WONOSOBO – Polres Wonosobo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo meluncurkan Program Polres Wonosobo Peduli CTEV (Clubfoot) atau kaki bengkok pada (1/9/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong deteksi dan penanganan dini terhadap kondisi kaki bengkok pada bayi dan anak.
Peluncuran program sekaligus sosialisasi CTEV digelar dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas jajaran Polres Wonosobo. Dalam kegiatan tersebut, para Bhabinkamtibmas juga menerima buku saku CTEV sebagai bekal untuk membantu memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah binaannya.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan CTEV, pentingnya mendeteksi kondisi tersebut sejak bayi, hingga pentingnya pemeriksaan dan penanganan secara dini. Peserta juga mendapat edukasi mengenai peran orang tua serta pentingnya kepatuhan dalam menjalani terapi dan kontrol kesehatan.
Plh. Wakapolres Wonosobo Kompol Nuryawan Eko Ramdani mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Melalui program ini, kami ingin Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga bisa menjadi penghubung informasi dan membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dengan CTEV,” kata Kompol Nuryawan.
Menurut dia, keberadaan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dinilai dapat membantu menemukan lebih awal bayi atau anak yang memiliki kondisi CTEV.
“Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat diketahui dan ditangani, tentu peluang anak mendapatkan penanganan yang optimal juga semakin besar. Karena itu, kami mengajak orang tua untuk tidak ragu memeriksakan anak apabila menemukan kondisi yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
Program tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memberikan perhatian terhadap anak-anak dengan CTEV.
Polres Wonosobo berharap program Peduli CTEV dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, program ini diharapkan membantu memastikan anak-anak dengan kondisi kaki bengkok mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan sedini mungkin.
“Harapannya, program ini tidak berhenti pada kegiatan launching dan sosialisasi saja. Kami ingin kepedulian ini terus berjalan di lapangan dan semakin banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya deteksi serta penanganan dini CTEV,” kata Kompol Nuryawan Eko Ramdani
