Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Pengamanan Festival Balon dan Jalur Wisata Dioptimalkan

WONOSOBO — Festival Balon 2026 pada Rabu, 25 Maret 2026, memasuki hari keempat pelaksanaan. Ribuan pengunjung, baik warga lokal maupun dari luar daerah, memadati sejumlah lokasi penyelenggaraan festival sejak pagi hari. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya lapangan-lapangan yang menjadi titik penerbangan balon udara tradisional.

Festival tahun ini digelar di delapan lokasi berbeda, yakni Lapangan Desa Candiyasan dan Lapangan Desa Bojasari di Kecamatan Kertek, Lapangan Desa Mirombo di Kecamatan Wonosobo, Lapangan Kelurahan Sukoharjo, Tanjung Sari Land, serta Lapangan Desa Kembaran, Lapangan Desa Simbang, dan Lapangan Desa Mangunrejo di Kecamatan Kalikajar. Meski tersebar di beberapa titik, seluruh lokasi terpantau dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan langsung proses penerbangan balon udara.

Sejak pagi, suasana di lokasi festival sudah dipenuhi masyarakat yang datang bersama keluarga. Udara yang masih sejuk dan kabut tipis khas dataran tinggi Wonosobo menambah nuansa semarak kegiatan. Warga tampak antusias menyaksikan tahapan demi tahapan, mulai dari proses pengisian balon dengan asap hingga balon berdiri tegak dan perlahan diterbangkan sesuai aturan yang berlaku, dengan ketinggian maksimal 150 meter di atas permukaan tanah.

Sementara itu, Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas, S.Sos., M.H., pada pukul 05.00 WIB bersama Kasatgas Operasi Ketupat melaksanakan patroli dan pengecekan personel yang bertugas di sejumlah titik pengamanan, khususnya pada jalur menuju kawasan wisata dan lokasi festival balon udara.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres memberikan arahan kepada petugas pengamanan di kawasan Pasar Kertek. Ia mengingatkan bahwa arus lalu lintas pada pagi hari berpotensi meningkat mengingat sebagian besar lokasi festival berada di wilayah timur Kabupaten Wonosobo. Kendaraan dari arah Temanggung maupun Banjarnegara diperkirakan akan melintas di perempatan Pasar Kertek sehingga diperlukan pengaturan arus lalu lintas yang optimal.

Petugas diminta melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel yang bertugas di jalur lingkar juga diinstruksikan untuk segera memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan jalur alternatif apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan di kawasan Pasar Kertek.

Usai melakukan pengecekan jalur, Wakapolres bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo melanjutkan pemantauan ke salah satu lokasi festival balon. Di lokasi tersebut, ia memberikan arahan kepada perwira pengendali pengamanan agar selain menjaga keamanan area festival, petugas juga memperhatikan pengamanan lahan parkir dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

Koordinasi dan kerja sama dengan panitia serta masyarakat setempat, termasuk unsur pengamanan swakarsa, ditekankan sebagai langkah penting dalam menciptakan situasi yang aman dan lancar selama pelaksanaan festival.

Di sisi lain, Polres Wonosobo juga terus melaksanakan patroli untuk mencegah penerbangan balon liar. Meski sosialisasi telah dilakukan secara masif melalui media sosial, penyebaran flayer, serta penyampaian imbauan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, masih ditemukan adanya pelanggaran terkait penerbangan balon yang tidak sesuai ketentuan.

Informasi Kontak
Berita Lainnya