Satlantas Polres Wonosobo Sosialisasikan Tertib Berlalu lintas Di SMP N 1 Wonosobo

Satlantas Polres Wonosobo menggelar kegiatan sosialisasi budaya tertib lalu lintas di SMP Negeri 1 Wonosobo dengan menjadi pembina upacara bendera pada Senin (20/1). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para siswa.

 

Dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Wonosobo, Aiptu Rudi Nugroho, S.H., kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Aiptu Rudi menyampaikan pentingnya peran siswa sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

 

“Kami berharap para siswa dapat menjadi contoh dalam menerapkan budaya tertib lalu lintas di lingkungan masing-masing. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan generasi muda yang peduli terhadap keselamatan di jalan raya,” ujar Aiptu Rudi.

 

Selain itu, Aiptu Rudi juga mengingatkan para siswa agar tidak menggunakan kendaraan bermotor sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi . Hal ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan yang sering melibatkan pengendara di bawah umur.

Penyuluhan Kenakalan Remaja untuk Pengurus OSIS MTS Maarif Sapuran, Polsek Sapuran Berikan Pembekalan di LDK

Sebanyak 30 anggota OSIS MTS Maarif Sapuran mengikuti penyuluhan mengenai kenakalan remaja yang diadakan pada Sabtu pagi (18/01). Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini merupakan bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diikuti oleh pengurus OSIS di sekolah tersebut.

Penyuluhan ini dipandu oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sapuran, Brigpol Anggi Saka dan Brigpol Sidik Yuliyanto, yang membahas berbagai permasalahan terkait kenakalan remaja, termasuk kekerasan antar siswa, penyalahgunaan narkoba, serta dampak negatif dari perilaku menyimpang di kalangan generasi muda. Kedua narasumber tersebut menekankan pentingnya peran OSIS sebagai agen perubahan dalam mencegah kenakalan remaja di sekolah.

“Sebagai pemimpin di sekolah, kalian adalah contoh bagi teman-teman kalian. Kami berharap materi yang kami sampaikan dapat memberikan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya menjaga perilaku positif dan menghindari kenakalan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Brigpol Anggi Saka dalam sambutannya.

Kegiatan penyuluhan ini juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah. Salah satu topik yang banyak menarik perhatian adalah bagaimana menghadapi tekanan teman sebaya dalam situasi yang memicu kenakalan remaja.

Pihak MTS Maarif Sapuran mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik. Kepala Sekolah MTS Maarif Sapuran menyatakan bahwa, melalui kegiatan semacam ini, diharapkan para pengurus OSIS dapat lebih proaktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan karakter siswa.

Melalui penyuluhan ini, Polsek Sapuran berharap agar pengurus OSIS tidak hanya menjadi contoh yang baik bagi teman-teman mereka, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencegah kenakalan remaja yang semakin marak di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi positif antara pihak kepolisian dan dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi muda.

Polres Wonosobo Amankan Pria Pengedar Sabu, Temukan Bukti di Kamar Tersangka

Dalam upaya memberantas peredaran narkotika, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo berhasil menangkap seorang pria berinisial AP (37), Warga Wonosobo. AP diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan pada Selasa, 14 Januari 2025, sekitar pukul 15.30 WIB di kediamannya.
Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. “Setelah menerima laporan, kami segera melakukan penyelidikan mendalam dan akhirnya berhasil mengamankan tersangka di rumahnya,” ungkap AKP Teguh.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan tersangka dalam penyalahgunaan narkotika. Barang bukti tersebut meliputi:
Satu plastik klip bening ukuran sedang berisi empat paket sabu berlabel A, B, C, dan D yang ditemukan di bawah kasur. Dengan total berat bruto 1.22 Gram
Satu gunting warna silver kombinasi biru, satu korek gas warna silver kombinasi ungu, dua pipet kaca, satu sekop dari potongan sedotan warna putih, dan satu bong dari botol plastik bekas yang masih mengandung sisa sabu.
Satu unit ponsel beserta simcard, serta satu unit sepeda motor lengkap dengan STNK.
Barang-barang tersebut ditemukan di kamar tersangka dan diduga kuat digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkotika. Saat ini, tersangka AP bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Wonosobo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, AP dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal ini mengatur ancaman pidana berat bagi siapa pun yang terbukti memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I (Jenis Sabu) tanpa hak dan melawan hukum. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun kurungan.
Polres Wonosobo tidak hanya berkomitmen memberantas peredaran narkotika, tetapi juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan mereka. “Peran serta masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” tambah AKP Teguh.
Dengan langkah tegas ini, Polres Wonosobo berharap dapat memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

Polres Wonosobo Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional, personel Polres Wonosobo melaksanakan upacara bendera pada Jumat (17/1) di halaman Mapolres Wonosobo. Upacara yang digelar rutin setiap tanggal 17 tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran anggota Polres Wonosobo.

 

Wakapolres Wonosobo, Kompol Rendi Johan, dalam amanatnya beliau menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri.

 

“Saya mengingatkan kepada seluruh personel untuk selalu menjaga profesionalisme dan menghindari segala bentuk pelanggaran. Sebagai aparat penegak hukum, kita harus menjadi teladan bagi masyarakat dengan mengedepankan integritas dan tanggung jawab,” tegas Kompol Rendi Johan

 

Wakapolres juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan serta menjaga nama baik institusi Polri. “Kedisiplinan dan integritas adalah kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai tindakan kita mencoreng kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepada Polri,” tambahnya.

 

Melalui peringatan Hari Kesadaran Nasional ini, Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga keamanan di wilayah hukum Wonosobo.

Cegah Gangguan Kesehatan, Polres Wonosobo Gelar Pemeriksaan Berkala untuk Ratusan Personel

Sebagai upaya menjaga kesehatan fisik dan mental anggotanya, Polres Wonosobo menggelar pemeriksaan kesehatan berkala pada Kamis, 16 Januari 2025. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan personel ini dipusatkan di gedung serba guna Polres Wonosobo dan melibatkan tim urkes Polres Wonosobo serta menggandeng Laboratorium Klinik ASA

Menurut Ps. Kasidokkes Polres Wonosobo, Bripka Mufa’ik, A.Md. Kep , pemeriksaan rutin ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan anggota dalam keadaan prima sehingga mampu menghadapi tugas dengan optimal. “Kegiatan ini tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesiapan mental para personel. Dengan kondisi yang sehat, para anggota dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bripka Mufa’ik.

Selain pemeriksaan kesehatan umum, tim medis juga memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, serta kondisi kesehatan jantung para personel. Pemeriksaan menyeluruh ini dinilai penting untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan yang bisa menghambat kinerja.

Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi agenda rutin Polres Wonosobo sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan anggotanya. Dengan langkah ini, diharapkan personel Polres Wonosobo dapat senantiasa menjalankan tugas dengan optimal, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Polsek Wadaslintang Amankan Seorang Warga

Wadaslintang, 14 Januari 2025 – Polsek Wadaslintang berhasil mengevakuasi seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengamuk di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, pada Senin (14/01) pagi. Kejadian tersebut menyebabkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar yang sempat merasa terancam akibat perilaku tidak terkendali dari individu tersebut.

Kapolsek Wadaslintang, AKP Anriastida, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga setempat yang melaporkan adanya seorang pria dengan gangguan jiwa yang bertingkah aneh di desa. Warga pun segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian untuk menghindari adanya korban.

“Mendapatkan informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kami bekerja sama dengan pihak keluarga dan relawan kesehatan untuk menenangkan individu tersebut dan membawa yang bersangkutan ke RSUD Prembun ,” ujar AKP Anriastida.

Setelah berhasil menenangkan, petugas bersama dengan tim medis dari RSUD Prembun melakukan evakuasi dan membawa ODGJ tersebut untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk tindak lanjut penanganan lebih lanjut.

Warga Desa Tirip mengapresiasi respons cepat dari Polsek Wadaslintang yang mampu menangani situasi dengan aman dan tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah datang dengan cepat dan berhasil menenangkan serta membawa orang tersebut ke tempat yang lebih aman,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, ODGJ tersebut masih menjalani perawatan medis dan evaluasi lebih lanjut di fasilitas kesehatan setempat, sementara pihak kepolisian terus memantau situasi di Desa Tirip untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warganya.

Launching Program Makan Gratis di SMP 3 Wonosobo Bersama Forkopimda Kabupaten Wonosobo

Wonosobo, 13 Januari 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan siswa dan meringankan beban orang tua di tengah tantangan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui program inovatif meluncurkan Program Makan Gratis bagi siswa di sekolah-sekolah. Acara peluncuran program ini dilaksanakan di SMP 3 Wonosobo pada hari Senin, 13 Januari 2025, yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, kepala dinas terkait, serta sejumlah pihak lainnya.
Program Makan Gratis ini bertujuan untuk memastikan setiap siswa, khususnya di daerah kurang mampu, dapat memperoleh makanan bergizi dan terjaga kualitasnya selama proses belajar mengajar di sekolah. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat lebih fokus dan optimal dalam belajar tanpa harus terbebani oleh kekurangan asupan gizi.
Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat. S.Ag., mengungkapkan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. “Dengan adanya program makan gratis ini, kami berharap dapat mendukung siswa-siswa kita untuk tumbuh berkembang dengan sehat, serta meringankan beban orang tua yang mungkin kesulitan menyediakan makanan bergizi setiap harinya,” ujarnya.
Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., yang turut hadir dalam acara tersebut, juga memberikan apresiasi atas terobosan ini. “Program ini bukan hanya mendukung pendidikan, tetapi juga memperlihatkan kepedulian terhadap anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Setelah acara simbolis peluncuran program yang dilakukan oleh Bupati Wonosobo dan Forkopimda, seluruh siswa di SMP 3 Wonosobo langsung menikmati hidangan yang telah disiapkan. Program Makan Gratis ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan merata di seluruh sekolah yang ada di Wonosobo.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Berjalan Kondusif, Polres Wonosobo Laksanakan Pengamanan Pertandingan Liga 4 Jateng

Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan ketat dalam pertandingan Derby Sindoro Sumbing Liga 4 Jawa Tengah antara PSIW Wonosobo melawan Persitema Temanggung, Minggu (12/1/2025). Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Tanggulasi, Desa Manggis, Kecamatan Leksono, berakhir imbang dengan skor akhir 1-1.

Kapolres Wonosobo melalui Kasat Samapta, AKP Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd, memimpin langsung pengamanan. Langkah pengamanan dimulai dari proses screening penonton, pengawalan jalur tim tamu, hingga penjagaan ketat selama jalannya pertandingan.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar dan aman. Dari screening awal hingga pengamanan pasca pertandingan, semua prosedur telah diterapkan sesuai standar keamanan,” ujar AKP Nuryawan.

Polres Wonosobo juga memberikan himbauan kepada kedua kelompok suporter agar saling menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan. Langkah ini terbukti efektif dengan tidak adanya insiden yang mengganggu jalannya laga.

Selain itu, pengamanan khusus diberikan pada jalur yang dilalui oleh tim Persitema Temanggung menuju lokasi pertandingan dan sebaliknya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan selama perjalanan tim tamu.

“Kolaborasi antara pihak keamanan, panitia pelaksana, dan elemen masyarakat sangat penting. Kami mengapresiasi kerja sama dari semua pihak yang turut menjaga suasana kondusif dalam derby kali ini,” tambah AKP Nuryawan.

Pertandingan antara dua tim rival ini memang menjadi magnet bagi masyarakat di sekitar Wonosobo dan Temanggung. Meski berakhir tanpa gol, antusiasme suporter tetap terlihat tinggi di sepanjang laga. Dengan pengamanan yang terorganisir, Derby Sindoro Sumbing kali ini sukses menjadi ajang olahraga yang damai dan membangun semangat sportivitas di Jawa Tengah.

Bhabinkamtibmas Desa Bendungan Sosialisasikan Gejala Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan Ternak

Bhabinkamtibmas Desa Bendungan,Kaliwiro, Wonosobo, Bripka Eko Budi Santosa, melaksanakan kegiatan sambang ke peternak setempat untuk memberikan imbauan terkait merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Minggu (12/1).

 

Dalam kegiatan ini, Bripka Eko Budi Santosa mengedukasi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda PMK pada hewan ternak seperti sapi dan kambing. Ia menjelaskan gejala PMK, antara lain mulut berbusa, kuku pecah-pecah, dan demam. Jika peternak menemukan gejala tersebut, mereka diimbau segera melaporkan kepada Dinas Peternakan Kabupaten Wonosobo atau dokter hewan setempat.

 

Selain itu, Bripka Eko juga menekankan pentingnya pengelolaan hewan ternak yang higienis. “Jika ada hewan ternak yang mati akibat PMK, segera kubur bangkainya dan jangan memotong atau mengonsumsi dagingnya. Kebersihan kandang harus selalu dijaga untuk mencegah penyebaran penyakit,” ujar Bripka Eko.

 

Upaya ini merupakan langkah preventif yang dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi wabah PMK, sekaligus menunjukkan kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat peternak.

 

Dengan kegiatan ini, diharapkan peternak di Desa Bendungan lebih waspada dan siap menghadapi wabah PMK demi menjaga keberlangsungan usaha ternak mereka.

Lakukan Sambang, Bhabinkamtibmas Edukasi Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan Ternak

Bhabinkamtibmas Desa Bendungan,Kaliwiro, Wonosobo, Bripka Eko Budi Santosa, melaksanakan kegiatan sambang ke peternak setempat untuk memberikan imbauan terkait merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Minggu (12/1).

 

Dalam kegiatan ini, Bripka Eko Budi Santosa mengedukasi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda PMK pada hewan ternak seperti sapi dan kambing. Ia menjelaskan gejala PMK, antara lain mulut berbusa, kuku pecah-pecah, dan demam. Jika peternak menemukan gejala tersebut, mereka diimbau segera melaporkan kepada Dinas Peternakan Kabupaten Wonosobo atau dokter hewan setempat.

 

Selain itu, Bripka Eko juga menekankan pentingnya pengelolaan hewan ternak yang higienis. “Jika ada hewan ternak yang mati akibat PMK, segera kubur bangkainya dan jangan memotong atau mengonsumsi dagingnya. Kebersihan kandang harus selalu dijaga untuk mencegah penyebaran penyakit,” ujar Bripka Eko.

 

Upaya ini merupakan langkah preventif yang dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi wabah PMK, sekaligus menunjukkan kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat peternak.

 

Dengan kegiatan ini, diharapkan peternak di Desa Bendungan lebih waspada dan siap menghadapi wabah PMK demi menjaga keberlangsungan usaha ternak mereka.