Wonosobo Jateng – Polres Wonosobo menggelar lomba simulasi penanganan laporan kejadian sebagai bentuk upaya dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel kepolisian dalam menghadapi situasi darurat. Lomba tersebut dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai kejadian seperti bencana alam, laka lantas, konflik sosial, dan pidana. Selasa (20/6).
Acara dimulai dengan pembukaan resmi oleh Kapolres Wonosobo, yang menyampaikan tujuan dari lomba simulasi ini yaitu untuk melatih personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat dengan cepat, efektif, dan profesional. Selanjutnya, panitia menyerahkan materi laporan kejadian kepada Kapolsek, yang terdiri dari berbagai jenis kejadian seperti bencana alam, laka lantas, konflik sosial, dan pidana.

Peserta lomba simulasi yang terdiri dari Polsek Kertek, Polsek Leksono, Polsek Mojotengah, Polsek Wonosobo, Polsek Kaliwiro, Polsek Sapuran, Polsek Kejajar, Polsek Kepil, Polsek Garung, Polsek Selomerto, Polsek Sukoharjo, Polsek Watumalang, Polsek Wadaslintang, dan Polsek Kalikajar, akan melaksanakan simulasi sesuai dengan nomor urut undian yang telah ditentukan.
Setiap peserta diberikan waktu maksimal 30 menit untuk menyelesaikan simulasi penanganan kejadian yang diberikan. Selama simulasi, peserta wajib mengikuti peraturan dan tata tertib yang berlaku serta menunjukkan kemampuan dalam menghadapi situasi darurat dengan baik.

Penilaian peserta lomba simulasi penanganan kejadian akan meliputi beberapa indikator, antara lain kodal (pemberian tugas berdasarkan fungsi, AAP, konsolidasi, anev, pengecekan/pengawasan anggota), administrasi pelaporan (surat perintah tugas, penyusunan laporan tugas, kelengkapan data dukung laporan, kecepatan pengiriman laporan kepada satuan atas), aksi performance dan kepemimpinan (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian, kolaborasi, pengambilan keputusan, komunikasi, jukrah, kemampuan analisa), serta tanggung jawab pembagian tugas (penanganan Tempat Kejadian Perkara, tanggung jawab peran, laporan awal dan akhir, pelaksanaan tugas tuntas).
Lomba simulasi penanganan laporan kejadian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel Polres Wonosobo dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus mengadakan pelatihan dan lomba serupa guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Wonosobo. (jetli)


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dan Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi dengan massa. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendengarkan keluhan warga dan mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.
Setelah berlangsungnya diskusi yang konstruktif, bupati dan kapolres berhasil menemui kata sepakat dengan massa. Pihak berwenang menjamin akan mengawasi aktifitas galian tersebut serta melakukan evaluasi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Setelah berhasil menurunkan backhoe polisi, petugas menghimbau warga dengan pendekatan yang humanis agar membubarkan diri dan mengakhiri aksi blokade jalan tersebut. Himbauan ini disampaikan dengan tujuan menjaga ketertiban dan mengembalikan situasi normal di wilayah tersebut.
Polres Wonosobo akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan langkah-langkah preventif guna menjaga keamanan serta menangani konflik yang mungkin timbul di masyarakat. Diharapkan, melalui mediasi yang dilakukan secara adil dan dialog yang baik antara pihak berwenang dan warga, masalah ini dapat diselesaikan dengan penyelesaian yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.