut Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di Wonosobo.

“Masyarakat tidak usah khawatir, kami menjamin keamanan dan ketertiban akan terus terjaga,” pungkasnya.

Kadiv Humas Polri Buka Pertandingan Menembak Pemimpin Redaksi

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho membuka pertandingan menembak Kadiv Humas Cup dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-72 Humas Polri. Pertandingan tersebut diikuti oleh Dewan Pers dan para pemimpin redaksi media massa.

Kadiv Humas mengatakan, pertandingan menembak ini menjadi salah satu cara mempererat sinergisitas antara Polri , Dewan Pers dan dengan media massa. Tak dipungkiri, peran media sangat penting dalam transparansi kinerja Korps Bhayangkara.

Ditambahkan Kadiv Humas, dalam menghadapi tahun politik ini, Polri juga sangat memahami pentingnya peran media massa dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

“Sebagai mitra strategis Polri, membangun semangat kolaborasi dengan rekan-rekan media yang salah satunya dengan kegiatan lomba menembak,” jelas Kadiv Humas, Sabtu (28/10/23).

Ditambahkan Kadiv Humas, dengan sinergisitas yang semakin tinggi, diharapkan semakin banyak kolaborasi Polri dengan media massa. Selain itu, diharapkan dapat bersama-sama menjaga kondusifitas selama Pemilu 2024.

“Sinergisitas ini perlu untuk dijalin karena ke depan akan semakin banyak kolaborasi yang akan kita lakukan bersama, sehingga akan tercipta situasi pemilu 2024 yang sejuk, aman, damai, dan bermartabat di masyarakat,” ungkap Irjen. Pol. Sandi.

Lebih lanjut Kadiv Humas mengingatkan, Pemiu 2024 tidak akan menjadi hal yang besar tanpa peran media. Sebab, media menjadi penentu keberhasilan, bahkan kegagalan pesta demokrasi itu sendiri.

“Ini bentuk kewajiban moral kita untuk sepakat Pemilu 2024 harus aman, Pemilu 2024 harus damai. Semua itu tidak akan menjadi besar tanpa teman-teman media,” ujar Kadiv Humas.

Di sisi lain, Kadiv Humas menyampaikan ucapan terima kasih dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo kepada insan media. Jenderal Sigit mengaku bahwa peran media sangat berpengaruh dalam mendukung kepercayaan masyarakat kepada Polri.

Polres Wonosobo Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 95

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 dilaksanakan di halaman utama Polres Wonosobo, Sabtu (28/10/2023), dengan tema “Bersama Majukan Indonesia”.
Bertindak selaku inspektur upacara (Irup) Wakapolres Wonosobo Kompol Andi Setiyo Wibowo, S.Si., S.I,K., M.I.K. ; perwira upacara AKP Kuseni dan Komandan Upacara Ipda Weindra.
Rangkaian acara yaitu pengibaran bendera Merah Putih, Hening Cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan teks pembukaan UUD 1945, pembacaan teks keputusan kongres pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, dan pembacaan amanat Menpora RI.
Wakapolres Wonosobo yang membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menyebutkan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah gotong royong seluruh elemen pemuda yang berhasil menebar semangat jiwa patriotisme, sekaligus menyatukan visi kebangsaan.
“Marilah kita jadikan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95 ini sebagai momentum membangkitkan semangat kolaborasi dalam memajukan negeri,” demikian kutipan amanat Menpora RI yang dibacakan Irup.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini dihadiri oleh pejabat utama, perwira, brigadir, dan ASN ; berlangsung lancar dan khidmat hingga selesai diakhiri dengan foto bersama.

Wujudkan Pemilu Damai, Kaops Nusantara Cooling System Tebar 1.500 Paket Sembako di Tasikmalaya

Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, bahagia dan menyambut gembira kegiatan bakti sosial (baksos) pembagian 1.500 paket yang dilakukan oleh Operasi Nusantara Cooling System (Ops NCS) 2023-2024 di Mapolres Tasikmalaya, Jumat (27/10/2023).

Selain itu sebagai bentuk sinergisitas Polri-TNI dalam pengamanan pemilu 2024, puluhan anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga mendistribusikan langsung paket sembako ke rumah-rumah warga. Bantuan sosial ini juga diserahkan ke beberapa ponpes untuk diberikan khusus kepada santri-santri.

Kaops NCS, Irjen Asep Edi Suheri menuturkan, kegiatan ini bagian dari upaya Polri dalam mendinginkan suasana menjelang Pemilu 2024. Hal ini sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo yang diteruskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar pemilu berlangsung aman dan damai.

Ia menyatakan Pemilu 2024 akan berlangsung aman dan damai dengan dukungan masyarakat Indonesia. Hal itu diungkapkan Irjen Asep usai pembagian 1.500 paket sembako di Mapolres Tasikmalaya, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan baksos berupa pembagian sembako dan juga santunan anak yatim ini kata Kaops, merupakan upaya preemtif dari Operasi NCS. Untuk itu sambung Irjen Asep Edi, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak terpancing atas isu-isu SARA, ujaran kebencian, politik identitas dan berita bohong di media sosial.

“Kegiatan Operasi Nusantara Cooling System bertujuan untuk meminimalisir isu-isu provokatif yang berpotensi konflik sosial pada saat menjelang pemilu 2024. Untuk itu Polri akan terus berkolaborasi dengan seluruh lapisan masyarakat dan minta dukungan untuk menciptakan pemilu yang aman dan damai,” kata Irjen Asep Edi dalam keterangannya, Jumat (27/10).

Kaops berujar, upaya preemtif akan terus dilakukan seperti di Tasikmalaya pada hari ini dan di Ciamis kemarin, dengan membangun sumur bor bagi warga yang dilanda kekeringan. Selain itu pihaknya juga mengajak para tokoh agama dan ulama serta organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) menggelorakan pemilu damai.

“Harapan kami, para tokoh-tokoh masyarakat dan ulama bisa memberikan pemahaman bahwa pemilu akan sukses bila masyarakat bersatu, tidak terpecah-belah, walau beda pilihan dalam pemilu nanti,” pungkasnya.

“Para anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang mendistribusikan juga akan memberikan pesan kamtibmas kepada masyarakat agar perjalanan pemilu bisa aman dan damai tidak ada perpecahan. Sedangkan bantuan ke pondok pesantren adalah untuk membantu para santri, itulah tujuan dari Operasi Nusantara Cooling System, preemtif, preventi yang mana kegiatan untuk ciptakan situasi kondusif,” sambung Kaops.

Sementara perwakilan Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam akan mendukung penyelenggaraan pemilu berlangsung aman dan damai. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Santri ini mensukseskan pemilu

“Yang dikatakan oleh jenderal (Irjen Asep Edi), saya sangat mensuport atas nama masyarakat, persatuan TNI dan Polri sudah terlihat memberikan sembako kepada masyarakat, Isyaallah masyarakat ikut untuk pengamanan dan kenyamanan pemilu 2024, kami minta masyarakat untuk agar disuport tidak ada yang saling menjelek-jelekan,” ucapnya.

Polres Wonosobo Gelar Kejurkab Panahan Piala Kapolres, Diikuti 103 Atlet Muda

Polres Wonosobo menggelar Kejuaraan Kabupaten Panahan 2023 Piala Kapolres Wonosobo pada Kamis (26/10/2023) di lapangan Taman Rekreasi Kalianget. Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Ketua KONI, Ketua KORMI, sekretaris PERPANI Kabupaten Wonosobo, pejabat utama Polres Wonosobo serta 103 atlet panahan.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan, menuturkan bahwa panahan merupakan salah satu cabang olahraga yang bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi serta menyalurkan energi generasi muda yang berlebih.
“Seperti yang kita tahu, maraknya pemberitaan mengenai kenakalan remaja dan bullying cukup memprihatinkan, oleh sebab itu timbul pemikiran bahwa olahraga panahan ini dapat digunakan sebagai sarana menyalurkan energi anak-anak muda kita, selain lebih positif dengan panahan juga dapat menjadi ajang memupuk prestasi,” ungkap Kapolres.
Kejurkab panahan ini diikuti oleh 103 atlet dari berbagai usia dan latar belakang. Mulai dari divisi U9, U12, U15 dan U18 serta dari kategori umum yang terdiri dari standar nasional, barebow, horsebow, jemparingan, compound dan recurve.
Kapolres menambahkan terselenggaranya Kejurkab Panahan Piala Kapolres ini merupakan wujud hadirnya Polri dalam sendi kehidupan apapun termasuk setiap kegiatan masyarakat.
“Apa yang kami lakukan dengan memfasilitasi terwujudnya Kejurkab Panahan Piala Kapolres Wonosobo merupakan satu wujud komitmen Polri untuk selalu mendukung perkembangan dunia olahraga,” lanjutnya.
Selain memperebutkan medali dan piagam penghargaan, masing-masing juara dari semua kategori akan diberikan uang pembinaan.
Lebih lanjut, Kapolres berharap langkah Polres Wonosobo dalam memfasilitasi kejuaraan olahraga ini tidak hanya berhenti di cabang olahraga Panahan namun juga cabor-cabor lain sebagai sarana pembinaan terwujudnya keamanan dan ketertiban.