Polsek Watumalang Evakuasi Kebakaran Gudang Tembakau dan Dapur Milik Warga Binangun

Kebakaran hebat melanda sebuah gudang tembakau dan dapur milik Muhfadhon, warga di Desa Binangun, Watumalang, yang menyebabkan kerugian mencapai sekitar 600 juta rupiah. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (7/7/2024) dan melibatkan evakuasi oleh Polsek Watumalang serta tim pemadam kebakaran setempat.

Kapolsek Watumalang, AKP Yuliyanto, menuturkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui saat istri korban berteriak minta tolong. Saksi 1 dan 2 yang merupakan tetangga korban lantas berlari keluar dan mendapati gudang tembakau milik korban sudah terbakar dan api sudah membesar.

Menurut keterangan saksi mata, kebakaran dipicu oleh kelalaian pemilik gudang yang lupa mematikan kompor gas. Api yang berasal dari kompor tersebut menyambar dinding dapur yang seluruhnya merupakan bangunan semi permanen. Material dinding yang terbuat dari kayu membuat api cepat merambat dan sulit dipadamkan.

“Begitu api menyambar dinding dapur, kobaran api langsung membesar dan merambat ke seluruh bagian gudang dan dapur. Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum akhirnya tim pemadam kebakaran tiba,” ungkap Kapolsek.

Polsek Watumalang yang segera tiba di lokasi kejadian bersama tim pemadam kebakaran, langsung melakukan upaya evakuasi dan pemadaman api. Namun, karena api yang sudah terlanjur membesar, gudang tembakau dan dapur beserta seluruh isinya hangus terbakar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan dapur, terutama yang menggunakan gas, untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang,” lanjutnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun diperkirakan kerugian total yang dialami oleh pemilik gudang mencapai 600 juta rupiah. Masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ada kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Ikut Serta dalam Acara “Wonosobo Night Fashion Carnival 2024”, Polres Wonosobo Tampilkan Peragaan Menarik

Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Wonosobo ke-199, acara “Wonosobo Night Fashion Carnival 2024” kembali digelar dengan meriah. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Polres Wonosobo yang turut tampil dengan kegiatan menarik di alun-alun Wonosobo Sabtu (06/07/2024) malam.

Acara ini digelar dengan tujuan untuk menggali dan menampilkan kreativitas serta keragaman budaya masyarakat Wonosobo melalui mode, fashion dan kostum yang unik dan menarik. Kurang lebih 71 peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, seniman, komunitas maupun perancang busana tampil dengan berbagai kostum menarik. Salah satu peserta yang turut tampil dalam acara ini adalah Polres Wonosobo.

Dengan mengusung tema Polres Wonosobo Siap Mengawal Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas, Polres Wonosobo menyajikan penampilan yang istimewa. Para personel Polres Wonosobo mengenakan seragam dari berbagai kesatuan dan fungsi kepolisian, sembari memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat terkait pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi aktif Polres dalam acara “Wonosobo Night Fashion Carnival 2024”. Ia berharap melalui penampilan ini, masyarakat dapat semakin mendekatkan diri dengan kepolisian dan merasakan bahwa kepolisian adalah bagian dari masyarakat yang selalu siap memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik.

”Selain mengenakan seragam dari berbagai fungsi, Polres Wonosobo juga menampilkan 2 anggota Polri dengan kostum yang terinspirasi dari berbagai suku dan budaya di Indonesia,” ungkap Kapolres.

Sebelum berkeliling menyapa masyarakat di jalur karnaval, personel Polres Wonosobo juga menyajikan peragaan kolone senjata dan tarian lengger Sutang Walang yang identik dengan budaya Wonosobo di hadapan forkopimda dan tamu undangan di Alun-alun Wonosobo.

Melalui penampilan personel Polres Wonosobo, Kapolres ingin memastikan generasi muda tidak kehilangan warisan luhur budaya bangsa. Tak hanya peragaan, personel Polres Wonosobo juga membagikan permen juga bunga kepada masyarakat yang menyaksikan.

“Kami berharap melalui keikutsertaan Polres Wonosobo dalam kegiatan ini bisa menjalin kedekatan antara masyarakat dan anggota Polri sehingga peran Polri dalam menjaga kamtibmas dan melindungi masyarakat dapat terlaksana dengan semakin maksimal,” tutup Kapolres.

 

Bawa Ribuan Obat/Pil Jenis Psikotropika, Seorang Remaja Diamankan Polres Wonosobo

Satuan Reserse Narkoba berhasil mengamankan seorang remaja (20) asal Pekalongan yang kedapatan membawa ribuan obat/pil jenis psikotropika.

 

Dalam konferensi persnya, Kasat Narkoba Polres Wonosobo AKP Teguh menjelasakan pelaku berhasil diamankan pada hari Selasa tanggal 11 Juni 2024 di Kampung Sirandu, Pagerkukuh,  Wonosobo.

 

Saat penangkapan petugas melakukan penggeledahan terhadap terduga dan menemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah kresek warna putih yang di dalamnya terdapat kardus kecil warna cokelat yang terbungkus lakban.

 

Lebih lanjut, AKP teguh menyampaikan kardus tersebut berisi (dua) buah botol plastik warna putih yang berisi 2145 butir obat/pil bulat warna putih dengan logo Y (kode A berisi 1025 butir obat/pil bulat warna putih dengan logo Y dan 100 (seratus) butir obat/pil bulat warna putih dengan logo Y yang dibagi menjadi 10 (sepuluh) paket dalam plastik klip warna bening yang masing masing berisi 10 (sepuluh) butir.

 

Selain itu juga ditemukan 51 (lima puluh satu) butir Alprazolam ( 41 (empat puluh satu)  butir alprazolam kemasan 1 mg dan 10 (sepuluh) butir alprazolam kemasan 0,5 mg.

 

“Semua barang bukti tersebut disimpan oleh pelaku di dalam jok sepeda motornya.” Terangnya

 

Akibat perbuatannya pelaku di jerat pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 435 Jis pasal 138 ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliyar rupiah).

Dan pasal 53 ayat (1) KUHP pidana penjara selama 5 (lima) bulan 15 (lima belas) hari dan menetapkan lamanya masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Polres Wonosobo Berhasil Mengamankan Tersangka Pembunuhan Mayat Yang Ditemukan Di Waduk Wadaslintang

Polres Wonosobo berhasil mengamankan tersangka pembunuhan seorang wanita yang jenazahnya ditemukan di Waduk Wadaslintang.

Kejadian ini bermula dari penemuan mayat seorang wanita tanpa identintas di Waduk Wadaslintang. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan informasi bahwa ada seorang perempuan bernama Ariati warga Dusun Kalisat, Sumbersari, Wadaslintang yang pulang dari perantauan pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2024 tetapi pada keesokan harinya sudah tidak diketahui keberadaanya.

Mengetahui hal tersebut Satreskrim Polres Wonosobo melakukan identifikasi dengan mencocokan ciri- ciri dan pakaian yang dikenakan oleh korban. Dari hasil identifikasi ternyata benar bahwa korban adalah saudari Ariati.

Dalam konferensi Pers yang dilakukan di ruang Endra Dharma Laksana pada Rabu (3/7). Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Kuseni menyebutkan bahwa Unit Resmob Satreskrim Polres Wonosobo dalam waktu lima hari pasca penemuan jenazah telah berhasil mengidentifikasikan korban dan melakukan penangkapan terhadap tersangka yang merupakan suami korban.

“Peristiwa terjadi berawal ketika korban ingin pulang kerumahnya bertemu dengan suami sahnya dan saat itu korban melakukan dialog menyatakan niatan untuk bercerai.” Ungkap Kasat Reskrim

“Dari hal tersebut, timbulah rasa kecewa dan emosi yang akhirnya tersangka melakukan penganiyayaan terhadap korban hingga tak sadarkan diri, karena merasa panik tersangka membawa korban yang tidak sadarkan diri tersebut ke tengah Waduk Wadaslintang menggunkan kapal miliknya.” Tambahnya

Akibat kejadian tersebut tersangka dijatuhi hukuman pidana berdasarkan Pasal 44 Ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dapat dipidana penjara paling lama 15 (Lima belas tahun) atau Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan dapat dipidana penjara paling lama 15 (Lima belas tahun) atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP Tentang Penganiayaan yang menjadikan mati orangnya dapat dipidana penjara paling lama 7 (tujuh Tahun).

Orientasi Wilayah dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas, Kapolres Wonosobo Hadiri Pertemuan Kepala Desa di Kecamatan Kejajar dan Garung

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, menghadiri pertemuan para kepala desa di Kecamatan Kejajar dan Garung pada Rabu (3/7/2024). Pertemuan ini bertujuan untuk orientasi wilayah dan memberikan himbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi tersebut, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan destinasi wisata utama di Kabupaten Wonosobo.

Dalam pertemuan yang diadakan di Bukit Sikapuk Kejajar serta di rumah makan Cemara Tujuh Garungm, Kapolres menekankan pentingnya kerjasama antara pihak kepolisian dan pemerintahan desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban, terutama di daerah yang sering dikunjungi wisatawan.

“Kejajar adalah wajah Wonosobo di mata wisatawan. Keamanan dan ketertiban di wilayah ini harus menjadi prioritas kita bersama,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Ia mengimbau para kepala desa untuk terus berkomunikasi dengan warganya dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwajib.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi wisatawan dan warga sekitar,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa kepala desa menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolres terhadap keamanan di wilayah mereka. Mereka juga menyampaikan beberapa aspirasi dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga kamtibmas, terutama terkait peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke daerah mereka.

Kegiatan ini merupakan pertemuan pertama para kepala desa di Kecamatan Kejajar dan Garung dengan Kapolres Wonosobo. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pihak kepolisian dan pemerintah desa serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di kawasan wisata. Dengan demikian, diharapkan wisatawan yang berkunjung ke Kejajar dan Garung dapat merasa aman dan nyaman, sehingga dapat meningkatkan citra pariwisata Wonosobo.

Polres Wonosobo Gelar Upacara Kenaikan Pangkat Periode 1 Juli 2024

Sejumlah 33 personel Polres Wonosobo dinaikan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi pada Selasa (2/6/2024). Selain diikuti personel yang naik pangkat periode 1 Juli, upacara juga diikuti oleh pejabat utama dan sejumlah personel Polres dan Bhayangkari di halaman Mapolres Wonosobo.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., menyebutkan dari 33 personel yang naik pangkat, 1 personel naik pangkat dari Iptu ke AKP, 9 personel naik dari pangkat Aipda ke Aiptu. Kemudian dari pangkat Bripka ke Aipda sebanyak 6 personel, Brigpol ke Bripka sebanyak 2 personel. Sedangkan dari Briptu ke Brigpol sebanyak 2 personel serta 13 personel naik pangkat dari Bripda menjadi Briptu.

“Selamat dan sukses kepada rekan-rekan yang naik pangkat hari ini, kebaikan pangkat merupakan sebuah kebanggaan bagi personel dan kehormatan bagi setiap personel dalam perjalanan karirnya,” ungkap Kapolres.

Hal tersebut, lanjut Kapolres, juga merupakan salah satu bagian dari pembinaan dalam meningkatkan sumber daya manusia. Dengan kenaikan pengkat ini, diharapkan anggota dapat semakin dewasa dalam berfikir dan bertindak.

“Tingkatkan terus potensi diri untuk mendukung tugas-tugas ke depan yang semakin komplek dan dinamis,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kapolres juga berpesan kepada personel yang naik pangkat untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas kenaikan pangkat yang didapat.

“Apa yang rekan-rekan dapatkan saat ini merupakan anugerah dari Tuhan, semoga pangkat baru rekan-rekan membawa berkah dan bermanfaat bagi rekan-rekan dan keluarga serta institusi Polri,” pungkas Kapolres.Tiga

HUT Bhayangkara ke-78, Polres Wonosobo Terima Kejutan dari Kodim 0707/Wonosobo

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-78, Kodim 0707/Wonosobo memberikan kejutan istimewa kepada Polres Wonosobo. Kejutan ini berupa kunjungan tak terduga dari anggota Kodim yang dipimpin oleh Pasi Ops beserta sejumlah anggota Kodim lainnya pada Senin (1/6/2024)
Kedatangan Kodim 0707/Wonosobo ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai wujud solidaritas dan dukungan TNI kepada rekan-rekan di kepolisian untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Wonosobo.
Diterima langsung oleh Wakapolres Wonosobo, Kompol Rendi Johan Prasetyo, rombongan Kodim 0707/Wonosobo datang dengan membawa kue ulang tahun dan tumpeng yang menjadi lambang syukur atas usia Polri.
“Kami menghaturkan selamat HUT Bhayangkata dan berharap semoga semangat bhayangkara selalu menginspirasi kita semua dalam menjalankan tugas dengan penuh dedikasi,” ujar Pasi Ops Kodim 0707/Wonosobo, Kapten Arm Suyitno.
Momentum ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar institusi keamanan di Wonosobo serta membangun sinergi yang lebih kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya mewakili rekan-rekan Polres Wonosobo mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kodim 0707/Wonosobo semoga sinergi dan kekompakan kita makin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ungkap Wakapolres.
Lebih lanjut Wakapolres berharap, HUT Bhayangkata tahun ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh anggota Polres Wonosobo untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Wonosobo

Polres Wonosobo Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke- 78

Polres Wonosobo menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-78 yang berlangsung di halaman Mapolres pada Senin (1/7). Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Kompol Rendi Johan Prasetyo dan dihadiri oleh seluruh personel Polres Wonosobo, yang dengan khidmat mengikuti rangkaian acara.

Dalam sambutannya Wakapolres menyampaikan bahwa Polri merupakan institusi yang besar dengan kewenangan yang luas, namun dalam menjalankan tugas harus menjaga soliditas internal antar anggota maupun antar fungsi, disamping itu juga tetap perlu bersinergi dengan instansi terkait lainnya.

“Tantangan Polri ke depan tentunya semakin berat, masalah kamtibmas perlu terus menjadi perhatian kita, disamping itu kita juga akan menghadapi agenda yang cukup penting yaitu pemilihan kepala daerah secara serentak tahun 2024 sehingga peran Polri sangat penting dalam menjamin situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.” Ungkap Wakapolres

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada anggota yang berprestasi dalam menjalankan tugas. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para personel yang telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas kepolisian.

Selain pemberian piagam penghargaan, acara juga diisi dengan penyerahan piala kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke – 78. Lomba-lomba tersebut meliputi berbagai kegiatan seperti lomba badminton, lomba memancing, dan lomba kebersihan mako yang bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan semangat juang di antara anggota Polres Wonosobo.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-78 ini diharapkan dapat mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan di antara anggota Polres Wonosobo, serta meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas kepolisian demi terciptanya keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-78, Polres Wonosobo Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Dalam rangka Hari Bhayangkara tahun 2024, Polres Wonosobo menggelar acara doa bersama dan tasyakuran pada Jumat (28/6/2024) siang.
Bertempat di gedung serbaguna Mapolres Wonosobo, kegiatan doa bersama dihadiri oleh Ketua Kesbangpol Wonosobo, Ketua FKUB, Forkopimda, pejabat utama Polres Wonosobo, personel Polres Wonosobo serta perwakilan tokoh dari agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha.
Dalam sambutannya, Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, menyampaikan tujuan digelarnya doa bersama ini merupakan salah satu sarana untuk mengajak personel Polri agar senantiasa bersyukur dapat menjadi bagian dari insan Bhayangkara.
“Selain untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-78, doa bersama ini juga sebagai pengingat personel Polri untuk mewujudkan rasa syukur dengan cara senantiasa bekerja dengan tulus dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat,” ungkap Kapolres.
Lantunan doa dari masing-masing tokoh agama memberikan makna mendalam bagi Polres Wonosobo serta menjadi cerminan dukungan dan kerjasama lintas agama yang harmonis.
Sebagaimana diketahui, tahun ini akan digelar pesta demokrasi 2024 baik pemilihan Gubernur maupun Bupati. Kapolres juga mengajak masyarakat dan para tokoh masyarakat untuk menyukseskan Pemilu yang aman dan damai.
“Saya mengajak seluruh elemen untuk bersama menyukseskan pemilu tahun ini dengan turut serta merawat persatuan bangsa dan menangkal segala bentuk hoax, ujaran kebencian dan isu SARA yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” lanjut AKBP Donny.
Lebih lanjut melalui doa bersama ini, Kapolres juga berharap terjalin silaturahmi dan kebersamaan yang harmonis antara institusi Polri dengan seluruh stakeholder dan masyarakat di Kabupaten Wonosobo serta menjadi perekat antar umat beragama di Kabupaten Wonosobo.
Acara doa bersama tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai wujud rasa syukur atas Hari Bhayangkara tahun 2024.

Peringati Hari Bhayangkara 2024, Polres Wonosono Gelar Olahraga Bersama

Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-78, Polres Wonosobo melaksanakan olahraga bersama forkopimda Kabupaten Wonosobo pada Jumat (28/6/2024) pagi.

Acara yang dihadiri oleh Bupati, Dandim 0707 Wonosobo, Sekda, Ketua Pengadilan Agama dan sejumlah pejabat lain tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K.

“Selain sebagai salah satu kegiatan pengisi HUT Bhayangkara, jalan sehat ini juga salah satu mencapai jiwa raga yang sehat dan bahagia,” ungkapnya.

Jalan sehat dan olahraga bersama ini tak hanya diikuti anggota Polres Wonosobo saja, melainkam juga diikuti oleh personel Kodim 0707, Satpol PP, Dishub, Bhayangkari, Persit dan anggota keluarga personel Polres Wonosobo. Bupati dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi dan dukungan kepada Polres Wonosobo.

“Semoga Polri semakin dicintai masyarakat serta profesional dalam bertugas dan selamat HUT Bhayangkara ke-78,” ungkap Bupati.

Tak hanya jalan sehat, Polres Wonosobo juga mengadakan berbagai kegiatan lain diantaranya senam aerobik bersama yang diikuti kurang lebih 850 peserta dari berbagai instansi.

Kapolres menambahkan, telah tersedia ratusan doorprize menarik bagi para peserta. Doorprize yang disiapkan diantaranya adalah satu buah sepeda motor sebagai hadiah utama, puluhan sepeda gunung, satu buah mesin cuci, satu buah LED TV, satu buah kulkas, kipas angin, magicom, kompor gas serta ratusan hadiah menarik lainnya.

“Sebagai penyemangat dan menambah kemeriahan, kami menyediakan kurang lebih 200 buah doorprize yang nanti akan dibagikan dan diundi melalui kupon,” lanjut AKBP Donny.

Melalui kegiatan ini, Kapolres berharap sinergi dan kekompakan antar instansi di Kabupaten Wonosobo dapat semakin terpupuk dengan baik.

“Sesuai tema Hari Bhayangkara tahun ini, semoga Polri semakin Presisi dalam mendukung percepatan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia emas” pungkas Kapolres.