Brigjen Pol Firly R Samosir, Putra Batak Pertama Komandan Pasukan Brimob I Sumatera

BINJAI – Brigjen Pol Drs Firly R Samosir Msi merupakan orang pertama yang ditunjuk mengawali sejarah terbentuknya Pasukan Brimob I Korbrimob Polri di wilayah Sumatera.

Hal ini merupakan awal sejarah baru bagi perjalanan Korbrimob Polri sebagai penguatan struktur organisasi Korps Brimob Polri dimana memiliki peranan penting dalam mengamankan berbagai proyek strategis nasional.

Lalu dikuatkan dengan terbitnya Perpol No. 6 Tahun 2022 perubahan ke empat atas Perpol No. 6 Tahun 2017 tentang susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kemudian, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Kepolisian yang mengatur tentang penambahan jabatan Komandan Pasukan Brimob I, II, III, Korbrimob Polri dengan pangkat bintang satu. Dengan demikian maka secara keseluruhan terdapat penambahan empat perwira tinggi Polri berpangkat bintang satu di jajaran Korbrimob Polri.

Pada 24 Februari 2023 telah dilaksanakan pengukuhan Danpas Brimob di Markas Komando Korbrimob Polri, Cimanggis, Depok. Pengukuhan ini mengandung maksud agar wilayah NKRI dari Sabang sampai Merauke dapat terjaga keamanan dan ketertiban masyarakatnya, guna mempercepat dan berjalannya dinamika operasional (Wilayah Barat/Pulau Sumatera).

Pada 10 Maret 2023, Dankor Brimob Polri Komjen Pol Anang Revandoko, meresmikan tiga struktur organisasi Korps Brimob Polri serta pelantikan komandan Pasukan Brimob I, II dan III.

“Dengan terus menggelorakan rasa kesetiaan kepada negara yang diwujudkan melalui kesetiaan tegak lurus terhadap setiap kepentingan nasional dan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan tertinggi demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Selanjutnya, Korps Brimob Polri resmi menempati eks Batalyon A Brimob Polda Sumut di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, sebagai markas komando pasukan Brimob I Polri, Selasa (6/6).

Pasukan Brimob I Polri yang berjumlah sebanyak 12.000 itu dipimpin langsung Brigjen Pol Firly R Samosir. Juga membawahi empat resimen (Resimen Pelopor dan Resimen Gegana) dan berperan sebagai pembina teknis 10 satuan Brimob Polda (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Babel dan Lampung ).

Dalam sambutan Apel Kesatuan Pasukan Brimob I, Wadankor Brimob Polri, Irjen Pol. Drs. Imam Widodo, M.han mengatakan diresmikannya markas komando pasukan Brimob I Polri di lokasi eks Batalyon A Brimob Polda Sumut, Kota Binjai, bertujuan untuk menanggulangi pencegahan tindak kejahatan dengan skala intensitas tinggi.

“Keberadaan pasukan Brimob I Polri ini juga melaksanakan kegiatan operasional pengamanan agenda nasional 2024 dan internasional. Semoga dengan adanya pasukan Brimob I Polri bisa bermanfaat bagi masyarakat, nusa dan bangsa,” pungkasnya.

Polres Wonosobo Mempererat Hubungan antara Polri dan Masyarakat dengan Polisi RW

Wonosobo Jateng – Polres Wonosobo telah meluncurkan program inovatif yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di tingkat yang lebih lokal dan terkoneksi. Program ini melibatkan penempatan satu anggota polisi yang ditugaskan sebagai Polisi Penghubung di setiap RW di wilayah Wonosobo.

Dalam program ini, setiap RW di Wonosobo akan memiliki seorang anggota polisi yang bertugas sebagai Polisi Penghubung, yang akan berfungsi sebagai perwakilan kepolisian langsung di lingkungan masyarakat tersebut. Polisi Penghubung ini akan menjadi jembatan komunikasi antara polisi dan masyarakat, serta menjadi sumber informasi dan bantuan dalam hal keamanan dan ketertiban di tingkat RW.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si. menjelaskan alasan di balik implementasi program ini. Beliau mengatakan, “Dengan menempatkan satu polisi di setiap RW, kami ingin menciptakan hubungan yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat. Polisi Penghubung ini akan menjadi mitra bagi warga dalam mengatasi masalah keamanan, memperoleh informasi terkini, serta membangun kepercayaan dan kepedulian bersama.”

Melalui kehadiran Polisi Penghubung, masyarakat di setiap RW akan lebih mudah mengakses bantuan polisi, melaporkan situasi keamanan, dan memberikan informasi mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungan mereka. Polisi Penghubung juga akan aktif dalam menggelar pertemuan dan dialog dengan masyarakat setempat untuk mendengarkan masalah yang dihadapi serta memberikan saran dan solusi yang sesuai.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan mereka. Polisi Penghubung akan melibatkan warga dalam kegiatan patroli siskamling, mengadakan pelatihan keamanan, dan mengorganisir program-program pencegahan kriminalitas. Dengan adanya kolaborasi antara polisi dan masyarakat, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih aman dan terjaga.

Saat ini, Polres Wonosobo sedang melakukan seleksi anggota polisi yang akan menjadi Polisi Penghubung di setiap RW. Mereka akan diberikan pelatihan khusus dalam hal komunikasi, manajemen konflik, dan keterampilan kepemimpinan yang diperlukan dalam menjalankan tugas mereka sebagai penghubung antara polisi dan masyarakat.

Pada peluncuran program ini, banyak warga yang merespons positif inisiatif ini. Ibu Siti, seorang warga di salah satu RW di Wonosobo, mengatakan, “Saya merasa senang dengan kehadiran Polisi Penghubung di lingkungan kami. Kami merasa lebih aman dan memiliki saluran komunikasi langsung dengan polisi jika ada masalah yang perlu diatasi. Ini adalah langkah yang baik untuk membangun kepercayaan dan keamanan bersama.”

Diharapkan program Polisi Penghubung di setiap RW di Wonosobo akan menjadi contoh yang inspiratif bagi daerah lain untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat dengan pendekatan yang lebih lokal dan terintegrasi. Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat ditingkatkan secara signifikan.