Kapolsek Selomerto Apresiasi Petani dalam Panen Raya Padi di Dusun Bendungan

Wonosobo – Polsek Selomerto bersama sejumlah unsur Forkompimca menghadiri kegiatan Panen Raya Padi yang dilaksanakan di lahan persawahan Dusun Bendungan, Desa Simbarejo, Kecamatan Selomerto, pada Jumat (13/6). Panen tersebut digelar oleh Kelompok Tani Krida Tani 2 yang dipimpin oleh Bapak Sarno, warga RT 03 RW 02 Dusun Bendungan.

 

Panen Raya dilakukan di lahan seluas 843 meter persegi dengan hasil produksi mencapai 580 kilogram padi basah. Usia tanam padi yang dipanen tersebut mencapai 100 hari. Berdasarkan harga pembelian pemerintah melalui Bulog, harga padi basah saat ini berada di angka Rp6.500 per kilogram.

 

Kapolsek Selomerto Iptu Saptno  dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para petani.

 

“Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan para petani dalam bercocok tanam, tetapi juga menjadi wujud nyata ketahanan pangan di wilayah Selomerto. Kami dari Polsek siap mendukung setiap upaya masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan dan keamanan lingkungan,” ujar Kapolsek.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini  anggota Polsek Selomerto,  anggota Koramil Selomerto, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Selomerto, Kasi Trantib Kecamatan Selomerto, serta warga masyarakat setempat.

Perkuat Sinergi, Ditbinmas Polda Jateng Supervisi Sat Binmas Polres Wonosobo dan Temanggung

Wonosobo – Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas fungsi pembinaan masyarakat (Binmas), Direktorat Binmas Polda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan supervisi dan asistensi di Sat Binmas Polres Wonosobo dan Polres Temanggung, pada Kamis (12/6).

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tim dari Ditbinmas Polda Jateng yang melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program pembinaan masyarakat yang telah, sedang, dan akan dijalankan oleh jajaran Sat Binmas di dua wilayah tersebut.

 

“Supervisi ini bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan pembinaan masyarakat berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur, serta selaras dengan kebijakan Kapolri dalam mewujudkan Polri yang Presisi,” ungkap Ketua Tim Supervisi dari Ditbinmas Polda Jateng AKBP Maulud, S.Ag.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan administrasi, capaian program, serta berdiskusi langsung dengan para personel Binmas terkait tantangan dan inovasi di lapangan. Tak hanya itu, pendekatan humanis serta peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pembinaan juga menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

 

Kasat Binmas Polres Wonosobo dan Kasat Binmas Polres Temanggung menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kami berharap dengan adanya supervisi ini, seluruh anggota Binmas makin termotivasi untuk bekerja lebih optimal dan adaptif terhadap perkembangan situasi kamtibmas di tengah masyarakat,” ujar Kasat Binmas Polres Wonosobo Kompol Bambang AS.

 

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusias, serta ditutup dengan sesi evaluasi dan arahan dari tim Ditbinmas sebagai bahan perbaikan dan penguatan pelaksanaan tugas ke depan.

 

Dengan adanya supervisi ini, diharapkan fungsi pembinaan masyarakat oleh Polri semakin kuat, responsif, dan memberikan dampak positif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

 

Dalmas Awal Digelar! Polres Wonosobo Tunjukkan Kesiapan Hadapi Ancaman Keamanan

Wonosobo – Untuk memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Wonosobo menggelar latihan Dalmas Awal di halaman Mapolres, Kamis (12/6). Latihan ini merupakan bagian dari upaya Polres dalam meningkatkan profesionalisme dan respons cepat terhadap situasi kontinjensi.

 

Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Wonosobo Kompol Darianto, S.H., latihan ini melibatkan puluhan personel yang dilatih secara intensif dalam teknik pengendalian massa, pembentukan formasi Dalmas, hingga simulasi penanganan kerusuhan skala ringan.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan anggota di lapangan. Dalmas bukan sekadar barisan, tetapi simbol ketangguhan dan kesigapan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan,” ujar Kabag Ops dalam sambutannya.

 

Latihan dimulai dengan apel pengecekan personel, dilanjutkan pemanasan fisik, kemudian para personel mempraktikkan formasi dasar Dalmas Awal, seperti sikap siaga, penggunaan tameng, hingga formasi dorong. Tak hanya itu, simulasi pengamanan unjuk rasa yang disertai dengan penanganan massa juga dilakukan dengan penuh semangat.

 

Selain sebagai latihan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan mental dan disiplin bagi para anggota.

 

“Kami ingin setiap anggota mampu bertindak cepat, terukur, dan tetap humanis di tengah tekanan massa,” tambahnya.

 

Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta yang merasa pentingnya latihan semacam ini dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan, terlebih menjelang agenda-agenda besar nasional maupun lokal.

 

Dengan digelarnya latihan ini, Polres Wonosobo menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menunjukkan kesiapan penuh menghadapi segala kemungkinan yang mengancam stabilitas wilayah.

 

Sobo Wargo di Timbang, Polres Wonosobo Serap Aspirasi dan Imbau Jaga Keamanan Lingkungan

Wonosobo, 10 Juni 2025 – Dalam rangka mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat, Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Sobo Wargo di Desa Timbang, Kecamatan Leksono. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polres Wonosobo untuk hadir lebih dekat, mendengarkan langsung aspirasi, serta memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

 

Dalam pelaksanaan giat tersebut, jajaran Polres Wonosobo berdialog dengan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat. Masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun informasi terkait situasi kamtibmas di wilayah mereka. Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas, seperti antisipasi tindak kriminalitas, pencegahan peredaran narkoba, hingga pentingnya menjaga kerukunan antarwarga.

 

Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar bantilan, S.I.K., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan Sobo Wargo merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan membangun komunikasi dua arah yang konstruktif antara Polri dan masyarakat. “Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara humanis,” ungkapnya.

 

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara polisi dan masyarakat semakin harmonis, serta situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Wonosobo dapat terjaga dengan baik dan kondusif.

Peduli Kesehatan Pengemudi, Polres Wonosobo Gelar Pemeriksaan Gratis Selama Sepekan

WONOSOBO — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Kepolisian Resor Wonosobo menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengemudi ojek online. Kegiatan ini berlangsung di Klinik Dokkes Polres Wonosobo, Jalan Bhayangkara Nomor 18, Wonosobo, mulai 10 hingga 16 Juni 2025.

Pelaksanaan hari pertama digelar pada Selasa, 10 Juni 2025. Sejak pagi, puluhan pengemudi ojek online mulai berdatangan untuk memanfaatkan layanan ini. Pemeriksaan dibuka pukul 09.00 WIB, dengan pendaftaran ditutup pada pukul 14.00 WIB. Peserta yang sudah mendaftar tetap akan dilayani hingga antrean selesai.

Layanan kesehatan dilakukan oleh tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Wonosobo yang dipimpin oleh dr. Muhammad Fuad dan drg. Riska Dara Puspita. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah serta evaluasi umum kondisi kesehatan. Jika ditemukan keluhan terkait kesehatan gigi dan mulut, peserta akan dikonsultasikan langsung dengan dokter gigi dari tim yang sama.

Kasi Dokkes Polres Wonosobo, Bripka Mufaik, Amd. Keb., mengatakan kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Polres terhadap pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online, yang kerap mengabaikan kesehatan karena tuntutan pekerjaan.

“Di hari pertama ini, antusiasme peserta cukup tinggi. Kami ingin mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang setiap hari berada di jalanan,” ujar Mufaik.

Ia menambahkan, layanan ini bersifat preventif sekaligus edukatif. Polres Wonosobo menargetkan ratusan pengemudi dapat terlayani selama sepekan pelaksanaan.

Polres Wonosobo Kawal Arus Wisata Dieng Sejak Subuh, Tertibkan Parkir dan Lalu Lintas

Wonosobo – Kepolisian Resor Wonosobo melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di kawasan wisata Dieng sejak dini hari, Minggu, 8 Juni 2025. Penempatan personel dimulai pukul 04.00 WIB, seiring meningkatnya wisatawan yang ingin menyaksikan matahari terbit dari kawasan Gardu Pandang hingga area atas dataran tinggi Dieng.

Pengamanan dimulai dari Pertigaan Menjer di Pasar Garung hingga titik nol kilometer Dieng, dengan penempatan personel di berbagai titik strategis. Kepadatan kendaraan meningkat signifikan sejak subuh, terutama di sepanjang jalur menanjak menuju kawasan wisata utama.

“Pengaturan arus lalu lintas dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, S.H., M.H., untuk memastikan kelancaran akses wisatawan yang naik maupun turun,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Tak hanya pengamanan lalu lintas, Polres juga melakukan pembinaan kepada pengendara, khususnya yang memarkirkan kendaraan di tepi jalan. Pembinaan tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Kompol Bambang AS, yang mengarahkan pengemudi agar menggunakan kantong-kantong parkir yang telah disediakan.

“Petugas memberi edukasi langsung agar tidak memarkir kendaraan sembarangan, karena bisa menimbulkan kemacetan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya,” kata Bambang di sela pengamanan.

Selain titik-titik jalan utama, personel juga disiagakan di lokasi-lokasi wisata favorit, seperti Telaga Menjer, Telaga Warna, Kawah Sikidang, dan kompleks Candi Arjuna. Petugas tampak aktif membantu wisatawan, mengarahkan lalu lintas, dan menjaga ketertiban umum.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul meningkatnya arus kunjungan wisatawan pada akhir pekan dan musim libur sekolah. Dengan medan jalan yang sempit dan menanjak, kawasan Dieng memang memerlukan pengelolaan lalu lintas yang cermat untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan.

Polda Jateng Luruskan Isu 11 Ormas: Penindakan Ditujukan pada Oknum, Bukan Organisasi

Polda Jateng, Kab. Boyolali | Polda Jawa Tengah memberikan klarifikasi atas pernyataan yang sempat memicu keberatan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) terkait hasil operasi pemberantasan premanisme dalam rangkaian Operasi Aman Candi 2025. Dalam konferensi pers pada Selasa (3/6/2025) lalu, disebutkan terdapat 11 ormas teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan aksi premanisme di wilayah Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman dalam sebuah klarifikasi usai menghadiri kegiatan Peletakan Baru pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan di Boyolali pada Kamis (5/6/2025) siang. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman publik, khususnya pihak-pihak yang merasa keberatan dengan penyebutan 11 ormas terafiliasi Premanisme dalam konferensi pers sebelumnya.

Waka Polda mengungkap bahwa pihaknya tidak pernah bermaksud menggeneralisasi 11 Ormas tersebut sebagai Premanisme.

“Dimana saat awal pemberitaan konferensi pers hasil Operasi Aman Candi tentang pemberantasan premanisme, ada diksi yang ditangkap berbeda. Oleh sebab itu kami dari Polda Jawa Tengah ingin meluruskan hal tersebut. Dalam pernyataan kami menyebutkan ada 11 ormas yang terafiliasi premanisme. Yang kami maksudkan di sini, yang terafiliasi adalah anggota atau Oknum dari ormas tersebut. Jadi bukan ormasnya, tapi oknum yang mengaku dan menggunakan atribut dari ormas tersebut,” jelasnya.

Wakapolda juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung, termasuk di antaranya ormas dan perguruan pencak silat seperti Pagar Nusa, PSHT, dan lainnya. Ia menegaskan kembali bahwa tidak ada upaya untuk menyudutkan organisasi manapun.

“Saya mohon maaf apabila ada kelompok ormas ataupun perguruan pencak silat seperti Pagar Nusa, PSHT, dan ormas lainnya. Yang dimaksudkan di sini adalah oknumnya. Jadi bukan menggeneralisir 11 ormas itu terlibat, tapi oknum anggotanya yang terlibat dalam kegiatan premanisme,” tegasnya.

Ia juga menyinggung beredarnya potongan video konferensi pers di media sosial yang menurutnya tidak menampilkan keseluruhan konteks keterangan. Dalam pengungkapan kasus tersebut, lanjutnya, ada kelompok dan ada individu yang ditindak, dan konteks itu perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Polda Jateng, menurut Brigjen Latif Usman, tetap berkomitmen kuat untuk memberantas aksi premanisme dan menindak tegas siapa pun yang terlibat di dalamnya sesuai hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penindakan tidak lepas dari peran serta semua pihak.

“Keterlibatan ormas dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam upaya memberantas premanisme dan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat, untuk terus mendukung dalam upaya tersebut,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Wakapolda kembali menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan diksi yang menimbulkan salah pemahaman. Ia menegaskan bahwa Polri tidak pernah mengeneralisasi ormas sebagai pelaku kejahatan.

“Sekali lagi saya mohon maaf apabila dalam diksi yang kami sampaikan tersebut ada kesalahan dalam pemahamannya. Saya tegaskan bahwa kami tidak menggeneralisir ormas terlibat premanisme,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen bersama memberantas premanisme demi menciptakan stabilitas keamanan dan iklim sosial yang kondusif.

“Mari kita berkomitmen bersama bahwa premanisme harus sudah tidak ada lagi di Jawa Tengah. Dengan demikian stabilitas kamtibmas dapat terjaga sehingga pembangunan dan investasi bisa berkembang di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Tiga Sapi dan 14 Kambing, Polres Wonosobo Bagikan Kurban untuk Warga dan Ponpes

WONOSOBO – Halaman Polres Wonosobo menjadi lokasi pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah pada Jumat pagi, 6 Juni 2025. Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan jamaah dari kalangan anggota kepolisian hingga masyarakat Kampung Ngepelan, Wonosobo Barat, mulai memadati area tersebut.

Sholat Id dipimpin oleh Ustad Kamaludin, Imam Utama Masjid Mujahidin Polres Wonosobo. Bertindak sebagai khatib adalah AKP Nur Hasan, S.H., Kasat Intelkam Polres Wonosobo. Dalam khutbahnya, AKP Hasan mengajak jamaah memaknai kurban sebagai bentuk keikhlasan dan rasa syukur atas nikmat rezeki yang telah diberikan Allah SWT.

“Ibadah kurban bukan sekadar ritual, tetapi pengingat untuk berbagi, berbuat kebaikan, dan mencapai kehidupan yang lebih baik. Hewan kurban akan menjadi saksi amal pemiliknya di hari kiamat,” tutur Akp Hasan.

Usai khutbah, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada panitia yang diwakili oleh Ustad Kamaludin. Hewan kurban yang diserahkan terdiri dari tiga ekor sapi dan 14 ekor kambing. Kurban tersebut berasal dari pribadi Kapolres, keluarga, serta anggota Polres Wonosobo.

Ketua panitia kurban, Kompol Deni Wibowo Sri Agung, S.H., mengatakan bahwa daging kurban akan didistribusikan kepada warga sekitar Mapolres, termasuk para buruh gendong, tukang parkir, pemulung, serta tujuh pondok pesantren di wilayah Wonosobo.

“Semangat Idul Adha kami maknai sebagai momentum untuk berbagi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Deni.

Pelaksanaan kurban di Mapolres Wonosobo berlangsung dengan tertib dan khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Dukung Swasembada Pangan, Polres Wonosobo Panen Jagung Serentak di Jlamprang

Polres Wonosobo menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional dengan turut hadir dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang berlangsung hari ini (5/6) di Dusun Melaran, Kelurahan Jlamprang, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan panen raya ini merupakan hasil binaan kerja sama antara Polri dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo. Sebanyak 1,2 hektare lahan jagung non-eksisting yang tersebar di 15 kecamatan telah ditanam serentak sejak 21 Januari 2025, dan kini memasuki masa panen dengan estimasi hasil sekitar 20 ton jagung.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyatakan bahwa kehadiran institusinya tidak hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga wujud nyata keterlibatan Polri dalam mewujudkan kemandirian pangan.

“Swasembada pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian semata, namun juga menjadi perhatian serius kami dari Kepolisian. Oleh karena itu, kami siap mendukung dari sisi pengamanan, pengawasan distribusi hasil panen, serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah pertanian,” ujar Kapolres.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, para petani, serta masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.

“Kegiatan panen raya hari ini merupakan momentum penting, bukan hanya sebagai bentuk syukur atas keberhasilan panen, namun juga sebagai bukti ketangguhan para petani dalam menjaga ketahanan pangan,” tambahnya.

Polres Wonosobo juga memberikan apresiasi kepada para petani, penyuluh, dan seluruh pihak terkait atas dedikasi dan kerja keras mereka. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga ekosistem pertanian agar tetap aman dan produktif.

“Kami siap menjadi penggerak dalam mendukung penuh swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Sabu di Balik Bungkus Rokok: Pemuda Banjarnegara Dicokok Polisi

WONOSOBO – Malam yang hening di Wonosobo mendadak berubah saat tim Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo menggelar operasi senyap. Seorang pemuda berinisial M, 21 tahun, warga Kabupaten Banjarnegara, ditangkap atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu.

Penangkapan berlangsung pada Selasa dini hari, 3 Juni 2025, sekitar pukul 01.45 WIB di kawasan Kalianget, Kabupaten Wonosobo. Lokasi tersebut dikenal sepi pada malam hari, namun malam itu menjadi saksi dari pengungkapan kasus narkotika yang membetot perhatian publik.

Informasi dari masyarakat menjadi pintu masuk. Disebutkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi yang kerap dijadikan titik pertemuan pengguna narkoba. Tim Satresnarkoba pun bergerak cepat melakukan pengintaian. Hingga akhirnya, seorang pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan ditangkap dan kemudian digeledah oleh petugas.

“Dari hasil penggeledahan, kami menemukan satu paket sabu yang disembunyikan dalam bekas bungkus rokok,” ungkap Teguh Sukosso, S.H., M.H., Kepala Satresnarkoba Polres Wonosobo.
Paket sabu itu dikemas rapi: dibungkus plastik klip bening, dimasukkan ke dalam potongan sedotan putih bergaris merah, dililit lakban merah, dan diselipkan ke dalam bungkus rokok Sampoerna Mild. Saat ditemukan, barang haram itu tengah digenggam erat oleh tersangka di tangan kanannya.

Meski jumlahnya hanya 0,7 gram (bruto), polisi tidak menganggap enteng kasus ini. M langsung digelandang ke Mapolres Wonosobo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan awal, Ia mengaku sebagai pengguna.

Namun begitu, aparat kepolisian tetap mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk asal usul sabu yang dimilikinya. Tersangka kini dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun hingga maksimal 12 tahun penjara.

Penangkapan terhadap M turut disaksikan oleh dua warga sipil berstatus pelajar, serta dua personel kepolisian. Polisi telah mengamankan barang bukti, memeriksa para saksi, dan akan segera mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

“Kami juga akan segera melaksanakan gelar perkara guna mengkaji kemungkinan adanya jaringan atau pemasok lain,” tegas Teguh.
Kepolisian menyatakan komitmennya untuk terus menekan peredaran narkotika di Wonosobo, wilayah yang dikenal religius dan agraris, namun mulai terpapar ancaman narkoba di berbagai lini.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami mengimbau agar informasi sekecil apa pun segera disampaikan. Narkoba adalah musuh bersama,” tutupnya.