Polres Wonosobo Kerahkan Ratusan Personel untuk Amankan Festival Balon Udara

WONOSOBO,— Polres Wonosobo menerjunkan ratusan personel untuk mengamankan puncak Festival Mudik Balon Udara yang digelar di Alun-alun Wonosobo, Minggu (29/3). Pengamanan dilakukan guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas mengatakan, sebanyak 198 personel dari Polres Wonosobo dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Selain itu, pengamanan juga melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi terkait.

“Polres Wonosobo menerjunkan 198 personel, dibantu dari instansi lain, untuk melaksanakan pengamanan kegiatan ini, termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi,” ujar David.

Ia menjelaskan, pengamanan difokuskan pada beberapa titik strategis, seperti area alun-alun yang menjadi pusat kegiatan dan kantong-kantong parkir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung yang meningkat saat puncak acara.

Selain pengamanan, petugas juga melakukan rekayasa dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan. Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama.

Kompol David berharap, seluruh rangkaian kegiatan Festival Mudik Balon Udara dapat berjalan dengan aman dan sukses.

“Kami berharap event ini dapat berjalan lancar dan sukses, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir,” katanya.

Festival Mudik Balon Udara menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat Wonosobo dan sekitarnya, terutama saat momen mudik Lebaran. Selain menjadi daya tarik wisata, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pospam Gardu Pandang Dieng Siaga Hadapi Lonjakan Wisatawan, Derek Disiagakan

WONOSOBO — Pos Pengamanan (Pospam) Gardu Pandang Dieng disiagakan penuh untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan menuju kawasan wisata Dieng pada Sabtu, 28 Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan yang melintas di jalur tersebut.

Petugas gabungan tampak bersiaga di titik strategis Gardu Pandang Dieng, yang dikenal sebagai salah satu jalur favorit wisatawan. Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, personel juga aktif memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap berhati-hati, mengingat kondisi jalan yang berkelok dan memiliki tingkat kerawanan tertentu.

Kapos Pam Gardu Pandang Dieng, Kompol Abror, menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur wisata Dieng.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, periksa rem dan mesin sebelum berangkat. Jika merasa lelah, silakan manfaatkan Pospam Dieng untuk beristirahat demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kendala di perjalanan, petugas turut menyiagakan kendaraan derek guna membantu pengguna jalan yang mengalami gangguan teknis. Kehadiran derek siaga ini diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur wisata.

Selain itu, Kompol Abror juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan petugas apabila mengalami kesulitan di perjalanan.

“Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, segera hubungi layanan call center Polri di nomor 110 yang aktif 24 jam,” tambahnya.

Dengan kesiapsiagaan ini, diharapkan arus wisata menuju Dieng tetap lancar, aman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan nyaman.

Libur Idul Fitri, Pengamanan di Telaga Menjer Diperkuat

Polres Wonosobo memperketat pengamanan di sejumlah objek wisata, salah satunya di kawasan Telaga Menjer. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama masa libur Lebaran.

Sejumlah personel ditempatkan di titik-titik strategis, mulai dari pintu masuk, area parkir, hingga lokasi yang menjadi pusat keramaian. Selain melakukan penjagaan, petugas juga melaksanakan patroli dialogis guna memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama berwisata.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Wonosobo dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk kemacetan arus lalu lintas, tindak kriminalitas, serta menjaga ketertiban umum di lokasi wisata yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara optimal demi memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan juga bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan.

“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh pengunjung dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan serta menjaga keselamatan selama berada di lokasi wisata,” ujarnya.

Dengan pengamanan yang dilakukan secara intensif, Polres Wonosobo berharap situasi di kawasan Telaga Menjer selama libur Idul Fitri tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat berwisata dengan rasa aman dan nyaman.

Polres Wonosobo Laksanakan KRYD Pasca Operasi Ketupat Candi, Antisipasi Arus Balik Lebaran 2026

WONOSOBO — Pasca berakhirnya Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Wonosobo tetap mengintensifkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi arus balik Idul Fitri 1447 H.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) agar tetap terkendali dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan KRYD difokuskan pada pengawasan di jalur-jalur utama, kawasan wisata, serta titik-titik rawan kepadatan arus kendaraan. Personel Polres Wonosobo juga dikerahkan untuk melaksanakan patroli dan pengaturan lalu lintas, sekaligus memberikan imbauan kepada para pemudik yang kembali ke daerah asal.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa meskipun Operasi Ketupat Candi telah selesai, pengamanan tidak serta-merta dihentikan, melainkan dilanjutkan melalui KRYD sebagai langkah antisipatif terhadap arus balik.

“Kami tetap melaksanakan KRYD sebagai upaya lanjutan pasca Operasi Ketupat Candi, guna mengantisipasi arus balik Lebaran. Hal ini penting untuk memastikan situasi kamtibmas serta kamseltibcarlantas di wilayah Wonosobo tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta beristirahat di tempat yang aman apabila mengalami kelelahan.

Polres Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus balik Lebaran, sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan lancar.

Ratusan Wisatawan Ramaikan Waduk Wadaslintang, Polisi Intensifkan Patroli

Wonosobo — Subsatgas tempat keramaian Operasi Ketupat Candi 2026 melaksanakan pengamanan di objek wisata Waduk Wadaslintang, Rabu (25/3/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada patroli, pengamanan, serta pemantauan aktivitas pengunjung di kawasan wisata, khususnya area parkir dan sekitar waduk guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama masa libur Lebaran. Selain patroli, petugas juga melakukan pemasangan sejumlah himbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keselamatan dan ketertiban selama berwisata. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di lokasi wisata. Petugas turut mengenalkan layanan Chatbot Sipolan kepada pengunjung sebagai sarana informasi dan pengaduan cepat. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan maupun memperoleh informasi terkait situasi keamanan di kawasan wisata. Berdasarkan data hingga pukul 14.00 WIB, jumlah wisatawan tercatat sebanyak 546 orang. Adapun kendaraan yang masuk terdiri dari 14 unit roda dua dan 8 unit roda empat. Pengamanan di lokasi melibatkan Aiptu Nur Wachid dan Aipda Sukiyono yang secara aktif melakukan pemantauan di lapangan.

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Pengamanan Festival Balon dan Jalur Wisata Dioptimalkan

WONOSOBO — Festival Balon 2026 pada Rabu, 25 Maret 2026, memasuki hari keempat pelaksanaan. Ribuan pengunjung, baik warga lokal maupun dari luar daerah, memadati sejumlah lokasi penyelenggaraan festival sejak pagi hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya lapangan-lapangan yang menjadi titik penerbangan balon udara tradisional.

Festival tahun ini digelar di delapan lokasi berbeda, yakni Lapangan Desa Candiyasan dan Lapangan Desa Bojasari di Kecamatan Kertek, Lapangan Desa Mirombo di Kecamatan Wonosobo, Lapangan Kelurahan Sukoharjo, Tanjung Sari Land, serta Lapangan Desa Kembaran, Lapangan Desa Simbang, dan Lapangan Desa Mangunrejo di Kecamatan Kalikajar. Meski tersebar di beberapa titik, seluruh lokasi terpantau dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung proses penerbangan balon udara.

Sejak pagi, suasana di lokasi festival sudah dipenuhi masyarakat yang datang bersama keluarga. Udara yang masih sejuk dan kabut tipis khas dataran tinggi Wonosobo menambah nuansa semarak kegiatan. Warga tampak antusias menyaksikan tahapan demi tahapan, mulai dari proses pengisian balon dengan asap hingga balon berdiri tegak dan perlahan diterbangkan sesuai aturan yang berlaku, dengan ketinggian maksimal 150 meter di atas permukaan tanah.

Sementara itu, Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., pada pukul 05.00 WIB bersama Kasatgas Operasi Ketupat melaksanakan patroli dan pengecekan personel yang bertugas di sejumlah titik pengamanan, khususnya pada jalur menuju kawasan wisata dan lokasi festival balon udara.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres memberikan arahan kepada petugas pengamanan di kawasan Pasar Kertek. Ia mengingatkan bahwa arus lalu lintas pada pagi hari berpotensi meningkat mengingat sebagian besar lokasi festival berada di wilayah timur Kabupaten Wonosobo. Kendaraan dari arah Temanggung maupun Banjarnegara diperkirakan akan melintas di perempatan Pasar Kertek sehingga diperlukan pengaturan arus lalu lintas yang optimal.

Petugas diminta melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel yang bertugas di jalur lingkar juga diinstruksikan untuk segera memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan jalur alternatif apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan di kawasan Pasar Kertek.

Usai melakukan pengecekan jalur, Wakapolres bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo melanjutkan pemantauan ke salah satu lokasi festival balon. Di lokasi tersebut, ia memberikan arahan kepada perwira pengendali pengamanan agar selain menjaga keamanan area festival, petugas juga memperhatikan pengamanan lahan parkir dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Koordinasi dan kerja sama dengan panitia serta masyarakat setempat, termasuk unsur pengamanan swakarsa, ditekankan sebagai langkah penting dalam menciptakan situasi yang aman dan lancar selama pelaksanaan festival.

Di sisi lain, Polres Wonosobo juga terus melaksanakan patroli untuk mencegah penerbangan balon liar. Meski sosialisasi telah dilakukan secara masif melalui media sosial, penyebaran flayer, serta penyampaian imbauan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, masih ditemukan adanya pelanggaran terkait penerbangan balon yang tidak sesuai ketentuan.

Tak Hanya Jalur Mudik, Kawasan Wisata dan Festival Balon Udara Juga Dijaga Ketat

WONOSOBO — Polres Wonosobo memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik maupun pengunjung objek wisata selama masa libur Lebaran melalui penguatan pengamanan di sejumlah titik strategis. Ratusan personel diterjunkan dan disebar di berbagai strong point guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat.

Penempatan personel dilakukan di jalur utama mudik, kawasan rawan kemacetan, serta destinasi wisata unggulan yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan. Sejumlah lokasi seperti kawasan Dieng dan Telaga Menjer menjadi perhatian khusus karena selalu dipadati wisatawan saat libur Lebaran.

Selain itu, pelaksanaan Festival Balon Udara Wonosobo yang menjadi daya tarik masyarakat juga mendapat pengamanan ekstra. Kegiatan tersebut diperkirakan menarik ribuan pengunjung, sehingga diperlukan pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan yang lebih intensif.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan kamtibmas maupun kendala di perjalanan.

“Ratusan personel kami siagakan dan tersebar di titik-titik strong point, baik di jalur mudik maupun lokasi wisata. Hal ini untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan dan menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain pengamanan, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga keselamatan selama berkendara. Di kawasan wisata, personel turut melakukan pengaturan arus kendaraan dan membantu pengunjung agar aktivitas tetap tertib.

Polres Wonosobo juga mengoptimalkan pelayanan melalui pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Keberadaan pos tersebut menjadi pusat informasi sekaligus tempat istirahat bagi pemudik.

Dengan langkah tersebut, Polres Wonosobo berharap seluruh rangkaian arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan lancar, serta masyarakat dapat merayakan Hari Raya dengan rasa aman dan penuh kenyamanan.

Di Balik Layanan 110, Suka Duka Petugas Call Center Polres Wonosobo Saat Arus Mudik

WONOSOBO — Di tengah padatnya arus mudik Lebaran, ada sosok-sosok yang tetap siaga di balik layar untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. Mereka adalah para operator layanan call center 110 Polres Wonosobo, yang setia menerima setiap laporan, keluhan, hingga permintaan bantuan dari para pemudik.
Salah satunya adalah Briptu Puji Trian. Di ruang kerja yang tak pernah benar-benar sepi, ia bersama rekan-rekannya berjibaku menjawab panggilan dari berbagai penjuru. Mulai dari laporan kecelakaan, kemacetan, hingga permintaan informasi jalur alternatif.
Bagi Puji, ada kepuasan tersendiri saat bisa membantu masyarakat di momen penting seperti mudik Lebaran. “Alhamdulillah, saya merasa senang karena bisa membantu masyarakat pemudik yang membutuhkan bantuan kepolisian. Itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Namun, di balik rasa bangga itu, terselip pula rasa haru. Tugas yang diemban membuatnya harus merelakan momen berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya Idul Fitri.
“Sedih juga, karena di hari raya ini kami tidak bisa berkumpul bersama keluarga seperti masyarakat lainnya. Tapi ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” katanya dengan nada lirih.
Meski demikian, semangat pengabdian tetap menjadi prioritas. Para operator call center 110 terus memastikan setiap panggilan ditangani dengan cepat dan tepat, demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Di tengah hiruk pikuk mudik, kisah para petugas ini menjadi pengingat bahwa di balik kenyamanan perjalanan, ada pengorbanan yang tak selalu terlihat. Mereka memilih tetap siaga, agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan tenang bersama keluarga tercinta

Delapan Lokasi Festival Balon Diamankan, Kapolres Wonosobo Tekankan Sinergi Pengamanan

WONOSOBO — Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., memimpin pemantauan jalur wisata Dieng sekaligus pengecekan personel pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026, Senin, 23 Maret 2026. Kegiatan dimulai pukul 05.00 WIB dengan menyasar jalur wisata dan pos-pos pengamanan.

Didampingi para kasatgas, Kapolres memastikan seluruh personel telah menempati pos masing-masing. Petugas menjalankan tugas pengaturan lalu lintas, pengamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat. Arus kendaraan menuju kawasan Dieng terpantau ramai lancar tanpa kemacetan berarti.

Pengamanan juga difokuskan pada pelaksanaan Festival Balon Udara yang digelar serentak di delapan titik di wilayah Wonosobo. Patroli dibagi menjadi beberapa tim untuk menjangkau seluruh lokasi.

Kapolres bersama tim utama menuju Lapangan Karang Luhur, Kecamatan Kertek. Sementara itu, tim lain disebar ke Lapangan Semayu (Selomerto), Komplek Terminal Mendolo, Lapangan Sumber Dalem (Kertek), Tanjung Sari Land (Sapuran), Lapangan Desa Kembaran (Kalikajar), Lapangan Desa Butuh (Kalikajar), serta Lapangan Desa Simbang (Kalikajar).

Seluruh lokasi festival diamankan oleh personel Polres Wonosobo yang didukung pengamanan swakarsa dari panitia dan masyarakat setempat. Di setiap titik, petugas melakukan penjagaan area kegiatan, pengaturan lalu lintas, serta pengawasan parkir.

Di lokasi Karang Luhur, Kapolres menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan panitia dalam menjaga keamanan. Ia mengingatkan anggota untuk tidak hanya fokus pada pengamanan kegiatan utama, tetapi juga area pendukung.

“Selain pengamanan masyarakat dan pengaturan lalu lintas, anggota harus bekerja sama dengan panitia untuk mengamankan lokasi parkir agar tidak terjadi tindak kriminal,” ujarnya.

Hingga kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian Festival Balon Udara di berbagai titik terpantau aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama unsur pengamanan lainnya tetap bersiaga guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Respons Cepat Polisi, Pengendara Mogok di Jalur Wonosobo–Dieng Tertangani

WONOSOBO — Personel Polres Wonosobo menunjukkan respons cepat dengan membantu pengendara yang mengalami gangguan kendaraan di jalur Wonosobo–Dieng. Bantuan diberikan kepada pengendara yang kendaraannya mogok maupun terperosok di sejumlah titik rawan, terutama di tanjakan dan tikungan.

Saat sebuah kendaraan mogok di tengah jalur, petugas yang berjaga segera menghampiri dan membantu mendorong kendaraan ke lokasi yang lebih aman. Di saat yang sama, arus lalu lintas tetap diatur agar tidak menimbulkan kemacetan maupun potensi kecelakaan.

Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk sigap membantu masyarakat di lapangan. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas, sehingga kehadiran polisi diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian, khususnya saat melintasi jalur Wonosobo–Dieng yang memiliki karakteristik jalan berkelok dan menanjak.

Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau informasi terkait arus mudik, dapat menghubungi Call Center 110 atau memanfaatkan layanan SIPOLAN Polda Jawa Tengah yang siap memberikan pelayanan secara cepat dan responsif.