Polres Wonosobo Amankan 57 Sepeda Motor dalam Satu Malam

Polres Wonosobo melaksanakan Patroli Malam dalam rangka cipta kondisi kamtibmas dan tempat-tempat rawan kamtibmas di wilayah hukum Wonosobo yang dirangkaikan dalam KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) pada Sabtu (1/4) malam hingga Minggu (2/4) dini hari.

Kegiatan tersebut melibatkan hampir seluruh satuan fungsi yang ada di Polres Wonosobo yang dipimpin langsung oleh Kabagops Kompol Harman Rumenegge Sitorus, S.I.K.  dengan sasaran kendaraan yang menggunakan knalpot racing atau biasa disebut knalpot brong.

Kegiatan diawali dengan AAP di Mapolres Wonosobo setelah itu seluruh Anggota menuju Alun – Alun Wonosobo sebagai sasaran pertama, Anggota menemukan sekelompok pemuda yang duduk berkumpul serta beberapa dari pemuda tersebut menggunakan kendaraan yang tidak standar terutama knalpot brong, Anggota langsung menindak kendaraan yang melanggar terutama knalpot brong tersebut setelah itu mengarahkan untuk segera bubar dan pulang ke rumah masing-masing.

Selain itu Kabagops memerintahkan bahwa sasaran kegiatan tersebut tidak hanya di Alun – Alun Wonosobo aja namun sebisa mungkin menuju tempat – tempat yang berpotensi ramai ataupun tempat berkumpulnya masyarakat di malam hari seperti kedai kopi ataupun tempat lainnya.

“ Dengan adanya bulan Ramadhan ini, kami sering sekali mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa masyarakat seringkali terganggu dengan adanya penggunaan knalpot brong karena selain menganggu kenyamanan bersama biasanya pengguna knalpot brong memacu kendaraan dengan kencang sehingga dapat membahayakan pengendara lain. Dan hasil dari kegiatan ini kami dapat mengamankan 58 barang bukti diantaranya 57 sepeda motor dan 1 mobil ” ucap Kabagops.

 

Cegah Tawuran dan Krominalitas Polres Wonosobo Lakukan Patroli Gabungan

Polres Wonosobo – Untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo khususnya malam hari di bulan Ramadhan, Polres Wonosobo terus meningkatkan kegiatan Blue Light Patrol (BLP) di lokasi- lokasi rawan terjadinya tindak kejahatan juga rawan tindak kkenakalan remaja seperti balap liar dan perang sarung. Jumat (31/3) dini hari.

Kegiatan BLP kali ini anggota Dalmas, Satlantas dan Piket Fungsi selain menyambangi lokasi – lokasi objek vital juga berpatroli di daerah yang rawan terjadi tindak kriminalitas.

Tak hanya itu petugas yang merupakan gabungan dari Satsamapta, Satlantas dan Piket Fungsi Polres Wonosobo juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama di malam hari serta menghimbau kepada anak muda dan remaja yang berkumpul nongkrong untuk membubarkan diri karena sudah lewat jam malam.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak keluar sendiri saat malam hari dan pastikan dimanapun saat hendak memarkirkan kendaraan pastikan di tempat yang aman, untuk mencegah adanya curanmor” Ungkap Bripka Adi Kanit Dalmas II Satsamapta

Selain itu petugas juga melakukan patroli di seputaran wilayah Wonosobo untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan diharapkan dengan kehadiran petugas Kepolisian dapat mengurangi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Wonosobo.

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Selomerto Penyuluhan di Sekolah

Sejumlah pelajar SMP N 1 Selomerto mengikuti penyuluhan yang dilaksanakan oleh Polsek Selomerto pada Kamis (30/3) siang. Bertempat di gedung serbaguna SMPN 1 Selomerto, 150 pelajar yang duduk di kelas 9 mengikuti penyuluhan oleh Bripka Untung.

Kapolsek Selomerto, AKP Agus Priyono, menuturkan bahwa penyuluhan ini sengaja digelar ke sejumlah sekolah di Selomerto untuk mencegah kenakalan pada usia remaja.

“Melalui penyuluhan ini, kami juga menyampaikan peraturan hukum tentang penyalahgunaan narkoba dan yang isu yang paling hangat sata bulan Ramadhan yaitu perang sarung,” ungkap Kapolsek.

Bripka Untung mengajak para pelajar untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan positif. Kegiatan seperti perang sarung hanya menimbulkan banyak kerugian, mulai dair luka fisik hingga bisa memicu tawuran yang lebih besar.

“Perang sarung meskipun awalnya dilakukan tanpa motif dan cenderung iseng, bisa menimbulkan konflik dan tawuran yang lebih besar, lebih baik kita iis bulan Ramadhan ini dengan mengaji, tadarus dan lain sebagainya,” terang Bripka Untung.

Lebih lanjut pihaknya menghimbau para pelajar agar tidak mencoba-coba melakukan hal negatif yang menjurus kepada kenakalan remaja terlebih di usia yang masih serba penasaran.

Lansia 81 Tahun Dinyatakan Meninggal Dunia Setelah Ditemukan Terlungkup Di Sawah

Seorang Lansia (81) warga Dusun Gintung, Desa Tegalsari, Kecamatan Garung meninggal dunia setelah ditemukan dalam keadaan telungkup di sawah miliknya.

Kejadian bermula ketika anaknya saudara Paidi merasa curiga karena korban sudah sore belum kunjung pulang, sedangkan biasanya korban yang rutinitas setiap pagi pergi ke sawah miliknya di Blok 14 turut Dusun Gintung Desa Tegalsari selalu pulang saaazan dzuhun atau sekira pukul 12.00 WIB.

Selanjutnya saudara Paidi bersama perangkat desa pergi menuju sawah dan mendapati korban dalam keadaan terlungkup di sawah dan tidak sadarkan diri. Korban kemudian langsung dibawa pulang dan melaporakan kejadian ke Polsek Garung.

Tak selang lama setelah menerima laporan dari warga, Polsek Garung bersama dengan Tim Inafis Polres Wonosobo beserta tim medis dari Puskesmas Garung melakukan olah TKP dan memeriksa korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim medis tidak ditemukan adanya tanda- tanda kekerasan, dan korban diketahui telah meninggal dunia sekitar 1 jam  yang lalu.” Ungkap AKP Wibowo Kapolsek Garung

AKP Wibowo juga menambahkan berdasarkan keterangan saksi  korban sebelumnya memang memiliki riwayat asam lambung dan sakit pinggang. Oleh sebab itu keluarga sudah ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi.

Puluhan Kilogram Bahan Peledak Sitaan Polres Wonosobo Didisposal

Puluhan kilogram bahan peledak atau obat mercon dimusnahkan oleh Tim Gegana Polda Jateng pada Rabu (29/03) pagi di lapangan Kalianget, Wonosobo.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menuturkan sejumlah 55,52 kg petasan tersebut merupakan hasil penyitaan dari 3 orang tersangka yang berhasil diamankan tim Resmob Polres Wonosobo pada Senin, 27 Maret 2023 malam lalu.

“Dari hasil penangkapan 3 tersangka di 2 lokasi yang berbeda didapatkan barang bukti berupa bubuk petasan sebanyak 40 kg di Kenjer Kertek dan 15,52 kg di pos ojek Mendolo,” ungkap Kapolres.

Sedangkan pasal yang dilanggar, yakni Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951.

Kapolres melanjutkan, puluhan kilogram bubuk petasan tersebut dimusnahkan dengan teknik khusus.

“Pemusnahan dengan cara ini hanya menimbulkan efek terbakar tanpa ledakan sehingga tidak akan menganggu masyarakat sekitar lokasi pemusnahan,” jelas AKBP Eko Novan.

Pemusnahan oleh tim Gegana tersebut disaksikan langsung oleh Kapolres Wonosobo dan sejumlah pejabat utama Polres Wonosobo. Menurut pihaknya barang bukti berupa bahan peledak harus segera dimusnahkan, mengingat sifat bahan peledak yang tidak stabil dan berbahaya karena mudah meledak karena sebab-sebab tertentu.

Pihaknya terus menghimbau masyarakat agar tidak menyimpan maupun memperjual belikan bahan peledak atau bubuk petasan secara ilegal.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak menyimpan, menggunakan maupun memperjual belikan bahan peledak atau bubuk petasan karena sangat berbahaya apalagi jika jumlahnya cukup banyak, mari mengisi bulan suci Ramadhan dengan hal-hal dan kegiatan positif,” pungkas Kapolres.

Polres Wonosobo Gelar Baksos Jelang Lebaran 2023

Polres Wonosobo membagikan paket sembako untuk masyarakat terdampak kenaikan harga bahan pokok penting jelang hari raya Idul Fitri 1444 H pada Selasa (28/03) pagi.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, sebelum menyalurkan paket sembako menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu yang terdampak akibat kenaikan bahan pokok penting.

“Hari ini Polres Wonosobo melaksanakan pembagian paket sembako kepada sejumlah pengemudi ojek online yang berada di sekitar Jl. R. Sumendro,” ungkap Kapolres.

Personel Polres Wonosobo yang dipimpin sejumlah pejabat utama dibagi menjadi 3 tim yang bertugas membagikan paket sembako di lokasi yang sudah ditentukan.

“Meski situasi di wilayah Wonosobo masih sangat kondusif dan terpantau belum ada kenaikan harga bapokting namun upaya-upaya untuk mencegah gejolak masyarakat terus kami lakukan, salah satunya dengan bansos yang hari ini kami salurkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kapolres berharap sedikit bantuan yang diberikan Polres Wonosobo bisa bermanfaat. Pihaknya juga menghimbau masyarakat tetap tenang menghadapi kenaikan harga bahan pokok jelang lebaran.

“Meskipun jumlahnya tak seberapa, InsyaAllah bermanfaat dan berguna, tetap tenang nggih pak dalam menghadapi kenaikan berbagai bahan pokok penting, bekerja yang rajin dan jaga kesehatan,’ pungkas Kapolres.

Tim Patroli Polres Wonosobo Amankan Remaja yang akan Melakukan Perang Sarung

Cegah aksi tawuran, Polres Wonosobo amankan remaja yang akan melaksanakan perang sarung di Terminal Lama Dieng Wonosobo Kampung Stasiun, Kelurahan Wonosobo Barat Kecamatan Wonosobo, Minggu (26/4) malam.

Kejadian bermula saat patroli gabungan Polres Wonosobo bersama dengan SPKT Polsek Wonsobo sedang melaksanakan patroli di wilayah hukum Wonosobo. Saat sedang melaksanakan patroli, tim patroli menerima laporan bahwa ada segerombolan remaja yang sedang berkumpul di terminal lama sehingga tim patroli segera merapat menuju TKP.

AKP Nuryawan Eko Ramdani, Kasat Samapta Polres Wonosobo memimpin langsung patroli tersebut menuju terminal lama, sesampainya di TKP sekitar pukul 21.20 WIB didapati dua kelompok remaja sedang berunding setelah itu tim patroli segera mengamankan remaja tersebut namun satu kelompok remaja berhasil melarikan diri sehingga diamankan 6 remaja.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat saya bersama anggota Dalmas dan Piket Fungsi Polres Wonosobo serta Polsek Wonosobo Kota langsung mendatangi TKP kejadian dan didapati beberapa remaja sedang berunding untuk melakukan perang sarung, namun sebelum mereka melakukan perang sarung kami berhasil menagamankan.” Ungkap Nuryawan.

“Saat kami amankan memang belum terjadi perang sarung tersebut namun saat kami coba dalami lagi mereka sedang berunding untuk penggunaan sarung.” Terangnya

Setelah kejadian tersebut para pelaku dibawa ke Polsek Mojotengah bersama dengan wali masing- masing, para remaja diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi kejadian hal yang sama. Selain itu pihak kepolisian juga menghimbau kepada semua masyarakat terutama para remaja agar tidak meniru hal tersebut, karena aksi perang sarung tersebut walaupun menggunakan sarung tetap dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Polres Wonosobo Mengamankan 29 Remaja Yang Terlibat ‘Perang Sarung” di 3 Lokasi Berbeda

Wonosobo – Polres Wonosobo mengamankan puluhan remaja sejak Jumat (24/3) hingga Sabtu (25/3) malam.
Tercatat 11 remaja berhasil diamankan di jembatan Siantap, 9 remaja di Kertek dan 9 remaja lain di Kecamatan Kejajar.

Menurut keterangan para pelaku, sebelumnya mereka sudah janjian bertemu dengan lawannya melalui aplikasi WhatsApp.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan, menuturkan bahwa perang sarung yang terjadi tidak hanya menimbulkan keresahan warga. Pihaknya mewanti-wanti jajaran untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang timbul selama Ramadhan.

“Tidak ada lagi tindakan-tindakan dengan pendekatan biasa saja, seluruh pengamanan kegiatan masyarakat selama Ramadhan harus dilakukan dengan ekstra,” kata Eko Novan dalam arahannya di Polres Wonosobo, Jumat (24/3/2023).

Para remaja yang melakukan perang sarung diketahui masih duduk di bangku SMP dan SMA. Usia para pelaku juga beragam, mulaindsri remaja 14 tahun hingga 19 tahun.

Dari laporan masyarakat tentang adanya Perang Sarung di Jembatan Siantap, jajaran Sat Samapta langsung mendatangi TKP dan mendapat informasi terdapat 1 orang yang sampai dirawat di RSU Setjonegoro Wonosobo karena terkena sabetan sarung di matanya.

“Para pelaku telah kami amankan, untuk barang bukti senjata tajam nihil. Terdapat dua orang yang masih di bawah umur, sedangkan yg lain duduk di bangku SMA,” lanjutnya.

Kapolres Wonosobo menjelaskan pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2023 sekira pukul 22.00 WIB di atas jembatan Siantap telah terjadi perang sarung dengan pelaku (kubu 1) kurang lebih 20 orang terdiri dari remaja Singkir, Bumigodean, Prajuritan dan Kauman. Sedangkan kubu 2 (kubu Haki) juga terdiri kurang lebih 20 orang. Perang sarung terjadi karena adanya tantangan melalui chat pribadi melalui Whatsapp dari TG alias Igun.

Tak hanya itu, Sabtu 25 Maret lalu tim patroli Polsek Kertek juga mengamankan 9 orsng remaja yang kedapatan melakukan perang sarung di desa Karangluhur Kecamatan Kertek.

“Saat melakukan patroli, personel Polsek Kertek menemukan 40 remaja yang berkumpul dan diduga akan melakukan perang sarung,” ungkap Kapolres.

Di kecamatan Kejajar, personel Polsek Kejajar juga mengamankan 9 orang remaja yang diduga akan melakukan hal serupa.

“Seluruh remaja yang kami amankan sudah dibawa ke Polsek beserta barang bukti untuk dilakukan pembinaan,” lanjutnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Wonosobo akan terus menggelar patroli pada malam hari hingga jelang sahur di titik rawan tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya. Selain itu Polres Wonosobo juga memberikan himbauan melalui media sosial secara massif untuk menghindari kejadian terulang lagi.

“Kami himbau kepada para orang tua agar mengawasi anak-anak agar tidak melakukan tindakan serupa,” pungkas Kapolres.

Cegah Gangguan Kamtibmas di Bulan Ramadhan Polres Wonosobo Laksanakan Patroli Malam

Polres Wonosobo – Untuk meningkatkan situasi kamtibmas yang aman dan
kondusif di wilayah Kabupaten Wonosobo khususnya malam hari di bulan Ramadhan, Polres Wonosobo
terus meningkatkan kegiatan Blue Light Patrol (BLP) di lokasi- lokasi
rawan terjadinya tindak kejahatan. Minggu (26/3) dini hari.
Kegiatan BLP kali ini anggota Dalmas,Satlantas dan Piket Fungsi selain menyambangi lokasi – lokasi
objek vital juga berpatroli di daerah yang rawan terjadi tindak kriminalitas.
Tak hanya itu petugas yang merupakan gabungan dari Satsamapta, Satlantas dan
Piket Fungsi Polres Wonosobo juga memberikan himbauan kepada
masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati terutama di malam hari.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak keluar sendiri saat malam hari
dan pastikan dimanapun saat hendak memarkirkan kendaraan pastikan di tempat
yang aman, untuk mencegah adanya curanmor.” Ungkap Bripka Adi Kanit Dalmas II
Satsamapta
Tak hanya itu petugas juga melakukan patroli di seputaran wilayah Wonosobo
untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, dan diharapkan dengan
kehadiran petugas Kepolisian dapat mengurangi tindak kriminalitas di wilayah hukum Polres Wonosobo.

11 Pelaku “Perang sarung” Di Jembatan Siantap Diamankan Polres Wonosobo

Wonosobo – Polres Wonosobo mengamankan 11 ABG yang melakukan ‘perang sarung’ di jembatan Siantap Wonosobo pada Jumat (24/3) malam.

Menurut keterangan para pelaku, sebelumnya mereka sudah janjian bertemu dengan lawannya melalui aplikasi WhatsApp.

Kapolres Wonosobo, AKBP Eko Novan menuturkan bahwa aksi tawuran telah menjadi permasalahan sosial yang tak kunjung tuntas di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Bahkan memasuki Ramadan 1444 H, tawuran semakin intens dan mulai menyebar sampai di wilayah termasuk Kabupaten Wonosobo.
Fenomena tawuran yang terjadi di bulan suci Ramadhan dilakukan dengan menggunakan sarung yang diisi batu. Fenomena ini disebut ‘perang sarung’.

Menurut Kapolres, perang sarung yang terjadi tidak hanya menimbulkan keresahan warga. Pihaknya mewanti-wanti jajaran untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang timbul selama Ramadhan.

“Tidak ada lagi tindakan-tindakan dengan pendekatan biasa saja, seluruh pengamanan kegiatan masyarakat selama Ramadhan harus dilakukan dengan ekstra,” kata Eko Novan dalam arahannya di Polres Wonosobo, Jumat (24/3/2023).

Kesebelas remaja yang diamankan berinisial CCS (18), P (17), AA (17), S (16), SR (19), ZW (17), DAJ (18), AP (17), MRB (18), RAS (17) dan DD (16). Semua pelaku masih berstatus pelajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Wonosobo dan juga ada yang berstatus pelajar SMA di kota Semarang.

Dari laporan masyarakat tentang adanya Perang Sarung di Jembatan Siantap, jajaran Sat Samapta langsung mendatangi TKP dan mendapat informasi terdapat 1 orang yang sampai dirawat di RSU Setjonegoro Wonosobo karena terkena sabetan sarung di matanya. Selanjutnya personel Sat Samapta langsung merapat ke RSU dan mendapati sekumpulan anak remaja yang berkumpul di sekitaran RSU.

“Para pelaku telah kami amankan, untuk barang bukti senjata tajam nihil. Terdapat dua orang yang masih di bawah umur, sedangkan yg lain duduk di bangku SMA,” lanjutnya.

Kapolres Wonosobo menjelaskan pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2023 sekira pukul 22.00 WIB di atas jembatan Siantap telah terjadi perang sarung dengan pelaku (kubu 1) kurang lebih 20 orang terdiri dari remaja Singkir, Bumigodean, Prajuritan dan Kauman. Sedangkan kubu 2 (kubu Haki) juga terdiri kurang lebih 20 orang. Perang sarung terjadi karena adanya tantangan melalui chat pribadi melalui Whatsapp dari TG alias Igun.

“Kubu 1 diatas jembatan sebelah kanan dan kubu 2 di atas jembatan sebelah kiri, kemudian kedua kubu bertarung kurang lebih 2 menit dan kejadian perang sarung tersebut bubar karena ada salah satu korban yaitu Sdr. Haky (kubu lawan) terkena mata sebelah kanan dan dilarikan ke RSUD Wonosobo untuk menjalani perawatan,” terang Kapolres.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Wonosobo akan terus menggelar patroli pada malam hari hingga jelang sahur di titik rawan tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya. Selain itu Polres Wonosobo juga memberikan himbauan melalui media sosial secara massif untuk menghindari kejadian terulang lagi.