Polres Wonosobo mengerahkan personelnya untuk siaga di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan guna memastikan kelancaran arus balik mudik Lebaran 2025. Penempatan personel ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Candi yang masih berlangsung hingga masa arus balik selesai.
Kapolres Wonosobo melalui Kasat Lantas AKP Seno mengatakan, sejumlah titik krusial seperti simpang Selomerto, kawasan Dieng, terminal Mendolo, dan jalur alternatif yang mengarah ke Temanggung dan Banjarnegara menjadi fokus pengamanan.
“Kami tempatkan personel baik dari Satlantas, Samapta, hingga fungsi lainnya untuk melakukan pengaturan lalu lintas, patroli, serta memberikan bantuan kepada pemudik,” terangnya
Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang beroperasi 24 jam. Layanan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga tempat beristirahat bagi pemudik yang kelelahan.
Hingga saat ini, arus kendaraan di wilayah Wonosobo terpantau lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan.
“Kami imbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ujar Kasat Lantas.
Berita
Festival Balon Udara Meriah, Polres Wonosobo Pastikan Keamanan dan Ketertiban Warga
Puncak Festival Balon Udara dalam rangkaian perayaan Idul Fitri 2025 di Alun-alun Wonosobo berlangsung meriah, Minggu pagi, 6 April 2025. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan puluhan balon udara menghiasi langit. Di balik kemeriahan itu, jajaran Polres Wonosobo bekerja penuh untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., mengatakan pihaknya mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di seluruh area pusat kegiatan. “Pengamanan kami siapkan sejak dini hari. Seluruh akses menuju Alun-alun dijaga ketat, termasuk gang kecil, pertigaan, perempatan, dan titik-titik kumpul warga,” Terang AKbar.
Polres juga memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di sekitar Alun-alun. Penutupan sementara dan pengalihan arus diterapkan guna mengurai kemacetan dan memberikan ruang bagi pejalan kaki. Baik Polisi lalu lintas maupun Polsek disiagakan di setiap persimpangan untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan jalur evakuasi tetap terbuka.
“Arus kendaraan kami kelola secara situasional. Kami prioritaskan kenyamanan dan keselamatan warga yang hadir menyaksikan festival, terutama agar tidak terjadi penumpukan massa di titik-titik sempit,” ujar Kapolres.
Selain pengamanan terbuka, Polres juga menggelar patroli mobile untuk mengawasi aktivitas warga dan memastikan seluruh balon udara yang diterbangkan telah ditambatkan sesuai aturan. “Kami terus imbau masyarakat agar tidak menerbangkan balon bebas karena berisiko mengganggu penerbangan. Sampai saat ini, semua peserta mematuhi ketentuan,” tambahnya.
Hingga siang hari, situasi di pusat kota Wonosobo terpantau aman dan kondusif. Festival balon udara yang menjadi tradisi tahunan masyarakat pegunungan Dieng ini pun kembali berlangsung semarak, berkat pengamanan ketat dari Polres dan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Polres Wonosobo Amankan Tiga Balon Udara Liar, Antisipasi Bahaya Penerbangan Tanpa Pengikatan
Tim Patroli Sat Samapta Polres Wonosobo berhasil mengamankan tiga balon udara yang diterbangkan secara liar dan tanpa pengikatan di tiga lokasi berbeda pada Jumat pagi (4/4). Upaya ini merupakan bagian dari langkah preventif Polres Wonosobo dalam mengantisipasi bahaya penerbangan balon udara tanpa awak yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Ketiga balon udara itu ditemukan di wilayah Kecamatan Kertek, masing-masing di Dusun Sijambusari Desa Jambusari, Dusun Sumberdalem Desa Mlandi, dan Dusun Senden Desa Tlogodalem. Penerbangan balon udara liar yang tidak ditambatkan berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan penerbangan, mengingat balon udara yang melayang bebas dapat mengganggu jalur pesawat terbang.
Sebagai upaya pencegahan, Polres Wonosobo telah melaksanakan berbagai sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dan dampak dari penerbangan balon udara liar. Berbagai media digunakan untuk menyebarkan informasi, termasuk media sosial, pemasangan spanduk, dan penyebaran pamflet. Bahkan, untuk menghormati tradisi lokal, Kabupaten Wonosobo juga menyelenggarakan Festival Balon Udara yang diselenggarakan secara resmi dengan ketentuan ketat, termasuk penggunaan balon udara yang ditambatkan dengan tiga tali sepanjang 150 meter.
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M, mengungkapkan bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih ada sebagian masyarakat yang menerbangkan balon udara secara ilegal tanpa pengamanan yang memadai. “Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat, namun kami tetap mengedepankan penindakan terhadap pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan,” tegas Kapolres.
Pada kesempatan yang sama, Polres Wonosobo juga melaksanakan pengamanan di tujuh titik lokasi yang menjadi pusat acara Festival Balon Udara di wilayah tersebut. Titik-titik tersebut antara lain berada di Lapangan Desa Simbang, Lapangan Desa Lamuk, Lapangan Desa Kembaran, Lapangan Desa Gondang, Lapangan Desa Jaraksari, Lapangan Desa Reco, dan Lapangan Desa Tanjungsari.
Melalui upaya-upaya ini, Polres Wonosobo berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat, serta menghormati tradisi balon udara yang ada di Kabupaten Wonosobo.
Pohon Tumbang Tutup Jalan Dieng Km 7, Kapolres dan Tim Gabungan Sigap Lakukan Evakuasi
Pohon beringin berukuran besar tumbang dan menutup badan Jalan Dieng kilometer 07, tepatnya di wilayah Penampelan RT 1 RW 8, Desa Sendangsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Kamis malam, 3 April 2025.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Mendapat laporan dari warga, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., turun langsung ke lokasi dan memimpin proses evakuasi. Personel Polres Wonosobo bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah instansi terkait bergerak cepat menyingkirkan batang pohon yang melintang di jalan.
Evakuasi dilakukan dengan sigap di tengah kondisi gelap dan hujan ringan. Proses pembersihan berlangsung selama lebih dari satu jam hingga arus lalu lintas kembali normal.
Kapolres mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di jalur Dieng, untuk lebih waspada saat berkendara di malam hari, terlebih saat cuaca ekstrem. “Kami minta pengguna jalan berhati-hati dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya di sekitar jalur ini,” ujar AKBP M. Kasim Akbar Bantilan
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kepolisian tetap melakukan pengaturan lalu lintas dan pemantauan di beberapa titik rawan pohon tumbang.
Polres Wonosobo Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran
Wonosobo – Personel Polres Wonosobo dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah lokasi wisata guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan selama libur lebaran. Beberapa destinasi yang menjadi fokus pengamanan antara lain Waduk Wadaslintang, Telaga Menjer, kawasan wisata Dieng, dan Kebun Teh Tambi.
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan mengatakan bahwa pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memberikan rasa aman kepada para pengunjung.
“Kami menempatkan personel di titik-titik strategis guna memastikan keamanan wisatawan, mengatur arus lalu lintas, serta mengantisipasi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres
Selain pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada wisatawan untuk tetap berhati-hati, terutama di lokasi dengan medan yang curam atau berpotensi rawan kecelakaan. Petugas juga memastikan tidak ada aktivitas yang membahayakan keselamatan pengunjung di sekitar lokasi wisata.
Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman di berbagai destinasi wisata di Wonosobo.

Polres Wonosobo Siagakan Petugas di Jalur Dieng untuk Kelancaran Arus Wisatawan
Memasuki masa libur Lebaran, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Dieng mengalami peningkatan signifikan. Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, turun langsung melakukan pengecekan jalur Wonosobo-Dieng pada Rabu, 2 April 2025.
Dalam inspeksi tersebut, Kapolres didampingi jajaran pejabat utama Polres Wonosobo. Mereka menyusuri jalur utama menuju Dieng yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim liburan.
“Kami memastikan jalur Wonosobo-Dieng tetap lancar dan aman bagi masyarakat yang hendak berwisata. Petugas sudah kami tempatkan di beberapa titik rawan untuk mengatur arus lalu lintas serta mengantisipasi kemacetan,” ujar AKBP Akbar.
Berdasarkan pemantauan, arus lalu lintas terpantau lancar meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Beberapa titik rawan seperti tanjakan lima belas persen, Gardu Pandang, dan Simpang Tiga Dieng mendapat perhatian khusus dari petugas guna mencegah kepadatan berlebih.
Polres Wonosobo mengimbau para wisatawan untuk tetap berhati-hati saat berkendara mengingat jalur menuju Dieng memiliki medan yang menanjak dan berkelok. Selain itu, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Wonosobo menyediakan ganjal ban bagi kendaraan yang tidak kuat menanjak. Jika terdapat kendaraan mogok, petugas yang bersiaga di beberapa titik langsung memberikan bantuan. Selain itu, satu unit mobil derek disiapkan di Pos Polisi Gardu Pandang untuk menangani kendaraan yang mengalami gangguan mesin.
“Seperti pagi ini, ada beberapa mobil yang tidak kuat menanjak. Anggota kami langsung membantu mengganjal ban agar tidak terperosok. Satu kendaraan harus diderek dan dipindahkan ke kantong parkir untuk pengecekan mesin. Jika perlu servis lebih lanjut, kendaraan akan dibawa ke bengkel atau rest area yang lebih luas di Polsek Kejajar,” tambahnya.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar. Polres Wonosobo juga mengingatkan pengendara agar tidak memarkir kendaraan sembarangan, terutama di bahu jalan, guna menghindari kemacetan akibat penyempitan jalur.
Kapolres Wonosobo Tinjau Festival Balon Culture, Tekankan Keselamatan Penerbangan
Kapolres Wonosobo melakukan pengecekan dan monitoring dalam ajang Festival Balon Culture yang digelar di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, pada Selasa (01/04). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta, yang mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Kertek.
Festival Balon Culture menarik perhatian masyarakat, dengan jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 500 orang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Wonosobo menegaskan pentingnya keselamatan dalam pelaksanaan festival, terutama terkait dengan penerbangan balon udara yang harus sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami mendukung tradisi budaya lokal seperti festival balon ini, namun tetap harus memperhatikan faktor keamanan agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan dan lingkungan sekitar,” ujar Kapolres Wonosobo.
Selain melakukan pengecekan teknis, Kapolres juga berinteraksi dengan para peserta serta masyarakat yang hadir, mengimbau mereka agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh panitia dan pihak berwenang.
Festival Balon Culture sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar untuk melestarikan tradisi penerbangan balon udara khas Wonosobo. Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai hiasan balon berwarna-warni yang diterbangkan secara terkontrol.
Pastikan Festival Balon Berjalan Aman, Kapolres Wonosobo Cek Sejumlah Lokasi
Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan bersama Pejabat Utama Polres Wonosobo melakukan pengecekan langsung ke beberapa lokasi Festival Balon yang akan digelar di sejumlah kecamatan di Wonosobo.
Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Lapangan Kembaran, Kecamatan Kalikajar, Lapangan Semayu, Kecamatan Selomerto, dan Lapangan Mendolo. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan jalannya festival berlangsung aman dan tertib.
Dalam pengecekan tersebut, Kapolres Wonosobo meninjau sejumlah titik strategis yang menjadi pusat kegiatan festival. Ia menekankan pentingnya pengamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan demi keselamatan peserta dan masyarakat yang hadir.
“Kami ingin memastikan bahwa Festival Balon ini berjalan dengan aman dan lancar. Pengamanan akan kami tingkatkan untuk mencegah potensi gangguan serta memastikan bahwa seluruh peserta mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Kapolres Wonosobo.
Selain itu, Kapolres juga berkoordinasi dengan panitia penyelenggara serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, termasuk jalur evakuasi serta titik-titik pengamanan.
“Kami mengimbau masyarakat dan peserta festival untuk menaati ketentuan yang ada. Keselamatan bersama menjadi prioritas utama dalam acara ini,” tambahnya.
Festival Balon di Wonosobo sendiri merupakan salah satu agenda tahunan yang selalu menarik perhatian wisatawan dan masyarakat lokal. Dengan adanya pengamanan yang maksimal, diharapkan acara ini dapat berlangsung dengan sukses tanpa kendala berarti.

Pererat Silaturahmi, Polres Wonosobo Berikan Bantuan Sembako ke Pondok Pesantren Darul Hadlonah
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan bersama Pejabat Utama Polres Wonosobo menyerahkan bantuan sosial di Pondok Pesantren Darul Hadlonah, pada Jumat (28/3). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo terhadap masyarakat, khususnya santri yang membutuhkan dukungan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Wonosobo secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada pengasuh Pondok Pesantren Darul Hadlonah. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung aktivitas para santri.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat, khususnya santri di Pondok Pesantren Darul Hadlonah. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan kebutuhan sehari-hari,” ujar Kapolres Wonosobo.
Selain penyerahan bantuan sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Polres Wonosobo dengan pihak pondok pesantren. Kapolres Wonosobo juga berpesan kepada para santri agar tetap semangat dalam menuntut ilmu serta turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara Polres Wonosobo dan masyarakat semakin erat, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Polres Wonosobo berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kapolres Wonosobo Terawih Keliling Di Masjid Al Arqom
WONOSOBO – Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., melaksanakan salat tarawih keliling bersama masyarakat di Masjid Al Arqom, Tosari, pada Kamis malam, 27 Maret 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara kepolisian dan warga di bulan suci Ramadan.
Selain beribadah, Kapolres juga menyampaikan beberapa imbauan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi lalu lintas di jalur wisata Dieng yang ramai dikunjungi wisatawan selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Dieng selalu menjadi destinasi favorit, tapi medan yang berliku dan cuaca yang sering berkabut bisa berbahaya jika pengendara tidak berhati-hati. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, dan selalu mematuhi rambu lalu lintas,” ujar Kapolres.
Selain itu, Kapolres juga menyoroti maraknya penerbangan balon udara liar yang kerap dilakukan warga menjelang Idul Fitri. Ia menegaskan bahwa menerbangkan balon tanpa izin bisa membahayakan penerbangan serta jaringan listrik.
“Balon liar bisa mengganggu lalu lintas udara dan berpotensi menyebabkan kecelakaan pesawat. Jika jatuh mengenai jaringan listrik, bisa memicu gangguan bahkan kebakaran. Ini bukan tradisi yang bisa kita biarkan begitu saja,” kata Kapolres.
Kegiatan tarawih keliling ini disambut baik oleh masyarakat. Selain memperkuat hubungan antara polisi dan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan bersama.
“Kami senang Pak Kapolres mau turun langsung ke masjid-masjid untuk menyampaikan pesan keamanan. Kadang warga tidak sadar kalau hal seperti balon udara bisa membahayakan,” ujar Suripto, salah satu jemaah.
Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan persuasif dan patroli untuk memastikan ketertiban selama Ramadan, khususnya di jalur wisata dan kawasan yang rawan penerbangan balon liar. “Kami berharap masyarakat bisa lebih peduli dan ikut menjaga keselamatan bersama,” ujarnya.