Jejak Pengabdian Tak Pernah Hilang, Polres Wonosobo Gelar Anjangsana ke Keluarga Almarhum Bhayangkara

Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan anjangsana sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap keluarga besar Polri yang telah lebih dahulu berpulang dan berjasa.

 

Kegiatan penuh haru ini dilaksanakan dengan menyambangi kediaman keluarga Alm. Iptu Endar dan Warakawuri Ny. Wahidin, Kamis (19/06). Anjangsana dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Wonosobo dan Ketua Pengurus Bhayangkari Cabang Wonosobo, disertai pemberian tali asih sebagai wujud empati dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan almarhum semasa aktif berdinas.

 

Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika jajaran Polres Wonosobo duduk bersama keluarga almarhum, mendengarkan kisah pengabdian mereka yang begitu membekas. Tangis haru mengiringi setiap ucapan terima kasih dari pihak keluarga yang merasa tersentuh atas perhatian Polri yang tak pernah luntur, meski sang Bhayangkara telah tiada.

 

“Pengabdian tak pernah berakhir hanya karena waktu, dan rasa hormat kami kepada para pendahulu akan terus hidup dalam setiap langkah kami,” ujar Kabag SDM Polres Wonosobo dalam sambutan singkatnya.

 

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa Polri adalah keluarga besar—yang tidak hanya hadir dalam suka, tetapi juga dalam duka, menghargai warisan semangat pengabdian dari generasi ke generasi.

 

Anjangsana ini bukan sekadar kunjungan, tapi sebuah penghormatan abadi.

Suara Langit dari Wonosobo: Doa Lintas 5 Agama Menggema untuk HUT Bhayangkara ke-79

Wonosobo – Suasana haru dan damai menyelimuti halaman Mapolres Wonosobo saat digelarnya Doa Bersama Lintas 5 Agama pada Senin (18/06), dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H. dan dihadiri oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag.,jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, tokoh lintas agama, serta para pejabat utama Polres Wonosobo.

Doa bersama ini melibatkan lima pemuka agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Dalam suasana penuh khidmat, para tokoh agama membacakan doa-doa untuk kedamaian bangsa, keselamatan anggota Polri dalam bertugas, serta kelancaran tugas-tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakapolres Wonosobo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Hari Bhayangkara bukan hanya peringatan bagi institusi, tapi juga momentum untuk memperkuat jalinan kemanusiaan dan spiritualitas antar elemen bangsa. Doa adalah energi yang mempersatukan kita,” ungkap Kompol Agustinus David.

Kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa Polri hadir dan tumbuh di tengah masyarakat yang majemuk, serta siap menjaga keamanan dan persatuan bangsa dengan semangat Presisi.

Doa lintas agama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dan spiritual yang digelar Polres Wonosobo dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-79, sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya soal keamanan, tetapi juga keteladanan dan kedekatan dengan masyarakat lintas iman.

Jejak Pengabdian Tak Pernah Padam: Kapolres Wonosobo dan PJU Tabur Kasih untuk Purnawirawan Polri

Wonosobo — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan anjangsana dan memberikan santunan kepada purnawirawan Polri, Selasa (17/6).

Kegiatan ini dipimpin oleh pejabat utama Polres Wonosobo bersama pengurus Bhayangkari Cabang Wonosobo, dengan menyambangi beberapa rumah purnawirawan yang berada di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyampaikan bahwa anjangsana ini merupakan bentuk silaturahmi dan kepedulian institusi kepada para purnawirawan yang pernah mengabdi di lingkungan Polri.

“Anjangsana ini kami laksanakan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan dari keluarga besar Polres Wonosobo kepada para senior yang pernah menjadi bagian dari institusi ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran Polres memberikan bingkisan dan santunan sebagai wujud empati dan kebersamaan. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mempererat hubungan antara anggota aktif dan purnawirawan.

Melalui kegiatan ini, Polres Wonosobo berharap dapat terus menjaga hubungan baik dan menjalin komunikasi yang harmonis dengan para purnawirawan serta keluarganya.

Mempersiapkan Bhayangkara Masa Depan: Supervisi Latja Taruna Akpol Berlangsung di Polres Wonosobo

Wonosobo – Polres Wonosobo menerima kunjungan supervisi dari Tim Akademi Kepolisian (Akpol) dalam rangka pengawasan dan evaluasi kegiatan Latihan Kerja (Latja) Taruna Tingkat I Akpol, Selasa (17/06). Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan Latja berjalan sesuai dengan kurikulum dan standar pembinaan Taruna Bhayangkara.

Tim supervisi yang dipimpin oleh Kombes Pol Edhi Cahyono, SIK disambut langsung oleh Wakapolres Wonosobo Kompol Agusyinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H. bersama jajaran pejabat utama Polres. Dalam sambutannya, Wakapolres menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Latja, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi calon perwira Polri.

“Kami menyambut baik kehadiran para Taruna di Wonosobo. Melalui Latja ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan merasakan tantangan nyata tugas kepolisian,” ujar Wakapolres.

Tim supervisi melakukan peninjauan ke beberapa satuan kerja, mengevaluasi program kegiatan Taruna, serta memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta Latja. Para Taruna juga memaparkan hasil kegiatan mereka selama menjalani latihan kerja di Polres Wonosobo, termasuk kegiatan pembinaan masyarakat, pelayanan SPKT, fungsi Reskrim, hingga pembelajaran preventif di lapangan.

Kegiatan supervisi berlangsung lancar dan penuh semangat. Kehadiran para Taruna Akpol di Polres Wonosobo diharapkan mampu memberikan semangat baru, baik bagi institusi maupun masyarakat, dalam membangun Polri yang Presisi dan dicintai rakyat.

500 Senyum Tercipta di HUT Bhayangkara ke-79, Berkat Kolaborasi Polres dan Perguruan Bela Diri Di Wonosobo

Wonosobo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo menggelar kegiatan sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 500 paket sembako disalurkan secara serentak pada Senin, 16 Juni 2025.

Sebanyak 100 paket sembako dibagikan langsung oleh Polres Wonosobo di Pasar Induk Wonosobo, dengan sasaran para kuli panggul dan buruh gendong. Pembagian tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan dan bersinergi dengan perguruan bela diri Kera Sakti, Pagar Nusa, PSHT 16, dan PSHT 17.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian Polri, tapi juga semangat gotong royong lintas elemen masyarakat,” ujar Kapolres Wonosobo.

Sementara itu, 400 paket sembako lainnya disalurkan melalui 14 Polsek jajaran dan Pos Polisi di wilayah hukum Polres Wonosobo. Penyaluran dilakukan secara door to door maupun melalui titik kumpul yang telah ditentukan, dengan menyasar warga kurang mampu di sekitar lingkungan Polsek masing-masing.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara yang ke-79 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat”. Selain berbagi, momen ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Doa Bersama Polres Wonosobo: Titik Awal Menuju 79 Tahun Pengabdian Tanpa Batas

Wonosobo – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo menggelar doa bersama yang berlangsung khidmat di Masjid Al Mujahidin, Senin (16/6/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas dan diikuti oleh seluruh anggota Polres Wonosobo beserta Bhayangkari Cabang Wonosobo.

Doa bersama diawali dengan pelaksanaan salat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH. Kamaludin. Suasana religius menyelimuti kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar Polri senantiasa diberi kelancaran dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum doa bersama ini bukan hanya bentuk ritual seremonial, tetapi juga upaya mempererat spiritualitas dan soliditas di tubuh Polri.

“Kami ingin memulai rangkaian HUT Bhayangkara ke-79 ini dengan memanjatkan doa bersama agar seluruh anggota diberikan kekuatan, kesehatan, serta kelancaran dalam bertugas. Semoga Polri makin dekat dan dicintai masyarakat,” ujar Kompol Agustinus david Putraningtyas

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari sejumlah agenda sosial dan religius yang digelar Polres Wonosobo dalam menyambut HUT Bhayangkara tahun ini.

Setetes Darah, Sejuta Harapan: Donor Darah Polres Wonosobo Sambut HUT Bhayangkara

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Gedung Serbaguna Polres Wonosobo, Senin (16/6/2025).

Kegiatan sosial tersebut diikuti oleh para personel Polres Wonosobo serta Bhayangkari Cabang Wonosobo. Dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap kebutuhan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79 yang diperingati setiap 1 Juli. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama yang membutuhkan bantuan darah di fasilitas layanan kesehatan.

“Melalui donor darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga peduli terhadap kemanusiaan. Ini sejalan dengan semangat Bhayangkara dalam melayani dan melindungi masyarakat,” ungkap Kapolres Akbar

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo. Ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan dari para peserta yang antusias mengikuti jalannya kegiatan sejak pagi hari.

Selain donor darah, Polres Wonosobo juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan sosial lainnya dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-79, seperti bakti religi, dan anjangsana.

Dari Ladang ke Dapur: Kapolsek Watumalang Dampingi Warga Panen 1,5 Ton Jagung

WONOSOBO — Sabtu pagi, 14 Juni 2025, hamparan ladang jagung di Dusun Lengkong Lor, Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, berubah menjadi saksi semangat gotong royong dan ketahanan pangan lokal. Kapolsek Watumalang bersama tiga anggotanya turut ambil bagian dalam panen raya jagung komposit yang digagas oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Jagarasa.

Bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pemilik lahan, Bapak Khusaeni, panen dilakukan di atas lahan seluas 0,125 hektare. Hasilnya tak mengecewakan—sebanyak 1,522 ton jagung basah lengkap dengan janggel berhasil dikumpulkan dari ladang yang dikelola penuh oleh warga setempat.

“Ini bukan sekadar panen, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa,” ujar Kapolsek Watumalang di sela kegiatan. Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat, kelompok tani, dan kepolisian menjadi pilar penting dalam membangun desa yang mandiri secara pangan.

Hasil panen jagung tersebut rencananya akan dipasarkan dan sebagian diolah sebagai bahan pangan lokal. Langkah ini diharapkan mampu menambah penghasilan masyarakat serta menjadi contoh keberhasilan pertanian skala rumah tangga di lereng pegunungan Wonosobo.

Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. KWT Jagarasa, yang menjadi motor penggerak kegiatan ini, dinilai berhasil menggerakkan sektor pertanian produktif yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Dengan panen ini, Watumalang tak sekadar memanen jagung, tetapi juga menuai harapan untuk kedaulatan pangan di tengah dinamika ekonomi perdesaan.

Langkah Nyata Polsek Mojotengah Dukung Ketahanan Pangan Lewat Panen Jagung

Wonosobo — Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan Panen Perdana Jagung Binaan Polsek Mojotengah, yang berlangsung di lahan pertanian milik warga di Desa Candirejo, Kecamatan Mojotengah.

 

Kegiatan panen ini diikuti oleh anggota Polsek Mojotengah, perangkat desa, dan warga sekitar. Jagung yang dipanen merupakan varietas lokal komposit, ditanam di lahan seluas 0,1 hektare, dengan hasil mencapai sekitar 780 kilogram jagung tongkol.

 

Kapolsek Mojotengah menyampaikan bahwa panen ini merupakan langkah kecil yang berarti dalam mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan kemandirian masyarakat desa.

 

“Ini bukan sekadar panen jagung. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan lokal secara berkelanjutan,” ujar beliau dalam sambutannya.

 

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan produktif secara optimal.

 

Kegiatan berlangsung lancar, penuh semangat, dan disambut antusias oleh warga.

Panen Jagung Serentak, Polsek Wadaslintang Bantu Perkuat Ketahanan Pangan Desa

WONOSOBO – Di bawah terik matahari siang, hamparan lahan jagung di Desa Ngalian, Kecamatan Wadaslintang, tampak ramai dipenuhi petani dan aparat kepolisian. Rabu, 4 Juni 2025, jajaran Polsek Wadaslintang Polres Wonosobo menggelar Panen Raya Jagung Serentak, sebuah program binaan Polri sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Panen digelar di atas tanah milik Kepala Desa Ngalian. Turut hadir dalam kegiatan itu, Kapolsek Wadaslintang Iptu Anriastida MJ, S.H., didampingi Kanit Binmas Aiptu Kabul A, S.Sos.I, Kasium Bripka Sukiyono, serta Bhabinkamtibmas Briptu Frengki G.W. Kehadiran enam petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wadaslintang, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta, dan anggota Kelompok Tani Ngudi Tentrem menambah semarak suasana.

“Panen ini merupakan wujud sinergi antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” kata Iptu Anriastida saat ditemui di sela kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa Polsek Wadaslintang selama ini aktif memberikan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani dalam pengelolaan lahan produktif.

Jagung varietas Pertiwi 6 menjadi komoditas utama yang dipanen dalam kegiatan tersebut. Program ini menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan aparat keamanan dalam urusan pangan tidak hanya berhenti pada level koordinatif, tetapi juga turun langsung ke lapangan bersama masyarakat.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong. Bagi Polres Wonosobo, ini bukan sekadar panen, melainkan panen harapan—bahwa kemitraan antara petani dan polisi bisa tumbuh subur demi ketahanan negeri.

#KETAHANANPANGAN #SWASEMBADAPANGAN #Mengungkapkannya #POLISICINTAPETANI #KABUPATENWONOSOBO #JAWATENGAH #POLRI #POLDAJATENG #POLRESWONOSOBO