Diguyur Hujan Lebat, Tebing di Dempel Wonosobo Longsor Timpa Rumah Warga

WONOSOBO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Senin (6/4/2026) siang, memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Gemantung, Desa Dempel. Material longsor dilaporkan menimpa bagian dapur salah satu rumah warga.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.51 WIB, saat intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut. Tebing setinggi kurang lebih 25 meter di sekitar permukiman warga dilaporkan tidak mampu menahan debit air, sehingga longsor dan membawa material tanah ke bawah.

Material longsor tersebut mengenai bagian dapur salah satu rumah warga yang berada tepat di bawah tebing. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan seluruh penghuni rumah dilaporkan dalam kondisi selamat.

Petugas dari Polsek Sapuran bersama Polsubsektor Kalibawang dan warga setempat bergerak cepat melakukan penanganan. Mereka bergotong royong membersihkan material tanah dan lumpur yang menimbun sebagian bangunan rumah.Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah perbukitan.

Personel Gabungan Lakukan Evakuasi dan Pendataan Dampak Bencana Alam di Wonosobo

Wonosobo – Dalam rangka penanganan bencana alam, personel Polsek Wonosobo bersama unsur TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi serta evakuasi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Wonosobo pada Minggu, 5 April 2026.

Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi, yang mengakibatkan luapan air sungai hingga masuk ke permukiman warga serta memicu terjadinya tanah longsor di beberapa titik.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, bencana tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Kelurahan Pagerkukuh, meliputi Kampung Semagung, Kampung Sidojoyo, dan Kampung Kemiri. Sejumlah rumah warga dilaporkan terdampak, dengan jumlah korban terdampak mencapai puluhan jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan melaksanakan evakuasi terhadap warga terdampak serta melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah akibat banjir bandang maupun tanah longsor. Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Untuk penanganan lanjutan pada lokasi tanah longsor, akan dilaksanakan kegiatan evakuasi pada hari berikutnya bersama unsur terkait dan masyarakat setempat.

Polisi Respon Cepat Banjir di Wonosobo, Lokasi Berhasil Diamankan

Kepolisian dari Polres Wonosobo bergerak cepat mendatangi lokasi bencana banjir yang melanda Dusun Pagude, Desa Sidojoyo, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (4/4/2026) sore.

Kejadian banjir yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dilaporkan berpotensi membahayakan warga setempat. Menanggapi situasi tersebut, personel gabungan dari Satuan Samapta, Reserse Kriminal, dan unit Pamapta langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas segera melakukan pengamanan area terdampak guna mencegah risiko lanjutan bagi masyarakat. Kehadiran aparat juga difokuskan pada upaya memastikan kondisi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama bencana berlangsung.

Operasi ini melibatkan personel Dalmas Sat Samapta yang didukung kendaraan operasional kepolisian. Langkah cepat ini merupakan bagian dari implementasi tugas kepolisian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Langkah sigap aparat menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah situasi darurat.Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Wonosobo, Puluhan Rumah Terdampak

Wonosobo — Aparat kepolisian bersama TNI, BPBD, dan relawan melakukan pengecekan serta evakuasi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (3/4).

Bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap hingga merendam permukiman warga di sejumlah titik.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir dan longsor terjadi di beberapa lokasi, antara lain Kelurahan Pagerkukuh (tiga titik), Kelurahan Jaraksari (satu titik longsor), Kelurahan Wonosobo Timur (dua titik), serta Desa Jogoyitnan (satu titik longsor).

Di Kelurahan Pagerkukuh, banjir merendam sedikitnya 19 rumah warga yang tersebar di Kampung Semagung, Sidojoyo, dan Kemiri. Sementara di Kampung Sidojoyo tercatat 11 kepala keluarga dengan total 33 jiwa terdampak.

Selain banjir, longsor juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Jaraksari dan Desa Jogoyitnan. Material longsor sempat menutup bahu Jalan Lingkar Selatan di Dusun Tanggung, sehingga mengganggu akses warga.

Petugas gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, serta relawan bergerak cepat melakukan pendataan korban dan membantu proses evakuasi di lokasi terdampak. Warga setempat juga turut bergotong royong membersihkan material banjir dan longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, hingga kini kerugian material masih dalam proses pendataan.

Hingga malam hari, petugas masih bersiaga di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berawan.

Ratusan Personel Disiagakan, Polres Wonosobo Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Jalur Dieng

WONOSOBO — Mengantisipasi lonjakan arus wisatawan selama libur long weekend yang dimulai Jumat, Polres Wonosobo menyiapkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di jalur wisata Dieng. Penempatan personel difokuskan pada sejumlah titik rawan kemacetan, mulai dari jalur utama menuju kawasan wisata hingga jalur rawan kepadatan saat musim liburan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak berwisata. Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga disiagakan untuk melakukan rekayasa arus secara situasiona. Petugas di lapangan juga akan memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas.

Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa kesiapan personel telah dimaksimalkan sejak awal guna menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan menuju Dieng. Ia menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran arus, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan. “Kami mengedepankan pelayanan humanis, namun tetap tegas dalam penegakan aturan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari jam-jam puncak, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, diharapkan momentum libur panjang ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti karena liburan ideal itu bukan cuma soal destinasi, tapi juga perjalanan yang nyaman sampai tujuan.

Jaga Kondusivitas, Polres Wonosobo Gandeng Tokoh Agama dan Masyarakat

WONOSOBO — Setelah menggelar Halal Bihalal bersama seluruh anggota di halaman Mapolres pada Senin (30/3/2026), Polres Wonosobo melanjutkan upaya penguatan keamanan melalui silaturahmi kamtibmas dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo M. Kasim Akbar Bantilan bersama jajaran pejabat utama .

Rangkaian silaturahmi tersebut diawali dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Siwatu. Selanjutnya, Kapolres melaksanakan silaturahmi kamtibmas dengan Ketua Muhammadiyah dan Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Wonosobo pada Rabu (1/4).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

Kapolres menyampaikan, silaturahmi kamtibmas menjadi pendekatan penting dalam membangun komunikasi yang erat antara kepolisian dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Melalui silaturahmi ini, kami ingin terus memperkuat sinergi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam menjaga kesejukan dan kondusivitas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis di wilayah Wonosobo.

Dengan langkah tersebut, Polres Wonosobo berharap hubungan yang telah terjalin dapat semakin kuat, sehingga stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Rekrutmen Polri 2026 di Wonosobo Ditekankan Bersih dan Transparan

Wonosobo — Polres Wonosobo menggelar kegiatan penandatanganan pakta integritas dalam rangka Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana Polres Wonosobo, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Penandatanganan pakta integritas dilakukan oleh panitia, peserta, serta orang tua atau wali peserta sebagai bentuk kesungguhan bersama dalam menjaga integritas selama tahapan seleksi berlangsung.

Kabag SDM Polres Wonosobo, Kompol Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Pelaksanaan penerimaan anggota Polri ini kami pastikan berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun. Kami juga mengimbau kepada seluruh peserta dan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” ujarnya.

Usai kegiatan penandatanganan pakta integritas, rangkaian dilanjutkan dengan pemeriksaan administrasi awal terhadap para peserta. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh tim pemeriksa yang didukung oleh tim pengawas, baik dari unsur internal maupun eksternal, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya pengawasan berlapis, diharapkan proses seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polres Wonosobo dapat berjalan secara objektif dan menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, profesional, serta berintegritas tinggi.

Pasca Operasi Ketupat 2026, Polres Wonosobo Perkuat Soliditas Lewat Halal Bihalal

WONOSOBO — Dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, jajaran Polres Wonosobo menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan konsolidasi internal, bertempat di halaman Mapolres Wonosobo, Senin pagi (30/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, dan dihadiri oleh seluruh anggota Polres Wonosobo dari berbagai satuan fungsi. Momentum ini menjadi sarana untuk mempererat soliditas sekaligus melakukan evaluasi pasca pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 yang berjalan aman dan kondusif. Ia juga mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang telah bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Atas nama pribadi dan selaku Kapolres Wonosobo, saya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Mari kita saling memaafkan, memperbaiki diri, dan memperkuat kebersamaan dalam pelaksanaan tugas ke depan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi untuk memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi dinamika kamtibmas pasca Lebaran, termasuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Suasana Halal Bihalal berlangsung hangat, ditandai dengan saling bersalaman antar anggota sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan profesionalisme seluruh personel semakin meningkat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Negosiasi Jadi Kunci, Polres Wonosobo Tekankan Pendekatan Humanis Tangani Demonstrasi

Wonosobo — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Wonosobo menggelar apel Tim Negosiator dan Penegakan Hukum (Gakkum) penanganan unjuk rasa anarkis, Senin (30/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, dan diikuti oleh personel yang tergabung dalam tim khusus penanganan aksi unjuk rasa.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan satuan dalam menyikapi dinamika situasi kamtibmas, khususnya di wilayah hukum Polres Wonosobo.

“Tim negosiator dan gakkum ini kita siapkan sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi potensi unjuk rasa yang dapat berkembang menjadi anarkis. Kehadiran tim ini diharapkan mampu mengedepankan pendekatan persuasif, namun tetap tegas dalam penegakan hukum,” ujar Kapolres.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan sinergi antar personel dalam menjalankan tugas di lapangan, dengan tetap mengedepankan prinsip humanis serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Setiap personel harus memahami peran dan tanggung jawabnya. Utamakan komunikasi yang baik dalam negosiasi, namun apabila situasi mengharuskan, penegakan hukum harus dilakukan secara terukur dan sesuai aturan,” tambahnya.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian arahan teknis terkait tugas-tugas negosiator oleh Kasat Binmas, AKP Suratno. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kemampuan komunikasi efektif, pengendalian emosi, serta pendekatan humanis dalam menghadapi massa aksi.

AKP Suratno juga mengingatkan bahwa negosiator memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam meredam potensi konflik, sehingga setiap personel dituntut mampu membaca situasi di lapangan serta menjalin komunikasi yang konstruktif dengan para peserta aksi.

Apel ini menjadi bagian dari upaya Polres Wonosobo dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah perkembangan situasi yang dinamis

Polres Wonosobo Kerahkan Ratusan Personel untuk Amankan Festival Balon Udara

WONOSOBO,— Polres Wonosobo menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan puncak Festival Mudik Balon Udara yang digelar di Alun-alun Wonosobo, Minggu (29/3). Pengamanan dilakukan guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas mengatakan, sebanyak 198 personel dari Polres Wonosobo dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, pengamanan juga melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi terkait.

“Polres Wonosobo menerjunkan 198 personel, dibantu dari instansi lain, untuk melaksanakan pengamanan kegiatan ini, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi,” ujar David.

Ia menjelaskan, pengamanan difokuskan pada beberapa titik strategis, seperti area alun-alun yang menjadi pusat kegiatan dan kantong-kantong parkir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung yang meningkat saat puncak acara.

Selain pengamanan, petugas juga melakukan rekayasa dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.

Kompol David berharap, seluruh rangkaian kegiatan Festival Mudik Balon Udara dapat berjalan dengan aman dan sukses.

“Kami berharap event ini dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir,” katanya.

Festival Mudik Balon Udara menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat Wonosobo dan sekitarnya, terutama saat momen mudik Lebaran. Selain menjadi daya tarik wisata, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.