Respons Cepat Polres Wonosobo, Pelaku Pencabulan Anak Berhasil Diamankan

Wonosobo – Satreskrim Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak yang terjadi di wilayah Kecamatan Wonosobo. Pelaku berinisial P (57) berhasil diamankan oleh Tim Resmob Polres Wonosobo pada 13 Mei 2026, atau delapan hari setelah peristiwa terjadi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 13.45 WIB di Jalan bawah gerbang belakang SMK Negeri 2 Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo. Korban yang merupakan seorang pelajar perempuan saat itu sedang mengendarai sepeda motor sepulang sekolah menuju rumahnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura meminta bantuan di pinggir jalan. Saat korban mengurangi kecepatan kendaraan karena mengira pelaku membutuhkan pertolongan, pelaku secara tiba-tiba menghentikan laju sepeda motor korban dan melakukan tindakan yang mengarah pada perbuatan cabul. Setelah melakukan aksinya, pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor yang telah dipersiapkan di sekitar lokasi kejadian.

Mendapatkan laporan dari pihak keluarga korban, Satreskrim Polres Wonosobo segera bergerak melakukan penyelidikan. Dari hasil identifikasi awal melalui rekaman CCTV di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku serta sejumlah titik di wilayah Kabupaten Wonosobo, ditambah dengan keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian, petugas berhasil mengantongi identitas terduga pelaku dalam waktu singkat.

Namun, sehari setelah kejadian, tepatnya pada 6 Mei 2026, informasi mengenai peristiwa tersebut viral di tengah masyarakat. Mengetahui dirinya telah menjadi target pencarian petugas, terduga pelaku kemudian melarikan diri keluar wilayah Wonosobo untuk menghindari proses hukum.

Meski demikian, Satreskrim Polres Wonosobo terus melakukan pendalaman dan penelusuran terhadap keberadaan pelaku. Berbekal hasil penyelidikan dan informasi yang berhasil dihimpun, petugas akhirnya mengetahui lokasi persembunyian pelaku di wilayah Kabupaten Tegal. Pada 13 Mei 2026, Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan dan membawanya ke Polres Wonosobo guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan respons cepat jajaran Satreskrim Polres Wonosobo. Dalam kurun waktu delapan hari sejak kejadian terjadi pada 5 Mei 2026, identitas pelaku berhasil diungkap, keberadaannya berhasil dilacak, hingga akhirnya diamankan meskipun sempat melarikan diri ke luar daerah.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 415 huruf f Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat kejadian serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna putih yang diduga digunakan pelaku dalam melakukan tindak pidana.

Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, menegaskan bahwa Polres Wonosobo berkomitmen memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta menindak tegas setiap pelaku kejahatan seksual.

“Terhadap tersangka, penyidik menerapkan Pasal 415 huruf f Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk tindak kejahatan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana maupun kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan laporan, masyarakat dapat menghubungi layanan Kepolisian 110 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu Kepolisian menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkas AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Polres Wonosobo menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak serta tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan seksual. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi agar dapat segera ditindaklanjuti dan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polres Wonosobo Resmi Launching Program Tracer TB Paru, Bhabinkamtibmas Siap Lakukan Pelacakan di Desa

WONOSOBO – Polres Wonosobo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dan Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) melaksanakan Launching Program Tracer Tuberkulosis (TB) Paru serta pembagian Kit Bhabinkamtibmas Tracer TB Paru kepada para Bhabinkamtibmas jajaran Polres Wonosobo, Rabu (3/6/2026) di Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program Polda Jawa Tengah Peduli Berantas Tuberkulosis (TB) Paru sekaligus bentuk dukungan Polres Wonosobo terhadap upaya pemerintah dalam percepatan eliminasi TB Paru menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), para Pejabat Utama Polres Wonosobo, para Kapolsek jajaran, Bhabinkamtibmas, Ketua Relawan Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI), serta personel Sidokkes Polres Wonosobo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, sambutan Kapolres Wonosobo, peluncuran Program Tracer TB Paru yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolres Wonosobo, dilanjutkan penyerahan simbolis Kit Tracer TB Paru kepada perwakilan Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan penanganan serius. Oleh karena itu, Polri sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui program Tracer TB Paru, para Bhabinkamtibmas diharapkan dapat berperan aktif dalam melakukan pelacakan kontak erat penderita TB, memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, mengajak warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mendorong pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gejala TB, serta membantu mengurangi stigma terhadap penderita selama proses pengobatan.

Kapolres menegaskan bahwa kedekatan Bhabinkamtibmas dengan masyarakat menjadi modal utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Selain itu, koordinasi dengan petugas kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tracer TB Paru di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Heriyono, SKM., M.Kes., memberikan materi terkait penanganan dan pencegahan TB Paru kepada para peserta. Materi yang disampaikan meliputi tata cara tracing, deteksi dini gejala, hingga langkah-langkah penanganan apabila ditemukan warga yang diduga terpapar TB Paru.

Selain peluncuran program dan pembagian kit tracer, kegiatan juga diisi dengan screening TB Paru bagi para peserta sebagai bentuk deteksi dini sekaligus upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.

Program Tracer TB Paru menjadi bukti nyata komitmen Polres Wonosobo dalam mendukung program kesehatan nasional melalui peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai penggerak dan pelayan masyarakat di tingkat desa. Sinergi antara Polres Wonosobo, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dan Yayasan Mentari Sehat Indonesia diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan eliminasi TB Paru serta mewujudkan masyarakat Wonosobo yang lebih sehat.

Polres Wonosobo dan Dinas Kesehatan Perkuat Sinergi Tracing TBC hingga Tingkat Desa

Wonosobo – Polres Wonosobo melalui Satuan Binmas dan Sie Dokkes melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo terkait pelaksanaan program tracing Tuberkulosis (TBC) dalam rangka mendukung Program *Polda Jateng Peduli Berantas TBC Paru*. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo pada Selasa (2/6/2026).

Rapat koordinasi dipimpin bersama oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dan dihadiri Kasat Binmas, Kasi Dokkes, anggota Satbinmas serta anggota Sie Dokkes Polres Wonosobo.

Dalam pertemuan tersebut dibahas langkah-langkah percepatan penemuan kasus TBC secara aktif melalui kegiatan skrining kesehatan, pelacakan kontak erat (*contact tracing*), serta edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum dan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Wonosobo, dengan prioritas pada kontak erat penderita TBC, suspek TBC, serta masyarakat yang belum pernah menjalani pemeriksaan TBC.

Hasil koordinasi menunjukkan masih terdapat sejumlah sasaran yang memerlukan tindak lanjut pemeriksaan berdasarkan data bakteriologis yang ada. Selain itu, sebagian hasil tracing yang telah dilakukan kader kesehatan belum seluruhnya terinput dalam sistem pelaporan kesehatan, serta masih ditemukan suspek TBC yang belum mendapatkan pemeriksaan lanjutan secara optimal.

Sebagai tindak lanjut, Polres Wonosobo bersama Dinas Kesehatan akan melaksanakan kegiatan skrining kesehatan pada tanggal 3–4 Juni 2026 dengan melibatkan Klinik Polres, Puskesmas, dan Dinas Kesehatan. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan kesehatan pendukung lainnya.

Masyarakat yang terindikasi sebagai suspek TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas. Selanjutnya, sampel dahak akan dikirim ke laboratorium atau rumah sakit rujukan untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam. Apabila ditemukan hasil positif TBC, petugas akan segera melakukan tracing kontak erat serta memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar guna mencegah penyebaran penyakit.

Dalam program ini, Bhabinkamtibmas memiliki peran penting sebagai ujung tombak Polri di tingkat desa. Mereka akan mendampingi petugas kesehatan dalam kegiatan sosialisasi, mengajak masyarakat mengikuti skrining, serta membantu pelaksanaan tracing kontak erat secara humanis dan persuasif.

Selain itu, Sie Dokkes Polres Wonosobo akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan serta monitoring hasil skrining yang dilaksanakan di lapangan.

Untuk memperkuat sinergi seluruh pihak, juga direncanakan pelaksanaan Zoom Meeting pada hari Jumat yang melibatkan Polres Wonosobo, Dinas Kesehatan, dan kader MSI guna menyamakan langkah dalam mendukung keberhasilan program tracing TBC di Kabupaten Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif, mempercepat diagnosis dan pengobatan, serta meningkatkan cakupan investigasi kontak di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Polres Wonosobo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, diharapkan upaya pemberantasan TBC dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menekan angka penularan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Wonosobo.

Terima Laporan Dini Hari, Polres Wonosobo Sigap Tangani ODGJ yang Mengamuk

WONOSOBO – Personel Polres Wonosobo bersama Polsek Kertek bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk dan mengganggu ketertiban umum di Dusun Ngariman RT 02 RW 06, Desa Purwojati, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Selasa (2/6/2026) dini hari.

Laporan tersebut diterima melalui Call Center 110 Polres Wonosobo pada pukul 04.27 WIB dari AMZ (29), adik kandung pasien. Menindaklanjuti informasi yang masuk, Operator 110 segera berkoordinasi dengan PAMAPTA I untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

PAMAPTA I bersama piket SPKT Polres Wonosobo dan piket SPKT Polsek Kertek kemudian mendatangi lokasi kejadian. Saat petugas tiba di rumah pasien, kondisi rumah dalam keadaan gelap karena seluruh lampu dimatikan. Dari dalam rumah, petugas hanya mendengar suara benda-benda yang dilempar oleh pasien.

Melihat situasi tersebut, petugas tidak langsung melakukan tindakan paksa. Dengan pendekatan humanis, petugas berupaya mengajak pasien berkomunikasi dan menenangkannya terlebih dahulu sambil memantau perkembangan situasi. Setelah kondisi pasien mulai lebih tenang, petugas kemudian masuk ke dalam rumah untuk melakukan pengamanan.

Dalam proses penanganan tersebut, petugas bekerja sama dengan tenaga medis dan Kepala Dusun setempat. Demi keselamatan pasien maupun warga sekitar, tenaga medis memberikan suntikan penenang sesuai prosedur medis sebelum pasien dievakuasi.

Pasien yang disamarkan dengan inisial MF (31) selanjutnya dibawa menggunakan ambulans desa menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang guna mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.

PAMAPTA I Polres Wonosobo, Ipda Dhaniz Nurrizki, S.Tr.I.K., mengatakan bahwa seluruh rangkaian penanganan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis serta keselamatan semua pihak.

“Kami menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center 110 dan segera menuju lokasi. Setibanya di sana, kami melakukan asesmen situasi terlebih dahulu karena kondisi pasien masih emosional. Kami berupaya menenangkan pasien secara persuasif, berkoordinasi dengan keluarga, tenaga medis, dan perangkat wilayah setempat. Setelah kondisi memungkinkan, pasien berhasil diamankan dan dibawa ke RSJ Magelang untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat,” ujar Ipda Dhaniz.

AMZ (29) selaku pelapor dan adik pasien menyampaikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan oleh Polres Wonosobo. Menurutnya, sejak laporan disampaikan melalui layanan 110 hingga petugas tiba di lokasi berlangsung sangat cepat.

“Respon dari 110 Polres Wonosobo sangat cepat, sangat tanggap, dan sangat aktif sekali. Saya telepon langsung diangkat dan petugas sangat responsif. Kami sekeluarga merasa sangat terbantu karena anggota Polri segera datang dan membantu menangani situasi sampai selesai,” ungkap AMZ.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian yang memerlukan kehadiran dan bantuan kepolisian. Layanan tersebut tersedia selama 24 jam sebagai sarana pelayanan cepat bagi masyarakat.

Berkat respons cepat petugas serta sinergi antara keluarga, tenaga medis, perangkat desa, dan kepolisian, situasi di lokasi berhasil dikendalikan dengan aman dan pasien memperoleh penanganan medis yang diperlukan.

Panen Raya Jagung 39 Ton Warnai Sinergi TNI-Polri dan Petani di Kecamatan Kalikajar

WONOSOBO – Polsek Kalikajar bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan kelompok tani menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak II yang berlangsung di lahan gabungan milik anggota Gapoktan Guyub Rukun, Dusun Sigug, Desa Kedalon, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Kalikajar.

Panen raya dilaksanakan di lahan seluas 6,5 hektare yang sebelumnya ditanami jagung menggunakan bibit sebanyak 98 kilogram. Dari hasil panen tersebut, petani berhasil memperoleh produksi jagung sekitar 39 ton. Capaian ini menunjukkan hasil yang cukup baik dan menjadi bukti kerja keras para petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.

Kegiatan panen dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Kalikajar Aiptu Teguh Supriyanto, S.H., Kanit Samapta Aiptu S. D. Edisetyo, S.H., Bhabinkamtibmas Bripka Fendi P., Koramil Kalikajar yang diwakili Peltu Agung, Kasi Kesra Kecamatan Kalikajar, perangkat Desa Kedalon, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Kalikajar, Ketua Gapoktan Guyub Rukun beserta anggota, serta para petani setempat.

Kapolsek Kalikajar melalui Kanit Binmas Aiptu Teguh Supriyanto menyampaikan bahwa sinergi antara petani, pemerintah, TNI, dan Polri sangat penting dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian. Menurutnya, panen raya ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo.

Polres Wonosobo Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

WONOSOBO — Polres Wonosobo menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Mapolres Wonosobo, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas dan diikuti seluruh personel Polres Wonosobo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kompol Agustinus saat membacakan amanat.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa sekaligus pedoman Indonesia dalam berkontribusi menciptakan perdamaian dunia.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keberagaman sosial hingga dinamika global. Di tengah berbagai ancaman perpecahan dan ketidakpastian dunia, Indonesia dinilai mampu menjaga persatuan berkat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Selain itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga diingatkan untuk menghadirkan kebijakan yang berlandaskan keadilan sosial serta terus melawan intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Upacara berlangsung khidmat dan menjadi wujud komitmen Polres Wonosobo dalam menanamkan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Final Persega FC vs Candra Muda FC Siap Digelar, Kapolres Tekankan Pertandingan Aman dan Kondusif

WONOSOBO – Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan partai final Open Turnamen Sepak Bola Afif Husein Cup 2026 yang mempertemukan Persega FC Garung melawan Candra Muda FC Tegalsari. Rapat digelar di Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo pada Sabtu, 30 Mei 2026, sebagai langkah persiapan menjelang pertandingan final yang akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 di Lapangan Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung.

Kegiatan tersebut dihadiri panitia penyelenggara Open Turnamen Afif Husein Cup 2026, Kepala Desa Kayugiyang, Kepala Kelurahan Garung, Kepala Desa Tegalsari, perwakilan Askab PSSI Wonosobo, official Persega FC Garung, official Candra Muda FC Tegalsari, serta ketua dan perwakilan suporter kedua tim. Dalam rapat tersebut, seluruh pihak membahas kesiapan teknis pelaksanaan pertandingan, pengamanan, pengaturan suporter, hingga langkah-langkah antisipasi guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Kapolres Wonosobo menegaskan bahwa pertandingan final harus menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan prestasi olahraga, sehingga seluruh pemain, official, maupun suporter diharapkan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama sejak sebelum pertandingan dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. “Kemenangan adalah tujuan setiap tim, namun yang lebih penting adalah menjaga persaudaraan, sportivitas, dan keamanan bersama. Kami berharap seluruh pihak dapat bekerja sama sehingga pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan rapat koordinasi turut diisi dengan penandatanganan surat kesepakatan bersama oleh panitia, perwakilan tim, dan suporter guna mendukung pelaksanaan Final Open Turnamen Sepak Bola Afif Husein Cup 2026 agar berjalan tertib, aman, serta sesuai regulasi yang berlaku. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi seluruh pihak untuk menjaga kondusivitas selama pelaksanaan pertandingan.

AKBP M. Kasim Akbar Bantilan berharap rapat koordinasi dan Tactical Floor Game (TFG) yang telah dilaksanakan dapat menjadi pedoman seluruh personel pengamanan dan pihak terkait dalam menjalankan tugasnya. Dengan sinergi seluruh unsur yang terlibat, Kapolres optimistis pertandingan final antara Persega FC dan Candra Muda FC dapat berlangsung sukses, aman, dan menjadi hiburan positif bagi masyarakat Wonosobo.

Kasat Lantas Imbau Wisatawan Utamakan Keselamatan Saat Melintas Jalur Dieng

WONOSOBO – Ratusan personel gabungan dari jajaran Polres Wonosobo dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di jalur wisata menuju kawasan Dieng selama libur akhir pekan, Kamis hingga Sabtu, 28–30 Mei 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan wisatawan yang diperkirakan meningkat signifikan selama periode libur panjang.

Kasat Lantas AKP Seno Hartanto menyampaikan bahwa pengamanan difokuskan pada titik-titik rawan kepadatan dan jalur dengan karakteristik tanjakan ekstrem. Personel ditempatkan di sejumlah lokasi strategis seperti Jembatan Ngesong, Gardu Pandang Tieng, Objek Wisata Pintu Langit, jalur 15 persen, Watu Angkruk, Plataran Sikapuk, Wadas Putih, Simpang Tiga Titik O Dieng hingga kawasan Telaga Menjer.

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan bertujuan memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dieng. Petugas juga disiagakan untuk membantu pengguna jalan apabila terjadi hambatan kendaraan, kepadatan arus maupun kondisi darurat lainnya.

Kasat Lantas turut mengimbau para wisatawan agar selalu berhati-hati saat melintasi jalur wisata Dieng yang dikenal memiliki medan menanjak, berkelok dan berkabut, khususnya pada pagi dan malam hari. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Selain itu, masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan dapat segera menghubungi layanan Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam.

Panen Jagung di Kaliguwo, Polsek Kaliwiro Perkuat Program Ketahanan Pangan

WONOSOBO – Hamparan lahan jagung seluas 5.000 meter persegi di Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, memasuki masa panen kuartal II tahun 2026. Kamis, 28 Mei 2026 pagi, jajaran Bhabinkamtibmas Polsek Kaliwiro bersama kelompok tani dan perangkat desa turun langsung memanen jagung hibrida milik Sugeng, anggota Poktan Sido Mukti.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin Aiptu Khanifudin bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Kaliguwo, Suryo, perangkat desa, serta anggota kelompok tani. Proses panen dilakukan di lahan baku sawah (LBS) dengan jarak tanam 70 x 20 sentimeter. Selain pemetikan jagung, petugas dan petani juga melakukan pemotongan batang jagung sebagai bagian dari persiapan pengolahan lahan kembali.

Kapolsek Kaliwiro melalui Aiptu Khanifudin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan anggota kepolisian di sektor pertanian diharapkan mampu memberi semangat kepada petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Kaliwiro.

Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 2,5 ton jagung hibrida dengan kadar air di atas 20 persen. Hasil panen selanjutnya akan dijual kepada pengepul di Desa Kaliguwo sebelum lahan kembali diolah untuk musim tanam berikutnya. Benih yang akan digunakan disebut berasal dari bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan itu juga menjadi wujud sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung swasembada pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Antisipasi Peningkatan Arus Wisatawan, Polres Wonosobo Perkuat Pengamanan Jalur Dieng

Polres Wonosobo menyiagakan personel di jalur wisata Dieng sejak Kamis (28/5/2026) dini hari mulai pukul 04.00 WIB sebagai langkah antisipasi menghadapi kemungkinan lonjakan wisatawan pada momentum libur panjang dan akhir pekan. Kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan di sejumlah titik strategis yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Dieng.

Personel kepolisian ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan arus kendaraan, termasuk jalur tanjakan, persimpangan, serta kawasan yang kerap mengalami peningkatan volume lalu lintas saat kunjungan wisatawan meningkat. Selain melakukan pengaturan arus lalu lintas, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara untuk tetap berhati-hati mengingat kondisi jalur menuju Dieng yang didominasi medan menanjak dan berkelok.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas agar aktivitas wisata masyarakat dapat berjalan aman dan nyaman. Polres Wonosobo juga menyiapkan langkah antisipasi berupa rekayasa lalu lintas apabila terjadi penumpukan kendaraan di jalur menuju kawasan wisata.

Kawasan Dieng sendiri menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Wonosobo yang setiap periode libur panjang hampir selalu mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Dengan kehadiran personel di lapangan sejak dini hari, diharapkan arus kendaraan tetap terkendali dan masyarakat dapat menikmati perjalanan wisata dengan aman serta lancar.