Kasat Lantas Polres Wonosobo Sosialisasikan Pemutihan Pajak Kendaraan 2025 Lewat Podcast Citra FM

Wonosobo – Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno, menjadi narasumber dalam program podcast Citra FM, Selasa (15/4). Dalam kesempatan tersebut, AKP Seno menyampaikan informasi penting terkait program pemutihan pajak kendaraan bermotor tahun 2025 yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sosialisasi tersebut, AKP Seno menjelaskan bahwa masyarakat kini memiliki kesempatan istimewa untuk melunasi pajak kendaraan bermotor tanpa dikenakan denda.
“Bayar pajak kendaraan tahun berjalan dan dapatkan penghapusan semua denda serta pokok tunggakan, plus denda tunggakan Jasa Raharja,” ujar AKP Seno.

Program ini resmi berlaku mulai tanggal 8 April hingga 30 Juni 2025 dan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya membayar pajak tepat waktu.

AKP Seno juga mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. “Jangan ditunda. Datang ke kantor Samsat terdekat dan manfaatkan program ini untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan Anda,” tambahnya.

Melalui podcast ini, diharapkan informasi mengenai pemutihan pajak kendaraan dapat tersampaikan secara luas dan efektif kepada masyarakat Wonosobo dan sekitarnya.

Bersama Tim Gegana, Polres Wonosobo Disposal Bahan Petasan di Lapangan Kalianget

Wonosobo – Satreskrim Polres Wonosobo bersama tim Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah memusnahkan sebanyak 3,3 kilogram serbuk bahan petasan di Lapangan Kalianget, Wonosobo, Selasa (15/4).
Pemusnahan dilakukan sebagai bagian dari penanganan barang bukti hasil Operasi Pekat yang digelar oleh jajaran Polres Wonosobo pada bulan Maret lalu.
Serbuk bahan petasan tersebut diperoleh dari tangan seorang tersangka berinisial A dan L. Pelaku diamankan di area SPBU Candimulyo, Kabupaten Wonosobo.
KBO Reskrim IPDA Heru, menyatakan bahwa pemusnahan dilakukan dengan pengawasan ketat dan prosedur pengamanan maksimal, mengingat potensi bahaya dari bahan tersebut.
Proses pemusnahan dilaksanakan di lokasi khusus yang jauh dari permukiman warga, dengan metode disposal yang sesuai standar penanganan bahan peldak/bahan petasan.

“Pemusnahan ini adalah langkah tegas untuk mencegah penyalahgunaan bahan berbahaya tersebut, yang dapat mengancam keselamatan masyarakat,” ujar KBO Reskrim

Saat ini, kedua tersangka masih menjalani proses hukum dan diduga melanggar Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

 

Sigap, Personel Piket SPKT Polres Wonosobo Datangi Rumah Warga Yang Longsor

Anggota Piket SPKT Polsek Wonosobo bersama personel BPBD Kabupaten Wonosobo dan warga Kampung Tempelsari, Kelurahan Mlipak, mendatangi lokasi kejadian longsornya senderan rumah milik warga pada Minggu malam, (13/4).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dan menimpa bagian belakang rumah milik John Anwar yang beralamat di Kampung Tempelsari, Kelurahan Mlipak, Kecamatan/Kabupaten Wonosobo. Longsor berlangsung secara tiba-tiba dan sempat mengejutkan penghuni rumah.

Saat kejadian, John Anwar bersama istrinya, Ludovica Laela, serta kedua anaknya tengah berada di dalam rumah. Mereka mendengar suara gemuruh dari arah belakang dan langsung menuju dapur untuk memastikan situasi. Sesampainya di sana, mereka mendapati senderan rumah setinggi sekitar 4 meter dan panjang 8 meter telah longsor. Material longsoran menimpa bagian dapur serta menutup akses gang antar rumah warga.

Sekitar pukul 21.30 WIB, petugas Polsek Wonosobo tiba di lokasi bersama BPBD dan warga untuk melakukan pengecekan serta langkah awal penanganan. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp60.000.000,- (enam puluh juta rupiah).

Kapolsek Wonosobo AKP Sunaryono menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kejadian diduga dipicu oleh struktur pondasi senderan yang tidak cukup kokoh, sehingga tidak mampu menahan tekanan tanah, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

AKP Sunaryono juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk senantiasa waspada dan segera melapor apabila terdapat tanda-tanda keretakan atau pergeseran tanah guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Bahu Jalan Longsor Usai Hujan Deras, Warga Diimbau Waspada Saat Melintas di Limbangan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Watumalang pada Minggu (13/4/2025) sejak pukul 11.30 WIB mengakibatkan terjadinya longsor pada bahu jalan di Dusun Petir, RT 007 RW 003, Desa Limbangan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.

Kapolsek Watumalang AKP Jumali bersama anggota piket SPKT Polsek Watumalang, personel BPBD Kabupaten Wonosobo, dan Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Watumalang mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 15.00 WIB untuk melakukan peninjauan dan penanganan awal.

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, longsor terjadi akibat peningkatan debit saluran irigasi yang berada di bawah jalan raya Watumalang. Debit air meningkat drastis akibat curah hujan tinggi, sehingga mengikis senderan bahu jalan yang sebelumnya sudah dalam kondisi rawan. Tercatat, terdapat lubang berdiameter sekitar satu meter yang telah muncul sejak satu bulan terakhir akibat kebocoran saluran air PDAM, namun belum mendapat penanganan.

Akibatnya, sekitar pukul 14.30 WIB, bahu jalan mengalami longsor dengan panjang 15 meter dan tinggi 17 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp10 juta.
AKP Jumali menghimbau kepada masyarakat yang hendak melintasi area tersebut agar berhati- hati mengingat kondisi jalan yang menikung dan sempit.

Polsek Garung Tindak Cepat Bencana Angin Kencang, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Hujan deras disertai angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (12/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa alam tersebut terjadi di Dusun Bakalan RT 002, RT 003, dan RT 004 RW 003, Desa Siwuran, dan mengakibatkan kerusakan pada sembilan rumah warga.

Personel Polsek Garung segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pihak desa dan masyarakat setempat. Dari hasil peninjauan di lapangan, kerusakan yang terjadi umumnya berupa atap rumah yang beterbangan tersapu angin, baik seng maupun genting.

Kapolsek Garung AKP Nur Wahyu Wibowo menyampaikan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Sementara itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah).

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi, terutama saat memasuki musim penghujan.

Antisipasi Kejahatan di Jam Rawan, Sat Samapta Polres Wonosobo Tingkatkan Patroli

Satuan Samapta Polres Wonosobo meningkatkan intensitas patroli malam hari guna mengantisipasi potensi kejahatan jalanan serta gangguan kamtibmas di wilayah pemukiman penduduk. Patroli difokuskan pada jam-jam rawan dan titik-titik strategis yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi.(11/04/2025)

Sejumlah lokasi seperti jalan protokol, area minim penerangan, hingga perkampungan padat penduduk menjadi sasaran utama patroli. Hal ini dilakukan sebagai upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah aksi kriminalitas seperti pencurian, pembegalan, dan tawuran.

Petugas yang bertugas di lapangan tidak hanya melakukan penyisiran menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, namun juga mengajak dialog warga setempat. Imbauan kamtibmas disampaikan secara langsung untuk mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.

Masyarakat pun diimbau untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan lainnya. Keberhasilan menciptakan lingkungan yang aman dinilai sangat bergantung pada sinergi antara kepolisian dan warga.

Patroli malam akan terus digelar secara rutin, khususnya pada akhir pekan dan momen-momen tertentu yang rawan peningkatan aktivitas kriminal.

Pemantauan Ketahanan Pangan, Kapolsek Watumalang Tinjau Tanaman Jagung Siap Panen

Kapolsek Watumalang AKP Jumali G.B. turun langsung ke lahan pertanian jagung di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Kamis, 10 April 2025. Pemantauan ini merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Watumalang.

Dalam tinjauannya, AKP Jumali tampak berdialog dengan para petani sembari menelusuri barisan tanaman jagung yang menjulang setinggi dua meter. Menurutnya, kondisi tanaman menunjukkan hasil yang menggembirakan dan diperkirakan akan siap panen dalam waktu satu pekan ke depan.

“Ini bagian dari sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan. Kita pastikan proses pertanian berjalan lancar hingga masa panen,” ujar Jumali di sela-sela kunjungannya.

Tanaman jagung yang dikelola secara swadaya oleh kelompok tani setempat ini menjadi salah satu sumber pangan alternatif yang tengah didorong pemerintah daerah, mengingat peran vitalnya dalam diversifikasi pangan nasional.

Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral dari aparat terhadap para petani, di tengah tantangan iklim dan ketersediaan pupuk yang kerap menjadi persoalan klasik di lapangan. Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal upaya ketahanan pangan, tidak hanya dalam bentuk pengamanan, tetapi juga pendampingan secara berkala.

“Kita ingin petani merasa didukung, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga semangat dan motivasi. Karena ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” kata dia.

Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Watumalang, seiring dengan komitmen pemerintah dan aparat dalam memperkuat ketahanan pangan lokal di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil.

Jalin Silaturahmi, Kapolres dan Anggota Polres Wonosobo Laksanakan Halal Bihalal

Wonosobo – Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akbar Bantilan beserta seluruh anggota Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan halal bihalal di halaman Mapolres, Kamis (10/4/2025), usai pelaksanaan apel pagi.

Kegiatan ini digelar dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sebagai bentuk silaturahmi pasca perayaan Idulfitri 1446 H. Seluruh personel saling bersalaman dan saling memaafkan, dimulai dari Kapolres hingga ke seluruh jajaran.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh anggota.
“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Saya memohon maaf apabila ada khilaf selama berinteraksi dengan rekan- rekan selama saya menjabat jadi Kapolres. Semoga Idulfitri ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan Polres Wonosobo,” ujar Kapolres

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas pengamanan dalam Operasi Ketupat Candi 2025.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras rekan-rekan dalam pengamanan Operasi Ketupat Candi. Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” tambahnya.

Kegiatan halal bihalal ini menjadi simbol kekompakan dan solidaritas antaranggota, sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan pengamanan Hari Raya Idulfitri di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Operasi Ketupat Candi 2025 di Wonosobo Resmi Berakhir, Kapolres Sampaikan Apresiasi

Operasi Ketupat Candi 2025 resmi berakhir pada Selasa, 8 April 2025 pukul 00.00 WIB. Operasi terpusat yang digelar guna mewujudkan situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H tahun 2025 ini berjalan dengan lancar dan aman.
Kapolres Wonosobo, AKBP M Kasim Akbar Bantilan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel pengamanan yang telah bertugas, baik dari unsur Polri, TNI, dinas terkait, maupun instansi pemerintah lainnya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada organisasi masyarakat dan seluruh elemen yang telah membantu kelancaran lalu lintas, baik selama arus mudik, arus balik, maupun dalam mengelola kunjungan wisatawan ke Wonosobo,” ujar Kapolres
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Wonosobo mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di titik-titik strategis. Petugas juga disiagakan di lokasi wisata favorit seperti Dieng, Telaga Menjer, dan Alun-Alun Wonosobo guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Kapolres berharap sinergi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat seperti ini dapat terus terjaga, demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Wonosobo, tidak hanya selama momentum Lebaran, tetapi juga dalam kegiatan masyarakat lainnya.

Pastikan Keamanan Pengunjung, Kapolres Wonosobo Tinjau Objek Wisata

Wonosobo – Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berwisata saat libur Lebaran, Kapolres Wonosobo AKBP M Kasim Akvar Bantilan bersama jajaran Pejabat Utama  Polres Wonosobo melakukan pengecekan langsung ke sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Wonosobo pada Senin (7/4).

Kegiatan pengecekan ini menyasar beberapa lokasi wisata favorit yang sering mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama masa libur, seperti Bukit Sikunir, Telaga Menjer, dan Curug Sikarim.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh lokasi wisata di Wonosobo dalam kondisi aman dan nyaman bagi para pengunjung yang ingin menikmati waktu libur bersama keluarga.

Selain memantau kondisi di lapangan, rombongan juga berdialog dengan pengelola wisata untuk memastikan penerapan standar keselamatan dan pelayanan kepada pengunjung berjalan optimal.

Kapolres Wonosobo juga mengimbau kepada wisatawan agar tetap mematuhi aturan yang berlaku, menjaga ketertiban umum, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga selama berada di tempat wisata.