Polri dan Tim Gabungan Gelar Operasi Berantas Rokok Ilegal di Wonosobo

Kamis, 8 Agustus 2024, Tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan instansi terkait melaksanakan operasi pemberantasan rokok ilegal di Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Operasi ini dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.
Dipimpin oleh Kasi Ketentraman dan Penertiban Umum Satpol PP Wonosobo, tim yang terdiri dari 7 anggota Satpol PP, 2 personel Kodim 0707 Wonosobo, serta Aipda Anang Gian, S.H. dan Brigadir Achmad Sarif Hidayat, S.H. dari Satreskrim Polres Wonosobo, menyisir beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran rokok ilegal.
Sebelumnya, pada Rabu, 7 Agustus 2024, tim berhasil menyita 822 bungkus rokok merk GUS’E dan 10 bungkus rokok merk JIANK di Kecamatan Watumalang. Barang bukti tersebut telah diserahkan kepada petugas Bea Cukai Magelang untuk diproses lebih lanjut.
Operasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberantas peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan negara dan masyarakat. Tim gabungan berharap dengan adanya operasi ini, peredaran rokok ilegal di wilayah Wonosobo bisa ditekan.

Satlantas Polres Wonosobo Evakuasi Kecelakaan Tunggal di Kaliwiro

Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Wonosobo. Sebuah mobil Suzuki Carry mengalami kecelakaan saat melintas di Jalan Raya Wonosobo-Kaliwiro.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/8/2024) siang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil yang dikemudikan oleh Slamet Wahono dan ditumpangi Siyamti melaju dari arah Wonosobo menuju Kaliwiro. Saat melewati tikungan di Dusun Rowokele, Desa Sawangan, Kecamatan Leksono, diduga pengemudi kehilangan kendali sehingga mobil terperosok ke ladang warga.

Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerjunkan anggota Unit Laka Lantas untuk mengevakuasi korban.

“Akibat kejadian tersebut, satu orang penumpang mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Wonosobo telah melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Satlantas Polres Wonosobo Gencarkan Edukasi Keselamatan dan Penegakan Hukum Lalu Lintas

Satlantas Polres Wonosobo terus mengintensifkan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas sekaligus penegakan hukum bagi pengguna kendaraan yang melanggar aturan. Kasatlantas Polres Wonosobo, AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., menekankan pentingnya penggunaan kendaraan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Menurutnya, kendaraan yang tidak sesuai spek dapat membahayakan pengendara serta pengguna jalan lainnya.

“Penggunaan ban yang ukurannya lebih kecil dari standar, misalnya, dapat mempengaruhi daya cengkeram ban ke permukaan jalan. Dengan tapakan ban yang lebih sedikit, risiko slip dan kecelakaan pun meningkat,” jelas AKP Edi. Ia menambahkan, perubahan ukuran ban yang lebih kecil juga dapat mengurangi efektivitas pengereman, mengingat daya cengkeram ban ke aspal saat pengereman menjadi berkurang.

Selain itu, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan juga menjadi sorotan. “Knalpot yang tidak sesuai spektek menghasilkan suara bising, mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Edi. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 7 Tahun 2009 dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tingkat kebisingan kendaraan bermotor, terutama sepeda motor, tidak boleh melebihi 77 dB.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas, Satlantas Polres Wonosobo mengajak masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan. “Kelengkapan kendaraan sangat penting untuk keselamatan. Surat-surat kendaraan, perlengkapan keselamatan, dan perlengkapan darurat harus selalu tersedia,” kata AKP Edi.

Kelengkapan kendaraan tidak hanya penting sebagai identitas kendaraan dan pengendara, tetapi juga sebagai sarana untuk melindungi mereka dan orang lain jika terjadi kecelakaan. Pengendara yang tidak melengkapi kendaraannya sesuai dengan peraturan yang berlaku dapat dikenakan sanksi, seperti denda, kurungan, atau pencabutan SIM.
Melalui berbagai kegiatan ini, Satlantas Polres Wonosobo berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan mematuhi aturan yang ada demi kebaikan bersama.

Polsek Wonosobo Evakuasi Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Hotel Dieng Wonosobo

Seorang pria 55 tahun berinisial M ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Hotel Dieng Wonosobo pada Selasa, 6 Agustus 2024. Korban diketahui mulai menginap di hotel tersebut pada Senin, 5 Agustus 2024, sekitar pukul 17.30 WIB di kamar nomor 7. Esok harinya, Selasa, 6 Agustus sekira pukul 18.30 Wib korban diketemukan meninggal dunia.

Menurut keterangan saksi 1 yang merupakan penjaga hotel, korban pamit untuk pergi ke arah Garung Wonosobo pada Selasa pagi pukul 04.30 WIB dan kembali ke hotel sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan sehat. Sekitar pukul 13.00 WIB, saksi 1 membersihkan lantai dan menemukan kamar mandi dalam keadaan tertutup. Kemudian Saksi 2 yang juga penjaga hotel, menemukan kondisi yang sama pada pukul 16.00 WIB.

Kecurigaan muncul ketika pintu kamar mandi tetap tertutup hingga pukul 18.30 WIB. Para penjaga Hotel yang merupakan saksi kemudian memecahkan kaca kamar mandi untuk melihat kondisi di dalam kamar mandi. Saat pintu terbuka, kedua saksi menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi bersandar di bak mandi dengan celana terbuka.

Kapolsek Wonosobo, AKP Sunaryono menuturkan, saat didatangi petugas Polsek Wonosobo yang korban telah meninggal dunia dalam posisi duduk bersandar sesuai dengan keterangan saksi.

“Setelah mendapat laporan, personel Polsek Wonosobo langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP bersama dengan petugas medis dari RSUD Setjonegoro,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek melanjutkan, di kamar Hotel korban juga ditemukan tas ransel yang berisi beberapa obat-obatan, 1 pak rokok merk Mitra, 1 buah ponsel, dan dompet berisi surat-surat seperti SIM dan KTP.

“Berbekal identitas yang ada, Polsek Wonosobo menghubungi pihak keluarga. Perwakilan keluarga korban telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan tidak menuntut proses hukum lebih lanjut. Pernyataan ini diperkuat dengan surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga,” lanjut AKP Sunaryono.

Lebih lanjut, Kapolsek menyatakan penyebab kematian korban masih didalami dan menunggu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya oleh pihak RSUD Setjonegoro.

Polres Wonosobo Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Konser HUT Kabupaten ke-199

Dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Wonosobo yang ke-199, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo telah mengumumkan akan melaksanakan rekayasa arus lalu lintas pada hari pelaksanaan konser musik, Sabtu, 27 Juli 2024. Rekayasa ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjamin kelancaran acara.

Sebagai bagian dari upaya sosialisasi, Satlantas Polres Wonosobo gencar memberikan informasi mengenai pengalihan arus dan lokasi parkir melalui berbagai media sosial. Selain itu, setiap anggota Satlantas juga diwajibkan untuk mensosialisasikan perubahan ini melalui komunitas masing-masing. “Ayo, dulur Wonosobo, jangan sampai tidak tahu jalan yang akan dialihkan dan tempat parkirnya saat pelaksanaan konser musik HUT Wonosobo ke-199,” ujar salah satu anggota Satlantas.

Pelaksanaan penutupan arus lalu lintas akan dimulai pada pukul 18.00 WIB hingga selesai. Para pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti petunjuk dari petugas yang berada di lapangan. “Ingat lurr, tetap tertib berlalu lintas. Simpan dengan baik barang-barang berharga seperti HP, dompet, dan perhiasan. Hati-hati dengan copet,” tambahnya.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara, Kapolres Wonosobo AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., telah menerjunkan ratusan anggota, baik yang berpakaian dinas maupun yang membaur dengan masyarakat di sekitar panggung. Langkah ini diambil untuk mengamankan jalannya acara serta mencegah kejahatan. Tak lupa, Polsek jajaran juga diperintahkan melaksanakan patroli wilayah untuk antisipasi kejahatan, dan di penggal-penggal jalan juga dilakukan penjagaan sebagai antisipasi kemacetan saat berangkat dan pulang nonton konser.

Polres Wonosobo juga menyiapkan Pos Pengaduan di lokasi acara dan Tim Penyuluhan yang bertugas menghimbau warga baik untuk hati-hati mengamankan barang bawaan hingga ke lokasi parkir untuk mengunci stang/penambah pengamanan demi kemanan barang pribadi.

Dengan adanya rekayasa arus lalu lintas dan pengamanan serta himbauan up to date, diharapkan masyarakat dapat menikmati perayaan HUT Kabupaten Wonosobo dengan aman dan nyaman. Polres Wonosobo berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran acara dan keselamatan seluruh warga.

Operasi Patuh Candi 2024: Polres Wonosobo Sosialisasikan di Masjid Jami

Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo menggelar kegiatan sosialisasi Operasi Patuh Candi 2024 di halaman Masjid Jami Wonosobo, Jumat (26/7). Acara ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Wonosobo, Ipda Hariyanto, S.H., bersama anggota lainnya.

Dalam kegiatan ini, Ipda Hariyanto menyampaikan tujuan dari Operasi Patuh Candi 2024 kepada masyarakat yang berada di sekitar Masjid Jami. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, guna mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah Wonosobo.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Ipda Hariyanto.

Sosialisasi yang berlangsung di halaman masjid ini menarik perhatian warga sekitar yang sedang beribadah dan beraktivitas di sekitar lokasi. Mereka tampak antusias mendengarkan penjelasan dari petugas dan aktif bertanya mengenai berbagai aturan lalu lintas.

Operasi Patuh Candi 2024 akan berlangsung selama dua minggu, dengan fokus pada penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

“Dengan adanya operasi ini, kami berharap masyarakat lebih disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” tambah Ipda Hariyanto.

Polres Wonosobo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.

AIPDA Andi Irawan Edukasi Siswa SMA N 2 Wonosobo Tentang Pencegahan Bullying: Langkah Nyata Mewujudkan Sekolah Aman

SMA N 2 Wonosobo mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh 360 siswa-siswi baru. Dalam kegiatan tersebut, AIPDA Andi Irawan, S.H., PS kanit Idik IV Satreskrim Polres Wonosobo, menjadi narasumber utama dengan materi tentang pencegahan dan penanganan tindakan bullying atau kekerasan di lingkungan sekolah.25/7

Dalam paparannya, AIPDA Andi Irawan menjelaskan berbagai aspek terkait bullying, mulai dari definisi, jenis-jenis, hingga dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Ia juga memberikan strategi dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh siswa-siswi untuk mencegah dan menangani kasus bullying.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami dan mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan dan penanganan bullying,” ujar AIPDA Andi Irawan di hadapan para peserta.

Peserta kegiatan tampak antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait bullying. AIPDA Andi Irawan pun memberikan jawaban dan solusi praktis yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sehari-hari.

Selain itu, AIPDA Andi Irawan juga menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan teman sebaya, dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan. “Sinergi antara siswa, guru, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan anak secara optimal,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya SMA N 2 Wonosobo untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa-siswinya tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari tindakan kekerasan. Pihak sekolah berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, kasus-kasus bullying dapat diminimalisir dan siswa-siswi dapat belajar dengan lebih nyaman dan tenang.

Kapolres Wonosobo Pimpin Apel Besar Patroli Keamanan Sekolah

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., memimpin Apel Besar Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan Launching Program Jateng Zero Bullying di halaman Mapolres Wonosobo pada Kamis (25/07/2024) pagi.

Kegiatan apel yang bertema “Mari Bergerak Ciptakan Lingkungan Yang Aman, Nyaman dan Menyenangkan Bagi Pelajar” tersebut diikuti puluhan siswa dan siswi perwakilan dari SMA dan SMK di Wonosobo yang didampingi guru masing-masing.

Dalam amanatnya, AKBP Donny membacakan amanat dari Kapolda Jateng menyampaikan bahwa kasus kekerasan ataupun kejahatan yang menimpa anak sebagai korban atau pelaku cukup tinggi. Oleh karena itu, diharapkan melalui perwakilan siswa yang tergabung dalam tim Patroli Keamanan Sekolah (PKS) ini dapat menjadi pionir bagi siswa lainnya untuk melakukan pencegahan terhadap aksi kekerasan yang dilakukan antar siswa atau tindak kekerasan seperti bullying dan lain sebagainya.

“Sebagai Petugas Patroli Keamanan Sekolah (PKS), diharapkan mampu menjadi kader di masing-masing sekolah untuk membantu pencegahan aksi perundungan atau bullying, mencegah aksi tawuran antar pelajar, atau tindak kekerasan maupun kejahatan lainnya. Tidak hanya menjadi contoh di lingkungan sekolah tapi juga di lingkungan masyarakat,” ungkap Kapolres Wonosobo.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan siswa juga mengucapkan ikrar anggota PKS yang ditirukan seluruh peserta apel. Selain itu, Kapolres Wonosobo juga menyematkan pin Zero Bullying kepada perwakilan siswa. Sejumlah perwakilan siswa dari MAN 2 Wonosobo juga memberikan penampilan menarik yaitu peragaan gerakan lalu lintas.

Usai pelaksanaan apel, AKBP Donny menyempatkan diri untuk berdialog dengan peserta. Dirinya berharap Apel Besar PKS dan launching program Jateng Zero Bullying ini diharapkan menjadi titik awal bagi pelajar untuk tertib dan patuh hukum terutama dalam berlalu lintas serta menjadikan pelajar sebagai duta zero bullying.

“Jadilah pelajar yang mempunyai budi pekerti luhur, akhlak yang baik, hindari bullying dan taati peraturan dalam berlalu lintas,” pungkas Kapolres Wonosobo.

Polres Wonosobo Adakan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas di SMA N 1 Wonosobo

Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Operasi Patuh Candi 2024, Polres Wonosobo mengadakan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada siswa-siswi SMA N 1 Wonosobo. Acara ini berlangsung di Auditorium Unsiq 2 Wonosobo pada Selasa, 23 Juli 2024.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar. Materi sosialisasi disampaikan oleh Kanit Kamsel, Ipda Hariyanto, S.H., beserta anggota Kamsel Satlantas Polres Wonosobo.

“Kami berharap, melalui sosialisasi ini, siswa-siswi dapat lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ipda Hariyanto.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau aman, lancar, dan terkendali. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap penjelasan dan demonstrasi yang diberikan. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi bagian dari MPLS, tetapi juga mendukung Operasi Patuh Candi 2024 yang sedang digencarkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelajar SMA N 1 Wonosobo dapat menjadi pelopor dalam tertib berlalu lintas, sekaligus menyebarkan pemahaman ini kepada lingkungan sekitarnya.

Polres Wonosobo Amankan Prosesi Topo Bisu dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten ke-199

Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan ketat selama prosesi Topo Bisu, Birat Sengkolo, dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang ke-199. Acara dimulai dengan kirab atau jalan kaki dari Klenteng Hok-hok Bio hingga Pendopo Kabupaten Wonosobo. Selasa 23/7

Seluruh peserta kirab mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa obor sebagai penerangan. Suasana sakral dan khidmat terasa kental sepanjang prosesi ini. Satlantas Polres Wonosobo, dipimpin oleh AKP EDI NUGROHO, S.Tr.K., S.I.K., bertanggung jawab atas pengamanan jalur dan pengalihan arus lalu lintas guna memastikan kelancaran prosesi tersebut.

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 23 Juli 2024 ini dimulai pukul 19.00 WIB. Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan S.H., S.I.K., M.I.K., bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Wonosobo, menerima rombongan kirab di Pendopo Kabupaten.

“Pengamanan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan prosesi berjalan lancar dan aman, sehingga masyarakat dapat mengikuti rangkaian acara dengan khidmat,” ujar AKBP Donny.

Prosesi ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari jadi kabupaten, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi lokal. Masyarakat Wonosobo turut antusias mengikuti dan menyaksikan jalannya prosesi, yang diharapkan dapat terus diwariskan ke generasi mendatang.