Polsek Selomerto Terima Kunjungan Dari RA Masyitoh Al Munawaroh

Anggota Polsek Selomerto melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak dengan menerima kunjungan dari anak-anak RA Masyitoh Al Munawaroh yang terletak di Dusun Tawangsari, Desa Krasak, Kecamatan Selomerto pada Kamis (12/12). Kegiatan ini dihadiri oleh 26 anak-anak bersama guru dan wali murid.

Dalam kesempatan tersebut, dua anggota Polsek Selomerto, AIPDA Agung Ari Fianto dan BRIPKA Untung, menyambut para siswa dengan ramah. Mereka memberikan materi mengenai tugas-tugas Kepolisian serta pengenalan lingkungan sekitar Kantor Polsek Selomerto. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia kepolisian kepada anak-anak sejak dini, agar mereka dapat lebih memahami peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aipda Agung menyampikan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan antara polisi dengan masyarakat, khususnya anak-anak, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya peran kepolisian dalam kehidupan sehari-hari.

“Polsek Selomerto akan terus melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak sebagai bagian dari upaya untuk mempererat hubungan yang lebih baik antara polisi dan masyarakat, sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda tentang tugas dan tanggung jawab aparat penegak hukum.” Ungkap AIPDA Agung

Satres Narkoba Polres Wonosobo Bekuk Dua Pemuda Pengguna Sabu

Satresnarkoba Polres Wonosobo yang dipimpin langsung oleh AKP Tegus Sukosso berhasil mengamankan dua pemuda yang diduga sebagai pengguna narkoba. Penangkapan dilakukan di Jalan Alternatif Krutuk–Binangun, Dusun Binangun, Desa Gunungtawang, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, pada Senin, 9 Desember 2024, sekitar pukul 02.15 WIB.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah akan aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim Satresnarkoba bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapati dua terduga pelaku di lokasi kejadian, yakni HY (19), warga Kertek, dan YAS (20), warga Kab banjarnegara.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti, antara lain: Satu paket sabu dalam plastik klip bening yang disembunyikan di bungkus makanan ringan merek Nabati; Potongan sedotan bening; Potongan lakban cokelat; Bungkus rokok Gudang Garam Surya 16; Satu pipet kaca; dan Satu unit ponsel merek Realme berwarna biru muda beserta SIM card-nya.

HY mengakui bahwa barang bukti tersebut merupakan milik bersama dengan YAS. Ia juga mengungkapkan bahwa sabu tersebut dibeli secara patungan dan akan dikonsumsi bersama. Pipet kaca yang ditemukan di lokasi sempat dibuang oleh HY untuk menghilangkan jejak.

Barang bukti berupa sabu dengan berat kotor 1,1 gram akan digunakan dalam proses hukum. Sementara itu, kedua terduga bersama barang bukti telah dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun maksimal 12 tahun.

Kapolres Wonosobo, melalui Kasat Resnarkoba, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi dalam memberikan informasi. “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk terus melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing. Kerja sama ini sangat penting untuk memutus peredaran barang haram di wilayah kita,” ujar AKP Tegus Sukosso.

Samsat Keliling, Mudahkan Masyarakat Bayar Pajak

Dalam upaya mempermudah masyarakat dalam pengurusan administrasi kendaraan bermotor, Personel Satlantas Polres Wonosobo kembali melaksanakan pelayanan Samsat Keliling. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam pengesahan STNK dan pembayaran pajak kendaraan tahunan, sekaligus memberikan sosialisasi terkait penggunaan Aplikasi Samsat Digital Nasional “Signal” serta program optimalisasi Crash Program 2024 yang tercantum dalam Peraturan Gubernur No. 10 Tahun 2024.

Pelayanan Samsat Keliling kali ini dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sapuran dan Kecamatan Kejajar. Dalam kegiatan tersebut, petugas yang terlibat antara lain anggota Satlantas Polres Wonosobo, staff RPP UPPD Kabupaten Wonosobo, dan staff Bank Jateng.

Aiptu Mario selaku petugas Samsat Keliling menyampaikan selain memberikan pelayanan pengesahan STNK dan pembayaran pajak kendaraan tahunan, petugas juga memberikan sosialisasi mengenai Aplikasi Samsat Digital Nasional “Signal”.
“Aplikasi Signal ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pengesahan STNK dan pembayaran pajak secara digital, tanpa perlu datang ke kantor Samsat.” Ungkapnya
Selain itu, masyarakat juga diberi penjelasan terkait program optimalisasi Crash Program 2024, yang mencakup berbagai kemudahan dan keringanan pajak kendaraan bermotor, seperti pembebasan bea balik nama kendaraan bermotor kedua dan keringanan pajak untuk kendaraan bermotor dengan tunggakan.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi kendaraan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi digital untuk pelayanan publik yang lebih efisien

Musim Hujan di Depan Mata, Polres Wonosobo Perkuat Kesiapan Hadapi Bencana

Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam di Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di halaman Mapolres Wonosobo, Senin, 9 Desember 2024. Apel tersebut melibatkan berbagai instansi, termasuk Kodim 0707 Wonosobo, BPBD Wonosobo, Basarnas Wonosobo, Dinas Kesehatan Wonosobo dan PMI Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP Donny Lumbantoruan memimpin langsung apel tersebut. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi bencana, terutama di tengah prediksi BMKG mengenai puncak musim penghujan pada Desember 2024 hingga Februari 2025.

“Kabupaten Wonosobo dengan geografisnya yang berupa kawasan perbukitan dan pegunungan memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem. Hal ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari kita semua,” ujar Kapolres.

Kapolres juga memberikan empat poin utama yang harus menjadi perhatian bersama, yaitu meningkatkan kesiapsiagaan, menjaga kondisi fisik dan mental personel, mempersiapkan peralatan dengan baik, serta memperkuat sinergi antarinstansi dan elemen masyarakat.

Setelah pelaksanaan apel, dilakukan pengecekan terhadap peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki oleh masing-masing instansi. Para peserta turut memperagakan cara penggunaan peralatan seperti pompa air, alat evakuasi, dan perlengkapan medis untuk memastikan kesiapan operasional jika terjadi bencana.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk relawan yang terlibat. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanggulangan bencana di Wonosobo,” ungkap salah satu relawan dari PMI.

Melalui apel ini, Polres Wonosobo berharap dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dan meningkatkan kesiapan semua pihak dalam menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.

“Kerja sama antarinstansi dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanggulangan bencana. Saya mengapresiasi dedikasi para relawan yang dengan tulus mengabdikan diri untuk kemanusiaan,” ungkap Kapolres.

Diharapkan, apel ini mampu menjadi momentum untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam menghadapi potensi bencana di Wonosobo. Semua pihak diminta terus waspada dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kesiapsiagaan ini menjadi langkah konkret dalam melindungi masyarakat Wonosobo dari risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim penghujan.

Patroli Satgas Samapta Ops Mantap Praja Candi 2024 Amankan Tahapan Rekapitulasi Pilkada

Dalam rangka memastikan keamanan tahapan krusial penghitungan dan rekapitulasi suara Pilkada 2024, Satgas Samapta Polres Wonosobo menggelar patroli intensif pada Sabtu, 7 Desember 2024. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Wonosobo, AKP Nuryawan Eko Ramdhani, S.Pd.

Patroli difokuskan pada sejumlah titik strategis, seperti Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonosobo, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta gudang penyimpanan logistik pemilu. AKP Nuryawan menyatakan, patroli ini bertujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan proses demokrasi berjalan lancar.

“Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, terutama pada tahapan rekapitulasi yang rawan gesekan. Selain patroli, kami juga berkoordinasi dengan petugas pengamanan setempat untuk memastikan tidak ada celah yang dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab,” ujar AKP Nuryawan.

Selama patroli, personel Satgas Samapta turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung kelancaran proses pemilu. Peningkatan pengamanan ini mendapat respons positif dari penyelenggara pemilu, yang mengapresiasi upaya aparat dalam menciptakan suasana kondusif.

Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Wonosobo kini memasuki tahapan krusial, dan pengamanan berlapis diharapkan mampu menjaga integritas jalannya proses. Operasi Mantap Praja Candi 2024 terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan demokrasi di daerah.

Satlantas Polres Wonosobo Gelar Sosialisasi Bulan Kepatuhan Pajak Kendaraan

Satlantas Polres Wonosobo menggelar kegiatan sosialisasi mengenai kepatuhan pajak kendaraan bermotor di halaman Terminal Mendolo Wonosobo, pada Jumat pagi, pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Kepatuhan Pajak Kendaraan yang digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pembayaran pajak kendaraan(6/12).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPPD Wonosobo, Kanit Regident Satlantas Polres Wonosobo Ipda Widi Yulianto, S.H., serta perwakilan Jasa Raharja, yang bersama anggota Satlantas memberikan himbauan kepada para pengendara. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat lebih patuh terhadap kewajiban perpajakan kendaraan, baik itu sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Ipda Widi Yulianto mengungkapkan bahwa salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pengendara akan pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu. Selain itu, sosialisasi ini juga mengajak masyarakat untuk lebih tertib administrasi kendaraan dan meminimalisir angka pelanggaran terkait pajak kendaraan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pengendara lebih memahami dan menyadari bahwa membayar pajak adalah bentuk kontribusi kita terhadap pembangunan daerah dan juga menjaga keselamatan di jalan raya,” ujar Widi Yulianto saat memberikan arahan.

Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi, tetapi juga diisi dengan penyuluhan langsung kepada pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Para pengendara diberikan informasi terkait tata cara pembayaran pajak kendaraan dan pentingnya memiliki bukti pembayaran yang sah sebagai kelengkapan kendaraan.

Sosialisasi ini mendapat respon positif dari warga, yang berharap dapat lebih mudah memahami dan mengikuti prosedur yang berlaku. Para pengendara juga mengapresiasi upaya Polres Wonosobo dalam mengedukasi masyarakat mengenai kewajiban perpajakan kendaraan.

Pihak Satlantas Polres Wonosobo berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan di wilayah tersebut, serta menciptakan masyarakat yang lebih tertib dalam berlalu lintas dan memenuhi kewajiban perpajakan.

Jalan Raya Wadaslintang-Prembun Amblas, Warga Diminta Hati- Hati

Personel Polsek Wadaslintang mendatangi lokasi kejadian jalan amblas di Jalan Raya Wadaslintang – Prembun, tepatnya di Dusun Bersolek, Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang pada Kamis (5/12).

Kejadian tersebut melibatkan ruas jalan yang amblas dengan panjang 13 meter, lebar 215 cm, dan kedalaman 0,5 meter. Menurut keterangan saksi , sejak siang hari wilayah Desa Sumberejo diguyur hujan cukup deras, yang mengakibatkan kondisi jalan di lokasi kejadian sudah mulai miring dan tidak stabil sejak beberapa waktu yang lalu.

Setelah kejadian, pelapor segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Wadaslintang untuk penanganan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

Kapolsek Wadaslintang Iptu Anriastida menyampaikan dari hasil pemeriksaan sementara, jalan amblas disebabkan oleh pergeseran bahu jalan berupa lereng setinggi sekitar 3 meter. Kejadian ini menjadi perhatian pihak berwenang untuk segera melakukan penanganan guna mencegah terjadinya kecelakaan atau kerusakan lebih lanjut di wilayah tersebut.

“Kami menghimbau kepada Masyarakat agar berhati- hati saat melintasi jalan  Raya Wadaslintang – Prembun mengingat kondisi jalan amblas.” pungkasnya

Polsek Mojotengah Evakuasi Tanggul Jebol Akibat Curah Hujan Tinggi

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Dsn. Kongsi, Ds. Bumirejo, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, mengakibatkan bencana alam tanggul jebol pada Rabu (4/12/2024). Hujan lebat tersebut menyebabkan peningkatan volume air di Sungai Wangan Aji yang menggerus tanggul sungai hingga mengakibatkan kerusakan pada bangunan milik dua warga setempat.

Kapolsek Mojotengah, AKP Sanyoto menuturkan bahwa akibat tanggul jebol, sebuah bangunan milik warga longsor.

“Separuh bagian belakang bangunan milik korban, Sdr. Rizki, dan Sdr. Miftahudin, longsor ke dalam sungai. Meskipun kerusakan materiil cukup signifikan, beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” ungkap AKP Sanyoto.

Mendapat laporan dari masyarakt, personel Polsek Mojotengah beserta BPBD dan Koramil segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan warga setempat.

“Proses evakuasi dan penanganan selanjutnya dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman,”lanjutnya.

Lebih lanjut Kapolsek Mojotengah mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama saat curah hujan tinggi.

Polsek Mojotengah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan dan mengatasi dampak bencana ini termasuk mengevakuasi masyarakat di sekitar sungai sebagai antisipasi terjadinya longsor susulan.

 

Ratusan Personel Polres Wonosobo Amankan Rapat Pleno Hasil Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Tingkat Kabupaten

Polres Wonosobo melaksanakan pengamanan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara tingkat Kabupaten dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2024. Rapat pleno yang berlangsung di gedung Korpri Kabupaten Wonosobo pada Rabu (4/12) ini bertujuan untuk memastikan hasil perhitungan suara yang akurat, transparan, dan berjalan dengan lancar.

Pengamanan yang dilakukan Polres Wonosobo melibatkan ratusan personel yang disebar di berbagai titik strategis, baik di dalam maupun sekitar lokasi rapat pleno. Selain itu, personel Polres Wonosobo juga ditempatkan di jalur-jalur utama untuk mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu jalannya proses penghitungan suara.

Kapolres Wonosobo, melalui Kabagops, Kompol Darianto, dalam keterangannya mengatakan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen pihaknya untuk mendukung kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian tahapan Pilkada Serentak 2024.

“Kami akan terus memastikan bahwa proses demokrasi ini berlangsung dengan aman dan tertib, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Rapat pleno yang dihadiri oleh KPU, Bawaslu, saksi dari setiap pasangan calon, serta berbagai elemen masyarakat, berlangsung dengan protokol keamanan yang ketat. Selama rapat pleno, pihak kepolisian juga melakukan pengawasan ketat terhadap setiap tahap rekapitulasi suara untuk memastikan tidak ada bentuk kecurangan atau gangguan yang dapat mempengaruhi hasil penghitungan.

Seluruh pihak terkait menyatakan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Wonosobo telah berlangsung dengan baik dan aman berkat sinergi antara aparat keamanan dan penyelenggara Pemilu. Pengamanan yang dilaksanakan oleh Polres Wonosobo diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat dalam mengikuti proses demokrasi ini hingga selesai.

Banjir Di Blederan, Polisi Turut Bantu Warga Bersihkan Sisa- Sisa Luapan Air

Personel Polres Wonosobo mendatangi lokasi kejadian banjir di Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo (2/12). Banjir yang diduga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan luapan dari saluran irigasi di sekitar desa tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga terendam.

Sebagai bentuk tanggap darurat, petugas kepolisian dari Polres Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, Damkar dan intansi terkait lainnya beserta warga sekitar melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Mereka membersihkan sisa-sisa luapan air yang menyumbat aliran sungai, serta membantu membersihkan rumah-rumah warga yang tergenang banjir.

Selain itu, kedatangan personel Polres Wonosobo juga bertujuan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Wonosobo. Dengan kehadiran polisi di lokasi, diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada warga dan mempercepat pemulihan pasca-banjir.

Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Lumbantoruan, menyampaikan bahwa Polres Wonosobo selalu siap siaga dalam menghadapi bencana alam dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Aksi gotong royong antara petugas dan masyarakat di Desa Blederan menjadi contoh nyata dari sinergi yang dibangun untuk memulihkan kondisi setelah bencana.