Kapolres Wonosobo dan Forkopimda Sambut Kedatangan Menteri PPMI RI di Desa Migran Emas

Wonosobo – Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, turut hadir menyambut kedatangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) RI, dalam rangka launching Desa Migran Emas yang digelar pada Rabu (25/06) di Dusun Jlamprang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan perlindungan dan pemberdayaan bagi para pekerja migran, khususnya bagi desa-desa yang memiliki potensi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Menteri PPMI RI hadir langsung untuk meresmikan Desa Jlamprang sebagai salah satu Desa Migran Emas, program yang bertujuan mendorong tata kelola migrasi aman, legal, dan berbasis pemberdayaan ekonomi.

Dalam penyambutannya, Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa Polri siap mendukung penuh setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada perlindungan masyarakat, termasuk dalam hal perlindungan pekerja migran.

“Polres Wonosobo bersama Forkopimda berkomitmen mendukung program Desa Migran Emas demi menjamin keamanan, legalitas, dan pemberdayaan warga yang bekerja di luar negeri,” ujar Kapolres.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib, serta dihadiri oleh para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias menyambut kehadiran Menteri PPMI RI di wilayah mereka.

Polres Wonosobo Gelar Kegiatan Binrohtal, Perkuat Iman dan Etika Personel

Wonosobo – Dalam rangka pembinaan mental dan rohani, Polres Wonosobo kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) di Masjid Al Mujahidin Mapolres Wonosobo, pada Kamis pagi (26/06).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Polres Wonosobo yang beragama Islam dan rutin digelar setiap minggu sebagai bentuk upaya pembinaan keimanan dan ketakwaan bagi anggota Polri.

Acara diawali dengan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah, serta doa bersama. Dalam ceramahnya, penceramah menyampaikan pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.

“Binrohtal ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas dan tanggung jawab sebagai penegak hukum, kita juga harus terus memperkuat iman dan akhlak sebagai landasan utama dalam bertugas,” ujar salah satu perwira yang hadir.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan hati yang bersih, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan serta spiritualitas.

Kegiatan berjalan dengan khidmat dan lancar, serta ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas Polri di tengah masyarakat.

Polres Wonosobo Gelar Lomba Olah TKP Kasus Gantung Diri, Uji Kesiapsiagaan Polsek Jajaran

Wonosobo – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo menyelenggarakan lomba TPTKP ( Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara) dan Olah TKP ( Tempat Kejadian Perkara)  yang diikuti oleh seluruh Polsek jajaran. Lomba ini diselenggarakan di Gedung  Mapolres Wonosobo dan mengangkat materi simulasi penanganan kasus gantung diri sebagai skenario utama.

 

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, namun sarana pembinaan kemampuan personel untuk meningkatkan profesionalisme dalam penanganan TKP sesuai prosedur hukum dan standar operasional.

 

“Penanganan TKP, khususnya dalam kasus kematian tidak wajar seperti gantung diri, memerlukan ketelitian, kecepatan, dan pemahaman hukum yang mendalam. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kesiapan anggota Polsek agar tidak salah langkah dalam proses penanganan di lapangan,” ujarnya.

 

Dalam perlombaan, tiap tim peserta mensimulasikan langkah-langkah penanganan TKP kasus gantung diri, mulai dari pengamanan lokasi, dokumentasi, identifikasi korban dan barang bukti, hingga wawancara saksi. Tim juri yang terdiri dari personel berpengalaman dari Satreskrim dan Unit Identifikasi melakukan penilaian berdasarkan ketepatan prosedur, kerjasama tim, hingga penyusunan laporan kejadian.

 

Materi lomba menitikberatkan pada pemahaman dan penerapan standar penanganan kasus bunuh diri, termasuk bagaimana membedakan antara dugaan bunuh diri dan kemungkinan tindak pidana, serta pentingnya dokumentasi visual dan administrasi yang akurat.

 

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan persepsi dan meningkatkan soliditas antar personel di lingkungan Polres Wonosobo dalam menghadapi berbagai kasus di lapangan.

 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Polres Wonosobo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat melalui personel yang terlatih dan kompeten.

Wakapolres Wonosobo Laksanakan Gaktiblin, Tegaskan Etika Personel di Media Sosial

Dalam rangka menegakkan kedisiplinan internal, Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas, terjun langsung melaksanakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktiblin) terhadap para personel, khususnya terkait dengan etika penggunaan media sosial, pada Rabu (25/06).

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Mapolres Wonosobo dan menyasar personel dari berbagai satuan dan fungsi. Pemeriksaan mencakup akun media sosial milik anggota, penggunaan atribut dinas dalam konten pribadi, serta penyampaian opini yang tidak sesuai dengan kode etik profesi Polri.

Dalam arahannya, Wakapolres menekankan pentingnya menjaga citra dan nama baik institusi melalui perilaku di ruang digital.

“Personel Polri harus bijak dalam bermedia sosial. Jangan sampai unggahan pribadi justru menimbulkan dampak negatif atau melanggar aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Wakapolres juga mengingatkan bahwa setiap anggota Polri terikat pada aturan disiplin dan etika, baik dalam kedinasan maupun di dunia maya. Kehadiran polisi di media sosial harus mencerminkan profesionalisme, etika, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan Gaktiblin ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan guna memastikan bahwa seluruh anggota Polres Wonosobo dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, termasuk dalam memanfaatkan platform digital secara positif.

Lengger Petir, Gema Tradisi Mengalun Hingga Tengah Malam di Bawah Pengamanan Ketat

Wonosobo – Suara gamelan berpadu sorak penonton mengiringi gerakan lentik penari Topeng Lengger dalam pagelaran seni tradisional Tirto Sari di Dusun Petir, Desa Bumitirto, Kecamatan Selomerto, Senin malam, 23 Juni 2025. Pentas ini digelar sebagai bagian dari tasyakuran khitan putra Bapak Mujib, warga setempat.

Digelar mulai pukul 21.00 WIB hingga tepat tengah malam pukul 24.00 WIB, kegiatan seni budaya ini disaksikan oleh kurang lebih 150 warga yang memadati halaman dusun. Irama gending dan suasana guyub menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat sekitar, yang telah lama merindukan hiburan rakyat bernuansa lokal.

Di balik riuh pentas, pengamanan berlangsung senyap namun siaga. Dua personel Polsek Selomerto—Aipda Adi Irawanto dan Aipda Agus Sukoco—turun langsung ke lapangan bersama empat anggota Linmas Desa Bumitirto. Kehadiran mereka memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa gangguan berarti.

“Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menghormati budaya. Ini bagian dari pelayanan Polri yang mengayomi dalam bingkai kearifan lokal,” ujar salah satu petugas pengamanan.

Langit mendung malam itu tidak menyurutkan antusiasme warga. Pentas Lengger yang disuguhkan bukan hanya hiburan, melainkan wujud nyata dari pelestarian budaya yang dijaga bersama, termasuk oleh aparat keamanan yang hadir tanpa mengganggu suasana, namun tetap waspada menjaga kondusivitas.

Hindari Pelanggaran Sekecil Apa pun, Gaktibplin Digelar Polres Wonosobo Jelang Hari Bhayangkara

Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Penegakan dan Penertiban Disiplin (Gaktibplin) terhadap seluruh personel, Selasa (24/6/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Wonosobo, Ipda Rahmad Sujaka, S.H.

Gaktibplin ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran disiplin anggota, serta mencegah potensi pelanggaran sekecil apa pun di lingkungan internal Polri. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan identitas diri, kerapihan seragam, hingga sikap tampang personel.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan internal menjelang HUT Bhayangkara ke-79. Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota menjaga kedisiplinan dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Ipda Rahmad Sujaka di sela-sela kegiatan.

Selain itu, pihaknya juga memberikan imbauan kepada seluruh anggota agar menjunjung tinggi profesionalisme dalam bertugas serta menghindari pelanggaran sekecil apa pun yang dapat mencoreng institusi.

“Kami terus mengingatkan bahwa keteladanan dimulai dari kedisiplinan diri sendiri. Ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai anggota Polri,” tambahnya.

Kegiatan Gaktibplin ini juga menjadi momentum refleksi bagi personel Polres Wonosobo untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-79: Polri untuk Masyarakat.

Propam Sisir Apel Pagi: Disiplin Personel Polres Wonosobo Diuji Serentak

Wonosobo – Aroma ketertiban menyelimuti halaman apel Polres Wonosobo, Selasa pagi, 24 Juni 2025. Sinar matahari baru menanjak ketika satu per satu anggota Polri diperiksa secara menyeluruh. Bukan hanya baris berbaris, namun dari ujung rambut hingga dokumen pribadi tak luput dari pantauan.

Penegakan disiplin internal itu digelar serentak oleh Polres Wonosobo dan seluruh Polsek jajaran dalam apel pagi yang berlangsung di masing-masing satuan. Di Polres Wonosobo, pemeriksaan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Ipda Rahmad Sujaka. Sementara di Polsek-polsek, para Kapolsek memimpin jalannya pengecekan, didampingi Kanit Provos masing-masing.

Pemeriksaan menyasar sikap tampang personel, kelengkapan surat-surat pribadi seperti KTA, SIM, dan KTP, hingga ketepatan penggunaan seragam dinas (gampol).

“Disiplin anggota menjadi wajah institusi di mata publik. Kedisiplinan harus dimulai dari hal paling mendasar, termasuk kerapihan dan administrasi pribadi,” ujar Ipda Rahmad di sela kegiatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas penegakan ketertiban internal yang digalakkan untuk memperkuat profesionalisme personel Polri, khususnya di lingkungan Polres Wonosobo. Meski bersifat pembinaan, pelanggaran tetap akan ditindak sesuai prosedur.

Dari pantauan di lapangan, mayoritas anggota menunjukkan kesiapan dan kepatuhan. Namun demikian, Kasi Propam memastikan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan secara berkala.

Dengan gerak serempak seluruh satuan, Polres Wonosobo menegaskan komitmennya bahwa disiplin bukan sekadar slogan, melainkan sikap hidup yang tertanam dalam setiap diri Bhayangkara.

Polres Wonosobo Gelar Upacara dan Tabur Bunga di TMP Wiropati

Wonosobo – Polres Wonosobo melaksanakan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Wiropati, Senin (23/6/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., dan diikuti oleh para pejabat utama Polres, personel Polres Woonosobo, serta Bhayangkari Cabang Wonosobo.
Ziarah dan tabur bunga ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79.
“Ini merupakan bentuk penghormatan kita terhadap jasa-jasa para pahlawan. Semangat perjuangan mereka menjadi pengingat bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” ujar Kapolres usai kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan upacara penghormatan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan, serta prosesi tabur bunga oleh seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Polres Wonosobo berharap dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan semangat pengabdian kepada seluruh personel dalam menjalankan tugas Kepolisian di tengah masyarakat.

Setelah Tabur Bunga, Kapolres Wonosobo Tanggapi Unjuk Rasa ODOL: Aksi Damai, Tidak Ada Penindakan

WONOSOBO — Usai memimpin upacara ziarah dan tabur bunga dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 di Taman Makam Pahlawan Wiropati, Senin pagi (23/6), Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., menjawab pertanyaan media terkait aksi unjuk rasa sopir truk menolak penegakan aturan Over Dimension dan Over Loading.
“Terima kasih atas pertanyaannya. Kami mengapresiasi rekan-rekan driver yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai dan tertib,” ujar Kapolres kepada awak media. Aksi tersebut berlangsung di beberapa titik strategis di Wonosobo, seperti Gerbang Wisata Mandala/Terminal Mendolo, Alun-alun Sapuran, Terminal Sawangan, dan Desa Tambi, Kecamatan Kejajar.
Kapolres menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara preventif dan humanis, tanpa pendekatan represif. “Tugas kami menjaga agar penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. Personel juga diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Kapolres menyampaikan bahwa Polri menghormati hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, selama dalam koridor hukum. “Kami hadir bukan untuk membatasi, tapi memastikan semuanya berjalan damai dan sesuai aturan,” ucapnya.
Menanggapi keresahan para sopir truk soal sanksi Over Dimension dan Over Loading, Polres Wonosobo memastikan tidak ada tindakan hukum berupa tilang terhadap pelanggaran dimensi dan muatan kendaraan. “Hingga saat ini, tidak ada penilangan terhadap sopir truk pelanggar Over Dimension dan Over Loading di wilayah hukum Polres Wonosobo,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, telah disampaikan pernyataan bersama antara unsur DPR, Dinas Perhubungan, dan Polri, dalam hal ini Kasat Lantas Polres Wonosobo, yang menyepakati tidak dilakukannya penindakan ODOL sampai adanya kebijakan resmi di tingkat pusat. (Saat dilaksanakan Unjuk Rasa di Gerbang Mandala)
Mengakhiri keterangannya, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif. “Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk pengguna jalan yang bersabar selama pengalihan arus. Semoga iklim dialog yang sehat ini terus terjaga demi keamanan bersama,” pungkasnya.

Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo melaksanakan simulasi penangkapan tersangka

Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo melaksanakan simulasi penangkapan tersangka sebagai bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam fungsi penegakan hukum di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Senin (23/6/2025).

Kegiatan simulasi berlangsung di Mapolres Wonosobo dan melibatkan sejumlah personel dari kedua satuan fungsi tersebut. Simulasi mengangkat skenario penanganan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di sebuah ruko di Jalan S. Parman, Wonosobo.

Dalam skenario tersebut, tiga tersangka berhasil diidentifikasi sebagai pelaku curat. Salah satu di antaranya diketahui membawa senjata api rakitan, sementara satu lainnya merupakan pengedar narkoba yang juga sedang dalam daftar pencarian pihak kepolisian.

Kapolres Wonosobo melalui Kasi Humas Ipda Eko Setiadi, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan teknis, serta koordinasi antarunit dalam menghadapi situasi nyata di lapangan.

“Simulasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan langkah-langkah taktis dalam penegakan hukum, terutama pada kasus kompleks yang melibatkan lebih dari satu tindak pidana, seperti curat dan peredaran narkoba,” ungkap Kasi Humas.

Dalam simulasi tersebut, tim gabungan berhasil melakukan pengejaran dan penangkapan tersangka secara taktis. Petugas juga menunjukkan ketepatan dalam prosedur pengamanan barang bukti, termasuk senjata api ilegal dan paket narkotika yang ditemukan saat penggerebekan.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, menambahkan bahwa skenario ini mencerminkan tantangan nyata yang kerap dihadapi petugas di lapangan.

“Diperlukan ketelitian, keberanian, serta sinergi antar satuan untuk menjamin penanganan kasus berjalan sesuai aturan hukum tanpa mengabaikan aspek keselamatan petugas maupun masyarakat,” ujarnya.

Dalam simulasi kali ini ada tiga proses penangkapan berbeda yang menjadi perhatian khusus yaitu saat tersangka kooperatif, tersangka melawan tanpa menggunakan senjata, dan tersangka menggunakan senjata.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Wonosobo, AKP Teguh Sukoso, menekankan pentingnya keterlibatan fungsi narkoba dalam simulasi ini karena keterkaitan erat antara tindak pidana umum dan peredaran gelap narkotika.

“Banyak pelaku kejahatan yang juga terlibat dalam jaringan narkoba, sehingga pendekatan penanganannya harus terpadu,” jelasnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh personel semakin siap menghadapi berbagai bentuk kejahatan di wilayah hukum Polres Wonosobo, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui penegakan hukum yang profesional dan berintegritas.