Tes Kesamaptaan Semester I, Polres Wonosobo Tunjukkan Komitmen Profesionalisme

Wonosobo — Personel Polres Wonosobo melaksanakan tes kesamaptaan jasmani periode Semester I tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Kalianget. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota sebagai bagian dari program pembinaan fisik rutin yang digelar secara berkala untuk memastikan kesiapan jasmani dalam menunjang tugas kepolisian.

Tes kesamaptaan yang dilaksanakan meliputi sejumlah item, antara lain lari selama 12 menit, sit up, push up, pull up atau chinning, serta shuttle run. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan tim penguji internal guna menjamin objektivitas dan akurasi penilaian terhadap kemampuan fisik masing-masing personel.

Kabag SDM Polres Wonosobo, Kompol Nuryawan Eko Ramdani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan personel. “Tes kesamaptaan jasmani ini dilaksanakan secara rutin setiap semester untuk mengukur kemampuan fisik anggota. Dengan kondisi fisik yang prima, diharapkan seluruh personel dapat melaksanakan tugas kepolisian secara optimal dan profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan tes ini bertujuan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi kondisi kebugaran jasmani anggota Polres Wonosobo. Dengan dilaksanakannya kegiatan secara rutin setiap periode, diharapkan seluruh personel senantiasa dalam kondisi prima sehingga mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat serta menjalankan tugas kepolisian secara profesional.

Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem, Arus Lalu Lintas Wonosobo–Purworejo Sempat Tersendat

Wonosobo — Hujan lebat yang disertai angin kencang mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menutup sebagian ruas jalan utama penghubung Wonosobo–Purworejo, tepatnya di Dusun Kedalon, Desa Kedalon, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat karena badan jalan tertutup material pohon. Kendaraan dari kedua arah harus melambat dan menunggu proses penanganan di lokasi kejadian.

Mendapat laporan kejadian, petugas piket SPKT Polsek Kalikajar bersama Tim Penanganan Bencana Alam Polres Wonosobo dan Relawan Penanggulangan Bencana Kecamatan Kalikajar segera menuju lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan masyarakat sekitar, sehingga penanganan dapat berlangsung dengan cepat dan lancar.

Setelah dilakukan pembersihan material pohon yang melintang di badan jalan, arus lalu lintas berangsur normal dan kembali dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, tidak terdapat kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang, sehingga menyebabkan pohon tidak mampu menahan beban dan akhirnya tumbang.

Polisi Gunakan Scanner 3 Dimensi untuk Olah TKP Kecelakaan di Jalur Parakan–Kertek

WONOSOBO — Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo melakukan pengambilan data menggunakan teknologi scanner tiga dimensi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Parakan–Kertek, tepatnya di Dusun Madukoro, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan lanjutan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Tim yang dipimpin oleh AKP Teguh Setiawan bersama personel Unit Laka Satlantas Polres Wonosobo mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendokumentasian ulang secara detail guna mendukung proses penyidikan.

Dalam kegiatan itu, petugas melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP lanjutan, pengambilan data menggunakan perangkat pemindaian tiga dimensi, hingga pengumpulan dan pengamanan barang bukti yang berkaitan dengan kecelakaan. Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi korban serta mewawancarai saksi di lokasi guna melengkapi data dan fakta kejadian.

Penggunaan teknologi pemindaian tiga dimensi tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran situasi kecelakaan secara akurat dan komprehensif. Data digital yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat analisis penyebab kecelakaan serta menjadi bahan pendukung dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto menyampaikan bahwa penanganan kecelakaan lalu lintas dilakukan secara profesional dan berbasis teknologi guna memastikan setiap proses berjalan objektif dan transparan.

Polres Wonosobo juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, khususnya di ruas jalan dengan tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi. Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau menghadapi situasi darurat di jalan, dapat segera menghubungi layanan Kepolisian melalui call center 110 atau petugas terdekat.

Polisi Tempatkan Personel di Jalur Dieng dan Kertek, Arus Lalu Lintas Terpantau Landai

WONOSOBO — Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan jalur wisata Dieng pada Sabtu, 11 April 2026, sejak pukul 05.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan wisatawan yang memanfaatkan libur akhir pekan di kawasan dataran tinggi Dieng.

Pengamanan difokuskan pada jalur-jalur utama menuju objek wisata, mengingat kawasan Dieng merupakan salah satu destinasi favorit masyarakat, terutama pada akhir pekan. Selain di jalur wisata Dieng, personel juga ditempatkan di jalur Kertek yang menjadi akses strategis bagi kendaraan dari arah Wonosobo maupun Banjarnegara.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo AKP Seno menjelaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan wisata.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengemudi dan pengendara agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat, terutama saat melintasi jalur pegunungan yang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan panjang.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan. Apabila pengemudi merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat di tempat yang aman sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar AKP Seno.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas di lapangan juga siap memberikan bantuan kepada masyarakat apabila terjadi kendala di perjalanan. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu meminta bantuan kepada petugas yang bertugas di sepanjang jalur.

Polres Wonosobo juga mengingatkan masyarakat bahwa layanan darurat Kepolisian dapat diakses selama 24 jam. Apabila membutuhkan bantuan Kepolisian atau dalam keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 yang siap memberikan respons cepat.

Hingga saat ini, situasi arus lalu lintas di jalur wisata Dieng maupun jalur Kertek terpantau landai, aman, dan kondusif. Personel Satlantas Polres Wonosobo tetap bersiaga untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan seiring bertambahnya aktivitas wisatawan sepanjang akhir pekan.

Kapolres Wonosobo Pimpin Kenaikan Pangkat PNS Polri dan Pemberian Reward-Punishment

Wonosobo — Polres Wonosobo melaksanakan Upacara Kenaikan Pangkat bagi PNS Polri dari Penata ke Penata Tingkat I terhitung mulai tanggal (TMT) 1 April 2026, yang dirangkaikan dengan pemberian reward dan punishment pada Jumat, 10 April 2026. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., serta diikuti oleh seluruh personel Polres Wonosobo dan para Kapolsek jajaran.

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan ucapan selamat kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hal yang bersifat otomatis, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja. “Kenaikan pangkat ini bukanlah sekadar penghargaan, namun merupakan amanah dan bentuk kepercayaan institusi atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja yang telah saudara tunjukkan selama ini,” ujar Kapolres.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada personel yang menerima penghargaan atas prestasi kerja yang telah dicapai. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi dalam menciptakan kompetisi yang sehat di lingkungan kerja.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap salah satu anggota. Kapolres menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah tegas institusi dalam menegakkan disiplin dan kode etik. Ia pun mengingatkan seluruh personel agar menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran untuk senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi kehormatan profesi, serta menghindari segala bentuk pelanggaran.

Monitoring Panen Jagung di Surengede, Polsek Kertek Pastikan Situasi Aman

WONOSOBO — Dua anggota Polsek Kertek melaksanakan monitoring kegiatan panen jagung pada Sabtu (9/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan pertanian jagung yang berada di Dusun Wironalan, Desa Surengede, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Monitoring dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar, sekaligus mendukung sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Kertek. Dalam kegiatan tersebut, petani tampak antusias memanen jagung yang telah memasuki masa panen.

Dari lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi, diperoleh hasil panen jagung sekitar 4,5 ton. Capaian tersebut dinilai cukup baik dan menjadi salah satu kontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran polisi di tengah aktivitas panen pun menjadi bukti bahwa pengamanan tak selalu soal sirine dan patroli, tapi juga hadir di antara ladang—ikut memastikan setiap butir hasil panen bisa dipetik dengan rasa aman.

Polres Wonosobo Gelar Rikkesla untuk Pastikan Kesehatan Personel

Wonosobo – Polres Wonosobo melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla) bagi seluruh personel pada Rabu (8/4/2026) di Gedung Serbaguna Polres Wonosobo. Kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan kondisi kesehatan anggota tetap prima dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Pelaksanaan Rikkesla diikuti oleh personel secara bertahap dengan melibatkan tenaga medis profesional. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mendeteksi secara dini potensi gangguan kesehatan.

Adapun jenis pemeriksaan yang dilaksanakan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan persentase lemak tubuh. Selain itu, personel juga menjalani pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), pemeriksaan mata, serta pengecekan tekanan darah dan denyut nadi.

Pemeriksaan lanjutan turut dilakukan melalui rekam jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG) dan pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi organ tubuh secara lebih mendalam.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kesehatan personel Polri secara berkelanjutan. Dengan dilaksanakannya Rikkesla, kondisi kesehatan anggota dapat terpantau secara berkala sehingga mendukung kesiapsiagaan dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Diguyur Hujan Lebat, Tebing di Dempel Wonosobo Longsor Timpa Rumah Warga

WONOSOBO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Senin (6/4/2026) siang, memicu terjadinya tanah longsor di Dusun Gemantung, Desa Dempel. Material longsor dilaporkan menimpa bagian dapur salah satu rumah warga.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.51 WIB, saat intensitas hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut. Tebing setinggi kurang lebih 25 meter di sekitar permukiman warga dilaporkan tidak mampu menahan debit air, sehingga longsor dan membawa material tanah ke bawah.

Material longsor tersebut mengenai bagian dapur salah satu rumah warga yang berada tepat di bawah tebing. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan seluruh penghuni rumah dilaporkan dalam kondisi selamat.

Petugas dari Polsek Sapuran bersama Polsubsektor Kalibawang dan warga setempat bergerak cepat melakukan penanganan. Mereka bergotong royong membersihkan material tanah dan lumpur yang menimbun sebagian bangunan rumah.Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah perbukitan.

Personel Gabungan Lakukan Evakuasi dan Pendataan Dampak Bencana Alam di Wonosobo

Wonosobo – Dalam rangka penanganan bencana alam, personel Polsek Wonosobo bersama unsur TNI, BPBD, relawan, dan masyarakat melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi serta evakuasi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Wonosobo pada Minggu, 5 April 2026.

Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi, yang mengakibatkan luapan air sungai hingga masuk ke permukiman warga serta memicu terjadinya tanah longsor di beberapa titik.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, bencana tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Kelurahan Pagerkukuh, meliputi Kampung Semagung, Kampung Sidojoyo, dan Kampung Kemiri. Sejumlah rumah warga dilaporkan terdampak, dengan jumlah korban terdampak mencapai puluhan jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan melaksanakan evakuasi terhadap warga terdampak serta melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah akibat banjir bandang maupun tanah longsor. Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Untuk penanganan lanjutan pada lokasi tanah longsor, akan dilaksanakan kegiatan evakuasi pada hari berikutnya bersama unsur terkait dan masyarakat setempat.

Polisi Respon Cepat Banjir di Wonosobo, Lokasi Berhasil Diamankan

Kepolisian dari Polres Wonosobo bergerak cepat mendatangi lokasi bencana banjir yang melanda Dusun Pagude, Desa Sidojoyo, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (4/4/2026) sore.

Kejadian banjir yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dilaporkan berpotensi membahayakan warga setempat. Menanggapi situasi tersebut, personel gabungan dari Satuan Samapta, Reserse Kriminal, dan unit Pamapta langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas segera melakukan pengamanan area terdampak guna mencegah risiko lanjutan bagi masyarakat. Kehadiran aparat juga difokuskan pada upaya memastikan kondisi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama bencana berlangsung.

Operasi ini melibatkan personel Dalmas Sat Samapta yang didukung kendaraan operasional kepolisian. Langkah cepat ini merupakan bagian dari implementasi tugas kepolisian sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Langkah sigap aparat menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko bencana, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah situasi darurat.Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.