Dukung Gerakan Indonesia Asri, Polres Wonosobo Laksanakan Kurvey di Mapolres

Wonosobo — Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan kurvey atau kerja bakti di lingkungan Mapolres Wonosobo sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia melalui Gerakan Indonesia Asri (aman, sehat, resik, dan indah).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh personel Polres Wonosobo dan difokuskan pada pembersihan area perkantoran, halaman, serta fasilitas pelayanan masyarakat. Kurvey dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran personel terhadap pentingnya kebersihan dan kerapian lingkungan.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi kepolisian dalam mendukung program nasional serta membangun budaya hidup bersih di lingkungan kerja.
“Melalui kegiatan kurvey ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran seluruh personel agar selalu menjaga kebersihan, karena lingkungan yang bersih akan menunjang kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan kurvey juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kedisiplinan personel. Polres Wonosobo berharap, semangat Gerakan Indonesia Asri dapat terus diterapkan, tidak hanya di lingkungan kepolisian, tetapi juga di tengah masyarakat luas.

Hilang Kontak dengan Keluarga, Remaja Kertek Berhasil Ditemukan Polisi

Wonosobo — Unit Reskrim Polsek Kertek bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus seorang remaja yang dilaporkan hilang. Remaja berinisial NZ (18), warga Kecamatan Kertek, ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat hilang kontak dengan keluarga.

NZ diketahui meninggalkan rumah pada Kamis, 25 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Kepergiannya tidak diketahui oleh anggota keluarga maupun warga sekitar. Namun sebelum pergi, NZ meninggalkan sepucuk surat pamitan kepada orang tuanya. Sejak saat itu, pihak keluarga kehilangan kontak dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kertek.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kertek melakukan serangkaian penyelidikan dan penelusuran berdasarkan keterangan dari pihak keluarga. Dari hasil pendalaman, petugas memperoleh informasi bahwa NZ berada di luar wilayah Kabupaten Wonosobo.

Tim gabungan Reskrim Polsek Kertek dan Tim Resmob Polres Wonosobo kemudian bergerak menuju lokasi yang dimaksud dan berkoordinasi dengan Polsek Godong, Polres Grobogan. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah NZ berhasil ditemukan pada Kamis, 5 Februari 2026, di sebuah rumah kos di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

“Korban berhasil kami temukan dalam kondisi selamat, dan proses penanganan kami lakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif,” kata Kapolsek Kertek AKP Sutono.

Petugas selanjutnya memastikan kondisi fisik dan psikologis NZ dalam keadaan baik. Pada Jumat, 6 Februari 2026, NZ kemudian dibawa kembali ke Wonosobo dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan komunikasi dengan anak-anak serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi peristiwa serupa agar dapat segera ditangani.

Sempat Hilang Sejak Selasa, Pemuda 20 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Telaga Menjer

Wonosobo — Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia di perairan Telaga Menjer, Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Sabtu pagi, 7 Februari 2026. Korban diketahui berinisial DP (20), warga setempat.

Kapolsek Garung AKP Nur Wahyu Wibowo, S.H., menjelaskan bahwa laporan penemuan mayat diterima pihak kepolisian sekitar pukul 09.10 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Garung bersama Piket SPKT Polres Wonosobo langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Begitu menerima informasi dari perangkat desa, petugas segera bergerak ke TKP untuk melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi. Proses evakuasi melibatkan Basarnas Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, aparat kecamatan, perangkat desa, serta warga setempat,” ujar AKP Bowo.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas medis Puskesmas 1 Garung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Diagnosa sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam disertai hipotermia,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi, korban berpamitan kepada temannya pada Selasa malam, 3 Februari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, untuk memancing di Telaga Menjer. Namun hingga keesokan harinya korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian di sekitar telaga, namun korban belum ditemukan.

Korban baru ditemukan pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi mengapung di tepi timur Telaga Menjer. Selanjutnya, kepala desa melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Garung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama pada kondisi cuaca dingin dan berkabut, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Wisuda Purnabakti, Wujud Penghargaan Polres Wonosobo

Wonosobo — Polres Wonosobo menggelar Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Wisuda Purna Bakti pada Jumat (6/2/2026). Upacara tersebut dipimpin Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan dan diikuti oleh seluruh personel Polres Wonosobo.

Dalam upacara tersebut, dilakukan kenaikan pangkat pengabdian dari AKP ke Kompol atas nama Kompol Abror, serta wisuda purna bakti bagi personel Polri dan PNS Polri Polres Wonosobo untuk periode 1 Januari 2025 hingga 1 Februari 2026.

Kapolres Wonosobo menegaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk penghargaan institusi yang tidak diberikan secara otomatis, melainkan melalui proses penilaian dengan persyaratan ketat. Salah satu syarat utama adalah yang bersangkutan tidak pernah melakukan pelanggaran, baik disiplin, kode etik, maupun pidana selama berdinas sebagai anggota Polri.

“Kenaikan pangkat pengabdian ini adalah apresiasi atas dedikasi dan pengabdian tanpa cela selama bertugas,” ujar AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Selain kenaikan pangkat pengabdian, Polres Wonosobo juga melaksanakan wisuda purna bakti terhadap 14 purnawirawan, baik dari unsur Polri maupun PNS Polri, yang telah mengabdikan diri hingga akhir masa dinas dengan berbagai jabatan terakhir di lingkungan Polres Wonosobo.

Kapolres menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para purnawirawan atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan kemajuan institusi Polri di wilayah Wonosobo.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para purnawirawan yang telah mengabdikan diri dengan penuh semangat mendukung kemajuan polri hingga akhir masa dinas.” ungkapnya

Menutup amanatnya, Kapolres berpesan kepada seluruh personel Polres Wonosobo untuk menjaga kesehatan fisik dan mental dalam menghadapi bulan Ramadan dan perayaan Hari Raya Idulfitri, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat dan tantangan tugas pengamanan ke depan.

Propam Polres Wonosobo Pastikan Kesiapan Personel di Ops Keselamatan Candi 2026

Wonosobo — Sipropam Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin) terhadap personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonosobo pada Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan Gaktibplin tersebut dilaksanakan di Halaman Polres Wonosobo dengan sasaran pemeriksaan meliputi sikap tampang, penggunaan gampol, kelengkapan surat nyata diri, serta kelayakan kendaraan pribadi dan kendaraan dinas.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya rutin untuk meningkatkan kedisiplinan anggota Polri, sekaligus memastikan kesiapan personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya selama berlangsungnya Operasi Keselamatan Candi 2026.

Kasi Propam Polres Wonosobo, Ipda Rahmad Sujaka, mengatakan bahwa kegiatan Gaktibplin bertujuan agar setiap anggota senantiasa mematuhi aturan dan menjadi teladan bagi masyarakat.

“Gaktibplin ini merupakan kegiatan rutin untuk mengecek kesiapan anggota dalam berdinas. Diharapkan seluruh personel selalu disiplin, tertib administrasi, serta mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujar Ipda Rahmad Sujaka.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan surat nyata diri, sikap tampang, penggunaan gampol, kelengkapan kendaraan bermotor pribadi maupun dinas, serta pemeriksaan urine terhadap anggota dan ASN Polri Polres Wonosobo. Selain itu, personel juga diberikan imbauan agar senantiasa mematuhi aturan dan menghindari segala bentuk pelanggaran.

Bagi anggota yang ditemukan melakukan pelanggaran, petugas Propam melakukan pengamanan surat nyata diri serta memberikan tindakan disiplin sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh hasil kegiatan kemudian dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi.

Ipda Rahmad Sujaka menambahkan bahwa penegakan disiplin internal merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Keselamatan Candi 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar, serta tidak ditemukan adanya gangguan maupun kejadian menonjol

Satbinmas Polres Wonosobo Gelar Binluh Tertib Lalu Lintas dalam Operasi Keselamatan Candi 2026

Wonosobo, — Satbinmas Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (binluh), penerangan, tatap muka pada hari Rabu (4/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026.

Pembinaan tertib berlalu lintas ini diberikan kepada masyarakat terorganisir maupun tidak terorganisir. Sasaran kegiatan meliputi pengemudi angkutan umum, pengemudi angkutan pribadi, serta pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam kegiatan tersebut, personel Satbinmas memberikan edukasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara, serta kesadaran hukum demi menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kasat Binmas Polres Wonosobo, AKP Suratno, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

“Melalui bimbingan dan penyuluhan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian,” ujar AKP Suratno.

Satbinmas Polres Wonosobo berharap, melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat sehingga tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Wonosobo Sosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026 di Jalur Parakan–Kertek

Wonosobo — Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo memasang banner imbauan keselamatan di jalur rawan kecelakaan lalu lintas Jalan Raya Parakan–Kertek, Kabupaten Wonosobo, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk mensosialisasikan pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 kepada masyarakat.

Pemasangan banner imbauan keselamatan tersebut menyasar titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Imbauan dipasang agar pengguna jalan yang melintas lebih waspada dan berhati-hati, terutama di ruas jalan dengan tingkat kepadatan dan potensi kecelakaan yang cukup tinggi.

Selain pemasangan banner, petugas Satlantas Polres Wonosobo juga melakukan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 kepada masyarakat di sekitar Pasar Kertek. Sosialisasi difokuskan kepada pengemudi ojek dan angkutan umum agar selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto, S.H., M.H. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur rawan laka.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dalam berkendara, mengatur kecepatan, serta mematuhi rambu dan aturan lalu lintas. Jika merasa lelah, segera istirahatkan badan. Bagi pengemudi kendaraan bermuatan berat, pastikan kendaraan diistirahatkan secara berkala, termasuk untuk mengisi angin rem dan mendinginkan sistem pengereman sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan pemasangan banner imbauan dan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya saat melintasi jalur rawan kecelakaan, sehingga tercipta kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Residivis Curanmor Ditangkap Usai Gasak Honda Beat di Depan Toko Kertek Wonosobo

Wonosobo — Unit Reskrim Polsek Kertek bersama Tim Resmob Polres Wonosobo mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di depan Toko Deo Store, Kampung Jambusari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Senin, 2 Februari 2026.
Kapolsek Kertek AKP Sutono, S.H., mengatakan pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Korban berinisial FD (26) Warga kertek, memarkir sepeda motornya di depan toko tempatnya bekerja dengan kondisi kunci kontak masih terpasang.
“Beberapa saat kemudian korban melihat seorang laki-laki tak dikenal mengenakan helm dan membawa kabur sepeda motor miliknya,” kata Sutono dalam keterangannya, Rabu 3/2.
Korban sempat berteriak meminta pertolongan warga. Pelaku kemudian berhasil diamankan warga sekitar sekitar 30 meter dari lokasi kejadian dan diserahkan ke Polsek Kertek.
Pelaku diketahui berinisial BP (33), warga Kabupaten Purbalingga. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku datang ke lokasi menggunakan angkutan umum. Saat melintas di depan toko, pelaku melihat sepeda motor dalam kondisi kunci tertinggal, lalu mengambil kendaraan tersebut.
“Pelaku sempat menggunakan helm milik korban dan menggeser sepeda motor, namun aksinya diketahui sehingga diteriaki maling dan berhasil diamankan warga,” ujar Sutono.
Polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2020 dan satu buah helm hitam. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor.
Berdasarkan pendalaman sementara, pelaku diduga merupakan spesialis pencurian sepeda motor dengan modus kunci tertinggal dan tercatat sebagai residivis kasus serupa pada 2023. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Wonosobo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat Pasal 476 KUHP tentang pencurian.
Kapolsek Kertek mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan. “Pastikan kunci dicabut dan kendaraan dalam keadaan terkunci. Jika mengetahui atau mengalami tindak pidana, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Satlantas Wonosobo Gelar Ramp Check dan Pemeriksaan Kesehatan, Polisi Menyapa Sopir Bus

WONOSOBO — Dalam rangka Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Wonosobo bersama instansi terkait melaksanakan pemeriksaan kesehatan kru sopir bus dan masyarakat serta ramp check kendaraan bus di Terminal Mendolo Wonosobo, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Wakapolres Wonosobo dan dihadiri Pejabat Utama Polres Wonosobo, Kasatlantas beserta KBO dan para Kanit, Sidokkes Polres Wonosobo, serta perwakilan Kementerian Perhubungan Terminal Tipe A Mendolo.

Selain pemeriksaan teknis kendaraan, petugas menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya bagi kru sopir bus, tetapi juga masyarakat dan penumpang yang berada di kawasan Terminal Mendolo. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan dasar guna memastikan kesiapan fisik sebelum melakukan perjalanan.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Wonosobo juga melaksanakan Polisi Menyapa dengan berdialog langsung bersama pengemudi, pengelola PO, dan masyarakat. Melalui pendekatan humanis, petugas menyampaikan imbauan keselamatan, pentingnya menjaga kondisi tubuh saat berkendara, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada angkutan umum.

“Kami tidak hanya melakukan pengecekan kendaraan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan pengemudi dan masyarakat yang akan bepergian. Ini bagian dari upaya kami memberikan rasa aman dan nyaman selama Operasi Keselamatan Candi 2026,” ujar AKP Seno.

Ia menegaskan, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga kendaraan dan pengemudi yang beroperasi harus benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Ramp check dilakukan terhadap sejumlah bus dan PO yang beroperasi di Terminal Mendolo, meliputi pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan, SIM pengemudi, serta kondisi teknis kendaraan. Dari hasil pemeriksaan, seluruh kendaraan dinyatakan dapat beroperasi, dengan beberapa unit diberikan catatan peringatan untuk segera melengkapi dan memperbaiki kekurangan.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan ramp check ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 dalam rangka meningkatkan kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Wonosobo. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung aman, lancar, dan terkendali.

Edukasi Tertib Lalu Lintas, Operasi Keselamatan Candi 2026 Menyapa Pasar Kertek

Wonosobo – Satgas Dikmas Lantas melaksanakan kegiatan sosialisasi Operasi Keselamatan Candi 2026 di kawasan Pasar Kertek, Kabupaten Wonosobo, pada Senin pagi, 2 Februari 2026. Kegiatan tersebut menyasar para pedagang, pengunjung pasar, pengemudi ojek online, serta pengemudi mikrobus.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah hukum Polres Wonosobo, khususnya di kawasan pasar yang memiliki tingkat aktivitas lalu lintas cukup tinggi.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas Dikmas Lantas memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat serta membagikan materi sosialisasi terkait keselamatan berkendara, penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.

Kasubsatgas Dikmas Lantas, Ipda Imam Santoso, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan edukatif dalam Operasi Keselamatan Candi 2026.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya pedagang, pengunjung pasar, serta para pengemudi, semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Ipda Imam Santoso.

Ia menambahkan, pasar merupakan pusat aktivitas masyarakat yang rawan terjadinya kepadatan arus lalu lintas, sehingga perlu adanya edukasi secara langsung agar tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar.

Dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap budaya tertib berlalu lintas semakin meningkat, sejalan dengan tujuan Operasi Keselamatan Candi 2026 dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Wonosobo.