Belajar Sambil Bermain, Anak TK Bhayangkari 88 Antusias Ikuti Program Polantas Mengajar

Wonosobo — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo menggelar kegiatan Polantas Mengajar bagi siswa-siswi TK Bhayangkari 88 Wonosobo, Kamis (12/2). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Dalam kegiatan itu, personel Satlantas memperkenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas kepada anak-anak dengan metode interaktif dan menyenangkan. Materi disampaikan melalui media gambar, alat peraga, serta simulasi sederhana agar mudah dipahami para siswa taman kanak-kanak.

Tak hanya teori, anak-anak juga diajak mempraktikkan langsung pengenalan rambu melalui permainan edukatif. Mereka tampak antusias saat diminta menyebutkan arti rambu larangan, perintah, hingga peringatan. Suasana semakin semarak dengan kegiatan senam pagi bersama yang dipandu personel polisi lalu lintas.

Kegiatan Polantas Mengajar ini direncanakan berlangsung secara rutin setiap pekan di TK Bhayangkari 88 Wonosobo. Program tersebut diharapkan mampu menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini serta membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat, khususnya anak-anak.

Satlantas Polres Wonosobo menilai edukasi sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang disiplin dan sadar keselamatan di jalan raya.

tambah kutipan kasatlantas, akp seno hartanto dan tambahkan beberapa referensi judul

Wonosobo — Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo menggelar kegiatan Polantas Mengajar bagi siswa-siswi TK Bhayangkari 88 Wonosobo, Kamis (12/2). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Dalam kegiatan itu, personel Satlantas memperkenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas kepada anak-anak dengan metode interaktif dan menyenangkan. Materi disampaikan melalui media gambar, alat peraga, serta simulasi sederhana agar mudah dipahami para siswa taman kanak-kanak.

Tak hanya teori, anak-anak juga diajak mempraktikkan langsung pengenalan rambu melalui permainan edukatif. Mereka tampak antusias saat diminta menyebutkan arti rambu larangan, perintah, hingga peringatan. Suasana semakin semarak dengan kegiatan senam pagi bersama yang dipandu personel polisi lalu lintas.

Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, mengatakan bahwa program Polantas Mengajar merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

“Kami ingin menanamkan pemahaman dasar tentang keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak sejak kecil. Dengan metode belajar sambil bermain, harapannya pesan yang disampaikan bisa lebih mudah dipahami dan diingat,” ujar AKP Seno.

Ia menambahkan, kegiatan Polantas Mengajar akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan di TK Bhayangkari 88 Wonosobo sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

“Edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter disiplin dan kesadaran hukum. Ini juga menjadi sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat, khususnya anak-anak,” tambahnya.

Melalui program tersebut, Satlantas Polres Wonosobo berharap tercipta generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan di jalan serta memahami aturan lalu lintas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kapolres Wonosobo Tekankan Pentingnya Kondusivitas Wilayah Menjelang Ramadhan

Wonosobo – Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. menghadiri kegiatan coffee morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonosobo dalam rangka menjaga cipta kondisi daerah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif menjelang serta selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, termasuk Bupati Wonosobo, jajaran TNI-Polri, serta instansi terkait, sebagai forum koordinasi membahas dinamika dan isu strategis di wilayah Kabupaten Wonosobo pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 bertempat di Pendopo Kab. Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa kegiatan rutin coffee morning diharapkan dapat membangun komunikasi yang intensif untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi. “Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain menyambut bulan puasa tahun 2026 yang biasanya terdapat perbedaan dalam penetapan awal puasa, serta curah hujan yang masih relatif tinggi di wilayah Wonosobo sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam,” ungkap Kapolres. Ia juga menyoroti adanya perbedaan pemahaman agama dan nasab antar ormas yang perlu disikapi dengan pendekatan dialog dan perdamaian yang mengedepankan ukhuwah Islamiyah agar tidak terjadi polarisasi di tengah masyarakat.

“Permasalahan dan isu-isu tersebut perlu kita bahas dan carikan solusi terbaik agar wilayah Wonosobo tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tertib dan nyaman, serta roda pemerintahan dan perekonomian dapat berjalan lancar dan berkembang,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. menyampaikan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari–Maret 2026, kemudian beralih ke musim kemarau pada April–September 2026, dan kembali memasuki musim hujan pada Oktober 2026. Selain itu, disampaikan pula adanya laporan masyarakat melalui kanal Lapor Bupati terkait keresahan atas modus baru peredaran narkotika berupa tembakau sintetis dan sabu-sabu yang memanfaatkan media online dan teknik digital mapping, sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat baik secara fisik maupun di ruang digital melalui kerja sama lintas instansi, peningkatan edukasi bahaya narkoba, penguatan ketahanan keluarga anti narkoba, peningkatan pengamanan tradisi balon udara sebagai ikon wisata nasional, penertiban pedagang di sekitar Pasar Induk, serta kesiapan pengamanan pengiriman alat berat dalam pembangunan Geo Dipa Energi tahap II.

Kolaborasi PPL dan Bhabinkamtibmas Warnai Penanaman Jagung di Gedongan

WADASLINTANG – Upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Wadaslintang kembali diwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung yang dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) pagi. Bhabinkamtibmas Polsek Wadaslintang Briptu Frengki Galih Wibowo bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Wadaslintang dan Kelompok Tani (Poktan) Manggar Muda Dusun Gedongan, Desa Ngalian, turun langsung ke lahan tegalan milik Bengkok Desa seluas kurang lebih 0,65 hektare.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 9,75 kilogram bibit jagung varietas Maxxi ditanam. Penanaman melibatkan Briptu Frengki Galih Wibowo, dua orang PPL Kecamatan Wadaslintang, serta 10 anggota Poktan Manggar Muda.

Kapolsek Wadaslintang melalui Briptu Frengki Galih Wibowo menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus wujud kemitraan dengan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah aktivitas petani diharapkan dapat memberikan motivasi dan rasa aman dalam setiap tahapan produksi pertanian.

Sementara itu, PPL Kecamatan Wadaslintang memberikan pendampingan teknis agar proses tanam sesuai dengan standar budidaya yang dianjurkan. Varietas Maxxi dipilih karena dinilai memiliki potensi hasil tinggi dan adaptif terhadap kondisi lahan tegalan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan hasil panen mendatang mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani Desa Ngalian. Sinergi antara aparat dan masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga stabilitas wilayah juga dapat dilakukan lewat penguatan sektor pertanian—karena ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan bersama.

Anggota Kurang Rapi Langsung Ditegur Saat Gaktiplin di Polres Wonosobo

Wonosobo — Personel Polres Wonosobo mengikuti kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiplin) yang dilaksanakan oleh Bidpropam Polda Jawa Tengah pada Kamis(12/2). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk pengawasan internal guna memastikan kedisiplinan serta profesionalisme anggota Polri tetap terjaga.

Dalam kegiatan itu, tim Propam Polda Jateng melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada seluruh personel. Pemeriksaan meliputi kelengkapan kendaraan dinas maupun pribadi beserta surat-suratnya, surat nyata diri seperti KTA, KTP dan identitas lainnya, hingga pemeriksaan sikap tampang anggota. Selain itu, dilakukan pula tes urine guna memastikan personel bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa anggota yang kedapatan kurang rapi, seperti rambut yang sudah melebihi ketentuan. Terhadap personel tersebut, petugas memberikan teguran langsung di tempat sebagai bentuk pembinaan agar segera menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Sementara itu, untuk pemeriksaan urine, seluruh personel yang menjalani tes dinyatakan negatif.

Kasi Propam Polres Wonosobo, Ipda Rahmad Sujaka, mengatakan bahwa kegiatan Gaktiplin merupakan agenda rutin sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan terhadap anggota.

“Gaktiplin ini merupakan upaya pengawasan internal untuk memastikan seluruh personel Polres Wonosobo tetap disiplin, profesional, serta mematuhi aturan yang berlaku, baik dalam administrasi, sikap tampang, maupun perilaku,” ujar Ipda Rahmad Sujaka.

Ia menegaskan, teguran yang diberikan kepada anggota yang kurang rapi merupakan langkah pembinaan agar personel selalu menjaga penampilan sebagai aparat penegak hukum.

“Kami ingin seluruh anggota menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, mulai dari kerapian, kelengkapan administrasi, hingga perilaku sehari-hari. Untuk hasil tes urine, alhamdulillah seluruhnya negatif, ini menunjukkan komitmen anggota dalam menjaga integritas dan menjauhi narkoba,” tegasnya.

Melalui kegiatan Gaktiplin dari Propam Polda Jateng ini, diharapkan kedisiplinan dan tanggung jawab personel Polres Wonosobo semakin meningkat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga.

Satlantas Polres Wonosobo Gelar Rampcheck Bus di Terminal Mendolo, 3 Kendaraan Dinyatakan Laik Jalan

WONOSOBO – Satlantas Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan rampcheck atau pemeriksaan kelaikan kendaraan bus dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Selasa (10/2/2026). Kegiatan digelar di Terminal Tipe A Mendolo, Wonosobo, dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

Rampcheck dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kendaraan angkutan umum, khususnya bus, memenuhi standar keselamatan dan kelaikan jalan sebelum beroperasi mengangkut penumpang.

Dalam pemeriksaan, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, termasuk sistem pengereman, lampu penerangan, ban, hingga perlengkapan keselamatan. Selain itu, kelengkapan administrasi seperti surat-surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi juga turut diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan terhadap enam kendaraan bus, tidak ditemukan bus yang dinyatakan tidak laik jalan. Sebanyak tiga bus dinyatakan laik jalan dan langsung diberikan stiker sebagai tanda telah lolos rampcheck. Sementara tiga bus lainnya dinyatakan laik jalan dengan catatan dan diberikan peringatan untuk segera melakukan perbaikan pada sejumlah temuan teknis.

Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan, khususnya pada angkutan umum.

“Melalui kegiatan rampcheck ini, kami ingin memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi umum,” ujarnya.

Operasi Keselamatan Candi 2026 sendiri menitikberatkan pada pendekatan preventif dan edukatif guna membangun budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

Selama pelaksanaan kegiatan rampcheck di Terminal Mendolo, situasi berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Ketahanan Pangan Diperkuat, Polsek Watumalang Tanam Jagung di Dusun Pagentan

Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Polsek Watumalang melaksanakan kegiatan penanaman jagung Kuartal IV pada Selasa (10/2/2026) di lahan Poktan/KWT Mekar Mandiri, Dusun Pagentan, Desa Wonokampir, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan dipimpin Kanit Binmas Polsek Watumalang Aipda Agus Murdoko bersama para Bhabinkamtibmas, yakni Briptu Afit selaku BBKTM Desa Wonokampir, BBKTM Desa Bumiroso, BBKTM Desa Kuripan, dan BBKTM Desa Limbangan. Penanaman jagung turut didampingi PPL Kecamatan Watumalang Suratno serta Ketua Poktan/KWT Mekar Mandiri Ny. Sahidah beserta anggota.

Penanaman dilakukan di lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi dengan menggunakan bibit jagung hibrida jenis Maxxi-2 sebanyak 3 kilogram.

Kapolsek Watumalang melalui Kanit Binmas Aipda Agus Murdoko berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta membantu menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kecamatan Watumalang.

Melalui Sobo Wargo, Polres Wonosobo Dorong Partisipasi Warga Jaga Keamanan Desa

Wonosobo — Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan bersama jajaran pejabat utama Polres Wonosobo menggelar kegiatan Polres Sobo Wargo di Desa Karanganyar, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo pada Selasa(10/2). Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara kepolisian dan masyarakat untuk membahas isu keamanan dan ketertiban.

Dalam sesi sambung rasa, salah satu warga, Ketut Ismiyo, menyoroti persoalan kenakalan remaja serta maraknya pencurian kendaraan bermotor. Menanggapi hal tersebut, kepolisian menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja memerlukan keterlibatan bersama keluarga, masyarakat, dan aparat, terutama menjelang momentum tertentu yang rawan memicu aktivitas negatif. Sementara terkait curanmor, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan pengamanan kendaraan serta segera melapor melalui layanan darurat kepolisian 110.

Selain dialog, Polres Wonosobo juga menyampaikan sosialisasi rekrutmen Polri melalui jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama. Kepolisian turut memberikan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, mulai dari pengenalan jenis-jenis narkoba, ciri penyalahgunaan, hingga pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam upaya pencegahan sejak dini.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menegaskan bahwa pendekatan dialogis menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Kami ingin mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga. Keamanan tidak bisa dijaga sendiri oleh polisi, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” kata Kapolres.

Melalui kegiatan Sobo Wargo, Polres Wonosobo berharap terbangun komunikasi dua arah yang berkelanjutan antara kepolisian dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Cegah Kecelakaan Sejak Usia Sekolah, Polisi Edukasi Tertib Lalu Lintas di SMA Takhassus Al-Qur’an

Kasubsatgas Dikmas Lantas, Ipda Imam Santoso, S.H., melaksanakan kegiatan pendidikan kemasyarakatan (Dikmas) serta sosialisasi tertib berlalu lintas kepada pelajar tingkat SMP dan SMA di SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo, Senin (10/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Candi 2026 yang bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar terkait pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta bersikap disiplin dan patuh di jalan raya dalam berkendara.

Dalam sosialisasi tersebut, Ipda Imam Santoso menyampaikan sejumlah materi, mulai dari pengenalan rambu-rambu lalu lintas, etika berkendara yang aman, hingga risiko dan dampak pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Ia menekankan bahwa pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibekali kesadaran berlalu lintas sejak usia dini agar dapat membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab saat berada di jalan raya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar dapat memahami pentingnya tertib berlalu lintas, tidak ugal-ugalan di jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain,” ujar Ipda Imam Santoso.

Ia juga berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapannya, ilmu yang diberikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia pelajar,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para siswa serta pihak sekolah, yang menyambut baik upaya kepolisian dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sejak dini.

Propam Polres Wonosobo Laksanakan Gaktiblin untuk Penegakan Disiplin

WONOSOBO — Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Penegakan, Ketertiban, dan Disiplin (Gaktiblin) terhadap personel Polres Wonosobo Selasa (10/02/2026), sebagai upaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri dalam pelaksanaan tugas.

Kegiatan Gaktiblin dilaksanakan di halaman Mapolres Wonosobo dengan sasaran seluruh personel. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh meliputi sikap tampang, kerapian seragam dinas, kelengkapan identitas diri, surat-surat kendaraan dinas maupun pribadi, serta kelengkapan administrasi lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Sie Propam melakukan pengecekan secara teliti guna memastikan seluruh personel mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. Personel yang ditemukan tidak memenuhi ketentuan diberikan teguran dan pembinaan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.

Kegiatan Gaktiblin ini bertujuan untuk menegakkan disiplin internal serta membentuk karakter personel yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Melalui pelaksanaan Gaktiblin secara rutin, Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Wonosobo Kenalkan Budaya Tertib Berlalu Lintas ke Anak TK

Wonosobo — Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Polres Wonosobo melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Polantas Mengajar kepada siswa-siswi TK Bhayangkari 88 Wonosobo, Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di TK Bhayangkari 88 Wonosobo tersebut bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan budaya membaca kepada anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Wonosobo memberikan materi dasar tertib berlalu lintas dengan metode edukatif dan menyenangkan, seperti pengenalan rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang aman, serta pentingnya disiplin di jalan raya.

Selain itu, siswa-siswi juga diajak mengenal budaya membaca melalui kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Wonosobo. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis buku bacaan anak, sekaligus melakukan praktik membaca secara langsung dengan pendampingan dari petugas.

Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, mengatakan bahwa kegiatan Polantas Mengajar merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam membangun karakter generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus membangun minat baca anak-anak. Harapannya, ke depan mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, cerdas, dan peduli terhadap keselamatan,” ujarnya.

AKP Seno Hartanto menambahkan, kegiatan Polantas Mengajar akan dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sepekan sebagai bentuk komitmen Polres Wonosobo dalam mendukung pendidikan dan keselamatan anak.

Polres Wonosobo berharap melalui kegiatan ini, pesan keselamatan berlalu lintas dapat tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program literasi anak di Kabupaten Wonosobo.