Cuaca Ekstrem di Wonosobo: Belasan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

Wonosobo – Sabtu sore, 09 Agustus 2025, angin puting beliung menerjang dua dusun di Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.55 WIB ini menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 22 bangunan, terdiri dari rumah warga, kantor desa, dan tempat usaha.

Menurut laporan dari Polres Wonosobo, kejadian berlangsung di Dusun Kabelukan, Desa Candiyasan dan Dusun Sontonayan, Desa Kapencar. Anggota Polsek Kertek bersama BPBD dan warga segera melakukan penanganan darurat di lokasi.

KAPOLRES Wonosobo, AKBP Muhammad Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., dalam laporannya kepada Kapolda Jateng menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta rupiah akibat kerusakan atap rumah dan fasilitas umum lainnya.

Laporan menyebutkan bahwa sesaat sebelum kejadian, wilayah sekitar mengalami cuaca ekstrem, dengan langit gelap disertai angin kencang. Salah satu saksi mata, Izwa Fatwa, yang berada di Gedung Serba Guna Desa Candiyasan, menyaksikan secara langsung angin berputar dengan cepat hingga menyebabkan atap kanopi tempat pencucian mobil milik warga terlempar ke halaman balai desa.

Apel Siaga Bencana Bersama Kodim 0707, Perkuat Sinergi TNI–Polri

 

Wonosobo – Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. turut hadir dalam Apel Siaga Penanggulangan Bencana yang digelar Kodim 0707/Wonosobo di Makodim, Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini melibatkan Forkopimda, BPBD, Damkar, dan unsur terkait lainnya, sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah Wonosobo.
Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk TNI–Polri, untuk beralih dari penanganan responsif menjadi langkah preventif.
“Bencana bisa datang kapan saja, baik karena faktor alam, non-alam, maupun ulah manusia. Kita harus membangun budaya keselamatan, meminimalkan risiko, dan memperkuat ketangguhan masyarakat,” ujar Yoyok.
Kehadiran Kapolres Wonosobo dalam apel ini menjadi simbol komitmen Polres Wonosobo untuk bersinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder.
“Sinergi ini sangat penting agar penanggulangan bencana bisa cepat, efektif, dan tepat sasaran,” kata AKBP  M Kasim Akbar Bantilan.
Apel siaga ini juga menjadi ajang gelar peralatan penanggulangan bencana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi demi memastikan masyarakat Wonosobo aman dan tangguh menghadapi potensi bencana.

Polda Jateng Pantau Lahan Jagung 1 Hektare di Wonosobo

WONOSOBO – Tim supervisi dan asistensi Polda Jawa Tengah turun langsung memantau lahan jagung seluas satu hektare di Desa Sidorejo, Kecamatan Selomerto, Rabu, 6 Agustus 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi program SPPG dan ketahanan pangan di wilayah Polres Wonosobo, yang diproyeksikan memanen hasil pada September mendatang.

Rombongan dipimpin sejumlah pejabat utama Polda Jateng, antara lain Karoops, Dir Samapta, Dir Binmas, dan Kabid Keu. Mereka disambut langsung Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan beserta jajaran PJU Polres Wonosobo.

Usai menerima arahan di ruang kerja Kapolres hingga pukul 11.25 WIB, tim melanjutkan kegiatan ke lahan jagung seluas satu hektare di Desa Sidorejo. Tanaman jagung tersebut ditanam pada Juli 2025 dengan estimasi panen pada September 2025.

Dalam kunjungan itu, tim berdialog interaktif dengan kelompok tani penggarap, membahas teknis perawatan tanaman dan strategi ketahanan pangan. Situasi selama kegiatan terpantau aman dan kondusif.

Polres Wonosobo Gelar Aksi Sosial Pangan Murah di Dusun Bumen, Ajak Masyarakat Pangan Aman dan Terjangkau

Wonosobo – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan menjaga stabilitas pangan di wilayah tersebut, Polres Wonosobo kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis (7 Agustus 2025). Kali ini, kegiatan yang bertempat di Dusun Bumen, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, disambut antusias oleh ratusan warga. GPM merupakan bagian dari program Gerak Selaras (Gerakan Aksi Sinergis untuk Pelayanan Masyarakat Sejahtera) yang digagas Polres Wonosobo sebagai upaya mendekatkan layanan sosial kepada masyarakat. Melalui program ini, warga dapat memperoleh beras SPHP (Suplai dan Stabilisasi Harga Pangan) dengan harga terjangkau, di bawah harga pasaran. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, dengan distribusi beras yang tertata rapi untuk kenyamanan dan meminimalisir antrean panjang. Warga Dusun Bumen menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut di wilayah lainnya. Gerakan Pangan Murah rencananya akan digelar secara bergilir di berbagai kecamatan lain di Kabupaten Wonosobo melalui koordinasi dengan masing-masing Kepolisian Sektor setempat sebagai upaya menjaga ketahanan pangan menjelang peringatan HUT Kemerdekaan.

Polres Wonosobo dan Bulog Gelar Gerak Pangan Murah, Wujudkan Pangan Aman dan Terjangkau untuk Warga

Wonosobo – Polres Wonosobo bersama Bulog Cabang Wonosobo menggelar Gerak Pangan Murah (GPM) di halaman Mapolres, Kamis (7/8/2025). Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut demi mendapatkan beras SPHP dengan harga terjangkau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerak Selaras (Gerakan Aksi Sinergi Layanan Rakyat Sejahtera) yang digagas oleh Polres Wonosobo dalam rangka menyambut HUT RI ke-80 dan menjaga stabilitas pangan di daerah.
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. mengatakan, Gerak Pangan Murah ini menjadi bentuk konkret dukungan Polri terhadap ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi. Lewat Gerak Selaras, kami ingin warga bisa beli beras berkualitas dengan harga aman,” ujar AKBP Akbar.
Kepala Bulog Cabang Wonosobo, Dody Hardiansyah, menyebut pihaknya akan terus mendukung distribusi beras SPHP sebagai upaya menstabilkan harga pangan dan menekan inflasi daerah.
“Kami berterima kasih atas dukungan dari Polres Wonosobo. Sinergi ini penting agar program SPHP tepat sasaran,” kata Dody.
Kegiatan serupa direncanakan akan digelar di beberapa kecamatan lain di Wonosobo melalui Polsek Wilayah, sebagai bentuk keberlanjutan program pangan murah jelang Hari Kemerdekaan.

Polres Wonosobo Turun ke Jalan, Bagikan Bendera Merah Putih Langsung ke Pengguna Jalan

WONOSOBO – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Wonosobo menggelar aksi pembagian dan pemasangan Bendera Merah Putih kepada pengguna jalan dan masyarakat di sekitar Jalan Bhayangkara, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 09.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Wonosobo, Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., beserta jajaran pejabat utama Polres Wonosobo seperti Kabagops Kompol Darianto, S.H., Kabagren Kompol Suwondo, S.H., Kabag SDM Kompol Deni Wibowo S.A.H., S.T., S.H., M.M. Kabaglog Kompol Agus Priyono, S.H., serta para kasat, kasi, dan anggota lainnya.

Kapolres Wonosobo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif Polri dalam mengajak masyarakat menumbuhkan semangat nasionalisme melalui simbol kebangsaan.

“Melalui pemasangan bendera, kami ingin mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang pentingnya rasa cinta tanah air, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI,” ujar AKBP Kasim.

Pembagian dan pemasangan bendera dilakukan secara langsung kepada para pengendara dan warga yang melintas di kawasan tersebut. Antusiasme warga pun terlihat tinggi, banyak di antaranya yang langsung memasang bendera di kendaraannya maupun di depan rumah.

Polres Wonosobo berharap kegiatan semacam ini dapat memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan semangat patriotisme di tengah masyarakat, khususnya menjelang peringatan kemerdekaan.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Pesantren, Polres Wonosobo Libatkan Lintas Sektor

WONOSOBO – Polres Wonosobo menginisiasi kegiatan tanam jagung secara serentak di lahan milik Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur, Desa Gunungtawang, Kecamatan Selomerto, pada Rabu (6/8/2025). Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., dan turut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah serta tokoh masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Camat Selomerto, Danramil Selomerto, Kepala Desa Gunungtawang, Koordinator PPL Selomerto, dan PPL Kecamatan Selomerto.
Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tanam jagung tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KH. Khoirulloh Nuruddin, M.Pd. selaku pengasuh Ponpes An-Nur, para santri, jajaran Kapolsek Selomerto, serta seluruh elemen yang telah bergotong royong menyiapkan lahan dan menyukseskan kegiatan hari ini,” ujar AKBP Akbar.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki potensi lahan produktif.
Sementara itu, KH. Khoirulloh Nuruddin, M.Pd. menyambut baik keterlibatan Polres Wonosobo dan para pemangku kebijakan dalam menggerakkan sektor pertanian berbasis pesantren.
“Kami mengapresiasi langkah Polres Wonosobo yang telah melibatkan pesantren sebagai mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ini menjadi pembelajaran langsung bagi para santri untuk mencintai pertanian dan kemandirian pangan,” ungkapnya.
Tanam jagung serentak ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara optimal demi menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Polres Wonosobo Gelar Evaluasi Bulanan, Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan

WONOSOBO – Polres Wonosobo melaksanakan kegiatan Gelar Operasional dan Anev bulan Juli 2025 pada Selasa(5/8), sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kinerja satuan dan strategi pemeliharaan kamtibmas di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Kegiatan yang dihadiri Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, serta seluruh kepala satuan fungsi (Kasatfung) ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan forum penting untuk refleksi, penyamaan persepsi, dan penyatuan visi sebagai pelayan masyarakat.

“Gelar Operasional dan Anev bukan sekadar rutinitas, melainkan momen introspeksi, perbaikan, dan penyatuan visi kita sebagai pelayan masyarakat,” tegas Kapolres.

Dalam forum ini, masing-masing Kasatfung turut memberikan paparan terkait capaian kinerja, tantangan yang dihadapi, serta rencana strategis ke depan. Paparan tersebut mencakup bidang operasional, pembinaan, penegakan hukum, serta pelayanan publik.

Kapolres juga menekankan pentingnya peningkatan langkah preventif dan preemtif sebagai pendekatan utama dalam menjaga kamtibmas. Ia mengingatkan agar personel tetap responsif terhadap dinamika sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Kegiatan Anev ini menjadi momentum penting untuk menguatkan koordinasi antarbagian dan fungsi, serta menyusun langkah-langkah strategis yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui Gelar Operasional ini, Polres Wonosobo berharap seluruh personel dapat bekerja lebih profesional, sinergis, dan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polres Wonosobo Gelar Forum Belajar Bahas Regulasi Pilkades dan Pengisian Perangkat Desa

WONOSOBO – Polres Wonosobo kembali menggelar kegiatan Forum Belajar Bersama Polres Wonosobo sebagai upaya peningkatan wawasan personel dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Forum kali ini mengangkat tema “Regulasi Pilkades, Mekanisme Pengisian Perangkat Desa, dan Gejolak atau Potensi Pilkades”, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Polres Wonosobo tersebut diikuti oleh anggota Polres dari berbagai satuan dan fungsi. Dalam forum ini, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait landasan hukum pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), alur pengisian perangkat desa, hingga potensi konflik yang kerap muncul dalam prosesnya.

Kasubbagdalpers Bag SDM Polres Wonosobo, AKP Sugeng Haryanto selaku koordinator kegiatan menyebutkan bahwa forum ini merupakan bentuk penguatan kapasitas personel dalam membaca dinamika sosial di tingkat desa, terlebih menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo.

“Anggota di lapangan perlu memahami regulasi dan potensi persoalan yang mungkin terjadi. Dengan begitu, langkah-langkah antisipatif bisa dilakukan secara tepat dan profesional,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan personel Polres Wonosobo mampu memberikan dukungan yang konstruktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.

Polres Wonosobo Gandeng Bulog dan Dinas Pertanian Perkuat Ketahanan Pangan

Polres Wonosobo melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Kedu dan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini sebagai wujud nyata dukungan terhadap program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan dan inklusif.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah konkret Polres Wonosobo sebagai institusi penegak hukum yang juga memiliki peran dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui kemitraan lintas sektor ini, Polres Wonosobo ingin memastikan bahwa aspek keamanan berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

Kapolres Wonosobo  AKBP M. Kasim Akbar menegaskan, kerja sama ini mencakup dua mitra utama. Dengan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan benih unggul dan pupuk berkualitas, serta pendampingan kepada kelompok tani guna mendorong produktivitas berbasis potensi wilayah.

Sementara itu, kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Kedu fokus pada penampungan hasil panen dan pendistribusian komoditas pertanian lokal sesuai dengan harga ketetapan pemerintah, guna menjaga stabilitas harga dan keberlangsungan penghidupan petani.

“Melalui sinergi ini, kami berupaya memastikan hasil pertanian masyarakat terserap dengan baik dan dihargai secara adil. Ini sejalan dengan prinsip food sovereignty atau kedaulatan pangan, yang menempatkan petani sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari sistem pertanian nasional,” kata Kapolres.

Kabupaten Wonosobo dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari hortikultura, tanaman pangan, hingga perikanan air tawar. Namun, kendala seperti pemasaran dan keterbatasan sarana produksi masih menjadi tantangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang strategis dan berkelanjutan.

“Sinergi ini bukan sekadar kolaborasi administratif, tapi juga bentuk komitmen moral dan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga ketahanan pangan daerah, dan menciptakan stabilitas ekonomi dari tingkat akar rumput,” lanjutnya.

Di akhir sambutannya, Kapolres Wonosobo menyampaikan apresiasi tinggi kepada Perum Bulog Cabang Kedu dan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo atas kepercayaan dan kolaborasi yang dibangun.

“Semoga kerja sama ini menjadi titik awal terbentuknya sistem ketahanan pangan lokal yang kuat, adil, dan berdaya saing,” ujarnya.