Polres Wonosobo Gagalkan Perang Sarung di Selomerto

Polres Wonosobo berhasil menggagalkan aksi perang sarung yang terjadi di wilayah Kecamatan Selomerto. Dalam operasi yang dilakukan aparat kepolisian, sebanyak 31 anak diamankan beserta barang bukti berupa 18 sarung yang telah dimodifikasi dengan cara diikat pada kedua ujungnya agar lebih keras saat digunakan untuk saling memukul.

Kapolres Wonosobo melalui Kasatreskrim AKP Arif Kristiawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa seluruh anak yang diamankan telah dimintai keterangan dengan didampingi orang tua serta disaksikan oleh perangkat desa. “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para remaja, untuk menjaga ketertiban selama bulan Ramadan. Ini adalah peringatan terakhir. Jika masih ada yang kedapatan melakukan perang sarung, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKP Arif Kristiawan.

Perang sarung yang kerap terjadi di bulan Ramadan dianggap dapat mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan luka-luka. Polres Wonosobo pun mengajak para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dengan adanya tindakan cepat dari pihak kepolisian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang, sehingga bulan suci Ramadan dapat dijalani dengan aman dan penuh ketenangan.

Ramadhan Penuh Berkah, Polres Wonosobo Berbagi Takjil untuk Sesama

Menyambut bulan suci Ramadhan, Polres Wonosobo menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, Jumat (7/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di depan Mapolres Wonosobo ini diprakarsai langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., dan diikuti oleh seluruh pejabat utama Polres serta pengurus Bhayangkari Cabang Wonosobo.

Dengan senyum ramah, Kapolres bersama jajarannya turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada pengendara yang melintas. Tidak hanya kepada pengendara motor dan mobil, takjil juga diberikan kepada pejalan kaki serta masyarakat sekitar yang tengah beraktivitas.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo terhadap masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. “Kami ingin berbagi berkah Ramadan dengan masyarakat. Semoga takjil ini bisa membantu mereka yang masih dalam perjalanan agar bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga. Banyak yang mengapresiasi aksi sosial ini sebagai bentuk kepedulian nyata dari kepolisian kepada masyarakat.

Selain membagikan takjil, momen ini juga dimanfaatkan oleh Kapolres dan anggotanya untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan berlalu lintas serta pentingnya menjaga ketertiban selama Ramadan.

Dengan adanya kegiatan ini, Polres Wonosobo berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah ini.

Peduli Ekonomi Rakyat, Polres Wonosobo Sediakan Sembako Murah

Dalam upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, Polres Wonosobo menggelar bazar pasar murah yang berlangsung di Puja Sera Jalan Mayor Muin Jumat (7/3). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang ingin mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Kami ingin membantu masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Kegiatan bazar pasar murah ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Polres Wonosobo, yang diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

Polres Wonosobo Tangkap Pengedar Sabu, Barang Bukti 1,1 Gram Diamanka

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayahnya dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Candi 2025. Seorang pria berinisial MM (29) warga Mojotengah, ditangkap pada Selasa, 4 Maret 2025 di depan pertigaan TPA Jlegong, Pagerkukuh, Wonosobo. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan 1,1 gram sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di wilayah Wonosobo. Satresnarkoba Polres Wonosobo kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap tersangka MM.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu dalam plastik klip bening yang disembunyikan dalam bungkus makanan ringan. Selain itu, polisi juga menemukan bong (alat hisap), sedotan, pipet kaca, korek gas, serta sebuah ponsel Samsung A23 yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba. Polisi juga menyita kendaraan yang digunakan tersangka, yaitu Honda Vario berplat nomor lokal wonosobo

Saat ditangkap, tersangka sempat berusaha membuang sabu yang dibungkus tisu dan dilakban merah. Namun, petugas berhasil mengamankan barang bukti tersebut,”ujar AKP Teguh Sukosso, S.H., M.H., Kasatresnarkoba Polres Wonosobo.

Saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Wonosobo. Polisi juga berencana mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Polres Wonosobo terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkotika. Operasi Pekat Candi 2025 akan terus digelar guna memberantas peredaran narkoba di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Wonosobo.

Polres Wonosobo Bagikan Takjil Gratis Secara Mobiling untuk Masyarakat

Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan, Polres Wonosobo menggelar kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat , Kamis (6/3).Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini pembagian dilakukan secara mobiling, di mana petugas berkeliling untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan, pedagang kaki lima, hingga warga yang membutuhkan.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Sesama guna mendekatkan diri kepada masyarakat serta membantu mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. Dengan cara mobiling ini, kami berharap lebih banyak warga yang terbantu,” ujar Kapolres

Petugas dari berbagai satuan dikerahkan untuk membagikan takjil di sejumlah titik strategis, seperti kawasan Jalan Giri Margo, Pasar Induk, dan Jalan Resimen. Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Dengan adanya aksi sosial ini, Polres Wonosobo berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menebarkan semangat kebersamaan di bulan penuh berkah ini.

Kebakaran di Mojotengah: Rumah Warga Ludes, Kerugian Capai Puluhan Juta

Mojotengah, Wonosobo – Kebakaran melanda sebuah rumah milik Sdr. Siti Ngaisah di Dusun Kongsi, RT 002 RW 003, Desa Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, pada saat keluarga sedang berbuka puasa, Rabu (5/3). Kejadian ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp. 70.000.000.

Kronologi kejadian bermula saat Sdr. Siti Ngaisah dan keluarganya tengah berbuka puasa, tiba-tiba listrik di rumah mereka padam. Anaknya kemudian pergi ke dapur untuk memeriksa situasi dan mendapati api sudah berkobar di bagian atap rumah. Upaya pemadaman dengan air dilakukan, namun api justru semakin membesar. Setelah memastikan bahwa kompor dan water heater tidak menjadi sumber kebakaran, anak korban segera keluar rumah dan meminta pertolongan warga sekitar.

Perangkat Desa Bumirejo yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan insiden ini ke BPBD Wonosobo. Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran bersama Polsek Mojotengah, Koramil Mojotengah, dan Damkar Wonosobo tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemadaman api.

Dampak dari kebakaran ini tidak hanya menghanguskan atap rumah Sdr. Siti Ngaisah, tetapi juga merambat ke bagian dapur rumah milik Sdr. Khulaimi dan Sdri. Musinah, yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian atapnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran. Sementara kebakaran tersebut diduga karena konsleting listrik hingga menyambar atap rumah, warga sekitar bergotong royong membantu membersihkan puing-puing rumah yang terdampak.

Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran dan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman guna menghindari insiden serupa di masa mendatang.

Polsek Sapuran Amankan 15 Pelaku Perang Sarung, Cegah Bentrokan Antar Remaja

Jajaran Polsek Sapuran berhasil mengamankan sejumlah remaja yang terlibat dalam aksi perang sarung di wilayah Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Kejadian ini terjadi pada Selasa (4/3), ketika sekelompok remaja berkumpul di jalanan dan mulai melakukan aksi saling serang menggunakan sarung yang telah dimodifikasi.
Kapolsek Sapuran, AKP Suryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang resah dengan aksi berbahaya tersebut. “Saat kami sedang melaksanakan patroli, kami mendapat laporan dan segera bergerak cepat. Petugas langsung menuju lokasi dan mengamankan beberapa pelaku untuk mencegah bentrokan lebih lanjut,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, para remaja yang diamankan mayoritas masih berstatus pelajar. Mereka mengaku hanya ikut-ikutan tren tanpa menyadari bahaya dan dampak dari perbuatan tersebut. Saat ini, mereka telah dibawa ke Mapolsek Sapuran untuk didata dan diberikan pembinaan.
Polsek Sapuran mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. “Kami akan terus melakukan patroli rutin guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami juga berharap adanya peran aktif dari orang tua dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan,” tambah Kapolsek.
Dengan adanya langkah tegas dari kepolisian, diharapkan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi, dan para remaja bisa lebih mengisi waktu dengan kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi diri mereka dan lingkungan sekitar.

Polsek Leksono Evakuasi Tanah Longsor di Jl. Provinsi Ruas Sawangan – Kaliwiro, Lalu Lintas Lumpuh Total

Sebuah peristiwa tanah longsor terjadi di Jalan Provinsi ruas Sawangan – Kaliwiro, tepatnya sebelum TPK Dempes, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, sekitar pukul 17:45 WIB. Longsor yang membawa material berupa bebatuan dan tanah menutupi sebagian besar badan jalan, menyebabkan terhentinya aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut.
Peristiwa ini mengakibatkan akses Sawangan menuju Kaliwiro lumpuh. Polisi dari Polsek Leksono, bersama dengan petugas Dinas Bina Marga, Damkar Wonosobo, Koramil Leksono, segera melakukan evakuasi untuk membersihkan material longsoran.
Beruntung, setelah sekitar dua jam, sekitar pukul 20:30 WIB, alat berat dari Dinas Bina Marga Wonosobo tiba di lokasi untuk membantu proses pembersihan. Selain itu, bantuan juga datang dari petugas Damkar Wonosobo, yang turut serta dalam penanganan longsoran tersebut.
Setelah dilakukan pembersihan secara intensif, material longsor berhasil diangkat, dan pada pukul 21:15 WIB, jalan tersebut dapat dilalui kembali oleh kendaraan. Lalu lintas perlahan kembali normal, meskipun para pengguna jalan diminta tetap berhati-hati mengingat kondisi jalan yang masih bisa terpengaruh cuaca ekstrem.
Kapolsek Leksono IPTU Tajudhin, menghimbau agar pengendara tetap waspada saat melintas di wilayah tersebut, mengingat kawasan ini rawan terjadinya longsor, terutama saat musim hujan.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan pihak berwenang dalam menangani bencana alam, serta kerja sama yang solid antara instansi terkait dalam menjaga kelancaran transportasi di wilayah Wonosobo.

Longsor Tutup Jalan di Pulosaren, Polsek Kepil dan Tim Gabungan Bergerak Cepat

Wonosobo, Hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo menyebabkan terjadinya tanah longsor di Jalan Provinsi ruas Sapuran – Kaliangkrik, tepatnya di Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo pada Jumat (28/2). Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan tertutup material longsoran, sehingga menghambat arus lalu lintas.
Mendapat laporan dari warga, Polsek Kepil bersama tim gabungan dari BPBD Wonosobo, TNI, relawan, serta masyarakat setempat segera melakukan evakuasi material longsor. Kapolsek Kepil, AKP Harwoko, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk memastikan jalur utama ini dapat segera dilalui kembali.
“Kami bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi begitu mendapat laporan. Saat ini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung agar jalan bisa kembali normal secepat mungkin,” ujar Kapolsek Kepil.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, pihak berwenang mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada, mengingat potensi longsor susulan masih ada akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi.
Sementara itu, alat berat dari Damkar Wonosobo dan alat berat dari Dinas Bina Marga Wonosobo telah dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan. Masyarakat setempat juga turut membantu dengan peralatan seadanya. Diharapkan, akses jalan dapat kembali normal dalam waktu dekat agar aktivitas warga tidak terganggu.
Pemerintah daerah mengingatkan kepada seluruh warga, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, agar selalu waspada dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda pergerakan tanah guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Antusiasme Masyarakat Terhadap Layanan Samsat Keliling

Wonosobo – Satlantas Polres Wonosobo terus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor dengan rutin menggelar layanan Samsat Keliling di berbagai wilayah Kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan serta menghindari keterlambatan pembayaran yang dapat berakibat denda.

Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, menjelaskan bahwa layanan Samsat Keliling ini dilaksanakan secara terjadwal di beberapa Kecamatan di wilayah Wonosobo. “Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah dalam membayar pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat. Dengan layanan ini, kami berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan semakin meningkat,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Dengan adanya Samsat Keliling, masyarakat dapat menghemat waktu dan tenaga karena layanan ini hadir lebih dekat dengan mereka.

Dengan adanya Samsat Keliling ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan semakin meningkat, serta dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pajak yang dibayarkan.