WONOSOBO – Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (12/9/2026) pagi. Api yang awalnya membakar lantai dua salah satu rumah warga dengan cepat merembet ke sejumlah bangunan di sekitarnya akibat kondisi angin yang cukup kencang.
Kapolsek Kejajar Iptu Mashuri mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 08.30 WIB setelah seorang saksi melihat api membakar bagian lantai dua rumah milik Khasoni (60).
“Setelah mengetahui adanya kebakaran, saksi kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman. Api cukup besar dan tertiup angin sehingga dengan cepat merembet ke rumah-rumah di sekitarnya,” ujar Iptu Mashuri.
Warga bersama personel Polsek Kejajar, Koramil Kejajar, BPBD, pemadam kebakaran, perangkat desa dan unsur terkait kemudian melakukan upaya pemadaman. Setelah penanganan selama kurang lebih tiga jam, api berhasil dikendalikan.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 16 bangunan terdampak dalam kejadian tersebut. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat hingga terbakar habis. Selain kerugian materiil, satu warga mengalami luka bakar dan telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Setjonegoro Wonosobo. Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia.
Dari analisis awal, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua rumah warga. Namun, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari saksi maupun korban untuk memastikan penyebab kejadian.
Usai proses pemadaman dan penanganan di lokasi, Polres Wonosobo kemudian memberikan perhatian terhadap kondisi warga yang terdampak. Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., memimpin penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga melalui Kepala Desa Tieng, Farhan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga,” ujar Kompol Nana.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Polwan Polres Wonosobo turut memberikan trauma healing kepada warga terdampak, khususnya anak-anak dan korban yang mengalami rasa takut maupun kecemasan setelah peristiwa kebakaran.
Pendampingan dilakukan melalui komunikasi dan pendekatan humanis. Para korban diberikan ruang untuk bercerita dan berinteraksi guna membantu memulihkan rasa aman setelah mengalami peristiwa yang cukup mengganggu secara emosional.
Kepala Desa Tieng Farhan mengapresiasi respons kepolisian dan instansi terkait dalam menangani kejadian tersebut, termasuk bantuan serta pendampingan psikologis bagi warga.
“Kami mewakili warga Desa Tieng mengapresiasi kepolisian dan instansi lain atas respons cepat dalam membantu pemadaman. Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan perhatian kepada warga kami,” kata Farhan.
Polres Wonosobo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memeriksa instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan sambungan listrik yang tidak sesuai standar, serta memastikan peralatan elektronik dan kompor dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Untuk penyebab kebakaran masih merupakan dugaan awal. Kami masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari saksi maupun korban untuk memastikan penyebab kejadian,” pungkas Iptu Mashuri.
