Wonosobo – Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. menghadiri kegiatan coffee morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonosobo dalam rangka menjaga cipta kondisi daerah yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif menjelang serta selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, termasuk Bupati Wonosobo, jajaran TNI-Polri, serta instansi terkait, sebagai forum koordinasi membahas dinamika dan isu strategis di wilayah Kabupaten Wonosobo pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 bertempat di Pendopo Kab. Wonosobo.
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa kegiatan rutin coffee morning diharapkan dapat membangun komunikasi yang intensif untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi. “Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain menyambut bulan puasa tahun 2026 yang biasanya terdapat perbedaan dalam penetapan awal puasa, serta curah hujan yang masih relatif tinggi di wilayah Wonosobo sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam,” ungkap Kapolres. Ia juga menyoroti adanya perbedaan pemahaman agama dan nasab antar ormas yang perlu disikapi dengan pendekatan dialog dan perdamaian yang mengedepankan ukhuwah Islamiyah agar tidak terjadi polarisasi di tengah masyarakat.
“Permasalahan dan isu-isu tersebut perlu kita bahas dan carikan solusi terbaik agar wilayah Wonosobo tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tertib dan nyaman, serta roda pemerintahan dan perekonomian dapat berjalan lancar dan berkembang,” pungkas Kapolres.
Sementara itu, Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. menyampaikan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari–Maret 2026, kemudian beralih ke musim kemarau pada April–September 2026, dan kembali memasuki musim hujan pada Oktober 2026. Selain itu, disampaikan pula adanya laporan masyarakat melalui kanal Lapor Bupati terkait keresahan atas modus baru peredaran narkotika berupa tembakau sintetis dan sabu-sabu yang memanfaatkan media online dan teknik digital mapping, sehingga diperlukan pengawasan lebih ketat baik secara fisik maupun di ruang digital melalui kerja sama lintas instansi, peningkatan edukasi bahaya narkoba, penguatan ketahanan keluarga anti narkoba, peningkatan pengamanan tradisi balon udara sebagai ikon wisata nasional, penertiban pedagang di sekitar Pasar Induk, serta kesiapan pengamanan pengiriman alat berat dalam pembangunan Geo Dipa Energi tahap II.
