Polres Wonosobo Gerak Cepat Evakuasi Warga Yang Meninggal Dunia di Selokan Pagerkukuh

WONOSOBO – Jajaran Polres Wonosobo bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga berinisial K (66), yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD) setelah diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam selokan/saluran irigasi di Jalan Pagude, Kampung Pagude, Kelurahan Pagerkukuh, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa (14/07/2026) siang sekitar pukul 12.45 WIB. Korban yang merupakan buruh harian lepas asal Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah, sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Senin saat sedang bekerja membersihkan rumput.

Kapolsek Wonosobo, AKP Nur Wahyu Wibowo, mengatakan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan korban, personel Polsek Wonosobo bersama jajaran Polres Wonosobo langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi, serta proses evakuasi bersama unsur terkait.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung mengerahkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Wonosobo, Koramil Wonosobo, BASARNAS, BPBD, serta Relawan RPB Kabupaten Wonosobo. Berkat kerja sama seluruh unsur, proses evakuasi korban dapat dilakukan dengan cepat dan berjalan aman,” ujar AKP Nur Wahyu Wibowo.

AKP Nur Wahyu Wibowo juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di area yang memiliki potensi bahaya, terutama saluran irigasi, parit, maupun lokasi dengan medan licin.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja, khususnya di lokasi yang berisiko. Apabila ada anggota keluarga yang belum kembali sesuai perkiraan atau diduga mengalami keadaan darurat, segera laporkan kepada perangkat desa atau kepolisian terdekat agar upaya pencarian dapat segera dilakukan,” tambahnya.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban awalnya mulai bekerja membersihkan rumput di kebun milik salah seorang warga di Pagerkukuh sejak Senin (13/07/2026) pagi. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban berpamitan untuk buang air besar (BAB). Namun, hingga siang hari korban tidak kunjung kembali, sehingga memicu pencarian mandiri oleh pihak keluarga dan tim relawan gabungan sejak Senin malam, hingga akhirnya ditemukan pada Selasa siang dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter jaga RSUD Wonosobo, dr. Yani Setiadi, korban diperkirakan meninggal dunia dalam rentang waktu 2 hingga 24 jam sebelum ditemukan. Petugas medis menemukan luka terbuka pada pelipis kanan akibat benturan, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga mengalami kesulitan berjalan akibat riwayat penyakit tetanus pada kaki kirinya, kemudian terpeleset ke dalam selokan dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Pihak keluarga yang diwakili adik kandung korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga melalui Kepala Desa Pungangan untuk dimakamkan.

Kapolsek Wonosobo AKP Nur Wahyu Wibowo mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya di area yang memiliki potensi bahaya seperti saluran irigasi, parit, maupun tebing. Warga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia atau dengan kondisi kesehatan tertentu juga diharapkan memberikan pendampingan saat beraktivitas di luar rumah. Apabila terjadi keadaan darurat atau kehilangan anggota keluarga, masyarakat diminta segera menghubungi Polsek terdekat atau Call Center Polri 110 yang aktif selama 24 jam dan bebas pulsa agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin