Kepala Korps Siswa SPN Polda Jateng, Tinjau 24 Siswa Latihan Kerja di Polres Wonosobo

Sejumlah 24 siswa Bintara Polri dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng menjalani latihan kerja di Polres Wonosobo sejak Senin (11/11/2024) lalu. Rencananya latihan kerja akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan.
Kakorsis SPN Polda Jateng, AKBP Ahmadi, dalam kunjungannya di Mapolres Wonosobo pada Kamis (21/11) memonitor langsung kegiatan para siswa. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai supervisi sekaligus monitoring pelaksanaan latihan kerja siswa.
“Kami berharap siswa-siswa kami dilatih menghadapi berbagai situasi di lapangan terutama dalam tugas kewilayahan,” ungkap AKBP Ahmadi.
Hal tersebut disambut baik oleh Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, pihaknya siap memperkenalkan cara bertindak dan menghadapi berbagai tantangan dalam bertugas di lapangan.
“Meski hanya satu bulan, namun kami akan memaksimalkan latihan kerja ini sehingga para siswa dapat membawa pulang ilmu-ilmu yang penting dalam bertugas kelak,” ungkap Kapolres Wonosobo.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorsis juga memantau langsung aktivitas siswa di Polres Wonosobo. Kapolres menjelaskan, setiap harinya para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan latihan kerja di masing-masing bagian dan fungsi di Polres Wonosobo.
“Para siswa dipastikan mengenal tugas kepolisian di berbagai fungsi, agar siap ditempatkan di fungsi manapun,” lanjut Kapolres.
Lebih lanjut, AKBP Ahmadi berpesan kepada para siswa yang sedang melaksanakan latihan kerja agar selalu menjaga sikap dan menghindari pelanggaran sekecil apapun selama sisa waktu pelatihan kerja di wilayah.
“Kami berpesan kepada para siswa agar selalu mematuhi peraturan yang ada dan hindari pelanggaran sekecil apapun baik saat latihan kerja maupun sampai pelantikan nanti,” tutup Kakorsis.

Polres Wonosobo Luncurkan Gugus Tugas Polri Dukung Ketahanan Pangan

Polsek Jajaran Polres Wonosobo, menggelar acara Launching Gugus Tugas Polri dalam mendukung ketahanan pangan pada Rabu, 20 November 2024. Acara ini berlangsung di seluruh Polsek Jajaran Polres Wonosobo, sedangkan untuk acara secara simbolis untuk wilayah Kabupaten Wonosobo diadakan di Desa Kayugiyang, Kecamatan Garung, dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat serta Forkopimda.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan serentak program nasional Polri untuk mendukung ketahanan pangan sebagai wujud implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pangan. Acara ini juga disiarkan langsung melalui live streaming YouTube.

Dalam acara ini, dilakukan simbolisasi penanaman bibit jagung dan kentang sebagai langkah awal pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Wonosobo. Penanaman ini menjadi bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.

Kapolres Wonosobo AKBP Donny Lumbantoruan menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan dengan aman dan kondusif. “Kami berharap, program ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujarnya.

Acara inii sekarang masih dilakukan di satu Desa di setiap Kecamatan, akan tetapi inii hanya sebagai pembuka. Setelah resmi dibuka, nantinya Bhabinkamtibmas dan Polmas akan melaksanakan di masing masing desa Binaannya.

Acara ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung kebijakan strategis pemerintah, khususnya di sektor pangan, demi tercapainya ketahanan nasional yang berkesinambungan.

Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika, Polres Wonosobo Amankan 1,8 Gram Sabu

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, dengan menahan seorang tersangka yang diduga sebagai pemakai. Pengungkapan ini dilakukan pada Jumat malam, 15 November 2024, sekitar pukul 23.30 WIB, di kawasan Taman Makam Pahlawan masuk wilayah Kecamatan Wonosobo,.

Tersangka yang diamankan inisial D (40), seorang wiraswasta warga Kertek. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, petugas menemukan dua paket sabu yang dibungkus dalam plastik klip bening. Total berat bruto barang bukti yang disita mencapai 1,8 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti lain, termasuk korek api, potongan sedotan, bungkus rokok, ponsel, dan sepeda motor milik tersangka.

Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukosso, mengungkapkan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah setempat. “Setelah melakukan penyelidikan, petugas kami berhasil menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti yang jelas terkait tindak pidana narkotika,” ujarnya.

Tersangka D kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Wonosobo. Ia dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur tentang larangan memiliki, menyimpan, atau menguasai narkotika golongan I tanpa izin.

Dari pengakuan sementara, tersangka diketahui telah mengonsumsi sabu, meskipun tidak diketahui secara pasti siapa yang menyediakan barang haram tersebut. Pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

Satresnarkoba Polres Wonosobo saat inii masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan tersangka, serta hasil laboratorium forensik Polda Jateng dan selanjutnya akan , dilaksanakan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Satresnarkoba Polres Wonosobo terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika di wilayahnya dan mengajak masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

Polres Wonosobo Gelar Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas Bakomsus Bintara Polri

Polres Wonosobo melangsungkan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas seleksi penerimaan Bakomsus (Bintara Kompetensi Khusus) Polri di bidang Pertanian, Perikanan, Peternakan, Gizi, dan Kesehatan Masyarakat. Acara ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Wonosobo, Kompol Rendi Johan Prasetyo, S.H., S.I.K., M.A.P., pada Senin, 18 November 2024, pukul 08.00 wib di Gedung Serba Guna Polres Wonosobo.

Dalam acara yang berlangsung khidmat ini, para calon Bintara dengan kompetensi khusus di bidang ketahanan pangan mengucapkan sumpah mereka di hadapan Kompol Rendi. Prosesi tersebut juga dihadiri oleh tim pengawas eksternal yang bertugas memastikan seluruh tahapan berlangsung dengan transparan dan akuntabel.

Kompol Rendi dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, terutama di sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan kesehatan masyarakat. “Pengambilan sumpah dan penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen nyata bagi calon Bintara untuk mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas oleh seluruh peserta sebagai bentuk komitmen profesional mereka. Dengan adanya pengawasan dari tim eksternal, diharapkan para calon Bintara yang lolos seleksi ini mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam mengawal ketahanan pangan di wilayah Wonosobo.

Polsek Kepil Evakuasi Tanah Longsor yang Menimpa Rumah Warga di Desa Jangkrikan Kepil

Tanah longsor menimpa sebuah rumah di Dusun Sabrangkidul RT 02 RW 019, Desa Jangkrikan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (16/11) sekitar pukul 16.00. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Tanah longsor mengakibatkan kerusakan pada bagian belakang rumah milik warga, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Polsek Kepil, bersama dengan perangkat desa, masyarakat sekitar, dan relawan, segera melakukan proses evakuasi dan penanganan darurat di lokasi.

Kapolsek Kepil menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga setempat. “Kami langsung mengerahkan personel untuk membantu evakuasi material longsor dan memastikan tidak ada korban terjebak di dalam rumah,” ujarnya.

Selain membersihkan material longsor, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Kepil, Koramil Kepil dan warga juga membantu memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah. Pihak berwenang juga mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu pemulihan kondisi rumah korban dan mengantisipasi potensi longsor susulan di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu waspada, terutama saat musim hujan.

Satresnarkoba Polres Wonosobo Bekuk Pelaku Peredaran Sabu

Satresnarkoba Polres Wonosobo, yang dipimpin oleh AKP Teguh Sukoso, berhasil menangkap Wahyu Eko Wibowo, seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya, di mana salah satu tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari Eko.

AKP Teguh Sukoso menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula setelah petugas melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial H, yang ditemukan memiliki sabu di kediamannya di Kelurahan Wonosobo Barat. Dalam pemeriksaan, H mengungkapkan bahwa sabu yang ia miliki diperoleh dari Wahyu Eko.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut, yang berujung pada penangkapan Wahyu Eko di rumah kontrakannya di Sidojoyo, Wonosobo, pada pukul 13.00 WIB. Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk paket sabu yang disembunyikan dalam berbagai kemasan, serta peralatan untuk mengonsumsi narkoba seperti bong, pipet kaca, dan timbangan digital.

Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti lainnya berupa plastik klip, sedotan warna-warni, dan sejumlah rokok yang berisi sabu. Wahyu Eko kini ditahan di Mapolres Wonosobo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Satresnarkoba Polres Wonosobo terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi celah bagi para pelaku kejahatan narkoba.

Kapolres Wonosobo Pimpin Langsung Pengamanan Debat Publik Kedua Cabup Cawabup

Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan terhadap jalannya debat publik kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang digelar pada Jumat, 15 November 2024 siang. Kegiatan debat yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura Wonosobo ini menjadi salah satu momen penting dalam rangka pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Wonosobo 2024.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K., memimpin langsung pengamanan dengan menerjunkan ratusan personel termasuk personel Polsek jajaran. Selain itu, pihak Polres juga melibatkan personel pengamanan dari TNI, Satpol PP, serta instansi terkait guna menjaga kelancaran dan keamanan selama acara berlangsung.

Dalam keterangannya, Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa pengamanan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, sehingga seluruh peserta debat, baik pasangan calon, tim sukses, maupun masyarakat yang hadir, dapat mengikuti acara tersebut dengan tenang.

“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar proses demokrasi di Wonosobo berlangsung dengan lancar, damai, dan tanpa gangguan apapun,” ujar Kapolres.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengatur arus lalu lintas sekitar lokasi acara untuk meminimalisir kemacetan dan memastikan kenyamanan masyarakat yang sedang beraktivitas. Pengamanan ketat dilakukan di area pintu masuk, sekitar lokasi debat, serta jalur-jalur yang dilalui oleh peserta dan pengunjung.

Kapolres menambahkan bahwa pengamanan akan dilaksanakan sampai lokasi debat benar-benar bersih dari masyarakat pendukung.

“Personel akan terus berjaga di sekitar lokasi hingga masyarakat pendukung masing-masing calon meninggalkan tempat debat untuk memastikan tidak terjadi gesekan dan bentrok lebih lanjut,” pungkas Kapolres.

Dengan adanya pengamanan yang profesional dan terkoordinasi dengan baik, diharapkan pelaksanaan debat publik dan seluruh tahapan pilkada yang masih berlangsung dapat berjalan sukses tanpa adanya gangguan yang berarti.

 

Sat Resnarkoba tangkap Pengedar Sabu hasil pengembangan Kasus sebelumnya

Satresnarkoba Polres Wonosobo, yang dipimpin oleh AKP Teguh Sukoso, berhasil menangkap **Wahyu Eko Wibowo**, seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya, di mana salah satu tersangka mengaku memperoleh barang haram tersebut dari Eko.

AKP Teguh Sukoso menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula setelah petugas melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial H, yang ditemukan memiliki sabu di kediamannya di Kelurahan Wonosobo Barat. Dalam pemeriksaan, H mengungkapkan bahwa sabu yang ia miliki diperoleh dari Wahyu Eko.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut, yang berujung pada penangkapan Wahyu Eko di rumah kontrakannya di Sidojoyo, Wonosobo, pada pukul 13.00 WIB. Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk paket sabu yang disembunyikan dalam berbagai kemasan, serta peralatan untuk mengonsumsi narkoba seperti bong, pipet kaca, dan timbangan digital.

Selain itu, petugas juga menemukan barang bukti lainnya berupa plastik klip, sedotan warna-warni, dan sejumlah rokok yang berisi sabu. Wahyu Eko kini ditahan di Mapolres Wonosobo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Satresnarkoba Polres Wonosobo terus berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi celah bagi para pelaku kejahatan narkoba.

Personel Satlantas Polres Wonosobo Bantu Evakuasi Truk Mogok

Personel Satlantas Polres Wonosobo, Kamis (14/11), turun tangan dalam membantu evakuasi kendaraan truk yang mengalami mogok di Jalan Reco, Kecamatan Wonosobo. Insiden ini sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas di area tersebut, namun berkat kerjasama antara petugas kepolisian dan warga setempat, situasi kembali terkendali.

Aipda Eko Puji Personel Satlantas Polres Wonosobo mengungkapkan bahwa truk yang mengalami mogok tersebut terhalang di tengah jalan utama yang cukup ramai, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Menyikapi situasi ini, petugas yang lain segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan membantu proses evakuasi truk yang mengalami kerusakan.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Edi Nugroho dalam keterangannya menyampaikan bahwa tugas personel Satlantas tidak hanya sebatas pengaturan lalu lintas, tetapi juga memberikan bantuan pada pengguna jalan yang mengalami kendala, seperti mogok atau kecelakaan.
“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan di jalan,” ujar Kasat Lantas.

Setelah proses evakuasi berlangsung, truk yang mogok berhasil dipindahkan dari lokasi tersebut dan arus lalu lintas kembali normal tanpa ada hambatan. Petugas juga memberikan imbauan kepada pengemudi untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat agar kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Polsek Wadaslintang Evakuasi Korban Longsor di Dusun Kemutug

Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo pada Selasa, 12 November 2024, menyebabkan tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Dusun Kemutug RT 03 RW 01. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika tanah dari senderan longsor dan menghantam rumah milik Mutamam.

Menurut keterangan saksi, Sholihin, yang juga tetangga korban, sekitar pukul 13.30 WIB hujan deras mulai turun di Desa Tirip. Tidak lama setelah itu, ia mendengar suara gemuruh yang menggetarkan. Ketika diperiksa, Sholihin melihat senderan tanah di dekat rumah Mutamam telah longsor dan menimpa bagian rumah. Sholihin bersama warga sekitar segera memberikan pertolongan kepada korban.

Dalam upaya penyelamatan, warga berhasil mengevakuasi Ibu Tukiyem dan cucunya yang berusia dua tahun, Nur Aynaya Safika. Ibu Tukiyem mengalami luka lecet di kaki sebelah kiri, sementara Nur Aynaya berhasil diselamatkan tanpa cedera. Kerugian material yang diderita mencapai sekitar 30 juta rupiah akibat kerusakan pada rumah.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Wadaslintang oleh Ibu Tukiyem untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Wadaslintang dan tim segera datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan kerugian. “Kami bergerak cepat untuk memastikan keselamatan korban dan melakukan upaya penanganan darurat. Masyarakat juga kami imbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung,” ujar Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, S.H., S.I.K., M.I.K.

Polsek Wadaslintang juga bekerja sama dengan pemerintah desa setempat untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi lanjutan. Dengan kondisi geografis yang rawan bencana di musim hujan, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi perhatian utama untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Sementara itu, proses pemulihan dan perbaikan rumah korban akan dilakukan secara bertahap. Warga Dusun Kemutug diharapkan tetap bersatu dan saling membantu dalam menghadapi dampak bencana. Bantuan dari berbagai pihak diharapkan bisa meringankan beban keluarga yang terkena musibah dan memulihkan kondisi di wilayah terdampak.